Juragan Muda

Juragan Muda
116. Makan siang dengan karyawan


__ADS_3

"Sejak tadi aku menangis sesenggukan kenapa kamu tidak menenangkan ku!" maki Laura lagi sambil mendongakkan kepalanya ke arah Reyhan. Dan kembali ia terkejut dengan pertanyaan Laura yang konyol itu.


'Kenapa patah hati bisa membuat wanita sesetress ini? Tadi aku di tampar, sekarang aku di suruh menenangkannya. Kenapa dia benar benar membuat ku gila?' batin Reyhan. Sedangkan matanya masih menatap Laura.


"Kenapa kamu malah menatap ku seperti itu? Apa aku terlihat buruk di mata mu?" tanya Laura lagi sambil merapikan rambutnya.


Tanpa sadar, tangan Reyhan bergerak membantu mengelap sisa air mata di pipi Laura. Laura membiarkan tangan kekar milik Reyhan menyentuh pipi mulusnya, dan menatap Reyhan dalam dalam.


"Kenapa kamu selalu baik sama aku?" kali ini nada bicara Laura berubah menjadi halus.


'Nah kan, dia berubah lagi. Jadi lebih halus. Kenapa ngga dari tadi dia bersikap halus? Justru malah menampar ku yang membuat aku malu sama seluruh karyawan ku.' batin Reyhan, ia menghentikan aktivitas mengelap pipi Laura dan menatapnya dalam.


"Jawabannya masih sama seperti yang dulu. Aku tetap baik sama semua orang. Meskipun orang itu tidak pernah baik sama aku." ucap Reyhan sambil kembali mengelap pipi Laura.


"Nah, sudah cantik lagi." ucap Reyhan ketika melihat Laura sudah kembali rapi.


"Kalau Miss Laura butuh teman untuk bercerita, aku mau jadi pendengar setia. Asal.... jangan di tampar seperti tadi. Sakit tahu." ucap Reyhan sambil kembali mengelus pipinya yang masih sedikit memerah.


"Maafkan aku, tadi aku masih terbawa emosi." Akhirnya Laura menceritakan seluruh kejadian yang di lihatnya tadi.


Reyhan terbengong mendengar penuturan Laura, tidak menyangka jika akhirnya kedok Choki terbuka juga. Dalam hati ia bersyukur Laura mengetahui hal itu, walaupun terlambat.


Setelah menceritakan semuanya pada Reyhan, hatinya merasa sangat lega. Ia menoleh ke arah Reyhan yang justru sedang menatap nya intens.


"Apa pipi mu masih terasa sakit?" tanya Laura, tangannya mengelus pipi Reyhan yang memerah itu. Kali ini Reyhan begitu menikmati sentuhan Laura yang terlihat tulus itu.


"Sudah ketemu obatnya, jadi tidak sakit lagi." celetuk Reyhan sambil meringis tiba-tiba. Yang membuat Laura menghentikan aktivitas mengelus, dan justru mencubit pipi Reyhan dengan gemas karena berani menggodanya.


"Arghhh.... sakit." pekik Reyhan.


"Aku pengen jalan-jalan lagi, kamu mau menemani ku?" tanya Reyhan yang mulai bangkit berdiri tapi badannya sedikit oleng. Reyhan segera membantu menegakkan badan Laura dari belakang.

__ADS_1


"Ini sudah jam makan siang, kita makan siang dulu yuk." tawar Reyhan.


"Bareng dengan karyawan mu?" Reyhan pun mengangguk.


"Mereka baik. Tapi mungkin tak selevel dengan Miss Laura." Reyhan menatap sendu wajah Laura.


"Kamu selalu menuduh buruk ke aku. Aku mau kok makan bareng karyawan mu. Ayo kasih tahu tempat nya." ajak Laura sambil tersenyum.


Reyhan bernafas lega mendengar Laura berkata seperti itu, raut wajahnya juga terlihat berubah, tidak sejutek tadi. Keduanya berjalan bersama memanggil karyawan untuk makan siang di rumah makan pesisir pantai yang sudah di booking sebelumnya.


Setelah membersihkan diri, mereka segera menunaikan sholat berjama'ah dengan Reyhan sebagai imamnya. Laura selalu tersentuh dengan bacaan sholat Reyhan.


Setelah sholat, barulah mereka masuk ke rumah makan yang ada di samping masjid. Aneka menu makanan yang masih hangat dan menggugah selera tersusun rapi di atas meja prasmanan.


Mereka mulai antri untuk mengambil menu makanan dan kemudian duduk di meja meja lesehan yang sudah di sediakan.


