Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 262


__ADS_3

Pada suatu restoran siap saji yang begitu mewah. Nampak seseorang dengan pakaian seragam sangat rapi tengah melayani tamunya yang tengah menderita kelaparan.


“Tuan, silahkan menikmati makanan anda,“ ujar pelayan pria tersebut sembari meletakkan piring pesanan penuh dengan makanan. Disitu ada nasi dengan sayur dan lauk pauk yang sangat nikmat.


“Memang benar-benar set nasi dengan lauk yang paling enak,“ ujar Lin Tian sembari menerima pesanannya. Langsung saja dia memegang sumpit dan siap untuk mencocol makanan tersebut sampai ludes.


“Aih, belakangan ini tidak ada siaran langsung yang bagus lagi,“ ujarnya seraya mengunyah makanan yang bisa dia telan. Dipandangi terus HP kesayangan yang isinya tengah membosankan.


Wahaha…


Dia terkejut.


Mendengar ada ketawa yang aneh.


Letaknya pada tempat duduk di sekitarnya.


Nampak seseorang yang tengah asyik dengan kesendiriannya. Dia juga tengah mengamati HP. Orang dengan pakaian aneh. Memakai topi. Dan pakai baju bebas dengan hanya mengenakan pakaian putih.


“Lucu sekali. Aku akan kirim hadiah untuknya,“ katanya seraya mengirim pesan lewat alat komunikasi itu.


“Oh, siaran langsung ya,“ ujar Lin Tian seraya menajamkan pendengarannya sampai telinganya caplang agar lebih jelas dalam menangkap pembicaraan sendiri itu.


Bahkan dengan tatapan tajam, dia terus mengamati si pemuda bertopi, sampai matanya seakan tak berkedip.


Dalam layar tersebut, si pemuda asik chatting.


Mengikuti…


“Lucu sekali istriku…“


“Semangat…“

__ADS_1


“Dimana aku bisa membelinya…“


Demikian komunikasi dalam layar HP yang mungil. Namun Nampak asik untuk saling mengobrol tanpa perlu memandang muka si pembicara yang terkadang malu menatap diri sendiri tersebut.


“Ilmu pengetahuan sesat apa lagi ini…“ ujar Lin Tian sangat penasaran dengan si pemuda yang terlampau asik dengan urusan itu, sampai-sampai tak memandang sekeliling yang lagi asik menghabiskan makanan pesanan tersebut. “Ini juga bukan VTuber.“


“Oh, kamu ahli juga ya. Tahu Vtuber juga?“ ujar pemuda bertopi miring tersebut sekilas melihat Lin Tian yang tengah keheranan dengan kelakuannya yang tengah asyik itu.


“Tentu saja, menirukan idola kan? Tapi ini pasti bukan. Dilihat sekali saja, ini adalah orang sebenarnya dengan memakai… memakai….“ Lin Tian berusaha menebak. “Memakai entah barang apa itu!“


“Kamu tidak mengerti yang ini? Ini adalah mtuber,“ jelasnya menjelaskan.


“MTuber? Yang kamu maksud dengan M ini. Apa dia lurus?“ Lin Tian langsung terbayang sebongkah makanan yang sangat nikmat. Bentuknya seperti segitiga sama kaki di dalam sebuah bungkus memakai daun yang begitu sehat.


“M maksudnya adalah mask topeng. Host siaran langsung bertopeng inilah mtuber topeng yang mereka pakai. Sangat canggih,“ kata si pemuda.


“Eh canggih bagaimana?“ tanya Lin Tian.


“Coba lihat siaran langsung. Orang ini adalah….“ ujar si pemuda sembari menunjukkan HP nya, dimana ada siaran langsung yang lagi menyita banyak perhatian.


OPERA SICUAN BIANLIAN


EDISI TERBATAS GADIS CANTIK


“Ha?”


Lin Tian ternganga. Sampai-sampai dia menggaruk-garuk kepalanya.


Sat.


Seorang gadis terlihat dengan mengenakan pakaian seksinya, lagi memegang mik untuk mengidungkan sebuah tembang yang sangat melankolis.

