
Huft....
Lagi-lagi Reyhan menghembuskan nafasnya lalu mobil mulai memasuki jalan raya.
Drett... drett bunyi handphone Laura yang kemudian langsung dijawab.
"Maaf sayang aku ngga bisa, ini baru ada acara penting. Besok ya sayang kita pasti jalan-jalan lagi. Iya, aku juga sudah kangen jalan denganmu. Muach." Laura menutup teleponnya.
"Buruan jalan! Kenapa diam saja. Menguping ya?" maki Laura karena melihat lampu traffic light sudah berwarna hijau.
"Gimana ngga nguping, kita saja dalam satu mobil. Dan suara Miss Laura keras sekali. Itu telepon dari pacar Miss Laura kan. Kenapa tidak bareng dia saja berangkat ke kampus nya?"
Laura tidak menjawab, tapi pandangannya tajam ke arah Reyhan. Reyhan juga sama sedang menatap Laura.
'Kenapa Miss Laura begitu bodoh, semalam cowoknya check-in dengan cewek lain. Eh sekarang ngajak Miss Laura ketemu. Apa hati Miss Laura tak ada feeling sama sekali kalau sudah diselingkuhi? Atau... dia sengaja menyuruhku menemani kesana-kemari untuk dijadikan tempat pelampiasan. Ah kenapa aku juga ikut-ikutan bodoh.'
"Hei, kamu naksir aku ya? Dari tadi ngeliatin aku seperti itu terus!" tegur Laura melihat Reyhan yang tak kedip menatapnya.
"Ya sudah kasih tahu saya jalan ke kampusnya Miss Laura?" akhirnya Reyhan buka suara dan mengalah.
"Kampus? Mana ada kampus buka di hari minggu? Anter aku ke salon madam Su."
Reyhan menepuk jidatnya, karena lupa jika sekarang adalah hari minggu. Dengan petunjuk yang diberikan oleh Laura, akhirnya mereka tiba juga di salon yang dimaksud.
Mesin segera dimatikan tapi keduanya masih berdiam diri dikemudi masing masing.
"Kenapa ngga bukain aku pintu." Reyhan langsung menatap Laura karena permintaan anehnya.
"Kamu mau aku suruh tanggungjawab!" bentak Laura yang membuat Reyhan mendelik.
"Tanggung jawab apalagi, aku sudah mengantarkan Miss laura sampai salon. Aku mengorbankan waktu ku untuk orang yang tidak aku kenal lho." terang Reyhan mulai jengah dengan sikap manja Laura.
"Kenapa kamu membentak ku?" balas Laura mengeluarkan jurus ku menangis. Reyhan yang tidak tega melihat perempuan menangis segera meminta maaf dan keluar membukakan pintu untuk Laura.
"Silahkan keluar Miss Laura." kata Reyhan dengan senyum terpaksa.
Laura segera keluar dan bertepatan dengan madam Su yang juga baru keluar dari mobilnya.
"Miss Laura." kata madam Su sambil serius mengamati Laura dari belakang. Merasa ada yang menyebut namanya, Laura segera berbalik diikuti Reyhan.
"Astaghfirullah!" pekik Reyhan karena untuk pertama kalinya ia melihat madam Su.
__ADS_1
"Hai madam?" seru Laura kegirangan.
"Oh no, Miss Laura kesayangan madam?" pekik madam Su yang melihat penampilan anggun Laura.
Keduanya langsung berpelukan seperti teletubbies dan tak lupa cipika-cipiki. Reyhan yang melihat kejadian itu bergidik ngeri.
'Kenapa Miss Laura punya teman makhluk jadi-jadian seperti itu?' batin Reyhan.
Setelah puas bercipika cipiki madam Su mengalihkan pandangannya ke arah Reyhan dan hendak melakukan hal yang sama.
Namun naas, karena Reyhan langsung menghindar, sehingga madam Su nyosor ke kaca mobil Laura. Reyhan terkikik sejenak, tapi tidak dengan Laura yang langsung sigap membantu.
"Oh kamu mau main main dengan madam Su ya sayang?" ucap madam Su sambil tersenyum dan menowel dagu Reyhan.
"Sudah madam, ayo masuk ke dalam, Laura takut kena sinar matahari." kata Laura sambil menarik tangan madam. Reyhan segera kembali masuk ke mobil tapi di cegah oleh Laura dan madam.
"Kamu harus ikut ke dalam!" Laura dan madam langsung menarik tangan Reyhan.
"Tap_tapi...." terpaksa Reyhan akhirnya ikut masuk ke salon.
