
Di tengah-tengah momen syahdu yang mereka rasakan saat itu, tiba-tiba perut Anisa berbunyi cukup keras, sehingga membuatnya malu.
"Ya ampun, sayang, kamu sudah laper? Sebentar ya, aku ambilkan makan." ucap Bayu sambil berdiri, namun tangannya segera di cekal Anisa.
"Mas, aku mau makan sepiring berdua sama kamu. Disuapin kamu juga." cicit Anisa yang membuat Bayu tersenyum karena tingkah manjanya.
Bagaimana pun juga, seorang suami di tuntut untuk bisa membahagiakan istrinya. Apalagi di saat-saat ia baru saja melahirkan, yang sangat rentan terkena sindrom baby blues. Yang mana, jika keluarganya hanya membiarkan saja, bisa berakibat fatal bagi ibu dan bayinya.
"Tentu saja sayang, apapun yang kamu mau pasti aku turuti. Tunggu sebentar ya, aku ambilkan dulu." ucap Bayu sambil mengusap pipi Anisa yang cubby itu.
Keduanya makan sambil bercakap-cakap tentang nama yang akan diberikan pada putra mereka.
Setelah melalui perbincangan panjang, keduanya sepakat memberi nama anak mereka Muhammad al-Fatih Nurman, yang artinya seorang pemimpin yang bertanggungjawab dan berhati baik.
Mereka terinspirasi dengan Sultan Muhammad, yang merupakan putra dari Sultan Murad 2. Yang mendapat gelar al-Fatih, karena diusianya yang masih sangat muda, yakni 12 tahun sudah diangkat menjadi seorang Sultan. Dan beliau berhasil menaklukkan kota konstantinopel.
Tidak hanya itu saja, Sultan Muhammad al-Fatih juga memiliki kecakapan dalam bidang ketentaraan, sains, matematika dan bahkan menguasai 6 bahasa.
__ADS_1
Bahkan, jauh hari sebelum beliau dilahirkan, Rasulullah sudah memprediksikannya, dalam sabdanya: "Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].
Dan benar saja hal itu terjadi. Muhammad al-Fatih melakukan seleksi yang cukup ketat pada seluruh pasukannya tanpa kecuali.
Beliau mengumpulkan seluruh pasukannya dalam tempat yang sangat luas. Dan mulailah beliau mengumumkan. Barang siapa yang tidak pernah bolong melaksanakan kewajiban sholatnya sejak ia akil baligh, senantiasa terbangun di tengah malam untuk tahajud, dan senantiasa melaksanakan puasa baik wajib dan Sunnah, maka dipersilahkan untuk duduk di tempat. Sedangkan yang tidak memenuhi kriteria tersebut diminta untuk segera meninggalkan tempat.
Setelah selesai beliau berkata seperti itu, banyak sekali prajurit yang berdiri meninggalkan tempat perkumpulan, karena tidak memenuhi kualifikasi.
Setelah seleksi selesai dilakukan, barulah beliau menyusun sebuah rencana untuk menaklukkan kota konstantinopel, hingga atas ijin Allah, kemenangan beliau raih.
Keduanya berharap, agar kelak putranya bisa menjadi seorang pemimpin yang penuh tanggungjawab, tidak hanya bisa memimpin keluarganya tapi juga bisa memimpin orang-orang terdekatnya, sebagaimana Sultan Muhammad al-Fatih memimpin.
Malam harinya, satu persatu tamu mulai berdatangan. Mulai dari rekan Anisa, Bayu dan rekan pak Gofur. Sekitar pukul 8 acara itu pun di mulai.
Seorang MC mulai membuka acara dengan salam, dan membacakan susunan acara.
Menginjak acara yang pertama adalah pembacaan Al Qur'an yang dibacakan oleh Bima. Meskipun ia masih kelas 6 SD, bacaan qiro'ah nya, tidak diragukan lagi.
__ADS_1
Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan sambutan keluarga. Yang pertama sambutan dari pak Gofur, dan yang kedua sambutan dari Bayu. Lalu dilanjutkan dengan pemotongan rambut bayi, yang dilakukan oleh anggota keluarga. Kemudian dilanjutkan lagi dengan doa bersama dan menikmati jamuan makan yang sudah disediakan.
Semua tampak hikmat mengikuti setiap proses acara. Beruntung sekali, Zakira tidak rewel selama acara berlangsung. Dan ia tampak duduk anteng dalam pangkuan Bima.
Setelah acara selesai, satu persatu tamu mulai berdiri dan berpamitan pulang. Keluarga Anisa kembali menyalami mereka, serta memberikan paket gitf yang berisi kurma dan madu.
Setelah acara selesai, mereka segera istirahat di kamar. Anisa menghampiri kedua bayinya sambil mengusap kepalanya dan mengecup kening masing-masing. Bayu yang baru saja masuk kamar setelah membersihkan diri, perlahan mendekatinya. Ia mengusap pucuk kepala sampai punggung Anisa.
"Sudah malam, ayo kita tidur sayang."
"Aku masih gemes melihat mereka mas. Hidupku terasa lengkap banget. Punya keluarga kecil dengan sepasang anak laki-laki dan perempuan, usaha yang cukup berhasil."
"Kenapa, aku ngga ikut disebut?"
"Hem, sudah bapak-bapak masih aja ngiri sama anaknya." canda Anisa.
"Iya, aku juga bersyukur sekali memiliki suami yang sangat pengertian pada anak dan istrinya. Semoga keluarga kita selalu sakinah, mawadah dan warohmah. Kelak bisa berkumpul di surganya Allah nanti."
__ADS_1
"Aamiin ya rabbal aalamiin." sambung Bayu.