
Sepekan kemudian pabrik dimana Reyhan bekerja, sudah selesai diperbaiki. Reyhan pun mendapatkan tawaran kerja kembali di bagian yang sama sebagai maintenance day shift. Kabar itu disampaikan oleh pengawas nya melalui sebuah pesan singkat.
Andre pun juga mengabarkan hal yang sama. Sejenak Reyhan terdiam, memikirkan kata-kata apa yang perlu disampaikan untuk orang orang yang telah membantunya selama bekerja dipabrik Megatex itu. Karena Reyhan juga tak ingin keluar dengan kata-kata yang kurang sopan.
"Kak?" "Kakak." panggil Bayu yang melihat kakaknya diam saja padahal ada pembeli yang datang.
Reyhan seketika kaget dan mendongak ke arah Bayu. Lalu dia baru sadar kalo ada pembeli yang sekarang baru dilayani oleh Bayu.
Setelah Bayu selesai melayani pembeli, dia kembali bertanya ke Reyhan tentang apa yang membuatnya melamun. Reyhan pun tersenyum dan lantas menjawab kalo dirinya baru saja mendapat kabar tentang pabriknya yang sudah selesai diperbaiki dan dia menerima tawaran kerja lagi.
Dan Bayu pun masih melihat wajah kakak nya dengan seksama, apakah masih ada hal yang mengganjal dihatinya, karena seminggu yang lalu kakaknya tetap berencana untuk meneruskan usaha counter ini. Apakah tiba tiba pikiran kakaknya berubah.
"Terus kakak mau gimana?" Bayu pun akhirnya bertanya ke Reyhan karena kakaknya masih terdiam.
"Ya seperti yang sudah kita omongin kemarin Bay, kakak mau meneruskan usaha ini. Tapi.... kakak bingung merangkai kata yang pas untuk berpamitan dengan Andre dan pengawas ku itu."
"Aku kira masih bingung mau pilih yang mana, taunya soal itu toh." kata Bayu lalu diiringi dengan tawanya yang menggelegar.
Ibu dan Bima yang mendengar dari arah dalam pun ikut keluar dan menanyakan apa yang terjadi. Setelah Bayu menceritakan, ibu dan Bima pun juga ikut tertawa.
Ada kalanya Reyhan itu terlihat pintar tapi ada kalanya juga, otaknya tiba tiba konslet sehingga untuk memikirkan hal yang mudah seperti itu saja perlu waktu berpikir. Padahal selama 2 bulan ini dia terlihat sangat lihai dalam melayani pembeli. Tak memiliki basic ilmu dalam jual beli. Modalnya cukup nekat saja.
Reyhan pun tak menggubris keluarganya, lalu dia sibuk mengetik di handphone nya. Menulis lalu hapus, menulis lalu hapus, sampai beberapa kali dan akhirnya pesan itu pun berhasil terkirim kemudian handphonenya diletakkan didekat nya dan mulai melahap pisang goreng hangat yang sudah tersaji dihadapannya.
__ADS_1
Sambil mengunyah Reyhan pun menceritakan lagi ke ibunya soal tawaran kerja dari pabrik nya. Dan Reyhan juga menceritakan bahwa dia tetap pada keputusannya untuk fokus merintis usahanya. Ibunya pun tersenyum puas dengan keputusan Reyhan sambil mendoakan dalam hati semoga usaha anaknya berkembang pesat.
Reyhan pun teringat tentang sebuah nasehat dari Bob Sadino: 'Sekecil apapun usaha kita, kita adalah bos nya. Sedangkan setinggi apapun jabatan kita, kita tetap lah karyawan.'
Dan juga teringat sebuah nasehat dari bapak bapak yang pernah ditemuinya dulu di masjid ketika awal-awal melamar kerja: 'Jika tidak bisa mendapatkan lowongan kerja, maka kita harus bisa menciptakan lapangan kerja, setidaknya untuk diri sendiri, dan lebih bagus lagi jika lowongan itu juga untuk orang lain.'
Reyhan pun tersenyum puas dalam hatinya juga bersyukur, dia baru paham akan semua kata-kata itu setelah menjalani usahanya.
'Tapi apa kabar bapak itu ya? Ngga tau namanya bertemu juga sekali tapi tak ragu berbagi nasehat, semoga suatu saat bisa bertemu lagi.' batin Reyhan.
_____
Andre dan pengawas pun hanya tersenyum menanggapi balasan pesan dari Reyhan. Pengawasnya pikir usaha Reyhan tidak akan berhasil, karena Reyhan hanyalah anak lulusan kemarin sore yang belum paham ilmu bisnis, apalagi melihat nilai rata-ratanya yang hanya enam setengah. Sedangkan Andre berpikir bahwa Reyhan sengaja menjauhinya karena merasa kalah saing mendapatkan Sinta.
Reyhan yang menerima balasan pesan dari keduanya mengucap syukur karena merasa banyak yang mendoakan, dan Reyhan mendoakan kebaikan untuk mereka pula.
