
"Nak Reyhan, kenapa kamu nggak kasih kita oleh oleh umrah sih? Lupa ya?" canda pak Atmaja.
"Eh, i_iya pak, saya lupa. Besok in shaa Allah saya anter ke showroom atau kerumah bapak." jawab Reyhan gelagapan, karena memang tak pernah memasukkan nama pak Atmaja ke dalam daftar penerima oleh-oleh.
"Bukannya sudah......"
"Masih ada kok bu, dikamar Reyhan." Reyhan segera memotong ucapan ibunya dengan cepat. Karena ia tahu, oleh olehnya juga sudah habis.
"Tuh kan, mulai lagi. Kamu harus membiasakan diri memanggil saya papa Reyhan." protes pak Atmaja lagi.
"I_iya pak. Eh pa, papa." jawab Reyhan meralat ucapannya. Dirinya tersenyum kikuk menyadari permintaan pak Atmaja yang aneh. Bu Rohmah dan Bima pun juga semakin heran dengan sikap pak Atmaja.
"Nah, seperti itu kan enak di dengar. Kalau begitu besok malam papa tunggu dirumah ya."
"Em... iya pa." jawab Reyhan sambil menganggukkan kepalanya.
Makanan mereka sudah habis, malam kian larut tapi Bayu tak kunjung kembali. Akhirnya Reyhan pamit sebentar untuk mencari Bayu Sekaligus membayar total tagihan makan mereka.
_____
"Hemm.... Lumayan royal juga dia." gumam wanita itu sambil menyunggingkan senyum.
Setelah menunggu hampir 15 menit akhirnya pesanan makanan itu jadi. Dengan senyum sumringah, Bayu menghampiri wanita itu.
"Ini, pesanan kamu sudah jadi." Bayu menyodorkan makanan.
"Terimakasih, apa benar ini gratis untukku?" tanyanya ketika menerima makanan itu.
"Em.... kalau mau dibayar juga boleh, pakai nama mu." goda Bayu.
Mendengar candaan Bayu wanita itu tersipu malu.
"Namaku Bayu, kamu siapa?" Bayu mengulurkan tangannya.
"Aku.... Sinta." jawab wanita itu sambil menjabat tangan Bayu. Keduanya saling menatap dan melempar senyum termanis mereka.
Setelah itu mereka sejenak mengobrol, dan sebuah dering telepon mengagetkan mereka. Sinta segera menekan tombol hijau dan menempelkan handphone di dekat telinganya.
"Hallo."
"Oh iya, kakak lupa. Tunggu sebentar ya, ini mau otw." setelah itu percakapan pun berakhir.
"Mas, aku permisi ya mau pulang dulu. Adikku sudah kelamaan nunggu, katanya kelaparan." ucap Sinta sambil terkekeh.
"Oh iya, silahkan. Kamu naik apa?"
"Aku naik motor."
__ADS_1
"Oh, pemberani juga ya kamu. Cewek cantik naik motor sendirian, malam malam pula. Sepertinya kamu perlu seorang supir."
"Aku ngga kuat kalau di suruh bayar sopir mas."
"Aku bersedia jadi sopir kamu, free ongkir tentunya untuk cewek cantik seperti kamu."
"Memang ngga rugi? Atau ngga ada yang marah gitu?" ucap Sinta sambil tersenyum simpul.
"Dijamin ngga ada, dan kamu harus percaya itu. Kalau butuh bantuan, kamu bisa hubungi aku di nomor ini." Bayu menyodorkan kartu namanya.
"Okay, makasih. Kalau gitu aku permisi dulu ya."
"Iya, bye....." Bayu menatap kepergian Sinta, sampai bayangannya hilang.
"Aku rasa perkara mudah untuk bisa move on dari Tiwi." gumam Bayu.
_____
"Hei, aku cariin kemana-mana tahunya disini." ucap Reyhan sambil menepuk bahu Bayu dari belakang.
"Aku baru saja ketemu temanku, jadi kita ngobrol sebentar." kilah Bayu.
"Iya, semenjak sibuk dengan usaha kita, kita jadi jauh dengan teman-teman semasa sekolah dulu. Aku terkadang juga rindu dengan mereka, rindu bermain futsal bareng tentunya." tanpa sadar Reyhan malah curhat ke Bayu.
"Eh, makananmu belum kamu habiskan. Ayo kesana habisin dulu baru kita pulang." ajak Reyhan.
"Okay, kamu tunggu disini sebentar, aku panggil mereka dulu." Reyhan segera menghampiri keluarganya yang masih ngobrol di gazebo.
"Katanya Bayu sudah kenyang, dia nunggu diluar. Kita pulang sekarang atau nanti bu?" bisik Reyhan ke ibunya lalu mengangguk.
