Juragan Muda

Juragan Muda
129. Permintaan hati


__ADS_3

"Krompyang."


Tanpa sadar rantang itu terlepas dari tangan Laura dan membentur lantai teras yang langsung menimbulkan bunyi nyaring. Seluruh isinya berhamburan keluar.


Seperti itu pulalah perasaannya saat ini yang berhamburan tak karuan karena mendengar apa yang baru saja di katakan oleh pak Gofur yang tak lain adalah abinya Anisa pada Reyhan.


Entah kenapa hatinya terasa tercabik-cabik dan menimbulkan luka yang membuat perih. Ia langsung berlari meninggalkan tempat itu dengan air mata yang tak tahu kapan mulai terjatuh membasahi pipinya.


Sementara itu, seisi ruang tamu kaget ketika mendengar suara yang nyaring bunyinya itu. Reyhan bangkit berdiri dan mengedarkan pandangannya ke pelataran. Hingga akhirnya ia menangkap sesosok lekuk tubuh yang sangat ia kenal.


DEG!


Jantung Reyhan seakan berhenti berdetak.


"Miss Laura." desisnya.


Suaranya seakan tercekat di kerongkongan, tak bisa lagi untuk berkata. Bergegas ia mengejar nya namun sayang, mobil Laura sudah melaju dengan kecepatan yang tinggi.


Reyhan segera masuk ke rumah dan menyambar kunci motornya.


"Reyhan, apa yang terjadi?" bu Rohmah berdiri dan mendekati anak sulungnya itu. Seisi ruangan itu kini menatap Reyhan.


"Ini penting bu." hanya itu yang mampu Reyhan ucapkan. Entah mengapa, ia merasa sangat tak nyaman dengan sikap Laura barusan. Pasti ada sesuatu yang membuat nya marah seperti tadi.


'Apakah dia..... merasakan sesuatu seperti yang aku rasakan?'


"Tapi, kita baru ada tamu, dan mereka tengah menunggu jawaban mu." perkataan ibunya seakan menyadarkan Reyhan. Ia menghembuskan nafas panjang sebelum mengambil keputusan.


"Pak, saya sangat menghormati bapak sebagai sosok yang sangat berjasa dalam hidup saya. Saya tak kan pernah melupakan semua nasehat bapak sewaktu kita bertemu di masjid itu. Sungguh, saya ingin menjadikan bapak sebagai pengganti bapak saya yang sudah tiada. Tapi... bukan dalam ikatan pernikahan. Melainkan hanya sebatas bapak angkat. Jadi, maaf saya menolak perjodohan ini. Karena ada cinta yang harus saya perjuangkan. Sebelum semuanya terlambat." ucap Reyhan dengan lantang.


Semua menatap tajam ke arah Reyhan, tak menyangka jika Reyhan akan berbicara seperti itu. Seperti sesuatu yang sudah lama ia pendam, namun tak kunjung diungkapkan.

__ADS_1


Anisa langsung menundukkan pandangan nya. Setetes air mata sudah jatuh dan membasahi sedikit cadarnya. Perkataan Reyhan tadi bagaikan sembilu yang menggores hatinya.


Sementara Rosyidah, perasaan nya pun sama seperti Anisa. Ia tak menyangka, lelaki yang sangat dekat dengan abinya dan tampak sopan, serta selalu berkata tak memiliki pacar di depan haji Dahlan, nyatanya kini malah dengan terang-terangan menyatakan cintanya pada seseorang. Beruntung Rosyidah tidak datang duluan dan mengatakan soal lamaran.


Ia pun menitikkan air mata untuk yang pertama kalinya hanya untuk seorang lelaki. Lelaki yang mampu membuka pintu hatinya dan mengatakan bahwa jatuh cinta itu indah, jatuh cinta itu adalah sunnatullah yang tiap insan akan mengalaminya.


Dan, alangkah bahagianya wanita yang kelak menjadi pasangan hidup Reyhan nanti.


"Aku bukanlah lelaki yang baik seperti kak Reyhan. Tapi, aku bersedia berubah menjadi lebih baik demi sebuah mahligai rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah bersamamu wahai wanita yang sudah di tolak oleh kakak ku."


Semua kembali tercengang kaget dengan suara yang sama lantangnya dengan Reyhan.


"Bayu?" Reyhan dan ibunya kompak melihat nya.


"Aku tak ingin lagi mencari pacar. Aku ingin mencari seseorang yang ikhlas menerima aku apa adanya, dan mau menemani ku belajar agama." Bayu mendekat dan berjejer dengan kakak dan ibunya.


