Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 10


__ADS_3

Anda sudah memilih level kesukaran SULIT.


MISI: dalam 6 jam membeli alat transportasi dan emenangkan balap mobil gunung sesudahnya.


HADIAH: kesempatan memutar roda hadiah eksklusif.


HUKUMAN : kehilangan kemampuan bicara.


“Hukumannya benar benar berat. Kalau tidak ada kemampuan bicara bagaimana caraku berkomunikasi dengan orang lain? Sekarang jam 2 sore. Sebelum jam 8 aku harus membeli mobil. Waktunya sangat berlebih siapapun tidak bisa menghalangiku.”


Lin Tian bergegas. Dia mesti mendapatkan apa yang dia butuhkan agar mendapat hadiah yang asik dan terhindar dari hukuman mengerikan. Tidak bisa bicara. Sama dengan bisu. Bagaimana dia komunikasi dengan teman-temannya kalau tak bisa bicara? Akan kesulitan. Dan kalau lebih tak menguntungkan lagi jika nanti di tuduh sombong serta tak sudi dengan kawan-kawannya. Juga bisa ada tuduhan jika multnya bau atau giginya bengkak. Kan bisa gawat. Segalanya akan menjadi berantakan. Terus kalau guru bertanya bagaimana? Bisa-bsa satu kampus akan meremehkannya. Akibat dianggap bodoh tak sanggup menjawab pertanyaan ringan dan mendapat nilai F.


”Eh… kenapa aku terbang? ” Lin Tian kebingungan. Tak punya sayap taka da bulu tahu-tahu melayang begitu saja. Ini bisa gawat.


”Jangan harap bisa lari!” Benar saja, sesuatu yang tak wajar itu langsung mendapat jawabannya. Polisi yang mengejar itu menangkapnya dengan senang. Mengangkatnya tinggi-tiggi dan membuat tubuh Lin Tian sampai terbalik. Dengan bumi seakan berada di bawah dan terus memutar.


Ah!


Tangan kurang ajar Lin Tian dengan tanpa sengaja menyenggol gunung kembar embak polisi cantic nan bahenol itu. Membuat dirinya semakin berdegup kencang. Antara senang dan gelisah. Sehingga jantungnya tak karuan serta tak terukur detak nya.


Ditambah dengan lantai yang tak nyaman. Sangat licin. Membuat sepatu polisi Zhou itu terpeleset.


Pia!


Keduanya jatuh saling tumpang tindih tak tentu arah.


Sakit… sakit… sakit!

__ADS_1


Rintih Lin Tian. Sudah diangkat tinggi-tinggi lalu terpelanting dan bertemu dengan tanah keras. Itu tentu saja sangat sakit. Apalagi polisi nya sangat cantic tentu menambah sakit yang luar biasa untuk lelaki sok cakep seperti lin tian yang tengah buru-buru hendak mencari mobil demi terhindar dari hukuman.


”Eh pantatnya di wajah.” Lin Tian terharu, antara senang dan sendu, akibat sudah sakit tertimpa tangga, malahan kali ini dia yang sudah berdebum kesakibat akibat terpelanting dan dibantng tadi harus tertimpa pantat wanita cantik dan bahenol begitu.


“Lin tian!”


Klik!


Borgol bicara.


“Sekarang aku menangkapmu dengan kejahatan pencabulan, menyerang polisi dan mengganggu keamanan masyarakat!” Zhou Weiwei langsung membacakan tuduhan –tuduhan yang sudah terjadi atas diri Lin Tian yang sudah dengan sengaja atau tanpa sengaja di perbuat nya sejak pertemuan dengannya di sekolah tadi.


Lin Tian meleleh.


Dia tak menyangka, polisi yang demikian cantik dan penuh dengan dedikasi tinggi, ternyata baginya membawa bencana. Untuk satu urusan yang hanya kesalah pahaman belaka. Bagaimana nanti kalau tak memenuhi target. Apakah dia mesti bisu terus? Atau dia akan kedinginan dalam penjara kepolisian yang bisa saja membuatnya sakit, perut ulas, atau menggigil kala dingin tak bisa tertahankan nanti nya. Benar-benar bayangan yang gelap akan dia dapatkan untuk beberapa waktu ke depan nanti.