"Pulang sekarang yuk bu, ini sudah larut malam." bu Rohmah bicara pada bu Ani.
"Iya bu." bu Ani mengangguk sambil tersenyum. Lalu pandangannya beralih ke suaminya.
"Kita pulang sekarang ya pa?"
"Iya ma."
Semua langsung bersiap siap pulang.
"Mama duluan ke mobil saja, papa bayar dulu makanannya." ucap pak Atmaja ketika mereka berjalan bersama.
"Sudah saya bayar semua pa makanannya." ucap Reyhan.
"Ha, serius kamu Rey?" tanya pak Atmaja lagi.
"Iya Reyhan serius pa."
__ADS_1
"Terimakasih ya, kalau begitu besok giliran kita yang menjamu kamu."
"Tidak perlu repot-repot menjamu pa." ucap Laura sebelum Reyhan sempat menjawab.
"I_iya pa, ngga perlu repot-repot kok." ucap Reyhan akhirnya sambil menatap Laura.
"Kita ngga pernah merasa kamu repotkan. Ya sudah ayo kita pulang." kata pak Atmaja.
Setelah saling bersalaman lalu mereka menuju mobil masing masing.
Di dalam mobil Bima kembali bercerita. Memuji kebaikan pak Atmaja. Bu Rohmah dan Reyhan mengangguk setuju.
Hanya Bayu saja yang tetap diam. Pikirannya kembali teringat tentang Sinta. Wanita yang baru saja ia kenal.
'Beruntung sekali aku bisa berkenalan dengan cewek secantik dia. Keliatannya juga sayang dengan keluarganya. Semoga dia segera menghubungiku.' batin Bayu.
Sejenak pikirannya tentang kebenciannya dengan Reyhan terganti oleh sosok Sinta.
'Setelah beberapa bulan tak ada kabar tentang Tiwi, lebih baik aku move on dan cari pengganti Tiwi. Cewek cantik ternyata tak hanya dia seorang.' batin Bayu lagi lalu senyum mengembang diwajahnya.
Karena kekenyangan, Bima akhirnya tertidur. Bu Rohmah mengelus kepala Bima yang berada dipangkuannya.
Tinggallah bu Rohmah dan kedua anaknya yang saling terdiam sejak tadi. Tiba tiba kembali teringat dengan suaminya yang sudah lama meninggal.
Sudah lama sekali mereka tidak berziarah, apa berziarah ke makam bapak bisa menjadi salah satu cara mendekatkan kedua anaknya, pikirnya. Karena setahunya, mereka sangat menghormati bapak dan selalu menurut akan petuah yang disampaikan bapaknya.
Bu Rohmah merasa tak enak, niat hati ingin menghabiskan waktu dengan keluarga dan mendekatkan Bayu dengan Reyhan lagi. Tapi, harus ada keluarga pak Atmaja ditengah-tengah mereka. Sehingga waktu mereka tersita.
'Bismillah, besok akan ku ajak mereka berziarah ke makam bapak.' tekad bu Rohmah dalam hati.
"Tolong bantuin gendong adikmu?" ucap bu Rohmah ketika mobil sudah terparkir di halaman.
Dengan sigap Bayu dan Reyhan mendekat ke pintu hendak menggendong Bima. Melihat hal itu bu Rohmah tersenyum haru. Kakak beradik itu masih mengutamakan adiknya.
"Kalian kalau sudah seperti ini terlihat lucu, ibu kangen dengan masa masa kalian bertengkar lalu dengan mudahnya akrab lagi. Ibu kangen dengan suasana rumah yang gaduh karena kejahilan kalian berdua. Mungkin karena sekarang kalian sudah semakin besar dan sibuk dengan usaha masing-masing jadi sekarang tidak bisa bercengkrama seperti itu lagi."
Mendengar penuturan ibunya, Bayu dan Reyhan langsung terenyuh. Dalam hati Reyhan juga ingin bisa membahagiakan orang tua satu satunya, tapi Bayu selalu bersikap dingin ketika bertemu dengannya.
"Bukankah Reyhan sudah janji akan menyediakan waktu untuk kita bisa kumpul bersama seperti dulu Bu? In shaa Allah Reyhan akan berusaha penuhi janji Reyhan." ucap Reyhan sambil menghapus air mata yang menetes di pipi ibunya.
"Bayu juga akan berusaha untuk kita bisa kumpul bersama bu."
"Bisakah kalian akur seperti dulu lagi?"
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan kasih like bunga vote dan favorit ya😘😘
Hai kak, sambil nunggu author update bab selanjutnya, mari mampir dikarya temen author yang Joss gandosss 😉😉
__ADS_1