"Makasih brow." Reyhan memeluk adiknya erat.


"Okay, kamu semangat berjuang ya brow." untuk yang pertama kalinya Bayu menitikkan air mata pada kakaknya. Semua menatap haru pada kakak beradik itu.


"Bagaimana Anisa, kamu mau menerima nak Bayu?" pak Gofur menoleh pada Anisa.


Semua menatap Anisa, dan sangat menanti jawabannya. Anisa pun menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengangguk.


"Alhamdulillah." seru seisi ruangan.


Pak Gofur dan umi Salwa menggenggam dengan erat tangan putri semata wayangnya itu untuk memberi dukungan.


Sedangkan, Rosyidah begitu terkejut dengan keputusan Anisa yang mendadak itu. Ia tahu, Anisa adalah tipekal orang yang sangat memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat.


Tapi, apapun itu, ia tetap mendukung keputusan sahabat nya itu. Sambil berdoa, semoga itu yang terbaik untuknya.

__ADS_1


Akhirnya Bayu membimbing ibunya kembali duduk, untuk membahas kelanjutan acara itu.


"Maafkan kami sudah membuat keadaan ini menjadi tidak enak ya pak, bu, nak." ucap bu Rohmah meminta maaf pada tamunya.


"Tidak apa-apa bu, kami maklum. Urusan hati memang tidak bisa di paksakan. Jika memang nak Bayu dan Anisa sudah saling menerima ya tidak apa-apa. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan kebaikan untuk mereka bukan? Iya ngga bang? Oh ya, bang Dahlan kesini ada maksud apa kalau boleh tahu?" pak Gofur mengalihkan pandangannya pada haji Dahlan yang belum sempat menyampaikan maksud kedatangannya.


Haji Dahlan justru terkekeh ketika di tanya seperti itu.


"Eh iya pak, ada maksud apa? Apa berkaitan dengan Reyhan juga? Nanti biar saya sampaikan sama dia." imbuh bu Rohmah.


Ia merasa tak enak sudah membuat tamunya itu lama menunggu, untuk menyampaikan maksud kedatangannya.


Haji Dahlan menengok ke arah istrinya dan Rosyidah. Berkali-kali Rosyidah mengedipkan matanya pada abinya. Seakan-akan memberi isyarat untuk tidak mengatakan maksud kedatangannya, namun haji Dahlan tetap tak paham. Ia pun mengatakan yang sebenarnya.


"Tujuan kami sama seperti kamu Gofur." dengan terkekeh haji Dahlan berkata.


"Arghhh...."


Haji Dahlan langsung mengerang kesakitan, ketika kakinya di injak Rosyidah. Semua yang melihat tertawa terbahak-bahak.


"Aku tak menyangka, ternyata anak kita memiliki selera yang sama. Keduanya mencintai lelaki yang sama. Sayangnya, Reyhan hanya tinggal memiliki satu adik laki-laki yang masih kecil. Jadi, tak bisa menggantikan nya, sebagaimana Bayu menggantikannya." ujar pak Gofur sambil terkekeh. Semua pun ikut terkekeh mendengar candaan itu yang memang benar adanya.


Ketegangan yang tadi sempat terjadi pun akhirnya hilang, berganti sebuah keceriaan. Mereka pun membahas kelanjutan hubungan Bayu dan Anisa.


Sedangkan di jalan, Laura mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang tinggi. Sejak dari rumah Reyhan, ia terus memutar lagu Ada band dan Letto. Yang entah mengapa lagu-lagu itu sangat pas dengan suasana hatinya.


Dengan kecepatan yang tinggi pula Reyhan melajukan motornya. Ia tak ingin sampai kehilangan jejak Laura. Kejadian sewaktu Laura menangkap basah Choki di kamar hotel, sehingga membuatnya nyasar sampai ke pantai sungguh tak pernah bisa ia lupakan. Dan ia takut jika hal itu akan terulang lagi. Bagaimana jika Laura nyasar dan Reyhan tak mampu menemukan nya?


Karena terlalu kerasnya Laura memutar musik, ia tak menyadari jika berkali-kali ada yang membunyikan klakson. Ia berkali-kali melanggar para pengguna jalan dengan seenak hati.


Reyhan yang melihat hal itu, hatinya sungguh merasa miris. Perasaannya semakin tidak enak. Dan tiba-tiba saja,

__ADS_1


Ciiiit........


JEDDEEER....


__ADS_2