
"Rey, boleh kah ibu memberi saran?"
"Tentu, apa itu?"
"Sebelum berangkat umroh nanti, kalau kita bikin acara pengajian dirumah gimana? Undang tetangga dan saudara dekat saja. Bukan maksud hati untuk pamer, tapi ibu hanya ingin rumah ini juga bisa bermanfaat untuk urusan akhirat."
"Boleh bu, aku setuju dengan saran ibu. Bila perlu aku juga bakal undang anak yatim-piatu, karyawan serta rekan kerja juga bakal aku undang. Harinya aku terserah ibu saja, nanti semua keperluan biar aku yang siapkan." Reyhan mengangguk mantap karena merasa cocok dengan ide ibunya.
"Nanti di sana jangan lupa doain aku supaya bisa ketularan suksesnya ya kak." pinta Bayu.
"Aku juga ya kak." Bima tak mau kalah.
"Beres."
Akhirnya setelah obrolan panjang itu selesai, mereka pun masuk ke kamar masing-masing dengan masih diliputi rasa bahagia.
_____
Selama sebulan sebelum umrah Reyhan tetap beraktivitas sebagaimana mestinya. Dzikir senantiasa ia lantunkan disela-sela kesibukannya.
Namun, hal yang jauh berbeda dilakukan oleh Choki. Pria itu semakin intens menjalin hubungan dengan Mira, kekasihnya nomor 2.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama, jalan kesana kemari, masuk dari mall yang satu ke mall yang lain dalam rangka menipiskan dompet. Tentu saja dompet nya Mira yang ditipiskan, karena dompet Choki dari dulu sudah tipis.
Mira akan memberikan apa yang Choki mau, karena Mira juga sudah cinta mati sama Choki. Selain itu, sebuah prestasi yang patut dibanggakan jika seluruh warga kampus tahu jika Mira berhasil menjadi pacar Choki dan berhasil mengalahkan Laura yang selama ini menjadi saingannya dalam segala hal.
Namun, semua itu terpaksa harus dia tahan dulu, dan tetap menjadi pacar yang tak kasat mata, karena Choki beralibi jika punya urusan yang belum dituntaskan dengan Laura.
Terasa dunia dalam genggaman Choki saat ini, karena diapit oleh dua makhluk cantik yang sama-sama kaya dan pintar. Hidupnya sudah seperti sultan. Walaupun hanya sultan gadungan.
Dan di pagi itu seperti biasa Laura sudah menunggu nya di depan gerbang. Senyum cantik mengembang di wajah laura.
"Pagi sayang?" sapa Laura.
"Pagi juga kesayangan ku yang makin cantik setiap hari." balas Choki.
Dengan senyum mengembang keduanya bersemangat untuk berangkat ke kampus.
__ADS_1
Setelah jam kuliah selesai, mereka memutuskan untuk makan siang dulu. Karena cacing Choki dari tadi sudah bergoyang-goyang minta gizi.
Tak jauh dari kampus mereka ada rumah makan sederhana yang sering dikunjungi para mahasiswa.
"Duduk disitu yuk sayang." tunjuk Choki ke arah bangku kosong yang ada di pojok. Keduanya pun bergegas menuju tempat itu.
"Ayo sayang seperti biasanya, kita abadikan momen kebersamaan ini dulu." ajak Choki. Laura pun tersenyum semringah mendengarnya.
"Eh sayang, handphone ku baterai nya lowbat. Pake handphone kamu dulu ya." Laura pun mengangguk dan segera mengeluarkan handphone dari dalam tasnya.
Cekrek..... Cekrek.....
Puluhan foto sudah mereka abadikan, bersamaan dengan datangnya pramusaji yang mulai menata hidangan dimeja depan mereka.
"Mari makan......." keduanya kompak bicara, lalu segera menyendok menu pilihan masing-masing.
"Aku mau lihat foto tadi, sekalian aku kirim di handphone ku ya sayang." dengan mulut yang penuh terisi makanan Choki berbicara seperti itu, lalu dengan sigap tangan kirinya meraih handphone Laura yang tergeletak di meja.
Tangan kanan sibuk menyuap, tangan kiri sibuk menggulir layar ponsel.
Seketika Choki membulatkan matanya ketika melihat beberapa foto di handphone Laura, dan makanan yang sudah masuk ke mulutnya berhamburan keluar karena tersedak.
Laura yang panik melihat pacar kesayangannya tersedak, langsung menyodorkan minum, dan langsung diterima oleh Choki. Choki pun meminumnya hingga tandas.
