Juragan Muda

Juragan Muda
152. Malam pertama di rumah Reyhan


__ADS_3

"Kenapa kamu bicara seperti itu? Aku ngga ada niat sedikit pun untuk merendahkan mu. Justru aku sangat bangga memiliki suami seperti mu. Mau berjuang dengan keras sampai bisa meraih kesuksesan di usia muda. Di manapun tinggal, asal itu sama kamu, aku bersedia." ucap Laura dengan tulus. Bahkan air matanya pun menetes.


"Maafkan aku Miss Laura."


Reyhan langsung memeluk Laura dengan erat dan juga ikut meneteskan air mata karena terharu. Tangannya mengusap kepala Laura dengan lembut. Tak menyangka jika ia sudah salah menuduh.


Laura membiarkan Reyhan menangis di pelukannya. Ia sendiri juga ingin lebih lama berpelukan dengan suaminya.


"Reyhan, ada kecoak!" seru Laura tiba-tiba sambil menunjuk ke arah pintu kamar.


Reyhan segera mengurai pelukan nya dan mengejar kecoak namun tak kunjung berhasil. Laura terkekeh melihat aksi Reyhan itu.


"Kenapa malah tertawa?"


"Habis kamu lucu." jawab Laura yang tak berhenti dari tertawa.


"Sepertinya aku harus membersihkan kamar lagi." gumam Reyhan.


"Aku bantuin nanti. Sekarang kita ganti baju saja dulu, habis itu sholat, terus beres-beres." ajak Laura bersemangat.


"Miss Laura ngga capek?" tanya Reyhan sambil mengusap wajah Laura dengan lembut.


"Capek sih, tapi aku pengen bantuin kamu. Dah ayo buruan." Laura segera berdiri di depan almari dan melepas hiasannya.


Keduanya tampak bersemangat membersihkan dan mendesign ulang kamar yang tidak banyak terdapat barang barang.


______


Reyhan dan kedua adiknya sedang duduk bersila di depan tv menikmati siaran sepak bola. Sedangkan Laura dan Anisa membantu ibu menyiapkan makanan untuk makan malam mereka.


Dengan hati-hati Laura membawa semangkuk sayur kari ayam menuju ruang tv, karena di sanalah mereka akan makan malam bersama. Dapur yang mereka biasa gunakan untuk makan, tidak lah cukup untuk menampung mereka karena sekarang sudah bertambah 2 anggota baru.


Kini semua hidangan sudah tersaji. Ada nasi putih, kari ayam, sambal, kerupuk dan beberapa buah segar. Dan untuk pertama kalinya, malam itu Laura berkumpul bersama dengan keluarga besar Reyhan.

__ADS_1


"Ayo serbu!" Teriak Bima, ia mulai menuang nasi ke piring nya. Laura tersenyum simpul melihat tingkah Bima yang menggemaskan itu.


Satu persatu mereka mulai menuang nasi dan sayur ke piring. Walaupun hanya menu sederhana, Laura pun tampak menikmati makanan nya.


Sejak tadi Bima terus berceloteh, hingga membuat mereka tertawa. Selama ini Laura hanya menikmati makan bertiga dengan orang tuanya dengan pembahasan seperti orang dewasa pada umumnya.


Dan kini ketika makan dengan keluarga Reyhan, ia merasa lebih bahagia, karena ada Bima yang pandai mencairkan suasana dengan segala celotehnya.


Kekhawatiran Reyhan tentang Laura yang tak mampu beradaptasi dengan keluarganya perlahan sirna, ketika melihat hal itu.


Setelah selesai makan, Laura dan Anisa pun segera membantu membereskan peralatan makan dan segera kembali berkumpul di depan tv. Menemani suami mereka yang tengah asyik menikmati siaran sepak bola.


"Bima, ayo buruan tidur. Besok kamu harus masuk sekolah." ajak ibunya.


"Halah, padahal baru seru-serunya, sudah di suruh tidur." dengan langkah berat Bima berjalan menuju kamarnya. Tapi ia berbalik arah dan kemudian,


Ceklek....


Reyhan dan Bayu saling beradu pandang dan dengan tiba-tiba sudah mengangkat dengan tinggi adik bungsunya. Keduanya gemas dengan kejahilan Bima.


