
"Kalian ngga sedang ngeprank aku kan?" tanya Bayu dengan serius.
"Memang nya kita berdua ada tampang pembohong gitu ya Bay?" tanya Andre balik.
"Ya siapa tahu, kalian iri sama aku."
"Heh, kita ini kaum Adam. Kaum limited edition. Biarkan wanita yang antri untuk memperebutkan hati kita, bukan malah sebaliknya. Cukup sudah kebodohan yang aku dan Reyhan alami selama ini, kamu jangan sampai jadi korban dia juga. Niat kita baik, memperingatkan kamu. Tapi, kalau kamu masih nekad, ya itu urusan kamu. Tanggung sendiri resiko nya. Aku yang sudah bertunangan dengannya saja, berniat untuk menggagalkan." cerocos Andre. Raut wajah Bayu seketika berubah.
'Dua kali aku mencintai wanita, dua kali juga wanita itu mencintai kakak ku. Kenapa aku selalu mencintai bekas kakak ku sih? Ternyata keduanya juga tidak tulus dengan ku. Kenapa bodoh sekali aku?' batin Bayu yang masih belum bisa terima.
"Jangan ngelamun, sudah lupakan saja. Kalau perlu, blokir saja kontaknya."
"Ah, kenapa seenak itu Rey? Harusnya kita kasih pelajaran dulu ke dia, baru hati ku puas." ucap Andre.
"Maksudnya?" tanya kakak beradik itu bersamaan.
Andre pun menceritakan rencananya untuk memberi pelajaran pada Sinta, yang membuat kakak beradik itu menganga mendengar nya.
"Ah, aku ngga setuju. Kenapa harus aku yang jadi umpan nya?" Reyhan merasa keberatan dengan rencana itu.
"Karena aku yakin, sebenarnya Sinta itu mengejar kekayaan kamu." jelas Andre yang membuat Bayu juga mengangguk setuju. Setelah di desak oleh Bayu dan Andre, akhirnya Reyhan menyetujui rencana itu walau dengan hati yang berat.
Pucuk di cinta ulam pun tiba. Kebetulan sekali setelah pertemuan Reyhan dengan Sinta di rumah sakit, ia kembali sering menghubunginya lagi. Dan kali ini Sinta kembali mengirim sebuah pesan ke Reyhan. Bayu merebut handphone kakaknya, dan dengan gerakan cepat membalas pesan itu, karena kakaknya hanya membaca pesan itu tanpa mau membalasnya.
_____
Hari minggu adalah hari yang di nantikan seluruh umat, termasuk Sinta. Hatinya begitu senang kala kemarin untuk yang pertama kalinya Reyhan kembali membalas pesan nya. Bahkan di akhir pesan itu, keduanya sepakat untuk bertemu di akhir pekan ini.
"Wow, sudah cantik sekali anak ibu." kata ibunya Sinta, kala melihat Sinta sudah berdiri di depan cermin sedang mematut diri.
Kali ini ia berpenampilan sangat berbeda dari biasanya. Ia mengenakan dress selutut warna biru muda, rambutnya yang masih sedikit basah di biarkan tergerai. Ia melengkapi penampilannya itu dengan sepatu hak tinggi dan hand bag. Lagaknya sudah seperti sosialita.
"Ya jelas cantik dong bu, kalau ngga cantik mana mau Reyhan kesini menjemput ku." dengan senyum sinis Sinta menjawab pertanyaan ibunya.
"Apa! Reyhan! Ibu ngga salah dengar?" Sinta menggeleng dengan keras.
__ADS_1
"Karena kepintaran Sinta, makanya mas Reyhan bisa kembali aku taklukkan bu. Gimana tanggapan ibu jika mas Reyhan kembali meminta ku untuk jadi pacar nya? Apa ngga apa-apa aku putusin hubungan ku dengan Andre?"
"Jelas ngga apa-apa, orang nikah saja bisa cerai. Yang penting ibu bisa punya menantu kaya. Biar tetangga kita pada iri."
Tin....Tin
"Ah, itu sepertinya suara mobil mas Reyhan bu. Ya sudah Sinta pamit ya." bergegas Sinta keluar rumah dan dengan senyum manis menyambut kedatangan Reyhan.
'Ih, gayanya kenapa harus nyamain kayak Miss Laura sih? Kalau ngga demi rencana konyol Andre, ogah aku jemput dia. Mending aku tidur saja.' batin Reyhan melihat penampilan Sinta yang berbeda kali ini.
Sinta yang merasa di perhatikan Reyhan sedikit menyunggingkan senyum sambil merapikan rambut nya.
"Kenapa mas? Pangling ya?" Reyhan hanya menyunggingkan senyum sinis mendengar pertanyaan Sinta itu.
Tanpa di perintah, Sinta langsung masuk dan duduk di samping Reyhan. Mobil pun segera melaju dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di tempat yang di tuju. Selama perjalanan, Sinta banyak bercerita, dan Reyhan hanya menanggapi seperlunya saja.
