Juragan Muda

Juragan Muda
122. Berkunjung ke rumah Reyhan


__ADS_3

Sudah tidak ada lagi harapan untuk mendapatkan hati Laura. Itu artinya, sekarang Choki harus berjuang sendiri untuk mendapatkan nilai yang bagus.


Kalau hanya mengandalkan Mira, tentu itu tak mungkin. Karena ia juga tengah berjuang untuk mendapatkan nilai yang bagus.


Tapi, masih ada untungnya menjadi pacar Mira. Choki tetap bisa shoping, nonton film di bioskop, dan tak perlu berdesak-desakan naik angkutan umum, karena Mira selalu mengantar jemput nya menggantikan tugas Laura. Akhirnya, ia pun segera kembali masuk kelas untuk mengikuti ujian berikutnya.


Siang itu, Reyhan benar-benar menepati janjinya untuk menjemput Laura pulang kuliah. Sengaja ia hanya menunggu di mobil dan tak ingin turun.


Hingga akhirnya ia melihat Laura berjalan seorang diri. Bergegas Reyhan melambaikan tangannya agar Laura melihatnya. Dan benar saja, Laura langsung melihatnya sambil tersenyum ke arahnya. Bergegas ia mempercepat langkahnya.


Kejadian itu langsung di lihat oleh Choki, Mira dan teman sekelasnya, karena memang masih bergerombol di tempat parkir membahas soal ujian yang sulit tadi.


'Baru saja putus dengan ku, sudah dapet ganti saja. Cepet banget?' batin Choki geram.


"Tuh, baru putus sama kamu saja sudah dapat gantinya. Jangan jangan dia juga selingkuh di belakang mu?" ucap Mira sengaja membuat panas hati Choki.


'Hem... benar juga apa yang di katakan Mira. Ngga mungkin dalam sehari dia bisa mendapatkan ganti kalau ngga selingkuh duluan.' batin Choki yang mulai terhasut dengan ucapan Mira.


'Sepertinya aku pernah melihat lelaki itu, tapi dimana?' Choki mengernyitkan dahi tampak serius berpikir.


"Ah, dia kan pemilik counter itu." seru Choki tiba-tiba, sehingga mengejutkan Mira yang berada di sampingnya.


"Apaan sih yang?" protes Mira kesal karena Choki mengejutkan nya.


"Ternyata memang kamu benar, dia sudah selingkuh duluan sebelum aku. Ya sudah, berarti impas." gumam Choki yang menyunggingkan senyum sinis.


"Jangan khawatir, keputusan yang kamu ambil sudah tepat." imbuhnya lagi, lalu menggamit lengan Choki dengan mesra.


Keduanya segera masuk ke mobil lalu melesat pergi.


_____


Matahari telah kembali ke peraduan.


Setelah sekian waktu tertunda karena banyaknya kesibukan yang tak bisa di tinggalkan, akhirnya malam hari itu Andre bersama keluarganya mendatangi rumah Sinta.


Setelah di persilahkan masuk, tanpa basa-basi ayah Andre segera mengutarakan maksud dan tujuannya datang, yaitu untuk menggagalkan pertunangan anaknya.

__ADS_1


Keluarga Sinta benar-benar syok dengan hal itu. Mereka tak terima dan langsung mengusir keluarga Andre keluar. Tanpa menunggu waktu lama, keluarga Andre pun segera melangkah keluar dan pulang.


Sementara itu, bapaknya Sinta segera mempertanyakan kebenarannya langsung pada anaknya itu.


Dengan menangis sesenggukan, akhirnya Sinta mengakui kebenaran nya itu. Tak main-main, satu tamparan keras mendarat di pipi Sinta. Sehingga membuat ia semakin menangis sesenggukan dan menyesali perbuatannya.


Dalam hati, ia sungguh berjanji tak akan mengulangi lagi perbuatan buruknya itu. Ia akan fokus memfokuskan diri untuk fokus bekerja dan biarlah jodoh menjadi urusan Tuhan.


_____


Dan, di tempat lain, yaitu toko Ar Rahmah milik Anisa.


Anisa dan Tiwi tengah bersenda gurau ketika tengah membungkus paket.


"Mbak Anisa, kok mas ganteng itu ngga kesini lagi?" celetuk Anya.


Sejak tadi ia sibuk berada di kasir. Dan setelah keadaan lumayan senggang, ia mengajak temannya untuk bercerita.


"Kok tanya aku sih Nya? Memang aku saudaranya."


"Kan temen deketnya mbak Anisa, ya siapa tahu mbak tahu apa saja yang di lakukan nya."


"Gini nih mbak, aku lihat mbak Anisa itu kan baik, pintar dalam segala hal dan pasti cantik. Kalau sewaktu-waktu di tawarin sama Abi mbak, untuk di jodohkan dengan mas ganteng itu mau ngga?"


