Juragan Muda

Juragan Muda
103. Ular betina


__ADS_3

'Aku harus mengambil langkah cepat.' Reyhan bertekad dalam hatinya untuk menolong adik nya.


Bergegas ia merogoh handphone nya dan segera menghubungi nomor Andre. Sederet pesan ia kirim kan namun tak kunjung mendapat balasan. Barulah pada malam hari nya Andre membalas pesan itu. Selanjutnya mereka saling berbalas pesan.


Sebenarnya Reyhan juga sungkan dengan Andre. Sudah lama tidak berhubungan, sekalinya berhubungan malah membahas seekor ular betina.


Waktu yang di janjikan pun tiba. Sepulang kerja, Andre langsung menemui Reyhan di salah satu cabang counter nya.


"Hai brow." Reyhan menyapa teman SMA nya itu dengan berjabat tangan dan berpelukan. Kerinduan yang mendalam terpancar pada kedua mata mereka.


"Kamu baru pulang kerja?"


"Ya begini lah nasib buruh pabrik." jawab Andre sambil mengedikkan bahu nya, kedua nya terkekeh.


"Ayo sambil minum jus di samping itu." Reyhan menunjuk kedai jus yang berada di dekat counter nya.


"Kamu mau ngomong serius soal apa sih? Sampai ngga bisa di tunda segala." sambil menunggu pesanan datang Andre mulai bertanya.


"Ini soal......Sinta." dengan sedikit ragu Reyhan mengutarakan niat nya.


"Sinta? Memang nya ada apa dengan nya? Hubungan kami baik-baik saja."


"Terimakasih kak." ucap keduanya ketika pesanan jus mereka datang.


"Hubungan kalian tetap baik-baik saja kah walaupun sudah putus?"


Uhuk...Uhuk....


Andre langsung tersedak mendengar perkataan Reyhan.


"Kamu bicara apa sih? Kita sudah tunangan, masa iya malah putus. Ngawur kamu itu, sengaja doain yang jelek untuk ku ya." sambil terkekeh Andre menjawab. Reyhan mengamati teman nya yang tampak tidak berbohong itu.


"Ndre, kita temenan ngga cuma sehari dua hari, tapi sudah lama. Kamu sudah aku anggap saudara ku sendiri. Sebenarnya aku ngga enak bilang ini sama kamu, tapi ini menyangkut hati orang banyak. Jadi aku harus katakan sekarang."

__ADS_1


Reyhan merogoh handphone nya dan memperlihatkan seluruh chat dari Sinta yang tak pernah ia balas sama sekali. Ia menceritakan jika pernah bertemu dengan Sinta di rumah sakit dan mengantarkan nya pulang. Ia juga menceritakan soal hubungan Bayu adik nya dengan Sinta.


"Aku tak kan pernah mengkhianati sahabat ku sendiri Ndre. Aku sudah menjelaskan semua pada mu. Dan sekarang semua keputusan ada di tangan mu." Merah padam muka Andre mendengar penuturan sahabat nya itu. Ia tahu selama ini telah terbuai dengan yang nama nya cinta, sehingga menutup telinga dari semua kebenaran yang ada.


"Aku percaya pada mu Rey. Aku akan memutuskan hubungan pertunangan ini." Dengan mantap Andre mengambil keputusan.


"Itu terserah kamu Ndre. Semoga dapat ganti yang lebih baik lagi."


"Kamu doain aku? Lah, kamu saja belum dapat ganti juga sampai sekarang." ujar Andre sambil terkekeh.


"Ah, sialan kamu. Sekarang, kamu mau ngga membantu ku untuk berbicara dengan Bayu? Aku tak ingin ia salah paham kepada ku. Karena ia juga jadi korban Sinta." Reyhan kemudian menceritakan pertengkaran nya dengan Bayu soal Tiwi pada Andre. Dan, soal kedekatan Bayu dan Sinta.


"Memang ya, cinta itu buta. Saudara udah berasa lawan aja jadi nya. Cuma gara gara seorang perempuan. Harus nya kan yang di perebutkan itu cowok, karena cowok itu limited edition." dengan terkekeh Andre menanggapi curhatan Reyhan, lalu kembali menyeruput jus agar hati nya bisa dingin.


"Kayak produk handphone ku aja Ndre, pake limited edition segala." Reyhan juga ikut terkekeh menanggapi gurauan temannya itu.