Hari sudah beranjak malam, akhirnya Reyhan dengan dibantu keluarga memasukkan seluruh stok jualan.
_____
Hari minggu semua libur, yang biasanya mereka akan sedikit lebih bersantai dibanding hari biasanya tapi tidak untuk kali ini. Mereka tidak lagi tidur sehabis subuh, agenda hari itu adalah membersihkan halaman depan rumah. Karena rencana hari itu akan dimulai pembangunan toko. Dan untuk hari ini, counter sementara diliburkan.
Ibunya mulai memasak dalam porsi besar karena untuk sarapan pagi sekeluarga beserta tukang. Sedangkan Reyhan Bayu dan Bima mulai menyiapkan peralatan yang dipinjam dari saudaranya. Lalu mulai mencangkul tanah yang sudah diberi tanda.
__ADS_1
Tak terasa 2 jam sudah berlalu, matahari pagi mulai terasa menyengat. Mereka beristirahat sebentar sambil menyeka keringat yang sudah bercucuran. Karena Bima masih kecil dan belum kuat mencangkul, tugasnya lebih ringan, hanya menjadi seksi wira wiri, ketika kedua kakak dan ibunya butuh apa segera dibantu mengambilkan. Bima pun segera mengambilkan minum teh hangat ketika kedua kakaknya sedang beristirahat.
"Wah kecolongan, ternyata sudah mulai duluan ya, sudah selesai malah." kata saudara Reyhan sambil tersenyum yang kebetulan juga seorang tukang bangunan datang lalu memarkirkan motornyanya di garasi.
"Eh masih banyak itu, harus dibantuin sampai selesai ya pakde." jawab Reyhan sambil tersenyum pula.
Tak lama kemudian 2 tukang lainnya dan seorang kuli juga datang. Ibu yang sudah selesai memasak segera menaruh makanan di teras rumah untuk sarapan pagi tentunya dengan dibantu oleh Bima.
Setelah selesai sarapan mereka bersama sama memulai pekerjaan. Reyhan pun terlihat sangat bersemangat demi counter kecil impiannya.
Menjelang sore hari, semua pekerja segera bersiap siap pulang, dan pekerjaan akan dilanjutkan esok hari. Untuk hari esok sampai proses pengerjaan selesai, Reyhan lebih memilih membuka counter sementara di bagian garasi agar tidak terlalu kena debu.
_____
Dua minggu sudah proses pembuatan toko Reyhan berjalan dengan lancar, dan Sabtu ini adalah hari terakhir. Tinggal mengecat saja, warna hijau dipilih Reyhan karena terkesan lebih menyejukkan. Lantai pun sudah dikeramik. Dan pekerjaan pun selesai sesuai rencana. Beberapa tanaman hias yang sengaja dibelikan ibunya dijajar rapi dipinggir counter. Tinggal menunggu pemasangan rolling door yang rencananya akan dipasang besok pagi.
Hari Senin meskipun badan terasa capek, sehabis menunaikan sholat subuh Reyhan tidak tidur. Dan lebih memilih menata interior counter. Mengepel lantai, menempel rak untuk accesoris handphone, memasukkan etalase, menata ulang kartu kartu yang berantakan, dan banyak hal lainnya dilakukannya seorang diri karena tak ingin merepotkan keluarganya.
Setelah urusan counter selesai, Reyhan segera ikut sarapan pagi bersama keluarganya di dapur. Tak lama sarapan pun selesai, kedua adiknya berangkat ke sekolah dan ibunya akan berangkat kerja setelah selesai mencuci piring. Reyhan sendiri setelah sarapan langsung mandi agar badannya terasa lebih segar.
Setelah selesai mandi, Reyhan berniat melaksanakan shalat Dhuha 2 rakaat lebih dulu sebelum membuka counter. Seluruh anggota keluarganya dia doakan termasuk bapaknya yang telah meninggal, ingatannya kembali teringat tentang kisah perjalanan hidupnya yang sulit setelah bapaknya meninggal hingga sampai saat ini bisa memiliki counter dari hasil jerih payahnya sendiri. Sungguh sebuah perjalanan yang tidak mudah hingga akhirnya setetes air mata jatuh lalu bersegera menghapusnya.
Setelah usai melaksanakan shalat Reyhan mengecek handphonenya sambil merebahkan diri di tempat tidur. Tak disangka akhirnya malah terlanjur ketiduran sampai siang.
__ADS_1
Bima yang baru pulang sekolah pun keheranan melihat counter kakaknya yang masih tutup. Padahal setahu dia kakaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya sejak subuh tadi. Lalu Bima pun masuk kerumah pelan pelan. Bima melihat Reyhan yang tertidur karena pintu kamar nya terbuka. Dan segera mendekat membangunkan kakaknya. Reyhan pun seketika kaget karena ternyata dia ketiduran lalu mengecek jam di handphone yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Dengan langkah berat dia segera menuju kamar mandi untuk mencuci muka setelah itu baru membuka counter.