"Kenapa sayang?" tanya Laura hati-hati ketika Choki sudah terlihat jauh lebih baik.
Sejenak Choki memandang dengan tajam ke arah Laura. Laura pun mendadak jadi salah tingkah mendapat pandangan yang berbeda dari Choki.
"Lhoh, kok.... liatin nya seperti itu?" protes Laura karena tak enak.
"Kamu kenapa tega berselingkuh dibelakang ku sayang, apa kurangnya aku?" tanya Choki dengan menitikkan air mata buaya.
"Aku? Selingkuh? Maksud kamu apa? A_aku ngga ngerti sayang?" ucap Laura dengan suara yang bergetar karena pertanyaan Choki yang begitu menohok hatinya.
"Ini siapa? Jawab jujur? Katanya ngga kenal, kok bisa foto bareng? Ini cowok yang pernah nabrak kita sewaktu berangkat kuliah dan ketemu lagi di counter. Aku ngga bakal lupa sama wajah kaum rakyat jelata. Kenapa kamu selingkuh dengan kaum rendahan, selera mu kenapa turun sayang. Huhuhu." Choki menjelaskan sambil menangis tergugu.
Laura mendadak jadi salah tingkah, karena ucapan Choki yang panjang seperti kereta api tak berhenti. Tidak hanya itu saja, beberapa pasang mata juga melihat kejadian itu sambil berbisik, bahkan ada yang sedang mengangkat handphone nya seperti sedang memvideo.
__ADS_1
'Waduh, gawat! Kenapa jadinya seperti ini? Harusnya kan yang nangis seperti itu perempuan, kenapa ini malah laki-lakinya yang nangis karena selingkuh. Bisa viral dong.' batin Laura.
Setelah Choki selesai mengeluarkan air mata buaya, Laura berusaha menjelaskan perlahan-lahan.
"Sayang, aku ngga selingkuh kok. Aku jawab jujur ya, itu sebenarnya teman kerja papaku. Aku disuruh kerumahnya untuk mengantarkan oleh-oleh untuk nya. Dan papa memberi syarat ke aku, kalau sudah menjalankan amanah harus ada foto selfi nya, kalau ngga ada foto selfinya nanti dikira aku bohong. Bisa-bisa uang jajanku dipangkas papa, terus kita ngga bisa jalan-jalan deh, memang kamu mau seperti itu? Aku tuh juga lupa belum hapus fotonya. Maafin aku ya."
"Serius? Kamu ngga bohong?"
"Ngapain aku harus bohong sayang." Laura menggelengkan kepala sambil tersenyum lalu menggenggam tangan Choki.
"Ya sudah, ayo habisin makannya. Atau.... biar aku yang habisin semua makanan nya." goda Laura. Akhirnya Choki pun berhenti ngambek dan kembali menyelesaikan makannya.
'Ah sayangku Laura asal kamu tahu, kalau hanya aku saja yang boleh selingkuh. Kamu jangan sampai, karena aku takut kamu memangkas uang jatahku.' batin Choki.
Setelah selesai makan, bergegas Laura mengantarkan Choki kerumahnya.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang sedari tadi menyaksikan itu semua, bahkan juga mengikuti mereka sampai tiba dirumah Choki. Dia juga sudah berhasil merekam semua kejadian tadi.
"Ini cantik cantik tapi matanya apa ketutupan demit ya, kok mau sama model cowok seperti itu." gumam orang suruhan itu sambil mengirimkan video rekaman itu ke bos nya.
Klunting..
Handphone pak Atmaja berbunyi, menandakan ada pesan masuk.
Bergegas ia membukanya ketika tahu siapa pengirim pesan itu. Sambil menahan amarah pak Atmaja menonton video itu sampai selesai. Ia kecewa mendapati kelakuan putri semata wayang yang selalu ia banggakan ternyata seperti itu sikapnya, dan masih berhubungan dengan laki-laki yang dia benci.
"Sepertinya aku harus lebih cepat bertindak, sebelum hartaku habis disedot anak tuyul yang satu itu." gumam pak Atmaja dengan geramnya.
"Laura anakku yang cantik dan pintar, kenapa otak mu tak kamu pakai ketika pacaran. Sudah papa pilihkan yang kualitas super grad A ini malah pilih yang abal-abal."
Berteman yuk kak di FB.
FB: Nurul khanifah
Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Tekan like, hadiah, vote dan favoritkan ya biar karya ini makin populer 🔥🔥
__ADS_1
Terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