Juragan Muda

Juragan Muda
125. Pengajian di rumah Anisa


__ADS_3

Hari jum'at yang di nantikan pun tiba. Sebuah panggung dan tenda sudah berdiri di depan rumah pak Gofur serta di hias dengan indah. Kursi untuk para undangan juga sudah berderet-deret dengan rapi. Alunan musik marawis mengalun syahdu.


Pak Gofur sekeluarga sudah berdiri di depan menyambut para tamu yang sudah mulai berdatangan satu persatu.


"Laura, alhamdulillah akhirnya kamu datang juga." Anisa bersorak senang ketika Laura datang bersama kedua orang tuanya.


Keduanya segera berjabat tangan dan berpelukan. Setelah itu Laura sekeluarga duduk di kursi depan yang sudah di persiapkan untuk tamu khusus.


Haji Dahlan sekeluarga juga datang. Anisa melakukan hal yang sama ketika melihat Rosyidah. Setelah saling mengurai pelukan, mereka juga di persilahkan duduk di deretan kursi depan seperti keluarga Laura.


Dan tak berselang lama, Reyhan sekeluarga juga datang. Jantung Anisa semakin berdebar kencang ketika melihat Reyhan tampak semakin tampan dan berwibawa dengan balutan kemko warna putih pemberiannya. Matanya ingin menatap Reyhan lebih lama, tapi hatinya melarang. Karena itu bisa jadi zina mata.


Sama seperti keluarga pak Atmaja dan haji Dahlan, keluarga Reyhan juga menduduki kursi khusus bagian depan.


Ketika akan duduk, tak sengaja Reyhan melihat Laura yang sudah duduk di tengah kedua orangtuanya. Ia semakin cantik dengan gamis warna nude yang beberapa waktu lalu ia belikan untuknya. Tapi pandangan Laura seakan menunduk ke bawah.


Akhirnya, Reyhan berinisiatif untuk menyapa keluarga Laura.


"Assalamu'alaikum pa." terlebih dahulu Reyhan menyapa papa Laura.


Semuanya menoleh ke arah Reyhan sekeluarga. Kedua keluarga itu saling melempar senyum, lalu bersalaman.


Pak Atmaja mempersilahkan Reyhan sekeluarga duduk di sampingnya.


Ketika hendak duduk, tiba-tiba haji Dahlan berseru memanggilnya.


"Nak Reyhan."


"Iya pak." Reyhan mendongakkan kepalanya melihat haji Dahlan yang ternyata juga duduk di barisan depan.

__ADS_1


Reyhan mengajak keluarganya untuk mendekat dan menyapa keluarga haji Dahlan. Pak Atmaja yang melihat arah pandang Reyhan, juga mengikutinya untuk bertegur sapa dengan keluarga haji Dahlan.


Sesaat ketiga keluarga itu bercakap cakap sebentar, lalu kembali ke tempat duduknya masing-masing, karena acara akan segera di mulai.


"Bu, Miss Laura itu tambah cantik ya kalau pakai baju seperti itu." bisik Bima pada ibunya.


Walaupun hanya bisikan, tapi suara nya masih terdengar oleh keluarga Laura dan Reyhan.


"Sstt... acara sebentar lagi akan di mulai, jangan berisik. Non Laura itu sejak lahir memang sudah cantik." balas ibunya.


Keluarga Laura yang mendengar percakapan ibu dan anak itu menyunggingkan senyum. Sedangkan Reyhan, dalam hatinya ia membenarkan perkataan adik bungsunya itu.


Ia lebih suka melihat penampilan Laura yang sekarang, lebih adem dan menentramkan hatinya. Tapi ketika melihat penampilan Laura yang serba terbuka dan mini, hatinya berdegup tak karuan. Ia merasa takut dan was-was jika sewaktu-waktu ada yang berniat tak baik dengannya.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh." suara MC menyadarkan Reyhan dari lamunannya. Pertanda acara siap di mulai. Ia pun segera fokus mengikuti acara.


Sederet susunan acara di bacakan oleh MC. Acara pertama adalah tilawah Al-Qur'an. Reyhan sangat terkejut ketika namanya di panggil oleh MC untuk membaca ayat suci Al-Quran itu. Bagaimana bisa, tidak ada konfirmasi terlebih dahulu, dan ia tiba-tiba di panggil.


