
Hari ini aku tengah mengikuti sebuah seminar penting tentang pengembangan bisnis. Siapa tahu aku bisa membuka cabang lagi. In shaa Allah jika Allah berkehendak.
Bukan aku terlalu mengejar dunia, bukan, bukan itu. Tujuanku terus mengembangkan usaha selain mendapatkan untung, juga membuka lapangan kerja untuk orang lain.
Aku teringat betapa susahnya perjuanganku dulu untuk mendapatkan pekerjaan. Dan aku tak akan pernah melupakan itu. Akan aku ceritakan kepada anak cucuku nanti betapa sebuah perjuangan untuk menjadi orang sukses itu tidaklah mudah.
Seorang muslim, harus kaya. Semakin kaya, semakin taqwa. Bukan semakin kaya semakin sombong. Na'udzubillah, jangan sampai aku seperti itu.
Dengan kekayaan yang dimiliki seorang muslim, diharapkan bisa menjadi modal utama untuk mengembangkan dakwah agama Islam itu sendiri. Tidak hanya sebatas menyebarkan ilmu, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, atau perilaku yang sopan saja.
Jika kita mampu untuk berbuat lebih, kenapa harus setengah setengah!
Sebuah kisah agung yang membekas di memori ingatanku.
Tentang sahabat nabi, Abu bakar Ash-Shiddiq yang rela mengeluarkan 100% harta kekayaannya untuk perjuangan umat Islam kala itu.
Sedikit pun tak ada ketakutan dihatinya akan kekurangan makan untuk dirinya dan keluarganya dihari esok, karena urusan rezeki sudah menjadi hak mutlak Allah.
Menyantuni anak anak yatim-piatu, para dhuafa, orang miskin di sekeliling kita, memberikan kebahagiaan untuk keluarga adalah segelintir kebaikan yang saat ini baru bisa aku lakukan.
Innaallaaha laa yuhliful mii'ad: Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janjinya.
Dan aku percaya sepenuhnya dengan janji Allah.
Jika kita membelanjakan harta dijalan Allah, maka Allah akan menggantinya lebih.
Dan, alhamdulillah semakin kesini, omset usaha ku terus mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, baru saja aku ditetapkan menjadi Juragan Muda yang sukses diumur ku yang belum genap 21 tahun. Karena omset ku yang berhasil menyalip omset para rekan kerjaku yang lebih awal memulai usahanya.
"Alhamdulillahi bini'mati ta'timushsholih." ucapku penuh rasa syukur.
Ditengah kehanyutan ku karena karunia yang luar biasa dari Allah ini, tiba-tiba handphone ku bergetar. Sengaja aku tak membuka karena acara belum selesai. Tapi lama-kelamaan aku risih juga menahan getar handphone yang berada dalam saku baju.
Aku pun segera merogoh, dan melihat siapa yang menelepon ku. Karena seluruh karyawan sudah aku kasih tahu jika aku ada acara penting dan tidak ingin diganggu.
''Astaghfirullah. Kenapa harus dia lagi." gumam ku sambil menutup mulut. Tak percaya jika wanita itu selalu saja mengganggu hidupku. Melihat yang baru saja menelpon adalah Miss Laura.
Bergegas aku menerima panggilan telepon nya dengan suara yang sedikit berbisik, takut didengar oleh rekanku.
"Kenapa kamu ngga segera mengangkat telepon ku setiap kali aku hubungi?" seperti biasa Miss Laura akan menyemprot ku dengan kasar. Padahal aku sudah mengucapkan salam terlebih dahulu.
Astaghfirullah, kenapa dia selalu menguji kesabaran ku. Kenapa juga tak aku blokir saja nomornya dari dulu. Agar tak merepotkan ku. Tapi, memblokir nomor orang lain, juga sama dengan memutus silaturahim.
Huh, ya sudah aku terima saja semua perlakuannya. Semoga bisa menghapus dosaku.
"Ada yang bisa saya bantu Miss?" sapa ku selembut mungkin. Karena menghadapi orang yang memiliki watak tempramental tidak boleh dengan cara yang sama, harus selembut mungkin, agar hatinya bisa merasakan kenyamanan.
__ADS_1
"Okay, dimana aku bisa menemuimu?" katanya masih dengan nada ketus.
"Saya ada di hotel bintang Miss." aku kembali menjawab dengan sopan.
"Tunggu sampai aku datang, jangan kemana-mana." katanya lalu langsung mematikan teleponnya.
Astaghfirullah, berasa sport jantung aku dibuatnya. Tapi, kenapa dia minta ketemu aku.
Apa dia....
"Hei, kenapa mukamu seperti itu?" salah satu rekan kerja ku menepuk bahu ku yang membuat aku terkejut.
"Ah ngga apa-apa kok mas. Maaf ya tadi sedikit berisik." ucapku sambil tersenyum malu. Aku pun kembali mendengarkan materi dengan fokus.
