Juragan Muda

Juragan Muda
139. Akad nikah Bayu dan Anisa


__ADS_3

Tanpa terasa hari pernikahan Anisa dan Bayu tinggal sehari. Kesibukan semakin nampak jelas terlihat di rumah kedua keluarga calon mempelai.


Di rumah Bayu, ibu-ibu tengah berkumpul untuk memasak beberapa makanan yang akan di bawa ke rumah Anisa besok. Sedang kan Bayu, ia tengah berada di kamar. Semalaman ia tak bisa tidur, barulah setelah sholat subuh bisa tidur lagi.


Dan di rumah Anisa, tampak lebih sibuk lagi. Semua warga baik laki-laki maupun perempuan sudah berkumpul.


Sejak subuh tadi, ibu ibu mulai memasak untuk jamuan tamu yang rencananya hadir sebelum hari pernikahan.


Sedangkan laki-laki mendekor depan rumah Anisa. Kursi dan meja di tata dengan rapi.


Keluarga Anisa dan para among tamu sekitar jam 9 sudah duduk di depan untuk menyambut para tamu undangan.


Musik yang di putar cukup keras menambah kesan semarak dalam pernikahan yang menggunakan adat Jawa itu.


Para tamu undangan datang silih berganti hingga sore menjelang. Baik dari rekan orang tua Anisa, atau pun rekan dari Anisa sendiri. Yang masih ada sangkut pautnya dengan keluarga tetangga pun juga ikut hadir. Dalam rangka menjalin silaturahim.


Walaupun begitu, Anisa dan keluarganya tak lupa untuk tetap mengerjakan sholat.


Malam tiba, acara midodareni di gelar. Pada malam itu biasanya pemudi berkumpul untuk menemani calon pengantin. Sedangkan para pemuda menyuguhkan makanan untuk tamu.


Pada malam midodareni, calon mempelai pria sekeluarga dan tetangga juga datang ke rumah calon mempelai wanita untuk mengenal lebih dekat, di sertai rangkaian acara tertentu.


Setelah acara midodareni selesai, rombongan keluarga pulang, sementara Bayu tetap berada di rumah Anisa. Walaupun begitu, mereka tidur terpisah, karena ijab qobul di laksanakan besok paginya.


Di kamar yang berbeda, keduanya merasakan hal yang sama. Deg-degan serta gelisah yang luar biasa.


Setelah mengucap akad, maka Bayu akan resmi menjadi seorang kepala keluarga. Menjadi seorang pemimpin bagi seorang wanita bercadar yang pasti ilmunya lebih mumpuni dari pada dirinya. Dan sampai sekarang Bayu masih merasa belum percaya diri. Kenapa dulu bisa senekad itu menggantikan kakaknya.


Sedangkan Anisa, ia juga tampak gelisah. Ia teringat, hanya mendengar suara Bayu yang lantang dalam melamar nya, langsung membuat hatinya tak kuasa menolak.


Dan, besok adalah hari pelaksanaan ijab qobul. Setelah para saksi mengucap kata sah, maka resmi lah ia menyandang gelar status sebagai seorang istri.

__ADS_1


Harus tunduk patuh pada perintah suami, selama tidak dalam kemaksiatan.


Belum pernah sekalipun ia berbicara dengan Bayu. Membuat ia sedikit grogi menghadapi hari esok. Padahal sebelumnya ia sudah berulang kali membaca buku referensi tentang cara menjadi istri yang baik, tapi rasanya seluruh ilmu itu mendadak hilang dari ingatannya.


Untuk mengusir segala perasaan gelisah itu, keduanya memutuskan untuk melaksanakan sholat tahajud. Bergegas keduanya keluar dari kamar masing-masing.


Anisa mengambil cadarnya dan memakainya lalu segera berjalan menuju kamar mandi. Tak berselang lama, Bayu juga keluar dari kamar dan bergegas menuju kamar mandi untuk pipis dulu.


Merasa kamar mandi sedang di pakai, Bayu bersandar pada dinding sambil menunggu pintu kamar mandi terbuka.


Sedangkan Anisa, karena cadarnya jatuh dan basah, maka ia keluar tanpa memakai cadar.


Keduanya sama-sama terkejut, dunia seakan berhenti berputar, kala pandangan mereka bersirobok.


