
DEG!
'Dia lagi?' batin Laura ketika melihat nomor Sinta kembali menghubungi Reyhan, lalu Reyhan mematikan telepon itu.
"Kenapa ditolak?" tanya Laura yang sedikit bermuka masam. Entah kenapa dirinya merasa sebal karena Reyhan mendapat panggilan telepon dari perempuan itu.
"Tidak apa-apa, bukan masalah yang serius kok. Ayo dilanjutkan lagi makannya." ajak Reyhan tersenyum ramah.
"Ini cocok sekali buatmu, bisa menurunkan tensi darah mu, karena kamu sering marah-marah." ucap Reyhan lalu menuang irisan timun yang banyak ke piring Laura.
Laura pun membulatkan mata melihat kelakuan Reyhan.
"Kenapa kamu tega, kalau mau ngasih harusnya yang enak dong." Laura mengerucutkan bibirnya.
"Terkadang sesuatu yang enak itu ngga baik buat kesehatan lho. Ya seperti pacaran itu, keliatannya enak kesana kesini ada yang menemani, tapi itu dosa dan bisa mengundang murkanya Allah."
"Apa itu berarti, kamu tidak memiliki pacar?" tanya Laura ragu. Reyhan langsung mengangguk.
"Terus itu tadi siapa, Sinta?"
"Panjang ceritanya. Dan aku ngga mau membahasnya lagi karena itu sebuah aib."
"Tapi aku ingin kamu bercerita."
"Ngga mau."
"Harus!" paksa Laura sambil menatap tajam kearah Reyhan.
"Kenapa kamu terus memaksa?"
"Karena... aku... aku" Laura bingung dengan perasaannya saat ini.
Akhirnya mereka saling diam tanpa kata sambil melanjutkan makan. Setelah habis, Reyhan segera mengajak Laura pulang karena hari sudah malam.
Kembali Laura menggandeng tangan Reyhan ketika menyebrang jalan. Sebenarnya Reyhan juga tidak suka Laura melakukan itu, tapi melihat muka Laura yang tampak panik melihat jalan raya yang padat oleh kendaraan yang lewat, dengan berat hati Reyhan merelakan tangannya kembali dipegang erat. Dan entah kenapa keduanya merasakan detak jantung yang kian berdetak cepat.
"Sudah sampai Miss laura." ucap Reyhan ketika mereka sudah sampai di pelataran hotel dekat mobil Laura terparkir.
"Hati hati ya bawa mobilnya." pesan Reyhan.
"Iya, kamu juga hati hati. Mobilmu mana?"
"Belum selesai diservis, tadi kesini bareng temanku."
"Okay, itu artinya kamu jadi supir ku malam ini. Karena kebetulan sekali aku sudah mengantuk." kata Laura sambil menyerahkan kunci mobilnya.
'APA! Jadi supir nya? Tidak, aku sudah capek berada didekatnya. Aku tak ingin terus berdekatan dengannya. Ya Allah, dia belum halal untukku.' batin Reyhan.
__ADS_1
"Ayo buruan!" seperti biasa Laura akan menarik tangan Reyhan dan menyeretnya masuk ke mobil.
"Miss Laura, bisa kah kamu jangan terlalu sering menarik tanganku. Kita belum halal, aku takut menanggung dosa." ucap Reyhan serius menatap Laura sebelum masuk ke mobil.
Laura tidak menjawab dan hanya diam mematung mendengar penuturan Reyhan. Entah kenapa hatinya merasa sedih kala Reyhan berkata seperti itu.
Teringat akan kemesraannya dengan Choki. Dimanapun berada pasti salah satu dari mereka akan mengingatkan untuk bergandengan tangan. Jika Reyhan berkata bergandengan tangan saja adalah sebuah dosa. Berarti dia telah lama berbuat dosa dengan Choki.
"Aku minta maaf ya jika perkataan ku melukai hati Miss Laura. Sekarang silahkan masuk mobil. Aku akan jadi sopir mu sekarang." ucap Reyhan yang merasa tidak enak. Bergegas Reyhan membukakan pintu mobil untuk Laura.
"Tidurlah jika memang sudah mengantuk sekali. Jangan khawatir, aku tak kan mengganggu mu." ucap Reyhan terdengar tulus yang membuat Laura semakin tersentuh.
Laura tersenyum manis sambil membenarkan letak duduknya sebelum tidur. Mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang, agar tidak menggangu kenyamanan Laura yang sudah pulas tertidur.
'Astaghfirullah, kenapa dia selalu berpakaian seperti itu?' batin Reyhan karena melihat Laura mengenakan dress di atas lutut warna kuning cerah. Paha mulusnya sangat jelas terlihat.
Reyhan pun segera menepikan mobilnya, lalu mengeluarkan sarung miliknya dan menutupi kemolekan tubuh Laura.
"Dibalik segala keangkuhan mu, aku yakin engkau adalah wanita yang baik. Semoga dimasa depan kamu bisa jadi istri yang Sholihah untuk suamimu kelak." gumam Reyhan mendoakan Laura dengan tulus. Lalu kembali ia melajukan mobilnya.
