
Dengan penuh semangat, para
menjalani hari-harinya. Karena tanggungjawab nya yang kian bertambah. Sedangkan para ibu-ibu muda, juga senantiasa penuh semangat merawat bayi mereka.
Sengaja mereka tidak menyewa jasa seorang baby sitter. Mereka merawat bayinya, seorang diri. Agar senantiasa mengetahui setiap perkembangan nya dengan seksama.
Namun tak jarang, kedua orang tua mereka, atau Oma dan opa membantu merawat bayinya. Karena, ini adalah momen pertama mereka menjadi seorang oma dan opa.
Kebahagiaan senantiasa meliputi hati mereka. Membuat hari-hari terasa cepat sekali berlalu.
Setiap sebulan sekali mereka rutin bertemu. Selain menjalin silaturahim agar tidak putus, juga saling mengetahui perkembangan bayi sahabatnya.
Dan, bayi-bayi itu menunjukkan perkembangan yang pesat. Karena berada di bawah pengawasan yang tepat.
Hingga tanpa mereka sadari, bayi mereka sudah berumur 1 tahun.
Mereka kini tengah berkumpul dengan keluarga masing-masing, untuk membahas perayaan satu tahun kelahiran putra dan putri mereka.
Dan kini tentunya, pak Atmaja sekeluarga tengah berkumpul di ruang keluarga.
"Siapa saja nanti yang akan diundang?" tanya pak Atmaja memulai pembicaraan pada malam hari itu.
Pandangannya tak luput dari king Salman. Yang tengah berceloteh. Bayi itu tampak semakin lucu, dengan deretan giginya yang baru tumbuh 2, masing-masing di atas dan bawah.
"Tetangga sekitar, anak-anak panti." balas Reyhan.
"Rekan kerja mu juga perlu diundang lho Rey." timpal Bu Ani.
"Iya, papa juga akan mengundang rekan bisnis papa." sahut pak Atmaja lagi.
"Mama juga mau mengundang teman-teman arisan mama ah, kalau begitu." cicit bu Ani lagi.
"Laura akan mengundang teman-teman kampus. Tapi, mereka pada mau datang ngga ya. Soalnya Laura juga sudah lama tidak berjumpa dengan mereka."
"Undang saja sayang, jika dengan kehadiran mereka, bisa membuat mu semakin bahagia." Reyhan membelai kepala istrinya dengan lembut.
"Ada yang mau di masukkan ke dalam daftar list lagi?" tanya pak Atmaja memastikan.
__ADS_1
"Kalau boleh, para asisten rumah tangga juga di undang pa. Meskipun nantinya mereka tidak membawa kado, tapi kita juga mengharapkan doa dari mereka. Karena kita tidak tahu, doa siapa yang akan dikabulkan Allah."
"Papa sangat setuju dengan usul mu Rey. Kita akan buat pesta, tidak hanya untuk orang-orang kaya saja, tapi juga untuk para asisten rumah tangga. Karena pastinya, mereka jarang sekali menghadiri pesta." pak Atmaja tersenyum menanggapi usulan menantunya.
Sejak dulu ia bangga memiliki menantu seperti Reyhan, dan kini ia semakin bertambah bangga padanya. Hatinya tulus menyayangi sesama. Tidak pernah membeda-bedakan satu dengan lainnya.
Pak Atmaja juga sangat bersyukur, karena menantunya mencintai anaknya sepenuh hati. Menerima segala kekurangan dan kelebihan dengan lapang dada.
Tak hanya itu saja, di saat menantu sangat berharap dengan warisan yang akan diberikan setelah mertua meninggal. Reyhan justru terlihat santai menanggapi soal warisan itu.
Banyaknya harta tidak membuatnya jumawa, tapi justru malah membuatnya cukup pusing. Sehingga ia selalu menitipkan pada anak-anak panti asuhan, orang yang membutuhkan, dan bahkan sering memberi hadiah untuk para karyawan serta asisten rumah tangganya. Ia ingin membuat orang di sekitarnya bahagia.
"Baiklah, lalu bagaimana nanti susunan acaranya?" tanya pak Atmaja lagi.
"Tentunya akan ada pengajian terlebih dahulu pa. Setelahnya, ya acara seperti pada umumnya." balas Reyhan lagi.
Ia ingin orang-orang disekitarnya mendapatkan ilmu tambahan, dan salah satunya dengan mengikuti pengajian.