'Akhirnya sampai juga.' Reyhan menghela nafas panjang seolah menghilangkan beban dalam hatinya ketika mobil nya sudah memasuki sebuah rumah makan yang besar di kota itu.
'Wow, mas Reyhan ini memang benar-benar sudah tajir melintir. Ngajak makan saja di restoran yang sebesar ini.'
"Kamu mau di dalam mobil saja?" tanya Reyhan yang menyadarkan Sinta dari kekagumannya.
Tanpa sepengetahuan Sinta, dari kejauhan ada dua orang yang sedang memperhatikan nya. Keduanya berdecak kesal melihat Sinta seperti itu.
"Kita duduk di sana saja." Reyhan menunjuk bangku kosong yang ada di pojokan." dengan tersenyum dan mengangguk Sinta mengikuti kemauan Reyhan.
Setelah memesan makanan, Sinta kembali mengajak Reyhan cerita. Sampai akhirnya pesanan mereka datang.
"Terima kasih ya mas sudah mengajak aku ke tempat yang bagus seperti seperti ini, makanan nya juga enak banget. Nanti aku boleh bungkusin untuk adik ku?" tanya Sinta seperti dulu ketika mereka masih pacaran. Reyhan hanya mengangguk saja.
"Dia juga bilang seperti itu waktu kencan bareng aku." bisik seorang laki-laki yang sedang memata-matai. Temannya juga mengangguk dan mengatakan hal yang sama. Lalu keduanya terkikik.
"Sepertinya mereka lagi asyik-asyiknya cerita, kesempatan kita untuk memberi kejutan deh." Setelah menghabiskan minuman, keduanya bangkit berdiri dan bergegas menuju meja yang ada di pojokan.
"Hai." sapa kedua lelaki itu. Sinta dan Reyhan menengok bersamaan ke asal suara.
__ADS_1
Sinta sangat terkejut dengan kehadiran mereka berdua, sedangkan Reyhan menyunggingkan senyum tipis melihat Sinta yang sangat terkejut dan seakan tak berkutik.
"Ka_kalian. Ke_kenapa ada di sini?" tanya Sinta dengan gelagapan.
"Ini kan tempat umum, siapa pun boleh kesini. Iya kan?" Bayu melempar senyum pada Andre yang kemudian mengangguk.
Reyhan lantas mempersilahkan keduanya duduk. Sinta pun semakin tegang dan tampak salah tingkah.
"Kenapa kamu terlihat tegang seperti itu sayang?" tanya Andre yang duduk di dekat Sinta. Sementara Sinta hanya melempar senyum canggung.
"Biasanya kamu sangat energik, kenapa sekarang hanya diam saja?" Bayu pun juga ikut bertanya pada Sinta.
"Bayu, kamu kenal dengan Sinta juga?" Bayu menoleh padanya kakaknya yang pura pura bertanya dan mengangguk.
"Dunia itu sempit ya, sejak kapan kamu kenal adik ku Sin?" tanya Reyhan dengan terkekeh.
"Apa! Bayu adik mu?" Sinta yang sejak tadi menunduk kini mendongakkan kepalanya menatap Reyhan yang mengangguk dengan senyum yang sarat makna.
"Apa maksud kalian berkumpul di sini?" tanya Sinta.
"Apa maksud kita?" ketiga lelaki itu kompak bertanya dan saling melempar pandang.
"Kamu yang seharusnya menjelaskan pada kita, apa maksud kamu mendekati kita bertiga." Andre bertanya dengan hati yang di liputi amarah sehingga membuat muka nya merah padam.
"Maaf sayang, aku bisa jelaskan semuanya."
"Iya aku maafkan kamu......" seketika Sinta bisa bernafas lega dan tersenyum menatap Andre.
"Tapi, aku putuskan hubungan pertunangan kita." lanjut Andre yang membuat Sinta sekali lagi shock dan senyum nya seketika sirna.
"Dasar ular betina, berani mempermainkan perasaan kita bertiga. Untung, Tuhan ku menunjukkan kebusukan mu." maki Bayu.
"Ayo, kita tinggalkan saja dia." ajaknya Andre yang sudah menahan muak sejak tadi. Ia bangkit berdiri di ikuti Bayu.
"Sinta, setiap orang punya kesempatan untuk berubah. Maka dari itu, manfaatkan lah kesempatan itu. Maafkan kami yang harus menegur mu dengan cara seperti ini agar kamu sadar. Jadilah wanita sholihah yang selalu di dambakan oleh kaum Adam. Assalamu'alaikum." Reyhan berlalu pergi meninggalkan Sinta yang mulai menangis sesenggukan.
__ADS_1
Hai kak tetap dukung mas Reyhan sampai menemukan cinta sejatinya ya dengan tekan like hadiah vote dan favorit ❤️❤️
terimakasih selalu hadir semoga diberi kesehatan dan kelancaran rezeki 😘😘