Juragan Muda

Juragan Muda
217. Hadiah untuk Rosyidah


__ADS_3

Suasana yang sama khas pengantin baru, juga terjadi di kamar Rosyidah.


Sejak sholat isya', Rosyidah sudah berada di dalam kamar. Uminya tak memperkenankan ia membantu di dapur. Ia duduk di tepi ranjang sambil menunggu Andre yang belum pulang dari masjid. Ia memainkan jemari tangannya, untuk menghalau kegugupan.


Tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang dibuka.


Ceklek....


Spontan, Rosyidah mendongakkan kepalanya menatap ke arah pintu, yang mana Andre sudah berdiri di sana. Pandangan pasangan pengantin baru itu saling bertemu, sehingga membuat jantungnya berdetak kencang.


Setelah memastikan pintu terkunci dengan benar, Andre berjalan pelan mendekat ke arah Rosyidah. Ia duduk mensejajarinya.


"Terima kasih, sudah mau menerima ku menjadi suamimu." Rosyidah mengangguk pelan sambil tersenyum di balik cadarnya.


"Em, aku harus memanggil mu dengan sebutan apa?"


"Terserah kamu mau memanggil ku apa. Apa aku juga harus memanggilmu dengan sebutan yang lain?" balas Rosyidah pelan.


"Seperti biasa, kamu memanggil ku mas saja. Atau kita berdua sama-sama memanggil dengan sebutan sayang." Rosyidah mengangguk setuju, lagi-lagi diiringi senyuman. Walau senyuman itu hanya tampak lewat kerjapan matanya. Namun membuat Andre bahagia.


"Sekali lagi terima kasih sayang." ucap Andre dengan wajah yang berbinar. Ia mengeluarkan kotak kecil berwarna pink dan menyodorkan pada Rosyidah.


"Ini hadiah dari ku, walaupun sederhana, semoga kamu mau menerimanya sayang."


Rosyidah menerima kotak itu sambil mengernyitkan dahi.


"Apa ini mas?"


"Buka saja kalau mau tahu isinya."


Setelah membolak-balik, akhirnya Rosyidah pun membuka kado itu. Ia membulatkan matanya tak percaya dengan kado dari suaminya.


"Kunci mobil?" desisnya.


"Bukan cuma kuncinya saja kok, mobilnya sudah terparkir di luar juga. Kamu mau liat?" Andre meringis menjelaskan pada istrinya.


Tanpa menunggu jawaban, Andre segera menggandeng tangan Rosyidah menuju keluar, agar istrinya percaya.


"Itu mobil untukmu sayang." ucap Andre sambil menunjuk mobil berwarna silver.


Rosyidah tak kuasa menahan rasa harunya, karena perhatian Andre, hingga ia menitikkan air mata. Kedua tangannya membekap mulutnya. Andre memberanikan diri merangkul Rosyidah. Deru nafasnya terdengar tak beraturan.


'Duh Gusti, baru juga memeluk, udah senang aja hati ini. Gimana kalau nanti main sepak bola di kamar.' batin Andre cengengesan.


"Terima kasih mas."

__ADS_1


"I_iya sayang." dengan gugup Andre menjawab. Rosyidah belum menyadari jika ia tengah di peluk Andre.


Cukup lama keduanya tenggelam dengan perasaan masing-masing. Hingga akhirnya serangan nyamuk malam mengejutkan keduanya.


"Aduh, kok banyak nyamuk sih? Kita masuk yuk sayang." ucap Andre sambil menepuk tangannya yang di gigit nyamuk. Rosyidah mengangguk, lalu keduanya berjalan beriringan menuju kamar.


"Lhoh, kalian kok belum tidur?" tanya haji Dahlan ketika berpapasan dengan anak dan menantunya di kongliong kamar.


"Mas Andre memberi ku sebuah hadiah bi."


"Hadiah apa? Ngga mungkin seorang anak, karena Abi yakin kalian belum memprosesnya." kekeh haji Dahlan yang membuat pasangan pengantin baru itu malu.


"Hadiah mobil bi." celetuk Rosyidah.


"Alhamdulillah. Abi senang mendengarnya. Semoga hadiah itu bisa bermanfaat untuk mu Idah. Dan untuk mu nak Andre, semoga rezeki mu semakin luas, karena sudah membuat istri mu bahagia."


"Aamiin ya rabbal aalamiin." balas keduanya.


"Sudah larut malam, sebaiknya kalian lekas istirahat. Dan jangan lupa sebelumnya bikinin cucu untuk Abi dulu." kekeh haji Dahlan.


Keduanya tampak semakin tersipu malu. Hingga akhirnya, Andre berpamitan ke kamar sambil merangkul bahu Rosyidah. Haji Dahlan tersenyum melihat tingkah pasangan muda itu.


Sesampainya di kamar, keduanya duduk di tepi ranjang dan saling terdiam dengan perasaan yang tak menentu.


