Juragan Muda

Juragan Muda
106. Semua berakhir


__ADS_3

Dengan langkah gontai Sinta keluar dari rumah makan itu. Untung saja seluruh total tagihan sudah di bayar oleh Reyhan, sehingga ia hanya perlu mengeluarkan uang untuk ongkos pulang. Uang yang ia simpan di atm masih aman. Karena setiap kebutuhan nya sudah di cukupi oleh Andre dan Bayu selama ini.


Tapi sekarang setelah semuanya terungkap, ia harus bersiap untuk mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk memenuhi gaya hidup nya yang seperti sosialita.


Sambil menunggu ojek online nya datang, ia kembali merenungi setiap perkataan dari mulut tiga lelaki yang baru saja menyadarkan nya dari perbuatan buruk nya selama ini.


'Ternyata sepandai-pandainya aku menyimpan rahasia, tetap akan ketahuan juga.'


Tin.....Tin


Suara klakson motor ojek online, menyadarkan nya dari lamunan. Bergegas ia merapikan dandanan nya sebelum naik motor.


"Lhoh, kok naik motor Sin? Bukannya tadi di jemput Reyhan pakai mobil?" ibunya mengerutkan kening ketika baru saja pulang dari warung yang bersamaan dengan Sinta turun dari ojek. Sinta hanya menggeleng lemah lalu berjalan mendahului ibunya dan masuk kamar.


Ia kembali menumpahkan tangisnya sambil menelungkup kan badannya di ranjang tempat tidur nya.


"Ada apa?" ibunya ternyata langsung mengikuti Sinta sampai kamarnya.


"Cerita sama ibu apa yang terjadi Sin. Kenapa malah menangis? Tadi pagi kan kamu penuh senyum semangat. terus kenapa sekarang jadi begini?" ucap ibunya lagi karena bingung dengan perubahan sikap anaknya.


"Andre memutuskan pertunangan kita bu." Sinta menjawab dengan deraian air mata.


"lhoh, bukankah itu yang kamu inginkan. Sehingga bisa kembali dengan Reyhan?"


"Semua tidak sesuai rencana Sinta bu, hancur berantakan." Sinta kembali menangis histeris. Ibunya yang melihat jadi ikutan sedih dan hanya bisa mengelus punggung anaknya untuk menentramkan hatinya.


"Kenapa bisa seperti itu?"


"Mereka semua ternyata saling kenal, sangat akrab. Mereka lebih memilih hubungan pertemanan nya daripada memilih Sinta." jawab Sinta dengan masih sesenggukan.


"Apa nanti kata tetangga bu." Rosa menjatuhkan kepalanya di pangkuan ibunya.


"Sudah, tidak usah di pikirkan semua hal buruk yang mengganggu pikiran mu." ucap ibunya sambil mengelus kepala Sinta.

__ADS_1


Ia masih menangis sesenggukan membayangkan nasibnya kini. Gagal sudah cita-citanya untuk memiliki pacar yang kaya raya.


Sementara itu, di lain tempat. Ketiga lelaki itu tersenyum sangat puas dengan hasil kerja Reyhan.


"Makasih ya Rey, kamu sudah bantuin aku membalaskan sakit hati ini." kata Andre sambil menyeruput es nya.


"Aku juga makasih kak, sudah menolong ku 2 kali. dua kali ketemu cewek pasti yang di pilih kamu duluan. Aku cuma di jadiin pelampiasan aja." Bayu terkekeh yang di ikuti oleh Andre dan kakaknya.


"Sebenarnya aku juga ngga tega memperlakukan Sinta seperti tadi." celetuk Reyhan.


"Ah, kamu tuh terlalu lemah jadi cowok." ucap Andre dengan senyum miring.


"kamu ngga takut di marahi kedua orang tua mu Ndre?" tanya Reyhan balik dan ia langsung menggeleng kuat.


"Orang nikah saja bisa cerai Rey. Apalah dayaku yang baru sekedar tunangan, betul ngga? Aku bersyukur sudah bisa berpisah dengannya sebelum janur kuning melengkung. Secepatnya aku akan bilang ke orang tua ku soal keputusan ku ini."


"Semoga berhasil ya, dapat ganti yang lebih baik lagi. Kamu harus sabar." ucap Reyhan sambil menepuk bahu Andre.


"Kenapa pada liatin aku?" tanya Bayu yang tak paham.


