Juragan Muda

Juragan Muda
19. Paket misterius


__ADS_3

"Permisi mas, counter LARIS JAYA CELL dengan pemilik nya bernama Reyhan Perdana Kusuma." kata seorang kurir paket yang bertanya ke Bayu.


Reyhan yang sedang mengotak-atik laptopnya yang baru dibeli kemarin untuk semakin memudahkan stock opname pun berhenti karena merasa ada yang menyebut namanya lalu bergegas mendekat.


Kurir pun mengulang perkataannya tadi, dan kakak beradik itu sedikit bingung karena mereka tak pernah belanja online. Sempat terbersit dalam pikiran keduanya apakah ini modus penipuan yang baru. Lalu Reyhan pun melihat tulisan dibungkus paket dan segera menghubungi nomor yang tertera dan itu ternyata adalah nomor supplier salah satu provider yang sering berkunjung ke counternya.


Setelah meminta ijin ke kurir, Reyhan mencoba menelepon ke nomor sales tersebut. Saat panggilan terhubung, dia segera menanyakan perihal paket itu. Selang beberapa menit panggilan pun selesai, Reyhan bergegas mendekat ke kurir dan setelahnya menerima paket itu.


Setelah kurir pergi, karena didorong rasa penasaran Reyhan segera membuka paket misterius itu. Bayu yang sama penasaran pun juga mengekor kakak nya yang tengah duduk dan mulai menggunting bungkus paket.


Bayu yang penasaran pun akhirnya bertanya tentang apa isi paket, tapi Reyhan menjawab kalo dirinya juga tidak tau, karena ketika dirinya menelpon tadi sales juga tidak mengetahui isi paket, si sales hanya di minta oleh manager provider untuk menanyakan detail alamat saja untuk sekedar memberi apresiasi kepada para penjual yang berhasil mencapai target tertentu.


Satu persatu bungkus dibuka, tapi tak kunjung usai juga, box yang tadi terlihat besar lama kelamaan makin kecil. Akhirnya Reyhan yang sudah lelah dan sedikit haus bangkit berdiri untuk mengambil minum, sementara Bayu disuruh gantian untuk membuka paket. Bayu pun tak banyak bicara dan langsung mengambil alih karena begitu penasaran nya, 'apakah kakakku benar jadi korban penipuan, dibuka dari tadi tak kunjung habis kardusnya.' batin Bayu.


"Woi.. kok bengong?" kata reyhan sambil membawa es kopi. Dan Bayu terkejut, mulutnya yang sedari tadi terbuka lebar alias mlongoh langsung tertutup rapat sebelum lalat berhasil masuk karena syok melihat isi paket yang sedang dia pegang.


"Kak... Aku kira penipuan, dari tadi dibuka cuma kardus melulu, tapi akhirnya aku menemukan ini." kata Bayu dengan masih diselimuti rasa takjub lalu menyerahkan selembar kertas.


Reyhan segera menerima, dan membuka memastikan barang itu palsu atau ngga. di kertas itu tertera tulisan kadar logam mulia sebesar 3 gram, padahal harga 1 gram nya 1 juta, jadi jika ditotal Reyhan mendapat 3 juta yang merupakan reward penjualan nya.

__ADS_1


"Maa syaa Allah." sebuah kata yang berhasil keluar dari mulut Reyhan saking terpana dan masih merasa tidak percaya jika dirinya masuk daftar penjual yang berpotensi di kota nya sehingga sampai mendapat reward itu.


"Kak.... bagi secuil dong." celetuk Bayu dengan muka memel nya, alias memelas.


"Kamu kira coklat apah, pake minta secuil segala." seloroh Reyhan sambil menimpuk kepala Bayu dengan kardus packing.


Setelah itu Reyhan berlalu ke kamar sambil masih terus mengamati logam mulia itu.


"Benda sekecil ini tapi bingung mau naruh dimana." gumam Reyhan sambil melihat setiap sudut kamar memastikan tempat terbaik untuk menyimpan.


Akhirnya Reyhan pun menaruhnya didalam kotak bekas jam tangannya dan memasukkan ke dalam lemari baju, setelah itu dia segera kembali ke counter membantu Bayu yang keteteran melayani pembeli.