Setelah mengambil nafas panjang, ia mulai melafazkan ta'awud dan membaca setiap ayat. Anisa yang duduk di sampingnya membaca terjemahan ayatnya.


Suara Reyhan terdengar sangat merdu. Hati Laura pun selalu merasa tenang ketika mendengarnya.


Tak terasa, keduanya telah selesai mengisi acara yang pertama. Reyhan berniat hendak turun dari panggung, tapi di cegah oleh pak Gofur.


Pak Gofur ingin agar Reyhan tetap duduk di sampingnya sampai acara selesai. Lagi-lagi ia tak kuasa menolak permintaan pak Gofur. Akhirnya, ia tetap duduk di tempatnya, di samping Anisa.


Dada Laura bergemuruh ketika melihat hal itu. Rasa tak terima ketika Reyhan tetap memilih duduk di panggung daripada duduk di sampingnya papa nya.


Tak sengaja pandangan Reyhan bersirobok dengan Laura. Tapi Laura segera menundukkan pandangan nya dengan masam. Ia tak tahu kenapa Laura bersikap seperti itu. Tapi hal itu membuat Reyhan merasa semakin tak nyaman.

__ADS_1


Hal yang sama juga di rasakan oleh Rosyidah ketika melihat pak Gofur melarang Reyhan turun. Ia merasa pak Gofur tertarik pada Reyhan. Sehingga membiarkan Reyhan tetap duduk di samping Anisa.


Tapi, hal yang jauh berbeda di rasakan oleh Anisa. Ia tak menyangka jika abinya akan melakukan itu untuknya. Ia pun tersenyum manis di balik cadarnya.


Walaupun hanya duduk di dekat Reyhan, tanpa bicara sepatah kata pun sudah membuat Anisa sangat bahagia. Hingga membuat hatinya menginginkan agar acara itu tak cepat selesai.


Beda jauh dengan Anisa, Laura dan Rosyidah justru menginginkan agar acara itu secepatnya bisa selesai.


Selanjutnya adalah acara sambutan.


Pak Gofur mewakili keluarga nya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para undangan. Ia mulai menceritakan sepenggal kisah suksesnya yang mengundang tepuk tangan para hadirin.


Tak hanya itu saja, ia juga menceritakan kisah sukses Anisa dan Reyhan. Yang tentunya tidak mudah dan butuh banyak perjuangan.


Ia menceritakan kisah suksesnya bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk menjadi motivasi bagi semua orang.


Bahwa, siapa saja bisa sukses asalkan mau berusaha dan tetap berdoa pada Allah.


Hati Laura dan Rosyidah berdesir ketika mendengar kisah sukses mereka. Hingga tak sadar pelupuk mata keduanya tergenang air.


Laura merasa tak enak pada Reyhan. Dulu ia sempat menghinanya. Dan justru sewaktu piknik ia malah menghabiskan uang Reyhan. Dalam hati ia berjanji akan mengganti seluruh uang yang sudah ia gunakan.


Akhirnya, acara itu selesai juga. Laura segera bangkit berdiri dan mengajak orang tuanya pulang. Sebelumnya mereka sudah berpamitan dengan keluarga pak Gofur.


"Aku tidak tahu kenapa alasannya. Tapi melihat Miss Laura cemberut seperti tadi justru membuat miss Laura tambah semakin cantik. Gemes rasanya pengen mencubit. Oh ya, aku hanya berusaha menjaga sikap. Tetap berlaku sopan santun di mana saja. Makanya sejak tadi aku tetap duduk di panggung."


Reyhan memberanikan diri berkata seperti itu pada Laura di tengah-tengah kerumunan. Laura yang mendengar nya tersipu malu. Keresahan hatinya yang ia tahan sejak tadi hilang sudah.


"Oh, aku cariin dari tadi, ternyata kak Reyhan di sini. Lagi pacaran sama Miss Laura."

__ADS_1


Suara Bima mengejutkan keduanya. Reyhan menghembuskan nafas kasar sambil garuk-garuk kepala. Sedangkan Laura, ia hanya tersenyum melihat hal itu.


__ADS_2