Laura dan Anisa terkekeh melihat hal itu.


Setelah puas mengerjai Bima, mereka segera bersih bersih dan bersiap tidur. Tentunya harus antri menunggu giliran masuk kamar mandi, karena di rumah itu hanya ada satu kamar mandi yang terletak dekat dengan dapur.


Laura yang sudah selesai dan masuk terlebih dulu di kamarnya, mondar mandir tak jelas. Ia baru saja suci dari haidnya dan Reyhan sudah tahu hal itu, karena tadi siang mereka sholat bersama.


Ia merasa gugup, jika malam ini Reyhan akan meminta hak nya. Tapi selama seminggu berada di dekatnya, Laura merasa sangat nyaman. Setelah beberapa kali menghembuskan nafas panjang, akhirnya Laura membuka koper nya dan mengeluarkan baju tidur.


"Aku sayang sama kamu, semoga malam ini aku bisa membuat mu bahagia." gumam Laura. Lalu bergegas mengganti pakaiannya dan menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.


Sambil duduk di pinggir kasur, ia kembali memperhatikan kamar Reyhan yang kecil.


'Rasanya tak penting kecil atau besar, yang penting aku bisa selalu bersama mu. Di sini juga terasa lebih nyaman dan seru, karena banyak penghuninya.' batin Laura sambil memperhatikan foto pernikahan nya di galeri handphonenya.

__ADS_1


Reyhan tertegun ketika melihat penampilan Laura yang sudah berubah, dan sedang duduk di pinggir kasur.


"Kenapa belum tidur?" tanya Reyhan sambil membenarkan letak duduknya di dekat Laura.


"Sengaja menunggu ku ya." Reyhan menowel dagu Laura.


"Jangan ge-er." balas Laura sambil mencubit pinggang Reyhan.


"Lalu kenapa belum tidur? Mau aku pijit?" Laura menggeleng lemah. Untuk menawarkan diri, ia merasa sungkan. Apalagi ia juga masih gugup jika di singgung soal itu.


"Hem, ya sudah aku tinggal tidur dulu kalau begitu." Reyhan pura pura menenggelamkan badannya dalam selimut.


'Lhoh, kok gitu? Aku di tinggal tidur. Padahal aku sudah dandan cantik, kenapa malah di anggurin?' gerutu Laura dalam hati. Ia pun ikut menenggelamkan badannya dalam selimut yang sama dengan Reyhan dan tidur membelakanginya karena kesal.


Laura membelalakkan matanya ketika tangan Reyhan melingkar di pinggangnya tapi berusaha tenang. Tiba tiba Reyhan menyayang tengkuk leher Laura yang membuat ia merasa geli.


"Mana mungkin istri yang sudah berdandan secantik ini, di anggurin begitu saja." Reyhan terkekeh.


Laura akhirnya membalikkan badan dan menatap Reyhan, yang dengan gerak cepat langsung menyayang keningnya. Sehingga membuat Laura menyunggingkan senyum, seolah Reyhan tahu apa isi hatinya saat ini.


"Miss Laura sudah siap?" tanya Reyhan sambil menaikkan satu alisnya. Laura malu menjawab dan kembali menyunggingkan senyum.


"Ayo kita sholat sunah dua rekaat dulu sebelum itu." ajak Reyhan sambil meringis. Laura pun dengan patuh mengikuti langkah Reyhan dan bergelayut manja.


Jantung keduanya kembali berdebar ketika sudah selesai sholat, dan kini duduk berhadapan. Reyhan mulai menatap Laura dan memegang tangannya.


Ia mulai menyayang kening Laura sambil memanjatkan doa, semoga di karuniai anak yang sholih dan sholihah. Laura pun menunduk dan mengucap doa.


Pelan namun pasti Reyhan memulai aksinya. Walaupun keduanya merasa gugup karena pertama kalinya melakukan hal itu, tapi naluri keduanya menuntun untuk bisa saling membahagiakan pasangan.


Reyhan menyayang seluruh tubuh Laura yang membuat nya menggelinjang geli dan mulai mengeluarkan suara suara aneh. Sambil melepaskan baju dengan pelan pelan.


"Kenapa ngga ada jalan yang lebih lebar?" gumam Reyhan pelan namun masih terdengar oleh Laura.

__ADS_1


__ADS_2