
Setelah acara resepsi pernikahan di rumah Anisa selesai, kini acara itu di gelar di rumah keluarga Bayu. Setelah melaksanakan sholat subuh, keduanya pun bersiap-siap, karena sebentar lagi mua akan segera datang untuk kembali merias wajah mereka agar terlihat semakin cantik dan tampan.
Tepat pukul 9 pagi, pengantin dan rombongan pengiring berangkat ke rumah Bayu. Sesampainya di tempat acara. Mereka di sambut oleh suara musik yang mengalun merdu.
Reyhan sekeluarga bersama among tamu berdiri dan bersalaman menyambut seluruh tamu undangan. Serangkaian acara yang hampir sama dengan acara di rumah Anisa pun berlangsung lancar. Semua tampak menikmati hidangan dan hiburan yang di sajikan. Laura yang juga hadir bersama keluarganya juga terlihat menikmati acara.
Pukul 12 acara itu pun selesai. Setelah menyalami seluruh tamu, Anisa dan Bayu masuk ke kamar Bayu. Dengan hati-hati Bayu membantu Anisa melepaskan jilbab yang terdapat banyak hiasan itu.
"Ih, gemes banget lihat wajah mu yang cantik ini Anisa." Bayu mencubit kedua pipi Anisa dengan gemas.
"Ih, kan sakit mas?" Anisa cemberut.
"Ayo sholat dulu." ajak Bayu sambil mengerlingkan mata nakal. Anisa mengangguk dan mengikuti langkah Bayu menuju kamar mandi.
"Kita sholat di kamar saja ya. Maaf banget kalau pas jadi imam, bacaan ku masih belepotan belum lancar."
"Lama kelamaan pasti terbiasa dan semakin lancar mas." Anisa terus menyemangati suaminya.
"Allaahu akbar." Bayu memulai sholat jama'ah itu.
Malam tiba, Anisa membantu ibu mertuanya menyiapkan makan malam.
"Kamu pasti masih capek, biar ibu saja yang menyiapkan makan nya nak."
"Cuma menyiapkan makan saja bu, tidak menguras tenaga." Anisa terkikik.
Walaupun sebenarnya ia juga lumayan capek karena 2 hari melalui acara yang padat, di tambah ia juga tak kuasa menolak ajakan Bayu.
"Terima kasih ya nak, kamu mau merelakan Reyhan untuk non Laura. Dan ikhlas menerima kekurangan Bayu."
Anisa menghela nafas sebelum berbicara.
"Ini semua sudah suratan takdir, yang harus kami jalankan bu. Doakan saja, supaya keluarga kami bahagia." Anisa berusaha tersenyum dan mendoakan keduanya dengan tulus.
__ADS_1
"Aamiin ya rabbal aalamiin. Ibu bersyukur memiliki menantu sebaik dirimu nak." bu Rohmah memeluk menantu nya itu dengan senyum bahagia.
"Lhoh, kenapa peluk-pelukan?" suara Bima mengagetkan mereka.
Ibu dan Anisa mengurai pelukan lalu tersenyum ke arah Bima.
"Anak ibu sekarang kan tambah satu Bim, ya pasti ibu bahagia dan senang lah." Bu Rohmah terkekeh menanggapi ucapan anak bungsunya itu.
"Asal kasih sayang sama Bima ngga berkurang ya ngga apa-apa bu." Bima menghambur di pelukan ibunya.
______
Bayu dan Anisa memutuskan bergiliran tidur di tempat kedua orang tua mereka, selama belum memiliki rumah.
Tanpa terasa pernikahan Anisa dan Bayu sudah berjalan hampir sebulan. Itu artinya hari pernikahan Reyhan kian dekat.
Segala sesuatunya sudah mulai di pesan, seperti mua, tenda tarub, dekorasi dan hal penting lainnya.
Reyhan teringat mahar yang harus ia berikan pada Laura. Karena sampai sekarang perempuan itu belum memberinya jawaban. Padahal tanggal pernikahan tinggal menghitung hari.
Senyum Reyhan mengembang ketika tangannya mengelus layar handphonenya yang menampilkan gambar Laura yang tersenyum manis.
"Ya Allah, Miss Laura. Aku ngga menyangka, jika sebentar lagi kita akan menikah. Rasanya aku masih tak percaya, jika bisa menaklukkan wanita seperti diri mu. Dulu kamu terlalu angkuh, tapi sekarang kamu sangat lemah lembut."
