
"Apa kamu bilang!" nada suara Reyhan naik satu oktaf. Yang membuat senyum Tiwi perlahan sirna.
"Aku, mencintai mas Reyhan sedari dulu awal kita bertemu."
"Kalau kamu mencintaiku kenapa menjadi pacarnya Bayu? Yang tak lain adalah adikku sendiri."
"Aku juga bingung mas dengan perasaan ku sendiri. Tapi aku janji akan bicara baik-baik dengan mas Bayu jika kita bisa bersama." tegas Tiwi, yang membuat emosi Reyhan kian memuncak.
"Asal kamu tahu Tiwi, aku tak akan mengorbankan kebahagiaan keluargaku untuk diriku sendiri. Dan asal kamu tahu..."
"Akulah pacarnya Reyhan." sahut seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri diantara mereka. Keduanya pun segera menoleh.
"Miss laura." pekik Reyhan karena terkejut melihatnya sudah berdiri di depan matanya. Tiwi pun juga sama terkejutnya, melihat kedatangan Laura yang tiba-tiba.
"Kenapa? Kamu kaget melihat ku yang tiba-tiba berada di sini? Asal kamu tahu ya, Reyhan itu sudah menjadi pacar ku. Jadi, kamu tak berhak untuk mendekatinya. Lagian kamu itu harusnya sadar diri, mana ada orang kaya yang bakal menerima mu jadi pacar nya? Ngimpi ya kamu?" cerocos Laura dengan senyum sinis menatap Tiwi.
"Hei, jadi cewek itu yang pinter sedikit dong. Dimana-mana cowok yang nembak cewek, bukan sebaliknya. Dan jangan harap Reyhan bisa suka sama kamu, karena dia bukan level mu lagi." imbuh Laura dengan angkuhnya.
Tiwi yang tak terima segera berlari keluar sambil menahan tangis. Laura pun tersenyum puas melihat kejadian itu.
"Aku ngga ngerasa kita pernah jadian Miss?" tanya Reyhan yang sedikit mengernyitkan dahi.
"Jangan ge-er, aku cuma bantuin kamu dari tuh kecoak. Harusnya berterima kasih dong ke aku." jawab Laura sambil membenarkan letak kacamatanya.
"Iya, aku terimakasih sekali dengan bantuan Miss Laura yang tepat waktu." ucap Reyhan sambil membungkuk.
"Hem bagus itu. Siapa dia?" tanya Laura sambil mendaratkan pantatnya di kursi depan Reyhan.
"Bukan siapa siapa."
"Kamu mau aku teriak tukang selingkuh, kalau kamu tidak mengatakan yang sebenarnya kepadaku siapa dia tadi?" sambil mencondongkan badannya didekat Reyhan Laura membisikkan hal itu.
Lagi-lagi bulu kuduk Reyhan selalu berdiri setiap didekati Laura. Padahal selama ia pacaran dulu dan selalu bergandengan atau bermesraan dengan pacarnya tak pernah bulu kuduknya sampai berdiri. Akhirnya dengan berat hati Reyhan menceritakan apa yang terjadi.
"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu ya." ucap Reyhan sambil bangkit berdiri setelah bercerita ke Laura.
"Kalau berterima kasih ya ngga gitu juga kali caranya."
"Maksudnya apa?" Reyhan kembali mendekati Laura.
"Aku sudah berada disini, harusnya kamu traktir aku makan sebagai bentuk terimakasih ke aku."
"Tapi, ini cuma warung sederhana..."
"Ngga apa-apa, terlanjur lapar untuk acting seperti tadi." potong Laura dengan cepat. Akhirnya Reyhan pun memesankan 2 porsi bakso dan 2 gelas es campur. Keduanya melahap hidangan itu hingga habis.
__ADS_1
_____
Sesampainya dirumah, Reyhan bergegas membersihkan diri. Lalu kembali ke mobil mengambil tas nya yang tertinggal.
"Bawa apa itu?" tanya Bayu yang juga baru pulang.
"Nih, aku kasih ke kamu." Reyhan menyerahkan jam tangan pemberian Tiwi ke Bayu.
"Wow, bagus banget. Makasih ya kak." seru Bayu dengan girang.
'Apa dia tak ada feeling jika pacar nya mulai menghianatinya.' batin Reyhan.
_____
Sementara itu, sesampainya dirumah Tiwi segera berlari ke kamarnya. Ia segera menangis sesenggukan dihina habis-habisan oleh Laura. Bagaimana tidak, karena di desanya selama ini, ia dinobatkan menjadi gadis yang tercantik.
Dengan tergopoh-gopoh bu Siti memasuki kamar anaknya, karena melihat anaknya yang pulang dalam keadaan mata sembab. Sangat jauh berbeda ketika berangkat tadi.
"Ada apa toh nduk?" tanya bu Siti sambil mengelus rambut Tiwi pelan, berusaha menenangkan Tiwi.
"Cerita sama ibu, jangan dipendam sendiri." imbuh bu Siti lagi.