"Lhoh, emang benar kok. Bapak sama ibu ku nih, produksi anak, hasil nya juga beda. Satu laki satu perempuan." ujar Andre, dan mereka kembali terkekeh bersama.


Setelah membahas soal Sinta, mereka asyik bercerita tentang segala hal yang telah di lalui mereka selama ini. Hilang sudah segala kebencian atau rasa yang tidak enak lainnya di antara keduanya. Yang ada hanyalah canda tawa keduanya, sampai tak terasa waktu sudah merangkak Maghrib, bergegas mereka ke masjid terdekat untuk melaksanakan sholat Maghrib.


Hari yang di nantikan tiba, siang itu Andre berkunjung ke rumah Reyhan, karena kebetulan pada hari itu Andre libur.


Tok ...Tok....Tok


"Assalamu'alaikum." Andre mengucapkan salam sambil mengetuk pintu rumah Reyhan. Tak berselang lama pintu itu terbuka.


"Wa'alaikumussalam. Andre? Kamu nyariin kak Reyhan?"


"Ya elah ini bocah, dari dulu ngga ada sopan sopan nya sama orang tua. Panggil kak atau mas gitu kek. Jangan cuma panggil nama doang napa." Bayu garuk-garuk kepala sambil terkekeh. Suatu kebiasaan Bayu yang sulit untuk di hilangkan, kurang bisa bersikap sopan pada siapa saja.


"Bentar aku panggilkan dulu." Bayu berbalik dan hampir saja ia pingsan karena di belakangnya sudah berdiri kakak nya yang tidak tahu kapan berada di situ.


"Semprul!" Bayu memaki kakak nya yang malah terkekeh, begitu juga Andre.

__ADS_1


"Ayo, kamu juga ikut duduk." Reyhan mengajak Bayu dan Andre duduk di ruang tv.


"Eh, mau ngapain nih? Kok aku jadi tegang gini." Bayu garuk-garuk kepala dengan langkah mengikuti kakaknya.


Mereka duduk melingkari seteko es kopi dan cilok sponsor dari pak Somad.


"Udah lama kita ngga ghibah bareng seperti ini ya." Andre terkekeh mengingat masa lalunya dengan Reyhan sambil mencocolkan cilok di saos.


"Oh ya, ghibain apaan?" balas Bayu.


"Itu rahasia perusahaan." seru Reyhan dan Andre kompak. Keduanya kembali terkekeh.


Setelah semua diam, Reyhan mulai bicara soal hubungan nya dengan seorang perempuan dari awal sampai akhir. Semua mendengarkan baik-baik. Setelah Reyhan selesai, kini giliran Andre yang bercerita. Bayu masih mendengarkan baik-baik, karena tidak tahu apa maksud mereka bercerita seperti itu.


"Dan, kamu tahu ngga Bay? Kalau ternyata, kita itu mencintai ular betina yang sama." kata Andre di akhir kalimat nya, yang membuat Bayu membulatkan matanya lalu terkekeh.


"Dasar, kalian ganteng-ganteng tapi bodoh ya." Bayu geleng-geleng kepala, lalu kembali mengambil cilok dan memasukkan ke mulutnya.


Melihat itu, Andre dan Reyhan saling beradu pandang dan menyunggingkan senyum mencemooh. Karena Bayu belum mendengarkan cerita mereka sampai selesai.


"Dan kamu, adalah korban selanjutnya." seketika Bayu mengatupkan mulutnya mendengar kakaknya bicara seperti itu. Mulutnya penuh dengan cilok yang belum sempat ia kunyah.


"Apa maksud mu?" nada bicara Bayu mulai meninggi. Melihat hal itu, Andre segera merogoh handphone nya dan menunjukkan foto seseorang yang mereka maksud di hadapan Bayu.


"Ke_kenapa, kamu bisa punya foto itu?" tanya Bayu gelagapan, wajahnya terlihat kebingungan.


"Ini kan cewek yang sedang kamu kejar?" tanya Andre dan Bayu mengangguk.


"Asal kamu tahu, ini juga cewek yang aku dan kakakmu maksud sejak tadi."


"APA!"


Hai kak, tetap dukung mas Reyhan sampai menemukan cinta sejatinya ya dengan tekan like hadiah vote dan favorit ❤️❤️

__ADS_1


Terima kasih, semoga diberi kesehatan dan kelancaran rezeki 😘😘


__ADS_2