Keduanya saling diam. Yang satu bingung mencari pertanyaan apa yang sekiranya akan dijawab dengan menyenangkan dari mulut lin Tian, sementara Lin Tian sendiri kebingungan antara menjawab pertanyaan tuduhan atau ingin segera lepas dari sana agar bisa mencapai target membeli mobil untuk terlepas dari hukuman. Akibatnya kali ini ada dua hukuman yang jelas-jelas tengah menghadang nya. Dari pihak Zhou dan juga dari system. Hukuman itu sama sama mengerikan. Antara tak bisa bicara atau mesti berdiam diri dalam ruang dingin semalaman. Itu sangat mengerikan.


”Masih tidak mengaku!” ujar Zhou dengan Geram.


”Bukankah aku sudah bilang, semuanya benar - benar hanya salah paham,” ujar Lin Tian yang memang merasa tak bersalah, setidaknya untuk kasus kali ini.


”Huh… aku bisa mengahabiskan waktu seharian disini denganmu. Terserah kapan kamu mau membuka mulut,” ujar Zhou Weiwei setengah mengancam.


”Kakak Zhou, kalau kamu tidak melepaskanku juga, aku akan kehilangan kemampuan bicara, ” ujar Lin Tian setengah memohon.


RRRRRR….. HP milik Zhou Weiwei Berdering. Dia lalu mengangkatnya.

__ADS_1


”Hmmm… Apa? Dilepaskan begitu saja?” ujar Zhou setengah tak percaya pada suara dalam teleponnya sendiri. Suara diseberang sana menghendaki penjahat ganas seperti lin tian yang sudah main pegang, cium pantat sampai merepotkan mesti dilepas kala itu juga.


Berikutnya satang orang yang menyebalkan.


”Tua muda Lin Tian sudah di jamin. Lain kali kalau ada pertanyaan denganku saja,” ujar gadis berambut pirang. “Aku adalah pengacara dan pelayannya.”


Kata Lin Tian kemudian, ”Kalian ngobrol dulu, aku ada urusan.”


Lin Tian lari.


”Gawat… Gawat…. Sudah jam 6 toko mobil sudah tutup. ”


Lin tian kebingungan.


”Harus mencari kemana mobil seharga 2 juta yuan ya?” ujar Lin Tian setengah melamun sembari menyeberangi jalan. Mobil sekarang sulit dicari. Took tutup. Entah pegawainya dimana. Dirumah atau tengah shoping. Kalau di rumah, juga mesti mencari, entah dimana rumah orang yang tak dikenal itu. Dan jika ketemu juga belum tentu bersedia melayani, soalnya barang mahal begitu urusannya juga tak mudah. Harus mengurus administrasi yang terkadang melibatkan orang lain.


Bip bip…


Srak! Pintu bus besar tepat didepannya.


”Bosan hidup ya! Nyaris saja aku menabrakmu!” umpat sopir yang juga kaget saat ada orang melintas di depan kendaraannya. Kalau sampai kejadian. Dia yang bakal kena urusan mengingat kendaraan begitu sulit dikendalikan kalau sudah menubruk orang.


”Benar ini dia.” Lin Tian mendapat ide.


”Terima kasih ya.” Begitulah akhirnya tanpa pikir panjang lagi, dia langsung main beli pada kendaraan yang sedikit lagi menabrak dirinya.


Hybrida. Besar dan kuat. Penghangat dengan pengatur suhu otomatis. Sofa kulit asli. Kaca spion bisa berputar 180 derajat. Mendapat kendaraan demikian tentu saja membuat sangat senang hati Lin Tian.

__ADS_1


”Hanya 20 juta kan? Aku mau.” Lin Tian senang. Sudah bisa membelanjakan uangnya yang berarti target terpenuhi, dan mendapat mobil yang super aneh. Biasanya kendaraan sepertri itu untuk transportasi umum, yang dipakai buat mencari uang serta bagi pekerjanya merupakan ladang tersendiri. Kali ini dialah yang mesti mengelolanya sendiri. Walau yang jelas semua itu hanya supaya bisa memenuhi target yang mesti dicapai dalam membelanjakan duit yang sangat banyak itu.


__ADS_2