"Kamu kan dulu pernah diemin Reyhan dalam waktu yang lama gara-gara ngga terima cewek mu deketin Reyhan." ceplos Andre yang membuat ketiganya kembali terbahak-bahak.


"Sialan kamu." ucap Bayu sambil menonjok lengan Andre.


"Ini pasti kakak ku yang nyeritain." ia pun juga menonjok lengan Reyhan.


"sudah sudah, yang telah lalu biarlah berlalu. Kita jadikan ini sebagai pengalaman yang berharga. Semoga kedepannya kita ngga mencintai wanita yang sama, biar ngga ada kejadian kayak gini lagi." ucap Reyhan menengahi.


Hari sudah semakin sore, terpaksa ketiga nya harus mengakhiri percakapan mereka.


"Aku harus ke counter dulu." kata Reyhan sambil jalan.


"Aku ikut kamu saja kak. Nanti mampir juga ya ke counter ku."

__ADS_1


"Okay, karena aku cuma buruh pabrik, ya sudah aku pulang duluan saja." kata Andre sambil nyengir.


"Jangan gitu, adakalanya kita bisa sukses dengan cara yang berbeda. Yang penting kamu yakin saja." ucap Reyhan.


"Iya iya aku percaya sama kamu. Kamu memang benar-benar sangat berubah. Jadi lebih dewasa dan bijaksana sudah mirip ustadz." ujar Andre terkekeh.


Ketiganya pun menaiki kendaraan masing-masing dan melajukan nya berlainan arah.


Bayu memperhatikan kinerja karyawan kakak nya di masing-masing cabang, memperhatikan dengan serius setiap sudut ruangan counter, dan tak lupa memperhatikan setiap gerak gerik kakak nya dalam mengawasi kegiatan di counter.


'Ternyata memang tak mudah untuk menjadi orang sukses. Aku sudah berusaha tapi juga masih naik turun. Dulu ku kira sudah bisa stabil karena beberapa bulan omset nya bagus, eh sekarang anjlok lagi. Untung kak Reyhan baik, mau nolongin aku sehingga lumayan ada peningkatan lagi.' batin Bayu.


"Heh, ngelamun apa? Ayo pulang." suara Reyhan mengagetkan nya.


"Okay." jawab Bayu. Keduanya pun berjalan meninggalkan counter milik Reyhan, dan sekarang meluncur menuju counter Bayu.


Tak banyak yang Bayu lakukan, selain hanya mengecek transaksi di hari itu dan memperhatikan sejenak para pengunjung yang silih berganti. Setelah nya, mereka pun pulang.


Sesampainya di rumah, Reyhan hendak menghubungi salah satu rekan kolega nya, tapi handphone nya malah terlanjur kehabisan daya. Ia pun segera mengisi daya handphone nya, sambil mengerjakan hal penting lainnya. Pulang dari mengikuti pengajian, barulah ia mengaktifkan lagi handphone nya.


"Banyak sekali panggilan dari haji Dahlan." gumam Reyhan sambil menggulir pelan layar ponselnya.


"Astaghfirullah, tadi kan jadwal mereka bertemu untuk bermajelis." gumam nya lagi sambil menepuk jidat.


Bergegas ia menghubungi nomor haji Dahlan, tapi segera ia urungkan niat nya itu, ketika melihat jam dinding nya sudah menunjukkan pukul 9 lebih. Ia tak ingin mengganggu jam istirahat lelaki sepuh yang bersahaja itu. Ia pun segera mengirim pesan permintaan maaf nya.


Setelah mengirim pesan pada haji Dahlan, ia pun juga mengirim pesan pada pak Atmaja. Dan setelah seluruh chat ia balas, barulah bisa mengistirahatkan badannya.


'Kenapa ada wanita yang harus menjatuhkan harga dirinya, hanya untuk mencukupi kebutuhan materi? Padahal tidak ada satu binatang melata pun di bumi ini, melainkan semuanya sudah di jatah rezeki nya oleh Allah. Sinta Sinta, semoga kamu bisa berubah. Aku ngga nyangka dulu bisa jatuh cinta padamu. Wanita ular yang mendekati orang orang terdekat ku.' batin Reyhan sebelum ia mulai memejamkan matanya.


Hai kak, tetap dukung terus mas Reyhan sampai menemukan cinta sejatinya ya dengan tekan like hadiah vote dan favorit ❤️❤️


Semoga senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran rezeki 😘😘

__ADS_1


__ADS_2