Juragan Muda

Juragan Muda
92. Kebingungan Sinta


__ADS_3

"Sepertinya ibumu sudah ngga sabar menjadikan aku sebagai menantunya sayang. Tadi ia menyuruhku mempercepat tanggal pernikahan kita." ucap Andre yang membuat Sinta tersedak saat makan.


"Apa kamu bilang?"


"Iya, ibumu tadi menyuruhku untuk mempercepat tanggal pernikahan kita." ulang Andre dengan wajah yang senantiasa tersenyum.


"Bukankah kamu ingin membeli mobil dulu sebelum kita menikah?"


"Itu memang benar. Tapi, ya seperti yang aku bilang tadi. Ibumu sepertinya sudah tak sabar menjadikan ku sebagai menantunya. Aku rasa itu lebih baik, setiap hari kita bisa bertemu dan pasti akan sangat terasa menyenangkan."


"Tapi, aku belum siap sayang."


"Setiap hari kita selalu bertemu, apa yang membuatmu belum siap sayang?" Sinta diam menunduk mendapat pertanyaan seperti itu.


Sesampainya dirumah, Sinta segera mendekati ibunya dan bertanya perihal yang disampaikan oleh Andre tadi. Ibunya pun mengangguk mengiyakan.


"Setiap hari, kalian selalu bertemu. Ibu malu dengar perkataan tetangga. Sebaiknya kalian majukan saja hari pernikahannya."


"Tapi bu....."


"Tapi apa? Nunggu sampai kamu hamil duluan?" ibunya menyanggah dengan cepat.


"Yah, kok ngomongnya gitu sih bu. Kita ngga sampai berbuat yang aneh-aneh kok bu."


"Habisnya disuruh nikah ngga mau, tapi ketemuannya tiap hari."


Sinta memilih masuk kamar daripada harus berdebat dengan ibunya yang pasti tak akan ada habisnya.


Sinta dulu sebenarnya adalah gadis yang baik dan pintar. Ketika di sekolah, ia juga menjadi siswi yang berprestasi. Tapi, karena ia bukan berasal dari keluarga yang mampu, sehingga ia dikucilkan oleh teman-temannya.


Sejak saat itulah, ia ingin memiliki barang-barang seperti milik temannya agar bisa memiliki banyak teman. Tapi, karena orangtuanya bukan dari golongan orang yang mampu, sehingga terpaksa tidak bisa menuruti setiap keinginan Sinta.


Dan, ketika Sinta mulai bekerja, disitulah ia awal mengenal Reyhan karena bekerja dipabrik yang sama. Awalnya Sinta biasa saja, karena belum paham tentang hubungan beda jenis atau pacaran. Yang terpenting baginya adalah caranya memiliki banyak teman dan bisa diterima dengan baik dilingkungan dimana ia bekerja.

__ADS_1


Tak disangka, ternyata dulu Reyhan sangat royal padanya. Yang membuat Sinta bahagia bisa berteman dengannya. Selain mendapat teman, juga perlahan bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.


Dan, ketika Reyhan menyatakan cintanya, maka semakin membuat Sinta bahagia tak terkira. Begitu juga dengan Reyhan saat itu.


Namun, jika diingat kembali kala Sinta memutuskan hubungan sepihak pada Reyhan gegara ia diberhentikan dari tempat kerjanya juga membuat Sinta menyesal sekarang ini.


Karena takdir hidup tak bisa ditebak, makanya Sinta memilih segera mencari pengganti Reyhan setelah putus waktu itu. Agar setiap keinginannya bisa dituruti tanpa perlu mengurangi uang gajinya.


Dan, seakan takdir mulai berpihak pada Sinta, setelah putus dari Reyhan, tak berselang lama ia bisa kenal dengan Andre yang merupakan sahabat Reyhan semasa sekolah dulu. Andre pun juga sama seperti Reyhan, sama sama royal. Sehingga tak ragu mengikat hubungan mereka ke dalam tahap tunangan.


Dan sekarang, seorang Bayu. Lelaki yang belum lama ia kenal karena sesuatu ketidaksengajaan juga sangat royal padanya.


Dunia Sinta serasa dikelilingi oleh pangeran pangeran tampan yang royal. Dan itu semakin membuat Sinta bingung, kemana nanti hatinya akan tertambat. Padahal ibunya sudah menyuruhnya untuk mempercepat hari pernikahan. Sementara keinginannya untuk kembali mengejar cinta Reyhan juga sangat kuat.