Bayu membulatkan mata, mulutnya menganga ketika untuk pertama kalinya melihat wajah Anisa yang begitu cantik. Jantungnya berdetak lebih kencang.


Anisa pun sama, ia tak menyangka jika akan di pertemukan dengan Bayu di tempat yang tak terduga. Seketika ia menunjukkan pandangannya karena merasa malu di tatap seperti itu oleh calon suaminya.


Melihat Anisa yang kemudian menundukkan kepalanya, membuat Bayu segera tersadar dari lamunannya.


"Oh, i_iya, silahkan." ucap Bayu gelagapan. Ia pun segera menggeser tubuhnya.


'Hah, aku tak percaya. Ternyata dia lebih cantik dari apa yang aku bayangkan.'


Anisa segera berjalan meninggalkan Bayu yang masih diam. Bayu masuk ke kamar mandi setelah bayangan Anisa tak lagi terlihat.


Sesampainya di kamar, Anisa langsung menutup pintu kamar nya. Ia mengusap wajahnya, mengusir bayangan kejadian yang baru saja terjadi. Melihat Bayu ternganga hanya dengan melihatnya membuat Anisa tersenyum geli. Bergegas ia melaksanakan sholat. Setelahnya ia pun segera tidur. Tapi terus membolak-balikkan badan karena tak bisa tidur.


Sedangkan Bayu, setelah melaksanakan sholat tahajud, ia membaringkan tubuhnya sambil membayangkan kejadian tadi. Kecantikan Anisa sungguh tak bisa di lupakan. Bahkan ia sampai memeluk dan mencium bantal berkali-kali seperti melihat Anisa. Sampai ia tak bisa tidur hingga pagi menjelang.


Bayu bergegas keluar kamar ketika sudah mendengar suara adzan. Ia mengambil air wudhu dan mengikuti pak Gofur ke masjid.

__ADS_1


Setelah dari masjid, ia bingung mau berbuat apa lagi. Sepanjang perjalanan ia hanya diam, hingga pak Gofur bertanya padanya.


"Kamu sering ke masjid nak?"


"Iya pak." sambil meringis Bayu menjawab. Sebenarnya ia lebih suka sholat di rumah, karena lebih cepat selesai. Tapi melihat pak Gofur bertanya seperti itu, rasanya ia harus lebih sering sholat di masjid, agar terlihat baik dan bisa merebut hati mertuanya.


"Pak, habis ini saya di suruh ngapain ya?" tanya Bayu ketika sudah sampai rumah Anisa.


Pak Gofur terkekeh kecil sebelum menjawab pertanyaan Bayu.


"Ya kamu sarapan saja dulu. Nanti jam 8 kemungkinan mua nya datang."


"Sepagi ini sarapan pak?"


"Ngga apa-apa, calon pengantin harus kuat. Nanti biar umi ambilkan makanan dan mengantarkan ke kamar mu. Habis itu kamu mandi."


"Oh iya pak, baik." Bayu mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya. Bayu hanya mondar mandir sejak tadi, hingga akhirnya pintu di ketuk oleh umi yang mengantarkan sarapan. Ia hanya meletakkan makanan nya di meja karena tak nafsu makan.


Jam 8 tepat, mua datang. Pengantin beserta keluarga nya mulai di rias. Bayu segera keluar kamar. Dia pikir akan kembali bertemu dengan Anisa yang sedang di make up, ternyata tempat mereka terpisah.


Sementara itu di luar, tamu sudah mulai berdatangan. Musik kembali mengalun merdu.


Setelah selesai, keduanya keluar bersamaan menuju depan rumah, di mana penghulu sudah menunggu untuk menikahkan mereka. Bayu terlihat menyunggingkan senyum, melihat Anisa yang pasti semakin bertambah cantik walaupun tertutup cadarnya.


Acara akad nikah pun di mulai. Setelah penghulu selesai memberikan pengarahan, ia menjabat tangan Bayu.


"Aku nikahkan engkau dengan puteri ku Anisa Rahmawati bin Gofur Fahrudin dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan senilai 10 juta di bayar tunai."


"Aku terima nikah dan kawin nya Anisa Rahma Wati Bim Gofur Fahrudin dengan seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan senilai 10 juta di bayar tunai." ucap Bayu lantang. Seketika Bayu langsung bernafas lega.


"Bagaimana mana saksi, sah?"

__ADS_1


"Sah." "Sah."


"Alhamdulillah."


__ADS_2