Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 17


__ADS_3

Hah!


Lin Tian mengeluh. Ada yang salah kelihatannya.


“Sia-sia aku senang. Bentuk tubuh dan wajah semuanya tidak sesuai,“ ujar Lin Tian sembari memperhatikan bentuk sempurna dari wanita yang selama ini dikagumi, ternyata demikian.


“Lin Tian akhirnya kamu datang juga. Aku Sudah menunggumu seharian,“ ujar Su Xueqing sembari tersenyum.


“Untuk apa menungguku? Kita tidak dekat kan?“ Lin tian mengelak. Terasa masih ada yang mengganjal di batinnya. Semestinya tak begitu. Tak demikian. Untuk sebuah kata manis yang tergambarkan bagi seorang juara. Mestinya hanya kesenangan. Tapi dia berbuat demikian. Yang membuat hadiah tersebut demikian saja melayang. Jutaan Follower itu sangat banyak. Tak semudah membalik telapak tangan. Tidak. Makanya sekali tunjuk itu yang membuat Lin Tian geram. Dia benar-benar mengacaukan impiannya.


“Kenapa kamu seperti ini? “ ujar Su Xueqing terheran-heran pada sikap aneh si pemuda. Sementara orang lain demikian antusias untuk bertemu dengannya, bahkan hanya melihat senang, kenapa anak ini, si anak yang memang akhir-akhir ini membuat heboh, berlaku tak menyenangkan baginya. Ini sebuah kekeliruan. Bahkan dia telah rela menunggunya. Apa ada yang salah? Tentu. Kelihatanya tuan muda itu tengah berpikir yang sebaliknya dengan dia. Sehingga dengan mudah saja melalaikan apa yang terjadi semalam.


“Dasar pengecut. Kemarin kamu mengancam ku. Lihat saja aku akan membereskan mu.“ Geram nya. Ancaman itu tentu akan dia ingat terus. Dan untuk berikutnya adalah pembalasan. Ingat, pembalasan tak perduli. Entah itu cantik atau sekedar bahenol, menarik atau cuma sampah, semua sama saja. Pembalasan bakal lebih kejam dari perbuatan awal itu.


Lampu jarak jauh menyala. Sangat terang. Sangat menyilaukan. Ini sebuah pancaran yang kuat. Terdiri dari beberapa ratus watt kelihatannya. Sehingga tak mengenakkan mata. Namun demikian, sangat berwibawa, hawa cemerlang nya itu. Jelas tak banyak orang yang memiliki lampu demikian. Hanya satu dua orang saja kelihatannya yang bisa.


“Siapa yang menyalakan lampu jarak jauh?“


Semakin terang. Semakin terpana.

__ADS_1


Jiang hao. Dia yang muncul.


“Lagi-lagi bocah ini. Kemanapun dia pergi. Disana aku juga akan sial“ ujar Jiang Hao. “Benar. Sebelumnya kenapa aku tidak berpikir orang yang melapor polisi itu pasti Lin Tian. “ kata Jiang Hao geram.


“Lin Tian pasti kamu kemarin orangnya yang melapor! “ ujarnya.


“Ha kamu bermimpi lagi? Semalam aku dan Su Xueqing terus bersama. Benar tidak primadona Su? “


Su terkejut. Rahasianya mulai dibongkar sama bocah miskin itu.


Su mengangguk. Tapi dalam batin mengancam, “Lin Tian kamu ini cari mati.“ Lihat saja muka iblis nya mulai memerah. Tanduk setannya juga mulai keluar. Pertanda akan segera ada serangan yang ganas dari dewi amarah. Dan itu untuk Lin Tian yang berani-beraninya membongkar aib yang sudah dia tutupi sedemikian rupa demi segalanya. Mungkin sebentar lagi, yah sebentar lagi, bakalan ada yang tewas oleh amukannya. Ingat, sebentar lagi.


“Kabar mengejutkan ternyata primadona Su sudah ada yang punya, semalam bertemu dengan tuan muda Lin. “


“Hebat sekali tuan muda Lin. Benar-benar tuan muda. “ Bisik banyak orang. Terus semakin dipergunjingkan. Lin Tian memang banyak akal. Dia terus mengungkit kejadian semalam. Dan dia yakin kalau yang memperdayainya adalah cewek itu. Makanya dengan segera dia membongkar apa yang sudah terjadi. Ini kenyataan. Yang mestinya bakal ditutupi. Kalau… ini kalau, yang punya rahasia juga berlaku enak. Tak seperti kali ini. Lin Tian benar-benar merasa dirugikan. Karena kasus itu, dia rugi besar-besaran. Bayangkan Follow yang demikian banyak, hanya dihamburkan untuk wanita tak menarik begini. Ini sebuah malapetaka. Sehingga dia tak bisa berlaku adil pada penggemar lainnya.


“Lin tian aku pasti membalaskan dendam ini!“ ujar Su Xueqing semakin mendendam. Dia tak mengira, kalau pemuda ini benar-benar telah berhasil memancing emosinya. Dan itu menjadikan semakin membara di batin nya. Tak akan bisa dilupakan hanya sekejap saja. Bukankah sudah perjanjian, kalau dia mengalah, bakalan tak diungkit apa yang sudah terjadi secara sembarangan itu. Dia sengaja menutup diri agar tak terbongkar. Sebab itu sebuah kesenangan. Dan untuk kesenangan berikutnya untuk hal yang sama, bakalan kesulitan jika hal itu terkuak. Ini tak boleh dibiarkan. Yang mengetahui rahasia ini Cuma si pemuda kurang ajar itu. Semestinya diam. Malah mengumbar demikian. Sama saja membongkar borok di muka orang. Akan terbuka rasa tak enaknya. Dan itu berarti malapetaka buat kariernya ini.


“Semuanya cepat duduk pelajaran akan segera dimulai!“

__ADS_1


Belum… pelajaran belum di mulai.


Sudah!


Guru masuk. Kali ini benar. Pelajaran akan segera dimulai. Tentunya melanjutkan hal yang kemarin. Atau ada materi baru yang mesti di sampaikan di kampus ini oleh bu guru cantik idola semuanya.


“Hari ini kita akan mempelajari…“


Lin Tian seakan terkejut. Pada bahu itu. Juga paha. Ada luka. Kaki… luka-luka itu benar-benar luka yang sama. Yang terjadi pada idolanya. Dimana membuat semakin kentara untuk berbagai bagian yang jelas-jelas masih terbayang dalam ingatan Lin Tian. Bayangkan, jika hanya pada seorang gadis saja bekas itu sudah berarti, apalagi ini milik idolanya, tentu tak sembarang orang akan bisa melakukannya, andai tak demikian. Maka idola menjadi pengingat buat seorang Lin Tian yang terkagum-kagum padanya. Sehingga tak mungkin dia keliru.


Lin tian mengukur dengan jari di depan. Mengamati muka. Kembali Lin Tian nampak terkejut. Muka itu. Muka bu guru dan cewek itu. Serupa…


“Lin Tian kenapa kamu tidak fokus?“ ujar Bu Guru.


“Tak disangka idolaku Tian Feifei kukira jauh ternyata ada di depanku. Tak disangka guru Chen adalah idolaku.“ Batin Lin Tian.


Eh….


LEVEL KESULITAN : MODE NERAKA

__ADS_1


MISI SISTEM


__ADS_2