
Masih di malam yang sama. Keluarga Anisa baru saja selesai membersihkan seluruh tempat sisa acara. Oak Gofur merebahkan badan di ruang tv sambil menikmati semilir angin dari kipas yang terasa menyejukkan.
"Bi, kalau mau tidur kenapa ngga langsung di dalam kamar saja sih?" tanya umi Salwa pada suaminya.
"Lebih enak di sini mi."
"Oh ya mi, tadi kamu melihat ngga?"
"Melihat apa? Kalau ngomong yang jelas biar umi ngga usah menebak-nebak." umi Salwa pun duduk di dekat suaminya sambil menikmati angin dari kipas.
"Reyhan sama Anisa terlihat sangat cocok sekali ya. Sama-sama pinter ngaji juga. Menantu idaman abi itu."
"Kalau ternyata dia sudah punya pacar gimana?" umi Salwa menghela nafas panjang.
Orang setampan dan semapan Reyhan, rasanya ngga mungkin jika tidak memiliki pacar.
"In shaa Allah ngga ada mi. Abi sudah tanya dengan tetangganya kok. Kalau Reyhan kita ta'aruf kan dengan Anisa gimana menurut umi?"
"Umi sih setuju saja, semoga mereka berjodoh." umi Salwa tersenyum manis menyetujui usul suaminya itu.
Dan tanpa sepengetahuan mereka, ternyata Anisa sejak tadi mendengarkan dengan serius percakapan keduanya di balik pintu kamar nya.
Hatinya berdegup kencang kala mendengar ide abinya untuk menta'arufkan dia dengan Reyhan.
Tentu saja ia tak menolak hal itu. Karena sudah sejak lama ia mengharapkan hal itu akan terjadi.
'Ya Allah, semoga Engkau permudah segala urusan ku. Jika memang dia jodoh ku, semoga kami bisa ikhlas menerima kekurangan masing-masing sehingga rumah tangga kami sakinah mawadah warahmah. Dan, jika ternyata dia bukan jodoh ku, kuatkan hati ini untuk melihatnya bahagia bersama wanita lain. Karena sebaik-baik mencintai adalah dengan melihat orang yang kita cintai bisa bahagia dengan wanita lain. Semoga Engkau berikan obat pelipur hati bagiku kala hati kami tak bisa bersatu.' untaian doa Anisa panjatkan dengan tulus.
_____
Sepanjang perjalanan menuju rumah, Laura tampak bahagia. Terkadang ia menyunggingkan senyum simpul.
Ia tak menyangka jika Reyhan tahu isinya hatinya yang sedang tidak baik karena melihatnya duduk di samping Anisa.
Dan, untuk yang kesekian kalinya, Reyhan berhasil melunakkan hatinya sehingga membuat nya begitu tersanjung.
"Ehem..."
__ADS_1
Pak Atmaja sengaja berdehem. Laura segera merapikan dandanannya karena merasa salah tingkah. Bu Ani pun langsung menoleh, beradu pandang dengan Laura.
"Ada apa sih pa?" tanya bu Ani yang kurang tahu arti suaminya berdehem tadi.
"Tenggorokan papa cuma sedikit serak aja." pak Atmaja menjawab sambil matanya melirik sekilas ke arah Laura yang tengah duduk di belakang.
Ia sengaja tidak berkata yang sebenarnya pada istrinya kenapa ia berdehem. Tapi, istrinya langsung tahu lewat bahasa isyarat yang di sampaikannya. Keduanya tahu jika anaknya tengah terkena virus jambu. Virus yang menyebabkan seseorang bisa senyum senyum sendiri.
_____
Sedangkan di mobil lain, keluarga itu juga mulai bercerita tentang acara tadi.
Mereka adalah keluarga haji Dahlan.
Haji Dahlan dan pak Gofur memang sudah sejak lama berteman. Mereka berteman sejak bangku SMP. Dan kembali di pertemukan saat mengikuti acara kajian.
Sejak saat itulah, keduanya kembali akrab sampai sekarang.
Dan ketika mengetahui haji Dahlan memiliki sebuah pondok pesantren, pak Gofur langsung bersilaturahim kesana. Ia juga tak segan-segan menggelontorkan dana untuk membantu sahabat nya itu mendirikan pondok.
Setiap kali mengeluarkan uang, setiap itu pula dagangannya kian laris dan meningkat. Pak Gofur jadi kian bersemangat untuk mengeluarkan uang di jalan yang baik.