"Nasib jadi orang cantik, dimanapun berada pasti banyak yang mengejar." gumam Sinta dengan percaya diri.


_____


Setelah pulang dari counter, Bayu duduk di teras depan rumah sambil memainkan handphone nya. Saat membuka laman pacebok dan melihat saran pertemanan, ia mulai mengecek satu persatu.


"Hayo, senyum senyum sendiri kenapa?" tiba-tiba suara Reyhan mengejutkannya dari belakang.


"Eh, eng_engga apa-apa kok kak." jawab Bayu gelagapan sambil membenarkan duduknya dan menelungkup kan handphone nya. Terpaksa ia menyunggingkan senyum palsu.


'Sepertinya aku pernah melihat cewek itu, tapi dimana? Apa mungkin itu cewek Bayu yang baru?' batin Reyhan.


Lalu ia segera masuk rumah untuk membersihkan diri, karena baru saja pulang dari counter. Dan, tak berselang lama, ia sudah kembali ke depan dengan membawa 2 cangkir kopi untuk menemani begadang mereka.


"Gimana perkembangan countermu?" Reyhan bertanya sambil menyeruput kopi nya.


"Lumayan bagus, bulan ini ada kenaikan omset."


"Alhamdulillah, semoga bisa berkembang pesat." balas Reyhan. Dan Bayu mengangguk.

__ADS_1


Mereka banyak bertukar cerita tentang kemajuan usaha masing-masing. Bayu sudah tidak lagi memendam kebencian pada kakaknya.


Reyhan juga banyak memberi masukan agar usaha adiknya bisa berkembang pesat seperti miliknya. Reyhan tak merasa adiknya itu menjadi saingan bisnisnya, tapi sudah dianggap seperti partner bisnisnya.


Tak terasa kopi mereka sudah habis, dan hari sudah semakin larut. Mereka memasuki kamar, untuk merajut mimpi masing-masing.


GLODAK....


Argh.....


Bayu mengerang kesakitan, ketika menyadari sudah terjatuh dilantai.


"Ini mimpi?" gumamnya tak percaya sambil melihat langit langit kamar. Ia mengelus kepalanya yang masih terasa sakit.


"Baru juga kenal dengan Sinta, sudah terbawa mimpi saja. Tapi, kenapa mimpi itu terlihat seperti nyata? Harusnya yang duduk di pelaminan itu kan aku? Bukan cowok lain." gumam Bayu. Ia kembali ketempat tidur, dan kembali membuka galeri handphone yang berisi screenshot foto Sinta.


"Kamu memang cantik, manis, body mu seperti ketela rambat yang bentuknya tak beraturan dan menonjol kemana mana. Sesuai sekali dengan tipeku."


"Aku harus pastikan, kalau kamu memang benar-benar belum memiliki pacar. Aku ngga mau kecewa seperti dulu lagi. Aku harus bisa meyakinkanmu." Setelah bermonolog sendiri, Bayu kembali tidur.


Sedangkan pemandangan yang berbeda terjadi diruangan sebelah Bayu, yaitu kamar Reyhan. Sejak tadi ia tak bisa tidur, dan memutuskan untuk sholat tahajud. Setelah sholat tahajud ia membaca Al Qur'an sampai tiba-tiba rasa kantuk mulai menyerang. Baru saja ia merebahkan diri, tiba-tiba handphonenya bergetar.


"Siapa yang telepon malam malam begini?" gumam Reyhan sambil memperhatikan layar handphone dengan mata yang menyipit.


"Miss Laura." desisnya setengah tak percaya.


"Ada perlu apa malam malam begini menghubungi ku? Sepertinya dia tak bisa melihatku hidup tenang. Terus saja menteror ku dengan segala kekonyolannya." gumam Reyhan sambil geleng-geleng kepala. Lalu ia menempelkan benda pipih itu ke telinganya.


"Assalamu'alaikum." Reyhan mengucapkan salam.


Laura segera menjawab salam itu dan mulai bercerita karena ia belum bisa tidur. Sementara Reyhan menyimak Laura bicara dengan terkantuk-kantuk. Sampai akhirnya ia tertidur. Sementara Laura masih saja terus bicara. Karena tak kunjung ada balasan, Laura mematikan teleponnya setelah memaki maki Reyhan terlebih dahulu.


Hai kak, tetap dukung terus karya ini ya, karena hadiah pulsa masih menanti 😉😉

__ADS_1


Sambil nunggu author update bab selanjutnya mari mampir dikarya temen author yang Joss gandosss 😉



__ADS_2