
Sudah beberapa bulan Bayu menjalankan usahanya. Biasanya dulu ia sangat berharap jika tanggal muda segera datang. Sama seperti orang pada umumnya, karena dihari itu adalah waktunya gajian.
Tapi beda dengan sekarang, dimana ia tak mengharapkan tanggal muda. Karena tanggal muda adalah waktunya untuk memberi gaji ke Tiwi dan mengangsur hutang ke ibu dan Reyhan. Dia pun hanya bisa gigit jari, terpaksa harus lebih berhemat dengan semua pengeluaran yang ada.
"Sayang ini gajimu bulan ini ya." kata Bayu sambil menggeser amplop coklat ke arah Tiwi.
"Makasih sayang." balas Tiwi lalu segera membuka amplop dan mengeluarkan isinya.
"Kok cuma segini sayang." protes Tiwi karena tak sesuai dengan apa yang diharapkan selama ini.
"Kamu kan tahu sayang, kalau aku ini baru buka usaha. Modalnya dari ibu dan kakakku, tentu aku harus mengembalikan uang yang aku pinjam dong."
"Mereka kan keluargamu, masak harus itung-itungan sih?"
"Karena merekalah aku bisa seperti ini. Namanya juga hutang ya wajib di bayar."
"Tapi, penghasilan dari counter menurut ku juga lumayan besar."
"Iya, tapi uangnya kan juga harus di putar untuk modal lagi, untuk gajimu, mengangsur hutang dan biaya perawatan motor."
"Okay lah ngga apa-apa, tapi bulan depan janji naikin gajiku ya."
"Iya, yang penting bantuin aku terus mengembangkan counter ini. Aku ingin bisa seperti kakakku."
"Kenapa kamu ngga coba belanja sendiri ke supplier nya langsung? Biar labanya semakin banyak."
"Aku kurang tahu dimana kak Reyhan belanja."
"Kamu kan bisa tanya sama mas Reyhan langsung sayang."
"Itu kan rahasia perusahaan, tentu ngga boleh dong kalo aku tanya."
"Tapi, dia kan saudaramu, bukan orang lain. Pasti dikasih tahu."
Sejenak Bayu berpikir, membenarkan apa kata Tiwi. Tapi, untuk bertanya ke kakaknya tentu akan merasa malu dan sungkan, karena selama ini Reyhan sudah banyak membantu.
"Mas Bayu...." ucap Tiwi sedikit mendayu yang membuat Bayu tersadar dari lamunannya.
"I_iya sayang, nanti pasti aku coba saranmu."
"Nah, gitu dong." Tiwi tersenyum manis sambil menatap Bayu.
__ADS_1
Drett... Drett... Drett
Handphone Tiwi bergetar, lalu segera melihat siapa yang menghubunginya.
"Dinda? Kirim video apa ini?" gumam Tiwi yang penasaran.
"Ada apa sayang?" tanya Bayu penasaran, karena melihat perubahan mimik wajah Tiwi, dia segera melongo ke handphone pacarnya.
"Lhoh, itu kan kak Reyhan. Sama siapa itu kok cantik sekali." ceplos Bayu.
Ehem.....
Sengaja Tiwi berdehem sedikit keras karena Bayu memuji wanita lain didepannya.
Bayu yang tersadar dari kesalahannya segera meminta maaf ke Tiwi agar tidak cemburu.
Bayu menyadari kalau semakin kesini Tiwi semakin posesif dan terlalu banyak mengatur, hingga dia tak bisa berbuat bebas. Tapi demi Tiwi, dia rela melakukan apa saja.
"Kenapa perempuan ini seperti mendekati mas Reyhan ya mas?" Tanya Tiwi. Bayu pun mengedikkan bahu pertanda ia juga tak tahu.
"Apa mungkin....... dia ingin jadi pacar kakakmu, secara mas Reyhan kan sekarang udah kaya."
"Bisa jadi, tapi mereka pasangan yang serasi juga kalo menurutku. Seperti kita juga pasangan yang serasi." jawab Bayu sambil merangkul Tiwi agar tersanjung.
Tak berapa lama akhirnya yang ditunggu datang juga. Seperti biasa, Reyhan menenteng plastik berisi 1 box pizza ukuran jumbo.
"Assalamu'alaikum." sapa Reyhan sambil meletakkan satu box pizza itu di hadapan Bima dan ibu yang sedang menonton TV.
"Wow...... aromanya wangiiii banget, pasti rasanya enak." celoteh Bima. Lalu ia segera duduk dan membuka box itu.