Haji Dahlan terkekeh ketika mengingat hal itu. Tak menyangka jika satu persatu keinginan sahabat nya itu terkabul.
Dan ia juga tak menyangka jika Rosyidah juga menjadi teman baik Anisa, yang merupakan anak dari sahabat nya itu.
Haji Dahlan berharap selamanya persahabatan itu berjalan dengan baik.
"Memang benar ya, dunia itu tak selebar telapak tangan. Dimana mana kita akan di pertemukan dengan orang-orang yang bisa saja jadi teman baik kita selamanya sampai anak cucu atau bahkan bisa juga bermusuhan sampai anak cucu. Tapi abi berharap supaya keluarga kita bisa seterusnya bersahabat dengan Gofur sampai anak cucunya."
"Aamiin." Rosyidah dan uminya serentak mengaminkan doa.
"Oh ya bi, umi melihat seperti nya Gofur itu memperlakukan Reyhan dengan istimewa, apa jangan-jangan dia di pilih untuk di jadikan menantunya?" celetuk umi.
Tentu saja hal itu langsung membuat Rosyidah terkejut. Bagaimana kalau benar persangkaan uminya itu.
"Entahlah, abi juga kurang tahu. Apa perlu aku tanya ke Gofur soal itu?"
__ADS_1
"Perlu bi." dengan refleks Rosyidah langsung menjawab.
Kedua orangtuanya langsung menoleh bersamaan menatap Rosyidah. Ia langsung sadar diri dan merasa tak enak dengan pandangan orang tuanya.
"Em, maksud Rosy, kalau memang umi penasaran, bisa bertanya. Daripada di pendam, nanti jadinya tumbuh seperti ubi kayu." ucap Rosyidah sambil terkekeh menghilangkan rasa groginya.
Haji Dahlan dan istrinya pun menyunggingkan senyum, mendengar alasan anaknya yang sengaja di buat buat itu.
"Oh ya, kalau abi boleh tahu, kriteria lelaki idaman mu seperti apa Dah? Siapa tahu, abi bisa mencarikan. Ingat, kamu sudah berkepala dua ya."
"Ah abi, selalu saja menyindir Rosy seperti itu." Rosyidah mengerucutkan bibirnya. Yang membuat haji Dahlan terkekeh.
"Kalau aku dan Anisa memilik kriteria yang sama gimana bi?" dengan sewot Rosyidah bertanya. Ia juga ingin menguji, bagaimana kesetiaan abi nya pada sahabat dan keluarga nya.
Ciittttt.....
Haji Dahlan mengerem mendadak. Ia sangat terkejut dengan ucapan Rosyidah. Tak menyangka jika bakal mendapat pertanyaan yang menohok darinya. Ia baru sadar, jika sesuatu yang ada di bumi tak kan bisa kekal. Kecuali persahabatan yang tulus di dasari atas kecintaan keduanya karena mengharap ridho Allah.
'Lalu bagaimana jika ternyata Rosyidah dan Anisa mencintai lelaki yang sama? Apa mereka harus mengalah salah satu? Ataukah.... rela di poligami?' pertanyaan itu melintas begitu saja di benak haji Dahlan.
Arghhh....
Rosyidah dan umi nya memekik bersamaan karena terkejut haji Dahlan mengerem mendadak. Selama ini ia selalu mengemudikan mobil dengan hati-hati.
"Abi!" seru keduanya karena terkejut.
"Kenapa mengerem mendadak?" dengan bersungut-sungut kesal umi bertanya.
Haji Dahlan mengulum senyum sebelum menjawab.
"Habis, Rosyidah membuat abi terkejut dengan pertanyaan nya yang aneh itu." haji Dahlan meringis menatap Rosyidah.
"Aneh gimana sih bi?" Rosyidah bertanya sambil mengernyitkan dahi. Ia tak sabar menunggu jawaban apa yang akan di berikan oleh abinya itu.
"Ya aneh saja, kalau ternyata kalian menyukai pria yang sama."
"Semua di dunia ini ngga ada yang aneh dan tidak mungkin bi." kata Rosyidah lagi.
__ADS_1
"Kalau memang kalian menyukai pria yang sama. Ya sudah poligami saja." Ceplos haji Dahlan.
"APA! Poligami?" seru Rosyidah dan uminya bersamaan.