Juragan Muda

Juragan Muda
59. Kenapa kamu nodai aku?


__ADS_3

"Arghhh... sakit Miss, kalo aku laporin kasus KDRT mau ngga? Atau aku balas cubit paha Miss boleh ngga?" bisik Reyhan yang membuat mata Laura membulat.


"Kamu..."


"Enggak, saya cuma becanda kok Miss. Jangan marah-marah melulu nanti cepat tua." bisik Reyhan lagi sambil nyengir.


"Nak, kamu mau kan pakai ini selama acara berlangsung?" Bu Rohmah mengulurkan sebuah selendang. Laura menerima dan merentangkan selendang itu dengan dahi berkerut.


"Saya kasih bintang lima kalau Miss Laura mau pakai selendangnya." celetuk Reyhan.


Laura mulai membalut kepalanya dengan selendang itu sambil melotot ke Reyhan.


"Memangnya aku ojek online, dikasih bintang lima segala." kata Laura sambil menyelempangkan selendang itu.


"Maa syaa Allah, Miss Laura tambah cantik kalau seperti itu." puji Reyhan dengan senyum mengembang.


"Kamu ngga lagi ngerayu aku kan? Hey, sadar dong, aku tuh udah cantik sejak masih dalam kandungan."


"Semua wanita memang kodratnya cantik Miss. Kecantikan fisik akan pudar seiring berjalannya waktu, sedangkan kecantikan hati akan terus dibawa sampai ia mati dan menghadap pada Sang Ilahi Robbi."


Sejenak Laura menatap Reyhan dengan intens sambil mencerna setiap perkataan yang baru saja keluar dari bibir nya itu.


"Apa maksudmu?"


"Acara nya sudah mau dimulai Miss, maaf kalau sudah menyinggung hati Miss Laura." ucap Reyhan lalu menunduk karena merasa tak enak Laura menatapnya dengan serius.


Keduanya tak sadar jika sedari tadi terus diperhatikan oleh tamu undangan sambil berbisik dan senyum-senyum.


"Tes... Tes...."


Suara MC sedang mencoba mic. Setelah itu, ia segera memandu acara.


Pembukaan dengan sebuah doa, lalu sambutan dari Reyhan, tilawah Al-Quran, makan bersama dan doa bersama. Demikian acara diumumkan.


Sepanjang Reyhan memberi kata sambutan, Laura terus menatapnya. Karena tak ada jarak diantara mereka membuat pikiran Laura traveling. Apalagi tampilan Reyhan kali ini tampak sangat berbeda, baju Koko putih lengan panjang dan sarung berwarna senada serta peci hitam yang bertengger di kepalanya serta tutur katanya yang halus membuat Reyhan tampak bersahaja.


Sambil terus memandang Reyhan, Laura membenarkan letak selendang yang menutupi kepalanya serta menarik ujung dressnya, merasa tak nyaman, karena para tamu undangan perempuan memakai gamis dengan jilbab, sedangkan ia hanya memakai dress brokat warna putih diatas lutut. Dan itu percuma saja ia lakukan, karena ukuran dressnya tak akan bertambah panjang.


"Silahkan dimakan Miss Laura." kata Reyhan sambil mendekatkan snack minum dan makanan.


"Maaf cuma menu sederhana saja." ucap Reyhan merasa sungkan, karena Laura tak kunjung menyentuh hidangan yang tersaji.


Dan akhirnya, Laura mengambil snack bunder- under warna hijau yang sedikit menarik perhatiannya dan mulai menggigit nya pelan.


****....

__ADS_1


Bunyi makanan itu ketika digigit, dan....


"Aaa.... maaf Reyhan, a_aku tak sengaja." ucap Laura panik dan langsung mengambil tisu dari dalam tasnya kemudian mengelap wajah Reyhan.


Reyhan hanya senyum-senyum mendapat perlakuan yang menurutnya istimewa dari Laura yang biasanya bersikap sangat bar-bar itu.


"Aduh. Kok ditoyor." protes Reyhan.


"Kamu liatin aku, pasti pikiran nya lagi traveling kemana-mana." bentak Laura kesal.


"Ah jangan-jangan kamu lagi yang pikirannya kemana-mana." balas Reyhan yang membuat Laura mengerucutkan bibirnya.


"Ayo dimakan lagi miss, itu tadi namanya klepon. Langsung dimasukin mulut aja ngga usah digigit, biar gula merahnya pecah di mulut, ngga kena aku." ucap Reyhan sambil nyengir melihat Laura mengerucutkan bibirnya.


Acara itu pun akhirnya selesai. Satu persatu tamu pergi meninggalkan kediaman Reyhan setelah berpamitan sambil berjabat tangan. Beberapa tetangga dekat membantu membereskan rumah. Hanya tersisa Reyhan sekeluarga dan Laura. Entah kenapa dia masih ingin duduk dirumah itu.


