
Awalnya, Reyhan menceritakan kisah Salman Alfarisi pada Laura, dan istrinya itupun diam sambil menyimak baik-baik ucapannya.
Suatu ketika Salman Alfarisi melihat seseorang yang sedang beribadah. Ia merasa tertarik dengan ibadah itu, sehingga memutuskan untuk bertanya pada orang tersebut. Orang itu mengarahkan Salman untuk bertanya pada pemuka agamanya, begitulah seterusnya sampai akhirnya ia bertemu dengan Rasulullah. Dan akhirnya mantap untuk menganut ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah.
Setelah menjadi seorang muslim, beliau selalu menemani Rasulullah dalam peristiwa peristiwa penting. Termasuk saat Rasulullah sedang berperang melawan kaum Quraisy, Salman Alfarisi pun ikut serta di dalamnya. Bahkan beliaulah yang memberi ide tentang penggalian parit yang mengelilingi kota Madinah.
Upaya tersebut ditawarkan Salman agar bisa mengatasi musuh sekaligus mencegah jatuh korban yang banyak. Strategi dari Persia tersebut banyak dilakukan ketika kondisi terkepung dengan keberadaan pasukan berkuda.
Kemudian ia dan kaum Muslimin bersama Rasulullah turut bekerja tiada henti menggali parit selama beberapa hari.
Sebagai orang yang mengusulkan penggalian, Salman pula yang menemukan batu besar yang memancarkan cahaya hidayah dan kebaikan.
Hingga sampai waktunya pasukan Quraisy hendak menyerang, mereka terhalau parit yang begitu besar terbentang di hadapan. Hal tersebut sangat di luar perkiraan mereka dan terbayangi oleh kekalahan menaklukkan Kota Madinah.
Akibatnya, satu bulan lamanya pasukan Quraisy hanya berdiam diri dalam tenda-tenda mereka tanpa mampu menyerang Madinah. Akhirnya pada suatu malam Allah mengirimkan angin kencang yang menerbangkan tenda-tenda dan meluluhlantakkan kekuatan mereka. Alhasil, Abu Sufyan memerintahkan pasukannya mundur.
Rasulullah sering memuji kecerdasan dan keilmuan Salman, sebagaimana beliau memuji akhlak dan agamanya. Pada peristiwa Perang Khandaq, para sahabat Anshar berdiri seraya menyatakan, "Salman adalah bagian dari kami."
Para sahabat Muhajirin pun menyahut, "Tidak, ia adalah bagian dari kami." Rasulullah lalu bersabda, "Salman adalah bagian dari kami, Ahlul Bait."
Salman layak mendapatkan kehormatan itu, bahkan Ali bin Abi Thalib menjulukinya dengan sebutan Lukman al Hakim.
Dari kisah keislaman sahabat Nabi, Salman Al Farisi menjadi teladan keislaman orang-orang utama dan takwa. Salman mengisahkan kepada kita petualangannya yang suci dan mulia dalam mencari hakikat kebenaran agama sekaligus kegigihan dalam berjuang di jalan Allah.
Dan, masih banyak lagi kisah yang sangat menarik hati yang telah dialami oleh beliau. Dan kisahnya senantiasa terjaga sepanjang masa.
__ADS_1
Sehingga Laura merasa jatuh hati dan langsung menyukai nama itu. Bahkan kakek dan nenek mereka juga sangat menyukai nama itu. Nama yang singkat, indah dan terkesan gagah. Keduanya pun akhirnya menganugerahkan nama itu pada bayi tampannya.
_____
Di pagi hari yang sama, aqiqah untuk putra Anisa di gelar di rumah pak Gofur dan umi Salwa. Kesibukan sudah terjadi sejak subuh tadi.
Setelah 2 ekor kambing selesai di sembelih, para ibu-ibu tetangga dekat mulai memasaknya menjadi aneka olahan.
Sedangkan di dalam rumah utama, drama kecil mulai terjadi. Zakira menangis, karena uminya tengah menyusui adik bayinya.