Akhirnya materi awal selesai juga. Peserta diijinkan untuk isoma terlebih dulu, sebelum materi selanjutnya yang akan dimulai ba'da Isya. Bergegas kami keluar meninggalkan ruangan.
Dari kejauhan nampak Miss Laura sudah menunggu ku dengan wajah yang cemberut.
Wahai diri, persiapkan hati dan pikiran mu menyaksikan singa betina yang akan mengamuk.
Akhirnya aku pun segera berjalan mendekati.
"Assalamu'alaikum." sapa ku selembut mungkin. Dan ia segera mendongakkan kepala ke arahku.
Seketika aku mengucapkan istighfar, mendengar tuduhannya yang tak masuk akal itu.
"Kenapa pikiranmu selalu buruk ke orang lain? Aku baru ada seminar tentang pengembangan bisnis. Ini jam istirahat, nanti ba'da isya dilanjutkan lagi acaranya. Memangnya ada perlu apa Miss mau ketemu saya." aku menjawab sambil berusaha menahan amarah di dada ini atas fitnahnya.
"Aku mau mengembalikan sarung yang dulu pernah kamu pinjamkan sewaktu pengajian. Nih." katanya sambil menyodorkan paper bag warna coklat.
Huh, aku kira mau bertemu aku karena ada sesuatu yang penting, karena berulangkali menelponku. Ternyata hanya ingin mengembalikan sarung. Aku saja sudah lupa dengan sarung itu, kenapa dia masih ingat.
Lhololhoh, bukannya itu pacar Laura. Kenapa check-in sama cewek lain? Apa mereka sudah putus? Atau dia selingkuh dibelakang Miss laura. Kalau seperti itu, kasian sekali Miss Laura. Eh, tapi apa urusannya dengan ku.
"Hei! aku bicara sama kamu. Kenapa diam, takut?" suara Miss Laura mengejutkan ku dan pandanganku segera beralih ke singa betina yang ada dihadapan ku saat ini, karena sejak tadi melihat pasangan muda mudi yang tengah dimabuk asmara.
"Oh, i_iya, ya sudah aku minta maaf ya sudah menyinggung perasaan Miss. Ini sudah masuk waktu Maghrib, yuk sholat bareng." ajakku mencoba mengalihkan pembicaraan.
Bergegas dia berdiri dan hendak melangkahkan kaki menuju pintu utama. Dengan sigap aku menarik tangannya menuju samping, karena tak ingin melihatnya bersedih melihat kelakuan pacar kesayangannya itu
"Don't touch me." bentaknya yang kesal lalu menepuk tanganku, tapi aku tak menghiraukannya. Biar lah dia melakukan kdrt kepadaku sesuka hatinya.
Ketika sudah sampai pelataran hotel aku segera melepaskan tangannya dan meminta maaf kepadanya karena sudah bersikap lancang.
Yah, bisa ditebak, dia hanya diam saja sambil mengerucutkan bibirnya. Kalau dia adikku sudah aku tarik bibirnya sejak tadi.
__ADS_1
"Kalau sudah tidak ada keperluan lagi aku pamit mau sholat Maghrib dulu ya, takut tertinggal sholat berjamaah." ucapku berpamitan.
"Kamu mau meninggalkan aku sendirian?" ketusnya.
'Lhoh, bukannya tadi dia berangkat kesini sendiri ya? Kok jadi aku yang terus disalahkan. Kenapa wanita seperti benang mbulet?' batinku melihat Miss Laura yang juga masih seperti tadi.
"Oh ya sudah, kalau begitu mari kita ke masjid untuk menunaikan sholat Maghrib berjamaah." kataku sambil tersenyum.
"Aku ngga bisa sholat."
"Oh mungkin lagi halangan ya, terus ini gimana enaknya?"
tanyaku lagi karena bingung sejak tadi menanggapi tingkahnya yang aneh bin ajaib itu.
"Terserah kamu saja." hanya itu kata yang keluar dari mulutnya.
"Ya sudah, kalau masih ada yang perlu di sampaikan, tunggu aku selesai sholat dulu ya. Sekarang ikut aku ke masjid gimana? Biar perasaan mu bisa sedikit lebih tenang." ucapku memberi nasehat dan semoga ia tak tersinggung.
Akhirnya ia mengangguk dan mengikuti langkah ku ke masjid yang terletak di seberang jalan.
DEG!
Kenapa dia menggandeng tanganku?
Berteman yuk kak di FB.
FB: Nurul khanifah
Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Tekan like, hadiah, vote dan favoritkan ya biar karya ini makin populer 🔥🔥
Terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗
Berteman yuk kak di FB.
FB: Nurul khanifah
Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Tekan like, hadiah, vote dan favoritkan ya biar karya ini makin populer 🔥🔥
Terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗
Tidak semua berkesempatan untuk mendapatkan give away lho yaa
__ADS_1