Setelah mengambil makanan, Reyhan berjalan menuju meja yang berada di tengah-tengah dan tepat menghadap pantai. Laura pun berjalan mengikutinya dan duduk di samping Reyhan. Ia benar-benar tak ingin jauh dari Reyhan. Ia takut akan nyasar ke tempat yang lebih jauh lagi. Ibu, Bima dan Bayu juga duduk bersama mereka.


"Kenapa Miss Laura pukul kak Reyhan, memang nya kakak ku salah apa? Dia itu sangat baik dan sayang sama semua orang lho." celetuk Bima pada Laura.


"Oh, ngga apa-apa kok. Miss Laura cuma pengen ikut piknik, tapi kakak lupa ngajak. Maaf ya." jelas Reyhan ke Bima lalu pandangannya beralih ke Laura sambil mengedipkan mata.


"Iya Bim, kakak minta maaf ya." ujar Laura sambil tersenyum.


"Iya Miss, jangan suka nakalin kak Reyhan, kan kasian. Kak Reyhan sudah kerja keras supaya aku bisa tetap sekolah. Kalau kak Reyhan sakit, siapa yang mau bayar spp ku nanti." balas Bima lagi.


Laura terbengong mendengar penjelasannya, lalu kembali menatap Reyhan, karena bingung mau menjawab apa.


"Kak Reyhan itu kan sering olahraga jadi jarang sakit Bim. Ayo, di makan dulu, keburu dingin." sahut Reyhan. Sengaja ia berkata seperti itu, agar tidak lagi bertanya yang aneh-aneh pada Laura.


Reyhan tidak menyadari jika tengah menjadi pusat perhatian oleh seluruh karyawannya, karena kedekatannya dengan Laura. Beberapa dari karyawan itu juga mengabadikan momen kebersamaan mereka dengan kamera ponsel masing-masing. Reyhan sekeluarga terlihat semakin asyik bersenda gurau sambil menghabiskan makanannya.

__ADS_1


"Sepertinya ini hubungan mereka tidak main-main. Pasti deh bos kita akan segera sold out dari daftar jomblo." celetuk salah satu karyawan tanpa di ketahui Reyhan.


Setelah makanan mereka habis dan jam menunjukkan pukul 1 siang, Reyhan segera mengambil alih acara. Ia mulai berdiri dan mengisi acara siang itu.


Tidak banyak kata yang ia sampaikan, selain ucapan terima kasih atas kesolidan rekan kerjanya sehingga pelan-pelan usahanya mengalami peningkatan yang signifikan.


Setelah itu, barulah ia melakukan pengundian nomor yang berhak mendapatkan door prize. Acara itu berlangsung sangat seru, karena ternyata seluruh karyawannya mendapatkan door prize. Semua merasa sangat senang dan puas bisa piknik dengan bos yang baik dan tidak pelit seperti Reyhan.


Sementara itu, Laura terus menatap dengan takjub ke arah Reyhan, dari ia membawakan acara sampai selesai.


'Sepertinya perkataan mu memang benar. Kamu baik kepada siapa saja. Dan aku terlalu ge-er. It's okay.' Laura tersenyum hangat menatap Reyhan.


Setelah acara selesai, mereka segera bersiap siap menuju pantai selanjutnya. Semua sedang bersiap siap sebelum bus melaju.


"Reyhan, kamu mau ikut mereka naik bus?"


"Em... Miss Laura maunya aku naik apa? Asal jangan nyuruh aku jalan kaki saja, naik apapun aku pasti mau." dengan terkekeh Reyhan menjawab pertanyaan itu.


"Sebenarnya aku juga ingin ngerasain naik bus bareng kamu, tapi gimana dengan mobil ku?"


Di saat itulah Reyhan sedikit bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Akhirnya ia menyuruh Laura menunggu sebentar di luar, dan ia segera naik bus. Tak lama kemudian, Reyhan sudah turun dari bus di ikuti oleh keluarga nya.


"Yey, asyik bisa naik mobil mewah Miss Laura." seru Bima yang membuat mereka tersenyum. Sedangkan Laura sedikit mengernyitkan dahi tak paham dengan maksud Bima.


"Ayo, katanya mau naik bus?" ajak Reyhan pada Laura.


"Mereka?"


"Mereka ingin mencoba naik mobil miss Laura. Kasih saja kuncinya ke Bayu." Dengan tersenyum Laura menyerahkan kunci mobilnya pada Bayu.


"Kamu sengaja ya usir mereka agar aku bisa naik bus." bisik Laura sambil mencubit pinggang Reyhan. Ketika mereka sudah duduk di bagian depan bus.

__ADS_1


Hai kak dukung terus mas Reyhan sampai menemukan cinta sejatinya ya dengan tekan like hadiah vote dan favorit ❤️❤️


Terimakasih semoga selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeki yang berlimpah 😘😘


__ADS_2