Dan, tanpa Reyhan tahu, sebenarnya Laura tidak tidur. Dia mendengarkan doa Reyhan yang membuat hatinya semakin terharu dan nyaman berada di sisi Reyhan. Sebuah rasa nyaman yang tidak pernah ia temui selama ini.
'Begitu buruk kelakuan ku selama ini padamu, tapi kamu justru membalasnya dengan begitu banyak kebaikan. Maafkan aku Reyhan yang belum bisa mengucapkan kata maaf kepadamu dengan tulus.' batin Laura.
Reyhan segera membunyikan klakson ketika sudah sampai di depan rumah Laura. Setelah beberapa kali klakson, akhirnya dengan tergopoh-gopoh satpam membukakan pintu gerbang.
Mobil kembali melaju dan berhenti di depan teras. Setelah menekan bel beberapa kali, akhirnya pak Atmaja keluar dengan istrinya.
Melihat pak Atmaja dan bu Ani yang sudah bermuka tegang, akhirnya Reyhan segera menceritakan apa yang terjadi agar tidak timbul salah paham.
Bergegas bu Ani mendekati Laura yang masih tidur di dalam mobil lalu segera membangunkannya, tapi Laura terlihat tidur pulas. Bu Ani mendekati suaminya untuk membangunkan Laura. Tapi Laura masih saja terlihat pulas.
"Papa gendong saja dia." bu Ani memberi saran.
"Papa mana kuat." sengaja pak Atmaja berkilah.
"Badan saja yang digedein, ototnya? kaya cacing mlungker." semprot bu Ani. Lalu pak Atmaja membalas tatapan istrinya seakan-akan memberi kode agar Reyhan saja yang menggendong.
"Kamu saja yang menggendong Laura nak Reyhan." kata pasangan suami-istri itu kompak.
"APA!" Reyhan membulatkan mata tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya itu.
"Papa takut sakit pinggang nya kambuh." kata pak Atmaja menghiba.
Huft....
Reyhan menghembuskan nafas kasar.
__ADS_1
'Kenapa harus bersentuhan dengannya lagi.' batin Reyhan.
"Miss, Miss Laura, bangun, kita sudah sampai rumah." kata Reyhan tapi Laura tetap diam tak bergeming.
Setelah tidak ada hasil, akhirnya dengan berat hati Reyhan menggendong Laura sampai kamar nya lantai atas.
Bugh....
Reyhan menjatuhkan tubuh Laura di tempat tidurnya yang empuk, dengan nafas yang terengah-engah. Lalu duduk ditepi ranjang tempat tidur sekedar untuk mengatur nafas.
'Ih tega sekali dia menjatuhkan aku dengan keras.' batin Laura.
Setelah merasa lebih baik akhirnya Reyhan berdiri hendak keluar.
Seketika pandangannya beralih ke Laura yang tiba-tiba menggeliat dan dress bawahnya semakin tersingkap naik. Reyhan langsung menutup mata dengan kedua tangannya takut keimanannya goyah.
Laura sedikit memicingkan mata untuk melihat reaksi Reyhan. Dan seketika menahan tawa melihat Reyhan yang masih menutup mata.
'Astaga kenapa kamu setakut itu denganku?' batin Laura.
Sambil menyipitkan mata, Reyhan menarik selimut untuk menutupi tubuh Laura sampai dada.
"Cukup sudah Miss Laura membuatku senam jantung dengan segala kejadian hari ini, tidur yang nyenyak agar kecantikan mu tetap terjaga sepanjang masa." bisik Reyhan didekat wajah Laura, dan seketika Laura langsung membelalakkan mata menatap Reyhan.
"Astaghfirullah?" pekik Reyhan sambil memegang dadanya melihat reaksi Laura yang tak terduga. Tubuhnya seketika ambruk di ranjang.
"Kamu kenapa ada disini! Kamu mau menodaiku ya!" Laura menatap Reyhan seperti mengintimidasi.
"A_aku... mengantarkan Miss Laura sampai kamar, karena tadi tertidur didalam mobil." jawab Reyhan dengan penuh kepanikan.
"Kamu harus tanggung jawab kalau terjadi apa-apa denganku!" ancam Laura dengan berbisik di telinga Reyhan yang membuat bulu kuduk Reyhan berdiri.
Seketika Reyhan lari terbirit-birit keluar dari kamar Laura.
'Kabur.....'
Author akan beri sebuah hadiah bagi kakak kakak yang selalu mendukung karya outhor Juragan Muda.
Yang belum mampir ditunggu mampir nya.
Yang sudah mampir tetap setia sama mas Reyhan Juragan Muda ya.
Hadiah berupa pulsa 50rb untuk juara pertama yang memberi dukungan terbanyak.
hadiah berupa pulsa 25rb untuk pemberi dukungan kedua terbanyak.
Hadiah akan diumumkan setelah novel ini tamat.
__ADS_1
Dan untuk kapan tamatnya, author juga belum bisa memastikan. Bisa jadi sebentar lagiðŸ¤ðŸ¤
Jadi untuk kakak readers semua, ayo dukung terus karya author dengan meningkatkan memberi hadiah dan vote. Pastikan kalian membaca dulu sebelum menekan like nya ya. Jangan asal spam like😉😉