_____


Reyhan tidak langsung memasang iklan lowongan kerja, tapi lebih memilih bertanya dulu ke teman saudara dan orang sekitarnya.


Pak Somad penjual cilok pun menawarkan anak sulungnya yang baru saja lulus sekolah. Sebenarnya pak Somad ingin anak anaknya bisa kuliah tapi mengingat kebutuhan hidup yang banyak dengan 3 orang anak membuat nya harus berpikir 2 kali untuk menguliahkan.


Akhirnya niat pak Somad pun di sampaikan ke reyhan sambil menyodorkan sebuah map lamaran kerja. Akhirnya tanpa berpikir panjang Reyhan pun langsung menerima nya.

__ADS_1


"Anak bapak besok boleh langsung kerja, jam 7 pagi usahakan bisa dateng kesini ya, bantuin beres beres karena paket accesoris dan paket data baru saja datang."


Pak Somad pun mengangguk sambil mengucapkan terimakasih lalu pamit pulang. Sedangkan Reyhan meletakkan map itu dimeja begitu saja lalu segera mengecek paket yang sudah sampai.


_____


Reyhan sangat terkejut, ketika membuka rolling door sudah berdiri seorang wanita di depannya. Lalu segera mempersilahkan masuk, dan hendak melayani. Wanita itu tersenyum simpul dan memperkenalkan diri sebagai anak sulung pak Somad yang bernama Tiwi.


"Lhoh, saya pikir anak pak Somad laki laki ternyata cewek ya." ceplos Reyhan lalu bangkit mencari map yang disodorkan pak Somad kemarin tapi tak kunjung ketemu.


Akhirnya setelah sedikit wawancara Tiwi segera disuruh untuk memulai kerja. Jika biasanya Reyhan mengajari Bayu dengan setengah berteriak maka lain halnya dengan Tiwi, jadi tak tega untuk bersuara lebih keras, untung Tiwi orangnya cekatan dan bisa cepat beradaptasi.


Sepulang sekolah seperti biasa Bayu akan membantu Reyhan di counter, tapi ketika diambang pintu dia melihat sesosok wanita cantik yang membuatnya senam jantung.


Setelah sekian menit memperhatikan Bayu melangkah pelan mendekati Reyhan yang sedang memasukkan uang ke laci. Bisik bisik tetangga ia lakukan untuk mengorek informasi mengenai wanita itu. Lalu setelah nya Bayu mulai sedikit caper.


Reyhan yang melihat tingkah adiknya dari belakang itu hanya geleng-geleng kepala. Seketika mengingatkan masa masa yang dulu.


Dan entah kenapa di hati Reyhan tak timbul suatu getaran ketika bertemu dengan Tiwi. Apakah hatinya sudah mati rasa terhadap semua wanita karena kisahnya dimasa lalu ataukah karena dia sudah sering melihat wanita cantik yang menjadi langganannya di counter sehingga terasa hambar melihat nya.

__ADS_1


Karena tadi Tiwi masuk jam 7 jadi jam 3 sore sudah pulang, dan untuk hari esok disuruh masuk jam 8 pulang jam 4. Hari libur pun menyesuaikan. Setiap jam makan siang, Reyhan menyuruh Tiwi untuk makan di dapur dan menunaikan shalat. Hari hari yang dulu, yang biasanya dimeja makan hanya tersedia tahu dan tempe sudah berganti menu, paling tidak ada ayam goreng Upin Ipin selalu tersedia dimeja sejak usaha Reyhan berkembang.


Seminggu pertama Reyhan memberi gaji 30rb per hari, minggu ketiga menjadi 40rb per hari, dan diminggu kelima ketika Tiwi sudah mulai terampil Reyhan memberi gaji 50rb per hari. Reyhan tidak merasa keberatan untuk mengeluarkan gaji sebanyak itu ke Bayu dan Tiwi. Entah kenapa dirinya merasa seperti jalannya untuk mencari rezeki semakin dipermudah Allah. Setiap hari selalu ada reseller yang berbelanja segala kebutuhan counter, setiap hari pula bisa closing puluhan unit handphone.


__ADS_2