Bayu dan mertuanya bergantian menggendong serta menenangkan Zakira, agar Anisa tetap fokus menyusui bayinya.
Ada rasa sedih menyelimuti hati Anisa. Karena baru kemarin ia menyusui Zakira dan menimangnya dengan penuh kasih sayang, namun sekarang ia tidak bisa melakukan hal itu, karena harus menimang dan menyusui bayi keduanya.
"Anisa, mengurus bayi yang masih kecil-kecil itu memang tidaklah mudah. Namun, jika kamu mampu melakukannya, tentu hal itu mendatangkan pahala untuk mu. Jangan pernah menyesal dengan yang sudah terjadi. Umi saja, ingin berada di posisi mu. Namun justru kami hanya memiliki kamu saja." ucap umi Salwa sambil mengusap punggung Anisa.
"Jika kamu sedang menyusui, tidak boleh bersedih. Berusahalah untuk selalu bahagia. Tularkan energi positif, dan kebahagiaan untuk anak-anak mu." imbuhnya lagi.
"Baik umi." balas Anisa singkat sambil mengangguk.
Bayinya sudah kenyang dan kini tampak tertidur pulas. Anisa meletakkan nya di box bayi. Setelahnya, ia menghampiri Zakira yang saat ini masih terisak dalam gendongan Bayu.
Anisa mengulurkan tangan pada Zakira, lalu bocah kecil itu segera membalas dengan mengulurkan tangannya pada Anisa pula.
"Sayang, kamu istirahatlah, nanti kamu capek lho." ucap Bayu.
__ADS_1
"Ngga apa-apa mas, cuma sebentar kok, biar Zakira tidak mengira aku ibu yang pilih kasih."
"Maafkan aku ya, gara-gara kurang bisa menahan diri, akhirnya membuat kamu kebobolan."
"Hust, apaan sih mas. Jangan keras-keras ah, nanti kedengaran sama orang lain. Kan jadi malu." bisik Anisa.
"Ngga apa-apa, anak itu juga adalah rezeki yang patut kita syukuri." ucap Anisa berusaha tersenyum.
Bayu lalu menyerahkan Zakira pada Anisa. Dengan lembut Anisa membelai kepalanya, dan isakan tangisnya perlahan mulai hilang. Tak lama kemudian, ia pun mulai terlelap. Setelah cukup lama tidur dalam gendongan Anisa, Zakira diletakkan pada box bayi satunya.
Kini Anisa duduk di tepi ranjang tempat tidurnya, sambil memandang 2 box yang berisi bayi-bayinya.
Setelah mandi, Bayu masuk ke kamar dan melihat Anisa yang masih menatap box. Perlahan ia pun mendekati istrinya dan merengkuh bahunya.
"Sayang, terima kasih untuk semua yang sudah kamu berikan untuk ku." ucap Bayu, Anisa membalas dengan menganggukkan kepalanya.
Bayu pun ikut memandang ke arah 2 box itu. Perasaan, baru saja ia lulus sekolah, membuka usahanya, menikah dan sekarang telah memiliki 2 orang bayi yang sangat menggemaskan. Seakan waktu cepat sekali berlalu.
Rasanya ia belum bisa menjadi suami yang baik, sekarang justru bertambah lagi tugas dan kewajibannya untuk menjadi ayah yang baik.
Tidak hanya untuk 1 anak melainkan 2 anak. Sebuah tanggungjawab yang tak mudah tentunya.
Ia harus memberikan penjagaan yang ekstra pada keduanya. Karena ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Sekaligus harus bisa menjadi sosok panutan bagi anak anak laki-lakinya.
Seorang anak perempuan jika tidak atau cenderung kurang mendapat cinta dari ayahnya, maka kemungkinan besar, kelak ketika ia tumbuh dewasa, akan mencari cinta dari lelaki lain. Sehingga menjerumuskan pada pacaran.
__ADS_1