"Anya... Kenapa tanyanya seperti itu sih?"


"Lhoh, siapa tahu aja. Biasanya orang seperti mbak Anisa itu kan dapat jodohnya ya dari ta'aruf. Ngga mungkin juga mau pacaran, iya kan? Nah, kalau aku ya mau mau aja sih mbak. Sudah orangnya ganteng, tajir pula. Ngga nolak aku mah." ucap Anya sambil terkekeh.


Tiwi dan Anisa beradu pandang dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Siapa yang bisa menolak pesona yang di milik Reyhan saat ini, termasuk Anisa. Yang di pertemukan dalam suatu kebetulan yang indah.


Candaan Anya itu terus terngiang-ngiang di telinga Anisa.


Dan, di malam harinya ketika keluarga Anisa sedang menikmati makan malam, juga membahas tentang Reyhan. Pak Gofur menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu tak sengaja bertemu dengannya. Ia juga menceritakan setiap detail tentang Reyhan seperti apa yang tetangganya sampaikan.


Umi Salwa hanya menganggukkan kepalanya merespon apa yang sedang suaminya bicarakan. Sedangkan Anisa sedari tadi justru diam sambil menyimak baik-baik ucapan abi nya. Ia tak ingin kelewatan satu cerita pun tentang lelaki pujaannya. Ia semakin mengernyitkan keningnya ketika mengetahui fakta bahwa bapaknya Reyhan sudah lama meninggal.

__ADS_1


'Lalu siapa pak Atmaja dan Laura itu? Apa mereka hanya saudara jauh?' batin Anisa bingung.


"Besok abi kirim dagangan, in shaa Allah akan mampir ke rumahnya. Anisa, kamu mau ikut?" sengaja oak Gofur bertanya seperti itu, karena melihat Anisa mengernyitkan dahi sejak tadi mereka bicara soal Reyhan.


"In shaa Allah kalau ada waktu bi." dengan malu-malu Anisa menjawab.


Hari esoknya, seperti biasa, Anisa bangun pagi. Sholat tahajud, membaca Al Qur'an, sholat fajar dan sholat subuh menjadi awal pembuka setiap harinya.


Setelah beribadah, barulah ia mengerjakan pekerjaan rumah. Sebelum berangkat mengajar, seperti biasa mampir ke toko. Ia sudah berpesan pada karyawan nya jika nanti sore tidak ke toko. Tentu ia tak mengatakan alasan yang sebenarnya.


Dan, sesuai rencana nya, ia ikut abi nya mengantar pesanan pelanggan yang rumahnya dekat dengan Reyhan.


Sepanjang perjalanan, ia begitu deg-degan. Karena ini pertama kalinya ia berkunjung ke rumah lelaki.


"Tuh, yang itu tuh rumahnya. Keliatan asri juga kan?" kata pak Gofur sambil menunjuk rumah bercat hijau dan di depannya terdapat banyak bunga dan pohon mangga yang rindang dan lebat buahnya.


Spontan Anisa langsung melongokkan kepalanya ketika abinya memberitahu. Setelah mobil abinya belok menuju rumah pelanggan nya, baru lah ia sadar jika sudah berbuat sedikit norak.


"Seharusnya aku yang ambil di rumah bapak, kok malah di anterin terus dagangan nya. Kan jadi ngga enak." kata pelanggan pak Gofur sambil terkekeh menyambut kedatangan nya.


"Ngga apa-apa kok pak, santai saja."


Keduanya sejenak berbincang-bincang, sedangkan Anisa hanya diam menyimak.


"Ya sudah saya permisi dulu ya." kata pak Gofur mengakhiri pembicaraan. Jantung Anisa semakin berdetak kencang, itu artinya ia akan bertemu dengan Reyhan lagi.


Dan benar saja, tak sampai 5 menit mobil mereka sudah berhenti di depan rumah Reyhan.


"Kamu jadi mampir ngga? Kok hanya diam saja, ngga segera turun." kata pak Gofur mengagetkan Anisa.


"Eh, i_iya bi." dengan gelagapan Anisa menjawab. Ia pun segera turun dari mobilnya.


"Assalamu'alaikum." pak Gofur mengucap salam sambik mengetuk pintu.


"Wa'alaikumussalam." terdengar jawaban dari dalam dan tak berselang lama pintu itu terbuka.


Bima mengernyitkan dahinya ketika melihat 2 orang asing yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Pak Gofur." sapa Reyhan yang baru saja pulang dari rumah Laura.


Pak Gofur dan Anisa menoleh mengenali asal suara. Hati Anisa langsung berdegup kencang kala beradu pandang dengan Reyhan.


__ADS_2