
Berdua berjalan. Mencari sesuatu.
“Bos kita sedang menunggu siapa?“
“Sebentar lagi kamu akan tahu,“ jawab Lin Tian, si pemuda yang banyak rencana. Demi sebuah kerugian, dia rela melakukan semua itu.
“Hai ganteng! Kita ketemu lagi,“ ujar Dasi Merah sembari naik sepeda onthel. Sebuah kendaraan yang menyehatkan. Dan harganya juga tak jauh beda dengan motor sekarang. Jadi bukan karena miskin dia naik begituan, tapi karena sedang trend. Dan sesuai anjuran. Selain menyehatkan jantung, bersepeda begini juga mengurangi polusi, sehingga masih bisa menghirup udara segar kalau banyak yang berlaku demikian. Serta ozon bisa lebih stabil, tanpa terus di bakar oleh panas dari pembakaran di bumi. Terlebih lagi dengan berkayuh begitu bisa sembari menghayal kalau tengah berjalan dengan rekan di samping. Sebab kecepatannya juga hampir sama.
“Eh, anda adalah anggota tim kita yang ketiga. Pahlawan super tersembunyi?“ kata Panda sembari salaman dan sangat senang dengan orang rapi begitu. Bakalan menjadi Tim kuat nantinya untuk melawan musuh-musuh yang juga sangat piawai dalam main game. Dan orang begini bisa diandalkan, lagi pula rapi, jadi tidak malu untuk bertemu orang di muka umum. Lain dengan sebelumnya yang hanya bersedia berada dalam kamar gelap. Bersembunyi dari kenyataan serta menunggu orang untuk di realese ototnya supaya overuse nya kembali normal.
“Ah, pahlawan apanya? Aku adalah agen property,“ ujar orang tersebut dengan sangat bingung. Keduanya menatap Lin Tian. Tak menyangka bukan begitu maksudnya.
“Hari ini kita akan memilih tempat latihan tim,“ ujar Lin tian seakan sedikit menolak apa yang ada dalam pikiran kedua orang tersebut yang mengira masih mencari tim dengan pakaian rapi.
“Tapi dengar-dengar disini adalah daerah paling mahal di kota,“ ujar gendut panda yang hafal akan tempat tersebut untuk bisa sedikit di pikirkan akan pengeluaran yang lebih baik jika sisa uang itu untuk main game lagi biar tak sepenuhnya masuk ke bagian property yang menghabiskan banyak biaya.
“Tentu saja, kalau tidak mahal apa artinya,“ jawab Lin Tian. Dia masih menginginkan kerugian yang lebih besar, sehingga dalam tempo begini bisa di Tarik lagi saldo yang ada dalam sistem. Sebab kalau kurang terus, maka uang jajannya juga menyusut.bahkan tidak kembali modal. Ini bencana. Masa harus terus menerus mengeluarkan dana dari kantong pribadi.
Mereka menuju ke rumah susun yang demikian tinggi. Mencari lokasi termahal, agar ruginya tidak tanggung-tanggung. Perumahan mewah. Sebuah apartemen yang kadang di fungsikan untuk berbagai kepentingan. Terkadang perkantoran, usaha bisnis yang modern, serta main game dengan layar lebar. Semua demi kenyamanan para penggemar yang tentunya berbeda dengan yang sudah berjalan itu.
#
__ADS_1
Klak!
Kunci di putar, pintu dibuka.
“Silahkan masuk dijamin memuaskan,“ ujar si Agen property. Dengan sopan dia melayani para pelanggan sesuai dengan aturan yang berlaku. Melayani dengan prima, tamu adalah raja, sehingga mesti mendapat semua itu.
Demikian nyaman ruangan itu. Ada tumbuhan dalam ruang. Televisi, dan jendela yang menghadap pemandangan luas. Lalu tangga naik menuju atas. Segalanya tertata dengan sangat baik.
“Eh… Kelihatannya bagus juga,“ kata Lin Tian. Dia seakan menganggap semua itu biasa saja. Tak seperti bayangannya yang bisa menguras uang supaya bisa menarik dana dari sistem.
