Juragan Muda

Juragan Muda
84. Berbaikan


__ADS_3

"Bisakah kalian akur seperti dulu lagi?" tanya bu Rohmah, dan air matanya kembali menetes.


"Bisa bu." Bayu dan Reyhan langsung serempak menjawab. Keduanya merasa sangat bersalah karena telah membuat ibunya menangis.


"Maafkan aku ya kalau sudah banyak buat kesalahan sama kamu Bay." ucap Reyhan ke Bayu sambil menyodorkan tangannya mengajak jabat tangan.


Bayu terdiam sekian menit sambil berpikir. Sebenarnya itu bukanlah kesalahan kakaknya, tapi adalah kesalahan Bayu sendiri yang tak bisa meredam emosi. Tapi sekarang, bahkan di hadapan ibunya, dengan tegas Reyhan meminta maaf duluan.


'Apakah, kak Reyhan meminta maaf dengan tulus kepada ku, atau hanya ingin membuat ibu senang dan merebut perhatiannya? Tapi setahuku kak Reyhan bukanlah orang yang seperti itu. Jujur saja, hatiku tak bisa terima melihat kesuksesan kakak.' pikir Bayu.


"Kamu tak mau memaafkan kakakmu Bay?" tanya bu Rohmah yang seketika membuyarkan lamunan Bayu.


Setelah mendengar ibunya berkata seperti itu, Bayu langsung menjabat tangan Reyhan. Tak ingin membuat hati ibunya semakin bersedih.


Sambil berjabat tangan, Reyhan juga merengkuh Bayu dan memeluknya.


'Oh Tuhan, kenapa kakakku selalu sabar dalam menghadapi keegoisanku? Kenapa aku tak bisa bersikap demikian?' batin Bayu yang masih didalam pelukan Reyhan.


"Berbuatlah sesukamu, tapi jangan tampakkan keegoisan mu dihadapan ibu, aku tak ingin melihat ibu sedih." bisik Reyhan. Setelah itu mereka berdua mengurai pelukan.


"Kamu buka pintu rumah saja kak, biar aku yang gendong Bima." titah Bayu, Reyhan pun mengangguk lalu berjalan meninggalkan mereka untuk membuka pintu.


_____


Bruk.....


"Arghhh....." Bayu dan Reyhan mengerang bersamaan.


"Maafkan aku." Reyhan berkata duluan sambil meringis karena p*ntatnya sakit sehabis bertubrukan dengan Bayu.


"Aku juga minta maaf karena ngga lihat kakak jalan." ucap Bayu sambil meringis juga. Keduanya saling bertukar pandang, lalu meledak lah tawa keduanya. Tawa yang sempat padam karena kesalahpahaman akhirnya kini kembali tercipta.


Bayu keluar dari kamarnya dan hendak berangkat ke counter yang tentunya akan melewati depan kamar Reyhan. Yang bersamaan dengan Reyhan yang keluar kamar hendak ke kamar mandi yang tentunya melewati kamar Bayu. Sehingga keduanya bertabrakan.


Reyhan bangkit duluan, dan mengulurkan tangan membantu Bayu berdiri. Bayu pun menerima uluran tangan Reyhan.


"Terimakasih kak. Dan..... maafkan aku yang terlalu emosional." ucap Bayu dengan malu.


"Aku ngga tahu kamu salah apa, sehingga harus meminta maaf padaku."


"Ya soal...... Tiwi lah."


"Aku benar-benar ngga ada hubungan apapun dengannya selain hubungan atasan dan karyawan. Dan itu dulu, karena setelah dia menjadi karyawan mu, aku tak pernah menghubungi nya lagi. Dan....... lihat ini." Reyhan berkata sambil menyodorkan handphonenya. Memperlihatkan chat Tiwi yang terlihat menggoda Reyhan, tapi satupun tak ada yang dibalas oleh Reyhan.


"Apa jam tangan yang dulu kamu berikan padaku juga Tiwi yang memberikan?" ucap Bayu karena sangat penasaran dengan modelnya sama persis. Reyhan langsung mengangguk.

__ADS_1


"Aku sadar, kamulah yang pantas memakainya, jadi jam itu ku serahkan padamu."


Bayu terdiam sejenak mendengar penuturan kakaknya dan melihat fakta yang ada. Kakaknya begitu baik dengannya, tapi dia justru bersikap sebaliknya.


"Sekali maafkan aku kak." hanya itu yang bisa Bayu ucapkan.


"Sudah jangan bicara seperti itu. Oh ya, aku kebelet. Aku kebelakang dulu ya." ujar Reyhan lalu segera meninggalkan Bayu yang masih mematung.


Setelah kejadian itu, Reyhan berharap agar keadaan semakin membaik. Keseruan keluarga kembali tercipta.


_____


"Darimana kamu Rey?" tanya bu Rohmah ketika melihat Reyhan baru saja turun dari motornya.