Setelah mengulang pertanyaan yang sama akhirnya, Tiwi mulai mendongakkan kepala menatap ibunya.
"Ngomong apa kamu itu Wi, seluruh warga desa kita juga tahu kalau kamu yang paling dikampung sini." bu Siti tersenyum membanggakan anaknya itu.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Terus kenapa juga kamu menangis? Ceritalah ke ibu, siapa tahu bisa mengurangi beban dihatimu."
"Tadi ada yang menghina Tiwi, jika Tiwi itu tidak cantik bu. Dan apakah salah, jika Tiwi hanya ingin menyatakan perasaan Tiwi ke orang yang Tiwi sayang. Rasanya tidak mudah dengan keadaan yang demikian bu."
"Jangan dengarkan perkataan orang yang berniat menyakiti hatimu nduk. Dan bukankah kamu masih menjadi pacar Bayu?"
"Dari dulu aku tak pernah benar-benar mencintainya bu, yang aku cintai hanyalah mas Reyhan. Kakaknya mas Bayu."
"APA! Kenapa tak sejak dulu kamu berkata jujur nduk. Kalau seperti ini, semua akan tersakiti. Ibu ngga tega membuat hubungan kekeluargaan itu menjadi berantakan."
"Maafkan Tiwi yang sangat labil ini bu."
"Berdoalah, mintalah petunjuk pada Allah. Jangan menyiksa diri sendiri dengan hal seperti ini. Yang perlu kamu ingat, lebih baik dicintai dengan sepenuh hati dari pada mencintai seseorang yang tidak pernah mencintai kita." Setelah berkata demikian, bu Siti segera keluar agar Tiwi bisa berpikir lebih jernih.
Setelah kejadian itu, Tiwi ijin tidak masuk kerja beberapa hari. Bayu pun segera menjenguk nya. Dengan membawa berbagai buah-buahan dan juga kue kesukaan Tiwi.
Tok... Tok... Tok...
"Permisi bu, Tiwi ada?" tanya Bayu yang melihat bu Siti sedang menyapu teras rumah.
__ADS_1
"Oh nak Bayu, iya Tiwi ada. Silahkan masuk. Biar ibu panggilkan sebentar."
"Terimakasih bu." jawab Bayu sambil menyerahkan oleh-oleh itu.
"Kamu sakit apa sayang?" tanya Bayu yang melihat Tiwi berwajah pucat keluar dari kamarnya.
"Aku cuma demam saja kok mas." jawab Tiwi sambil mendongakkan kepalanya. Seketika dia langsung terkejut melihat Bayu memakai jam tangan yang seharusnya dipakai oleh Reyhan.
"Kenapa kamu lihatnya seperti itu? Apa ada yang aneh?" tanya Bayu sambil meraba-raba mukanya.
"Oh kamu melihat jam tangan baruku ya? Kemarin kak Reyhan dapat hadiah jam tangan, karena jam tangan dia sudah banyak makanya ini sengaja di kasih ke aku. Gimana bagus ngga?" tanya Bayu sambil memamerkan jam tangan itu.
"Oh iya bagus kok mas."
Bayu pun mengajak Tiwi untuk bercanda seperti biasanya.
"Cepet sembuh ya, aku kangen bisa jalan denganmu lagi." ucap Bayu sebelum pulang. Tiwi hanya tersenyum dan mengangguk.
'Kenapa mas Reyhan hanya bisa menyakiti hatiku? Apa benar wanita itu sudah menjadi pacarnya? Apa aku perlu mencari tahu lebih jauh lagi soal hubungan keduanya? Mas Reyhan, bukalah hatimu sedikit saja untukku, agar aku tak merasakan sakit ini.' batin Tiwi.
Sesuai janjinya dulu, Bayu mengajak Tiwi pergi jalan-jalan ke taman kota. Hal yang sangat lama tak ia lakukan semenjak mendirikan counter. Dan sekarang, Bayu menunaikan janji itu.
"Wah kak Bayu rapi amat, mau kemana?" tanya Bima.
"Ah anak kecil mau tahu saja urusan orang gede. Dah aku pamit dulu ya." jawab Bayu yang berlalu pergi meninggalkan Bima.
"Mau kemana?" tanya Reyhan ketika berpapasan dengan Bayu di teras.
"Dating sama Tiwi." bisik Bayu sambil tersenyum.
DEG!
Yang belum mampir ditunggu mampir nya.
Yang sudah mampir tetap setia sama mas Reyhan Juragan Muda ya.
Hadiah berupa pulsa 50rb untuk juara pertama yang memberi dukungan terbanyak.
hadiah berupa pulsa 25rb untuk pemberi dukungan kedua terbanyak.
Hadiah akan diumumkan setelah novel ini tamat.
Dan untuk kapan tamatnya, author juga belum bisa memastikan. Bisa jadi sebentar lagiðŸ¤ðŸ¤
Jadi untuk kakak readers semua, ayo dukung terus karya author dengan meningkatkan memberi hadiah dan vote. Pastikan kalian membaca dulu sebelum menekan like nya ya. Jangan asal spam like😉😉
__ADS_1