"Wow, ada cowgan ( cowok ganteng ) rupanya." kata salah satu karyawan madam Su yang menatap Reyhan dari atas kebawah, lalu menjulurkan lidah sambil kedip-kedip.
Reyhan semakin bergidik ngeri karena merasakan tempat itu bukan seperti layaknya salon. Melainkan seperti kuburan yang mengerikan dengan berbagai makhluk jadi-jadian.
"Sut.... sut.. Bahenol." Madam Su memanggil salah satu karyawannya. Dengan menggunakan bahasa isyarat karyawannya pun langsung paham.
"Ap_apa, yang mau kalian lakukan padaku?" tanya Reyhan dengan panik karena ketika hendak duduk tangannya dipegang erat oleh 2 karyawan madam dan langsung menyeretnya menuju meja rias dekat Laura.
Dengan sigap, salah satu karyawan melepas sepatu Reyhan. Karyawan yang lain mulai memijit tengkuk Reyhan, dan beberapa treatment lainnya juga mulai dilakukan. Laura dan madam tertawa cekikikan karena mendengar jerit memilukan dari mulut Reyhan.
Setelah Laura selesai melakukan perawatan, bersama madam Su keduanya menuju kamar seperti biasanya untuk mengghibah indah.
"Kalian mau kemana?" teriak Reyhan yang melihat keduanya bergandengan tangan. Namun keduanya tak menjawab dan justru malah terkikik.
"Mau kemana mereka!" tanya Reyhan ke karyawan yang masih asyik memijit Reyhan.
"Yah seperti biasanya, mereka mau ke kamar pribadinya madam Su dong ganteng." jawab karyawan itu sambil menowel dagu Reyhan dengan gemas.
"APA! Ke kamar pribadi? Apa yang mereka lakukan disana?" tanya Reyhan dengan panik.
"Ya mana Bahenol tahu. Lagi kikuk kikuk mungkin." jawab karyawan itu sambil terkikik.
__ADS_1
"Apa maksudnya kikuk kikuk, bilang yang jelas!" bentak Reyhan.
"Duh nek, you belum pernah kikuk kikuk sama Miss Laura ya? atau pura pura polos?"
Reyhan yang tak kunjung mendapat jawaban yang diinginkan bangkit berdiri dan bergegas menyusul ke kamar. Sesampainya di depan kamar ia langsung menggedor pintu dengan keras namun tidak ada jawaban. Sehingga membuatnya semakin panik. Dan dengan semangat 45 langsung mendobrak pintu itu.
Brakk.....
Reyhan jatuh tersungkur tepat dibawah kaki Laura. Karena belum sempat mendobrak pintu sudah terbuka.
Arghhh....
Jerit Reyhan menahan sakit hingga hidungnya yang mancung berdarah.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Laura dengan panik sambil mengelap darah yang keluar dari hidung Reyhan dengan ujung dressnya.
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kalian berdua lakukan dikamar. Jangan sampai berbuat dosa, ingat kalian itu beda jenis."
"Kita hanya mengobrol seperti biasanya. Memangnya apa yang ada dalam pikiranmu?"
"Kalian, tidak sedang melakukan hal yang....."
"Hai cintaku, asal kamu tahu ya. Madam tuh mendukung seratus persen kamu jadi pacar Miss Laura. Jadi ya ngga mungkin lah madam duluan yang unboxing Miss Laura." cerocos madam.
"Madam! Cepat ambilkan tisu." perintah Laura. Tak ingin sampai madam Su berbicara lebih banyak lagi.
Seketika Reyhan dibuat tak berkutik dan membiarkan Laura tetap melanjutkan aktivitasnya.
"Jangan dengarkan omongan madam yang ngawur. Pacar ku tetap Choki seorang. Jadi jangan berharap lebih."
"Tentu aku ingat itu. Terimakasih sudah menolong ku." Reyhan bangkit berdiri dan meninggalkan Laura dikamar itu.
Yang belum mampir ditunggu mampir nya.
Yang sudah mampir tetap setia sama mas Reyhan Juragan Muda ya.
Hadiah berupa pulsa 50rb untuk juara pertama yang memberi dukungan terbanyak.
hadiah berupa pulsa 25rb untuk pemberi dukungan kedua terbanyak.
Hadiah akan diumumkan setelah novel ini tamat.
__ADS_1
Dan untuk kapan tamatnya, author juga belum bisa memastikan. Bisa jadi sebentar lagiðŸ¤ðŸ¤
Jadi untuk kakak readers semua, ayo dukung terus karya author dengan meningkatkan memberi hadiah dan vote. Pastikan kalian membaca dulu sebelum menekan like nya ya. Jangan asal spam like😉😉