"Kamu ngga ingin pulang sekarang?" tanya Reyhan karena melihat Laura masih tak pindah dari tempat duduknya.


"Kamu mengusir ku?" tanya Laura dengan nada ketus.


"Eh bukan gitu maksud ku Miss. Tapi ini kan sudah malam, apa berani pulang sendiri?"


"Kamu antar saja nak Laura Rey."


"Tapi kan, Miss Laura bawa mobil sendiri bu. Lagian ngga bakal ada yang berani gangguin dia kok." tolak Reyhan yang membuat hati Laura sedikit kesentil. Lalu Laura berdiri dan meninggalkan mereka begitu saja.


Akhirnya Reyhan pun terpaksa menerima makanan itu dan bergegas menyusul Laura yang sudah masuk ke mobilnya.


"Hai Miss buka kacanya sebentar." teriak Reyhan berulang kali sambil mengetuk kaca mobil Laura yang hanya diam saja.


Akhirnya Laura menurunkan kaca mobilnya.


"Ini untuk kamu sekeluarga miss." kata Reyhan sambil menyerahkan makanan ke Laura tanpa di jawabnya, lalu segera menutup kembali kaca mobilnya dan tancap gas pergi meninggalkan Reyhan yang masih mematung.


"Kenapa cewek susah ditebak, perasaan aku ngga ada salah apa-apa." gumam Reyhan lalu masuk rumah.


"Lhoh Rey, kok sudah pulang?" tanya ibunya.


"Aku kan cuma ngasih makanan aja, ngga nganter dia pulang. Lagian sudah aku bilang kan bu, kalau dia bawa mobil sendiri."


"Hem ya sudah kalau begitu." ibunya berlalu pergi untuk membersihkan badan.


Sedangkan Reyhan segera mengunci pintu depan rumah dan masuk kamar untuk mengecek handphonenya, karena sedari tadi ia sibuk dengan persiapan pengajian.


Matanya membulat begitu melihat nama Laura berulang kali melakukan panggilan telepon. Bahkan ada beberapa pesan masuk darinya juga.

__ADS_1


Reyhan pun segera menelpon nya balik, karena entah mengapa perasaannya tiba-tiba tak enak.


"Halo, ada apa Miss?" tanya Reyhan ketika panggilan sudah terhubung.


Bergegas Reyhan menyambar kunci sepeda motornya. Lalu secepat kilat ia melajukan motornya. Tak sampai 15 menit ia pun sudah tiba.


"Hei?" sapa Reyhan sambil mengetuk kaca mobil Laura.


"Kenapa lama?"


"Aku bukan jin yang ketika dipanggil langsung tiba Miss. Sekarang apa yang harus lakukan?" tanya Reyhan polos.


"Ya kamu tanggung jawab harus anterin aku pulang." jawab Laura sambil bersungut-sungut keluar dari mobilnya menenteng makanan yang dikasih Reyhan tadi.


"Tapi aku bawa....." Reyhan menunjuk motornya.


"Udah ngga papa, buruan jalan keburu malam." bentak Laura sambil menyerahkan makanan itu kembali ke Reyhan dan ia melenggang mendekati motor Reyhan.


Reyhan pun segera membuntut menuruti perintah Laura.


"Tunggu sebentar Miss, jangan naik dulu. Boleh aku meminta sesuatu?" tanya Reyhan dengan hati-hati, yang membuat hati Laura sedikit deg-degan.


"Apa?" tanyanya dengan suara bergetar menahan gejolak didada.


"Emm... kejahatan itu bukan hanya karena ada niat, tapi juga karena ada kesempatan. Sebaiknya tutup aurat mu dengan ini." Reyhan mulai melepaskan sarungnya dan melilitkannya pada pinggang Laura agar paha mulusnya tak terlihat.


Sejenak Laura takjub dengan perhatian kecil dari Reyhan itu, lalu bergegas membonceng dibelakangnya, dan motor pun melaju.


"Kenapa harus telepon aku, ngga telepon pacar mu atau ojek online saja?" tanya Reyhan sambil fokus melihat jalan.


"Jangan ge-er, karena cuma kamu yang bisa aku hubungi. Kalau ada yang lain yang bisa, aku ngga bakal minta tolong kamu."


Ciiittt.........


Laura yang panik seketika melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Reyhan, namun naas pegangannya terlalu erat hingga meremas adik Reyhan yang tidur nyenyak.


Sontak keduanya sama-sama tegang dan terdiam untuk beberapa saat.


"Kenapa kamu nodai aku?" tanya Reyhan polos.


Berteman yuk kak di FB.


FB: Nurul khanifah


Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Tekan like, hadiah, vote dan favoritkan ya biar karya ini makin populer 🔥🔥


Terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗


__ADS_2