"Kita adakan lomba kecil-kecilan pa, tentunya yang menang akan dapat hadiah." usul Laura.
"Reyhan setuju dengan usul Miss Laura pa."
"Hem, papa juga setuju."
Seolah tahu mereka sedang membicarakan dirinya, king Salman, tak juga berhenti mengoceh. Sehingga mereka saling berebut untuk menimangnya.
Banyak hal yang mereka bahas pada malam itu, sehingga sampai malam barulah selesai. Yang bertepatan dengan king Salman yang mulai rewel, mungkin karena mengantuk.
Bergegas Reyhan menggendongnya menuju kamar, Laura juga turut serta masuk kamar. Sebelumnya wanita itu membersihkan diri, barulah menyusui king Salman.
_____
Di tempat lain, di waktu yang bersamaan. Keluarga Keluarga pak Gofur juga tengah membahas acara setahun cucunya.
"Abi setuju saja jika kalian akan mengadakan perayaan untuk setahunnya Fatih. Lalu tempatnya dimana? Kalau disini, Abi juga tidak keberatan."
"Bayu setuju bi, kalau acaranya disini. Anisa juga pasti setuju, iya kan sayang?" Anisa menoleh ke arah suaminya, lalu mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan susunan acaranya mas?" tanya Anisa.
"Mungkin seperti perayaan pada umumnya, ada lomba-lomba, tiup lilin, dan kita mengundang anak kecil, tetangga sekitar, rekan-rekan kerja kita."
"Temanku ada yang bisa mendekor, mungkin kita bisa minta bantuannya." usul Anisa.
"Boleh, kita dekor rumah ini jadi istana untuk baby Fatih." ucap Bayu dengan senyum sumringah.
Terlihat Zakira asyik bermain dengan mainan bonekanya. Sementara Fatih juga tampak asyik memainkan jari tangan ke mulutnya.
Mereka yang melihat, justru terkekeh.
"Makan ini saja sayang." umi Salwa menyodorkan roti khusus bayi pada baby Fatih.
Perhatian mereka kembali terfokus pada acara yang sebentar lagi akan di gelar.
Mereka kembali membahas soal catering, siapa saja yang akan diundang, dan mereka akan membuat acara itu sekaligus untuk kedua anak mereka. Karena tanggal lahirnya mereka sama.
Setelah pembahasan itu mencapai kata sepakat, mereka segera membersihkan diri, lalu masuk ke kamar masing-masing.
______
Di kediaman haji Dahlan, dengan waktu yang sama pula.
"Bagaimana kalau nanti setahunnya Aisyah, kita mengadakan acara? Pengajian misalnya. Karena abi sangat suka jika rumah kita sering dipakai untuk kegiatan yang bermanfaat." cetus haji Dahlan. Ketika mereka tengah berkumpul di ruang keluarga.
"Andre setuju saja bi. Selama itu yang terbaik untuk putri kita, kenapa tidak."
"Rosy juga setuju bi. Lalu, bagaimana susunan acaranya. Mengingat kita belum pernah merayakan acara seperti itu."
"Yah, seperti pada umumnya, kita mengundang tetangga dan rekan-rekan, meminta doa mereka untuk kebaikan Aisyah. Akan ada seorang ustadz yang mengisi tausyiah. Nanti rumah ini juga akan kita hias semenarik mungkin. Tak lupa, kita adakan acara kecil untuk menghibur anak-anak." beber haji Dahlan.
"Sepertinya menarik bi. Andre setuju saja dengan usul abi. Kalau soal dekor, tak perlu menyewa jasa. In shaa Allah Andre bisa kok. Tapi..... ya gitu." Andre meringis di ujung kalimatnya.
"Gitu kenapa mas?" Rosyidah mengernyitkan dahi.
"Lihat saja nanti sayang."
__ADS_1
Andre kembali meringis, dan sengaja tidak mau jujur. Bahwa memiliki bakat terpendam. Ia pandai mendekor ruangan untuk segala macam acara. Bahkan dulu, ketika acara perpisahan sekolah, ia diminta untuk mendekor ruang aula.
Mereka pun kembali, melanjutkan obrolan mereka, sampai larut malam. Karena mereka ingin, acaranya benar-benar tersusun dengan baik. Sehingga tidak mengecewakan siapapun juga.