Juragan Muda

Juragan Muda
245. Pesta untuk Salman


__ADS_3

Bu Rohmah yang baru saja sampai di kediaman pak Atmaja, seketika terbengong. Melihat rumah mewahnya yang kini di hias sedemikian indah. Layaknya acara besar.


Sebenarnya bukan hanya ia saja, yang terbengong, melainkan seluruh tamu undangan. Apalagi ketika melihat design bagian dalamnya, mereka semakin takjub.


Dalam segala hal, besannya ini memang selalu menjadi yang terdepan.


"Langsung masuk saja ibu." ucap salah satu security yang sudah hafal dengan wajah bu Rohmah. Dan itu cukup membuatnya kaget.


"I_iya pak, terima kasih." balas bu Rohmah.


Setelah merapikan penampilannya, ia melenggang menghampiri Laura sekeluarga yang berdiri menyambut tamu.


"Assalamu'alaikum." sapa Bu Rohmah sambil tersenyum.


"Wa'alaikumussalam." ucap mereka kompak. Mereka pun saling berjabat tangan dan berpelukan.

__ADS_1


"Ibu, akhirnya datang juga." ucap Reyhan dan Laura bersamaan.


Keduanya memang sangat kangen, terlebih lagi Laura. Karena sudah lama tidak tinggal di sana. Sekaligus juga tidak bisa merasakan masakan ibu mertuanya.


Kebetulan yang pas sekali, bu Rohmah memakai set gamis warna moccha, yang senada dengan warna baju yang di pakai keluarga Laura, termasuk king Salman.


Bayi cubby itu terlihat menggemaskan sekali, karena selalu tersenyum. Ia duduk di atas stroller sambil bermain mobil-mobilan mini.


Siapapun yang memandangnya pasti akan takjub, dan berlomba-lomba untuk menggendong, mencium dan mencubit pipinya. Bu Rohmah mengangkat nya tinggi, meluapkan rasa rindu yang membuncah. Sehingga membuat bayi itu semakin terkekeh, dan memperlihatkan deretan gigi susunya.


Alhasil, beberapa asisten rumah tangga menambah jumlah mejanya. Tak berselang lama, meja itupun juga kembali penuh dengan kado. Entah apa isi tumpukan kado yang beraneka macam bentuknya itu. Para tamu undangan yang melihat sampai geleng-geleng kepala sendiri. Dan banyak diantara mereka yang penasaran dengan apa saja isinya.


Tak berselang lama, acara akan segera di mulai. Seorang mc pun mulai membacakan susunan acara. Setelahnya, acara siap di mulai.


Para hadirin, yang terdiri dari semua golongan itu, tampak mengikuti acara dengan antusias. Bahkan tak henti-hentinya gelak tawa terdengar memenuhi setiap sudut rumah mewah itu.

__ADS_1


Karena begitu menikmati suguhan acara yang lain dari biasanya. Hingga akhirnya tak terasa, sudah di penghujung acara. Satu persatu para tamu undangan bersalaman dan berpamitan pulang. Gift yang sudah dipersiapkan, dibagikan pada mereka satu-persatu.


Mereka meninggalkan kediaman pak Atmaja, dengan penuh rasa takjub yang tak bisa dilukiskan.


"Ibu pamit pulang dulu ya." pamit Bu Rohmah, setelah acara selesai.


"Yah, kok langsung pulang sih bu." Laura tampak mengerucutkan bibirnya.


"Non, ibu mau ke rumah Anisa dulu. Cucu ibu kan lahirnya bersamaan. Kalau saja ibu bisa di belah seperti amoeba, pasti ibu akan membelah diri jadi 2, biar ngga pusing harus menghadiri acara siapa dulu." tutur Bu Rohmah dengan polosnya. Sehingga membuat mereka tertawa.


"Saya paham juga kok bu. Ya sudah, hati-hati ya. Kalau mau kesini, telepon dulu. Nanti biar di jemput sopir."


"Iya Bu, terima kasih tawarannya." keduanya berpelukan cukup lama.


Bu Rohmah, melajukan motornya menuju kediaman Anisa, seorang diri.

__ADS_1


'Andaikan bapak masih ada, pasti senang sekali melihat semua ini. Punya cucu yang tampan dan cantik. Besan dan menantu yang baik. Ah bapak, semoga engkau tenang disisi-Nya. Walaupun tidak bisa menyaksikan langsung, semoga kamu bisa menyaksikan dari atas.' tanpa terasa ia meneteskan air mata saat perjalanan.


__ADS_2