“Kamu memang memiliki selera tinggi. Tempat ini adalah tempat yang paling sesuai untuk berduaan,“ kata sang Agen Property. Merasa senang dengan para tamu yang seakan mulai tertarik akan promosinya serta kondisi yang memang demikian menarik untuk disesuaikan dengan kebutuhan mereka kali itu.
“Berduaan? Aku mau 10 orang.“
“Tidak boleh?“
“Permainan orang kaya berbeda dengan orang seperti kita,“ ujar pegawai berdasi itu. Permainan Lin Tian memang berbeda yang selalu menginginkan rugi, agar dapat kembalian dari sistem. Gara-gara terlanjur kesepakatan yang keliru antar mereka dimana mesti merubah segala kegiatan agar bisa merugi supaya mendapat kembalian yang berlipat ganda. Tapi semua itu mesti ada aturannya. Dan tidak sembarangan membuang harta. Ini yang sulit, makanya terkadang kerugian itu tak banyak. Dan membuat pengembalian tak maksimal seperti di rencanakan. Tapi apa mau dikata, menunggu sampai semua bisa berjalan dengan baik, dan harta bisa kembali ke Lin Tian. Masih butuh perjalanan panjang guna mendapatkan semua itu.
“Mohon maaf tempat ini adaah villa kelas atas. Tidak bisa menampung begitu banyak orang. Bagaimana kalau aku membawamu ke daerah sebelah. Walaupun tidak sebanding dengan daerah ini, tapi sangat bagus juga. Aku akan memberimu diskon 20 % lagi bagaimana,“ ujar petugas memberi kenyamanan. Segala hal baik di tawarkan, termasuk diskon yang sangat banyak di minati orang. Karena diskon akan membuat benda yang sama lebih murah. Itu berarti pengeluaran tak semahal jika harga normal. Tentu semua akan suka. Semua bisa mendapat yang diinginkan dengan harga terjangkau.
“Apa? Diskon? Tidak mau! Tidak mau!“ kata Lin Tian ngambek. Kalau ada diskon maka tak akan mendapat banyak kembalian dari sistem, dan itu akan membuat dia tak rugi.
__ADS_1
“Apa aku salah bicara Dunia orang kaya memang sulit dimengerti,“ ujar orang itu memandang kepergian Lin Tian dan Panda yang berangkulan.
#
Pada suatu gedung- gedung, tinggi pencakar langit.
“Bos… Sebenarnya di mana pun kita berlatih tidak masalah kok,“ kata Panda yang takut jika terjadi masalah dengan keuangan Lin Tian yang sulit sekali melakukan penawaran dengan petugas sangat rapi tadi.
“Malu, memalukan. Kamu sekarang adalah perwakilan dari Tim TTL, mana boleh sembarangan,“ ujar Lin Tian yang seakan sangat menghargai rekannya ini sebagai perwakilan Tin yang mesti menang dan melakukan apa saja demi pertandingan itu. Makanya semua mesti terbaik dan sangat sesuai dengan standar internasional, agar kalau main tingkat regional bisa mengatasi hal tersebut.
“Tapi kita sudah tidak ada tempat yang dituju,“ kata Panda takut membingungkan bos nya dan diri sendiri.
“Sudah ketemu, disini saja.“
“Eh, mana bos?“ ujar Panda masih bingung.
“Lihat aku sudah menemukan tempat latihan kita,“ kata Lin Tian menunjuk ke suatu tempat.
“Bioskop Yida?“
“Apa kamu pernah menggunakan layar 22 m x 66 m imax untuk bermain game?“ tanya Lin Tian.
__ADS_1
Panda terdiam. Ini terlalu besar. Layar nya. Bisa ketahuan sampai detail. Sementara biasa melakukan permainan hanya dengan HP atau paling banter dengan layar monitor yang 14 inchi di warnet. Kalau sebesar ini, siluman ular juga akan kelihatan jika dipaksakan.