"Biasa bu, dari counter cabang. Tadi ada barang datang, sekalian aku cek dan ambil uang penjualan kemarin yang belum sempat aku ambil."


"Oh ya Rey, memang kamu masih menyediakan oleh oleh untuk keluarga pak Atmaja?"


"Sudah habis bu." ucap Reyhan sambil tersenyum.


"Lalu, yang kemarin itu?" bu Rohmah mengernyitkan kening.


"Kamu berbohong sama mereka ya?" dan Reyhan mengangguk.


"Sedikit bu. Tapi habis ini aku akan carikan oleh oleh untuk mereka."


"Entahlah bu, Reyhan juga tidak tahu."


"Apa.... Mereka menginginkan mu untuk menjadi menantunya?" tebak bu Rohmah.


Uhuk.....Uhuk....


Reyhan langsung tersedak ketika meminum air mineral sambil mendengarkan ucapan ibunya. Dan ia kembali meminum air mineral itu hingga tandas sebelum menjawab.


"Nak Laura itu cantiknya kebangetan sih Rey, ibu saja suka sekali lihat dia. Apa kamu ngga berpikir seperti itu?"


"Ibu..... Mereka orang kaya, jelas kita bukan level mereka. Jangan berharap lebih, aku takut menyesal." ucap Reyhan lirih.


"Apa itu tandanya kamu menyukainya?"


"Reyhan hanya menganggap mereka teman. Ngga lebih lebih bu."


"Tapi, semenjak Laura datang di acara pengajian mu, seluruh tetangga kita menganggap kalau Laura adalah pacarmu Reyhan."


Reyhan mendengus kesal dengan tuduhan tetangga mereka. Namun ia tahu tak bisa menutup mulut mereka satu persatu.

__ADS_1


"Setiap hari ketika berpapasan dengan tetangga kita, ibu selalu ditanya kapan mau mantu. Ibu sih berharap kalau kamu yang menikah duluan. Kamu kan tahu, kalau Bayu itu lebih agresif sama perempuan."


"Ibu, jodoh kan tidak bisa dipaksakan. Kalau memang Bayu yang duluan mendapat jodoh, ya mau gimana lagi."


"Apa kamu serius tidak punya pacar?" Reyhan langsung menggeleng.


"Ya sudah kamu dekati saja nak Laura itu. Atau, mau ibu yang carikan jodoh untukmu?"


"Ibu, aku ingin semua mengalir apa adanya."


"Tapi, ibu rindu dengar suara tangis bayi. Teman teman ibu dipabrik setiap hari cerita tentang cucunya, yang membuat ibu semakin pengen cepet cepet bisa gendong cucu sendiri."


Huft...... Reyhan menghela nafas sebelum menjawab.


"Sabar ya bu. Doakan Reyhan agar diberi jodoh yang terbaik dari sisi Allah. Dan Reyhan mantap untuk tidak pacaran. Jika sudah ada yang cocok, pasti Reyhan akan ajak ibu untuk meminangnya." ucap Reyhan sambil tersenyum.


"Baiklah, ibu pegang kata-kata mu."


_____


Sore itu setelah counter sedikit lengang, Reyhan bersiap-siap untuk mencarikan oleh-oleh untuk keluarga pak Atmaja.


Mobilnya melaju dengan kecepatan sedang menuju toko Ar Rahmah. Reyhan ingat jika disana stoknya lumayan komplit. Mulai dari baju dan obat obatan herbal serta oleh-oleh haji, semua tersedia disana.


Setelah menempuh perjalanan 20 menit akhirnya ia sampai di toko Ar Rahmah.


"Selamat sore kak, ada yang bisa dibantu? Mau cari apa?" suara cempreng Anya mengagetkan Reyhan, sehingga ia langsung melempar senyum.


"Saya mau cari oleh-oleh haji." jawab Reyhan sambil melihat lihat stok yang ada.


"Aku mau 6 paket gitf. Dengan isian masing-masing air zamzam, kurma, kacang fustuk, madu dan habbattussauda." jelas Reyhan. Tapi Anya masih terdiam.


"Mbak.... mbak?" Reyhan memanggil Anya.


"Eh, i_iya mas ganteng. Eh, maksud saya mas......" Anya gugup mau bicara apa, karena melihat ketampanan Reyhan.


"Ya sudah silahkan bungkus sekarang, saya mau lihat barang barang lainnya."


Entah kenapa, Reyhan melangkahkan kakinya menuju deretan gamis gamis lebar yang berderet rapi. Tangannya meraba gamis itu dan tanpa sadar pikirannya membayangkan jika Laura memakainya.


"Astaghfirullah.... Kenapa pikiranku jadi belok ke dia?"


Hai kak, terimakasih selalu mengikuti kisah sukses mas Reyhan ya. 😘😘


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya, like hadiah vote dan favorit ❤️❤️

__ADS_1


Sambil nunggu author update bab selanjutnya mari mampir dikarya temen author yang Joss gandosss 😉😉



__ADS_2