Reyhan segera membuka pesan ketika ada notifikasi balasan dari Laura. Reyhan mengerutkan keningnya, tak percaya dengan balasan Laura.
'Seorang wanita yang penuh barakah dan mendapat anugerah Allah adalah yang maharnya murah, mudah menikahinya, dan akhlaknya baik. Namun sebaliknya, wanita yang celaka adalah yang mahal maharnya, sulit menikahinya, dan buruk akhlaknya.(Al-hadits)
Nikah yang paling besar barakahnya itu adalah yang murah maharnya. (HR. Ahmad)
Sebaik-baiknya Laki-laki adalah yang memberikan Mahar banyak, Adapun sebaik-baiknya wanita adalah yang meminta Mahar sedikit. (Al-hadits)
Sebaik-baik perempuan ialah yang paling ringan mas kawinnya.
__ADS_1
(HR. Ath-Thabrani)'
Alih-alih mendapat jawaban yang pasti, Laura malah membalasnya dengan beberapa hadits. Yang membuat Reyhan semakin bingung memilihkan mahar yang cocok untuk calon istrinya itu.
Ia pun coba mencari referensi lewat media sosial sampai ia ketiduran. Dan ia terbangun lewat tengah malam. Seperti biasanya, bergegas ia mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud seperti biasanya. Segarnya air wudhu di malam itu seakan memberikan ide yang cocok tentang mahar apa yang akan ia berikan untuk Laura.
______
Sepulangnya dari counter, Reyhan mengajak Bayu dan Anisa untuk belanja barang barang seserahan. Mereka berangkat bertiga dengan mengendarai mobil Reyhan.
Bayu duduk di belakang bersama Anisa. Ia terus saja menggoda dan mengajak bercanda Anisa. Sudah berasa dunia milik berdua. Reyhan yang melihat kelakuan adiknya lewat kaca, hanya bisa geleng-geleng kepala.
Reyhan merasa sudah seperti seorang sopir. Kalau bukan karena malu mengingat kejadian dulu ketika di ajak Bayu membeli seserahan, pasti tidak akan mengajak Anisa juga.
Sesampainya di pusat perbelanjaan, Bayu dan Anisa segera turun. Reyhan menyerahkan sejumlah uang dan list belanja apa saja yang harus di beli. Setelah sebelumnya ia memberanikan diri bertanya pada bibi Laura tentang semua ukuran sepatu, sandal, pakaian dalam, make up dan banyak lagi hal lainnya.
Tentu saja, Laura tidak boleh sampai tahu tentang hak itu. Karena Reyhan benar-benar ingin memberikan kejutan untuknya.
Bibi yang membaca isi pesan Reyhan itu terkekeh, tapi juga merasa terharu. Karena majikan nya di cintai oleh orang yang baik dan penuh perhatian seperti Reyhan.
Sambil bergandengan tangan keduanya masuk ke mall. Sedangkan Reyhan menunggu di mobil sambil kembali memandangi foto Laura yang cantik itu.
Tanpa terasa, Anisa dan Bayu sudah keluar membawa banyak paper bag. Reyhan yang melihat segera membantu mereka.
"Nih, kalau aku bukan adik yang baik, ngga akan mau deh di suruh menenteng belanjaan sebanyak ini."
"Uh, gaya mu. Kamu lupa, siapa yang menemani mu memilih segala macam barang buat seserahan? Sampai mereka melihat kita seperti makhluk yang aneh." ceplos Reyhan.
Keributan kecil itu membuat Anisa tersenyum, karena dia tak pernah punya teman untuk di ajak ribut yang hanya seorang anak tunggal.
Mobil kembali melaju, kali ini mobil Reyhan berhenti di sebuah klinik kecantikan ternama. Lagi-lagi Bayu dan Anisa yang turun untuk membeli paket perawatan lengkap seluruh tubuh.
Barulah yang terakhir mereka mengunjungi toko perhiasan. Kali ini Reyhan ikut masuk. Setelah puas berkeliling, ia pun memilih satu set berlian yang tampak sangat indah. Dan pasti akan semakin membuat Laura bertambah cantik ketika memakai nya.
__ADS_1
Puas berbelanja, tak lupa mereka mampir untuk membeli oleh-oleh buat ibu dan Bima.
Diam diam, Anisa merasa beruntung bisa menjadi salah satu bagian dari keluarga Bayu. Yang sangat sayang pada keluarga dan penuh canda tawa.