"Ayo buruan dihabiskan, kalo enak besok aku beliin lagi." tawar Reyhan sambil berlalu masuk kamar, setelah itu keluar menuju kamar mandi untuk bersih-bersih juga.
Setelah Reyhan selesai, dan ikut duduk bersama mereka, barulah Bayu menyampaikan niatnya.
"Eh kak, boleh ngga aku tanya hal penting."
Reyhan pun mengangguk sambil mencicipi sepotong pizza.
"Dimana sih kakak biasa ambil stok barang, aku pengen juga dong ikut, biar bisa dapet murah."
"Eh kak, kalo seperti itu ya ngga boleh dong, itu kan namanya tanya rahasia perusahaan. Masa rahasia perusahaan dibocorkan, bisa rugi yang punya perusahaan." Bima mengeluarkan uneg-uneg nya yang membuat Bayu tampak salah tingkah.
__ADS_1
"Tapi kan kita saudara jadi ngga papa dong, kalo mau tanya tanya sekedar sharing." kilah Bayu.
"Harusnya kak Bayu lebih gigih berjuang, seperti kak Reyhan agar bisa sukses sepertinya."
"Huh dasar!" Seketika Bayu merasa tersinggung dan marah dengan ucapan adik kecilnya itu, lalu segera masuk kamar dan membanting pintunya dengan keras.
JEDDEEER.....
Semua tersentak kaget, karena tak biasanya Bayu bersikap seperti itu.
"Bim, sepertinya kakakmu lagi ada masalah. Kamu jangan gangguin dia dulu." perintah ibu, lalu Bima pun mengangguk.
"Kenapa dia Rey?" ibu balik bertanya ke Reyhan.
"Aku juga ngga tau bu, perasaan selama ini kita baik baik aja, ngga pernah ada cekcok sama sekali. Ya sudah, ngga usah terlalu dipikirin bu, kapan hari kalo longgar Reyhan coba tanya ke Bayu. Oh ya bu, Reyhan mohon doanya ya, beberapa hari ini Reyhan sedikit sibuk karena mengurus beberapa keperluan untuk buka cabang."
"APA!" ucap ibu dan Bima yang terkejut.
"Kakak mau buka cabang lagi?"
"Kamu serius Rey?"
"Iya aku serius. 2 tempat in shaa Allah. 1 di depan pasar Baru dan 1 lagi di depan rumah sakit Cipto. Awalnya aku juga ngga kepikiran bu mau buka cabang, tapi tak sengaja aku ngelewatin 2 tempat itu, dan melihat tempatnya yang cukup strategis akhirnya aku iseng tanya-tanya sama penghuni kios sana, harganya masih terbilang murah yang akhirnya membuatku tertarik bu buat buka cabang. Tiap ada waktu luang, sengaja aku kesana untuk mendisplay barang."
"Ya Allah, ibu doakan semoga usahamu kian sukses ya nak. Bapak pasti bangga melihat mu bisa seperti ini." ucap bu Rohmah dengan suara bergetar menahan sesak di dada karena menahan tangis haru, dan seketika langsung memeluk Reyhan.
Bima yang melihat itu juga ikut menghambur dan memeluk keduanya sambil ikut menangis. Beda halnya dengan Bayu yang sejak mendengar ucapan Bima yang menyinggung nya tadi tidak keluar kamar, mungkin sudah tertidur dengan perasaannya yang bercampur aduk.
"Beberapa hari ini aku juga sudah interview calon karyawan bu. Di counterku tidak hanya melayani pembelian pulsa, handphone, accesoris dan bayar tagihan listrik saja. Tapi sekarang tarik tunai untuk pengambilan gaji, bayar bpjs, servis handphone juga tersedia dan masih banyak layanan lainnya bu. Jadi mulai sekarang ibu ngga perlu jauh-jauh dan antri untuk ambil uang gaji."
"Wah banyak sekali Rey pelayanannya. Oh ya, ibu juga bakal bilang ke teman-teman ibu sama tetangga dekat kalo bisa ambil gaji di counter mu. Ibu bantuin kamu promosi pokoknya." ucap Bu Rohmah yang terlihat sangat bahagia, Bima pun juga akan melakukan hal yang sama untuk membantu promosi counter kakaknya.
"Terimakasih bu jangan lupa doain untuk Bayu juga. Dan, Bima, kamu harus tanggung jawab sudah buat Bayu marah."
"Lhoh, kok aku!"
Berteman yuk kak di FB.
FB: Nurul khanifah
Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca, terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