Rosyidah tahu hukumnya menawarkan diri pada suami, memiliki keutamaan besar. Namun ia merasa sangat sungkan. Karena ini adalah pertama kalinya ia berdekatan dengan seorang lelaki asing.


Hingga akhirnya, mereka saling menengok dan serempak memanggil.


"Mas." "Sayang."


Mereka pun terkekeh.


"Kamu mau bicara sayang?"


"Em, kalau capek, kamu bisa tidur duluan mas."


"Tidur duluan?" ulang Andre sambil mengernyitkan dahi.


'Kok ngga nawarin yang lain? Anu kek? Ini malah nawarin tidur duluan.' batin Andre galau.


"Aku belum ngantuk, pengen main kuda lumping. Eh, maksud ku....." Andre garuk-garuk kepala berusaha mencari kata-kata yang bagus. Sehingga membuat Rosyidah mengernyitkan dahi.


"Sudah besar kok main kuda lumping sih mas?"


'Astaga, Rosyidah pura pura ngga tahu? Apa ngga tahu beneran ya? Gawat dong.'

__ADS_1


"Em, ya sudah, kita langsung tidur saja kalau kamu belum paham sayang." ungkap Andre sedikit kecewa. Ia pun hendak merebahkan diri ditempat tidur.


"Bolehkan aku tidur satu tempat tidur dengan mu sayang?" ucap Andre yang menoleh ke arah Rosyidah yang memperhatikannya. Ia cepat sadar diri, jika itu adalah tempat tidur Rosyidah.


"Tentu boleh mas. Kita kan sudah suami istri. Em, maksudnya tadi bilang kalau aku belum paham itu apa mas?"


"Aku ngga enak mau bilang." balas Andre sambil meringis.


"Bilang saja ngga apa-apa."


"Itu, biasanya kalau pengantin baru, di malam pertama akan melakukan hubungan suami-istri. Bikinin cucu untuk Abi. Tapi, kita akan melakukannya jika sama-sama sudah siap kok sayang. Jangan khawatir, aku akan menunggu, sampai kamu siap."


Andre tersenyum, lalu merebahkan diri. Namun Rosyidah masih berusaha untuk menetralkan rasa dihatinya.


"Apa kamu akan duduk di situ terus sayang? Kemarilah, kita tidur bersama."


Rosyidah mengangguk lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Andre.


"Apa setiap tidur, kamu juga selalu memakai cadar mu?"


Rosyidah menggeleng, lalu melepas cadarnya. Ia tersenyum samar pada Andre, yang membuatnya kelimpungan.


'Ya ampun, ternyata dia cantik banget. Beruntung sekali aku memilikinya. Baik, cantik, paket komplit pokoknya.' Andre senyum-senyum sendiri melihat Rosyidah. Sehingga membuat wanita itu tertunduk malu.


"Boleh aku mengecup kening mu?" Rosyidah kembali mengangguk. Andre pun segera mengecup kening Rosyidah cukup lama sambil berdo'a.


"Jika kamu mau meminta hak mu, lakukanlah sekarang mas." balas Rosyidah pelan.


Sejujurnya ia menahan malu ketika mengatakan hal itu. Namun ia tak tega melihat wajah Andre yang memerah menahan keinginannya


"Apa! Kamu, serius sayang?" balas Andre dengan suara yang tinggi karena terlalu senang.


"Sttttt...... Jangan keras-keras, nanti mereka dengar mas." bisik Rosyidah.


"Maafkan aku yang terlampau bahagia sayang. Maklum ini adalah pengalaman pertama ku." balas Andre dengan berbisik pula.


'Yew, akhirnya bisa ngerasain belah duren juga di malam pertama.' batin Andre bersorak bahagia.


Ia pun segera memulai aksinya, setelah keduanya sama-sama berdoa. Ia mengangkat wajah Rosyidah, lalu mengecup bibir nya. Ia berusaha membuat Rosyidah nyaman, hingga akhirnya berhasil membuka seluruh atribut yang menempel di tubuh istrinya. Rosyidah yang menyadari hal itu segera menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


"Maaf sayang, beginilah cara bikin dedek. Singkirkan rasa malu mu. Karena sekarang kita sudah sah menjadi suami istri.* bisik Andre lembut.


Setelah cukup memberi pemanasan, perlahan ia mulai memasukkan tembaknya ke goa Rosyidah. Rosyidah tampak meringis menahan rasa sakit.


Andre kembali memberi sentuhan sentuhan yang membuat Rosyidah merasa nyaman, sambil dengan pelan menggoyangkan pinggulnya, dan lama-kelamaan semakin mempercepat gerakannya, dan akhirnya ia memuntahkan peluru di goa Rosyidah.

__ADS_1


"Arghh... nikmat sekali sayang. Terima kasih untuk semuanya." gumam Andre yang langsung ambruk di atas badan Rosyidah.


__ADS_2