__ADS_1


Bullying…


Berikutnya Nampak dia tengah melakukan gerakan tarian yang sangat menawan. Sebuah dance dari luar negeri yang banyak di gandrungi Opera kawula muda. Makanya saat datang ke tanah air, pasti tiketnya langsung ludes. Meskipun harga per kelasnya begitu mahal. Tapi tetap saja membuat orang penasaran untuk memenuhi sebuah lokasi yang dipergunakan sebagai panggung pertunjukkan tersebut.


Sya…


Masih diteruskan dengan gerakan khusus si gadis yang menutup muka dengan jari terbalik. Ini merupakan gerakan khas dari gadis penari itu.


Dingling…


Berikutnya tatapan sayu.


Sat…


Dan gerakan lain yang sangat memukau. Tapi pada dasarnya gerakan yang lagi popular adalah posisi tangan dengan arah terbalik yang diletakkan pada kening. Itu yang lagi jadi hits dalam dunia maya tersebut. Dengan arahan alat pendengar yang tertempel di telinga, layaknya sebuah earphone, namun tanpa kabel, jadi tak mengganggu gerakan dance yang lincah itu.


“Ini, mainan aneh apalagi ini?“ ujar Lin Tian terus melihat ke layar dengan tatapan sangat ingin tahu. Bahkan karena sangat menikmatinya itu, membuat dia menatap layar monitor HP itu sampai Nampak seperti orang yang lagi keranjingan dan enggan mengerjap walau sedetikpun, supaya tidak kehilangan momen penting, siaran langsung, yang tengah berlangsung sangat memukau tersebut.


“Coba lihat, ada banyak orang-orang yang setipe dengan ini, juga mengadakan siaran langsung. Semuanya meniru wajah gadis cantik ditambah dengan siaran langsung dengan orang sendiri,“ katanya seraya menunjukkan ke berbagai slide dalam monitor tersebut dengan menampilkan berbagai siaran langsung, dengan banyak tokoh, akan tetapi gerakannya sama saja. Seakan semua terbius oleh karakter si penari tersebut.


“Hebat sekali. Dengan menambahkan unsur perasaan tokoh asli pada unsur pokoknya, bisa merubah wajah dan menambah keantusiasan pasar,“ kata Lin Tian langsung paham dan memberi pujian hebat pada acara langsung tersebut. Sangat memasyarakat dan bisa diterima di semua kalangan. Terutama buat para penggemar siaran langsung yang kala itu tengah lesu pemasarannya. Akibat di rasa siaran yang sudah ada sangat membosankan, dan tidak memberi nilai lebih untuk pengetahuannya.


“Dimana kamu membeli topeng? Aku juga ingin membuat satu untuk ibu guru Chen.” Lin Tian sangat antusias, dan ingin mendapat acara tersebut. Dan diberikan kepada rekannya, untuk kemudian akan disebarluaskan pada yang lain, sehingga acara yang sudah tenar itu akan semakin banyak pemirsanya, dan menambah luasnya para pelihat yang juga ikut penasaran ingin menyaksikan acara yang sama, bahkan kalau perlu mengikutinya sampai hilang rasa penasaran tersebut.


“Ini bukan barang di jual. Saat ini masih dalam masa percobaan. Aku juga karena ada teman yang merekomendasikan, maka aku baru melihatnya,“ kata pemuda bertopi hitam tersebut menerangkan. Dengan acara yang demikian baru, namun sudah sangat luas penerimaan nya di dunia netizen, maka hal tersebut sangat membuat penasaran. Sehingga membuat keinginan tak terbendung dari Lin Tian. Walaupun hanya dengan bisik-bisik semata, hal itu tetap di lakukan di balik ruang tersembunyi. Maklum acara yang masih percobaan. Jadi belum di pasarkan secara luas. Hanya untuk kalangan tersendiri. Sehingga mesti dilakukan dari hati ke hati saja.


“Tidak apa-apa,“ ujar Lin Tian langsung saja main pegang HP untung memesan barang yang aneh ini. Dia benar-benar sangat keranjingan akan acara yang sangat viral itu. Dan ingin segera memilikinya untuk kemudian di manfaatkan sebesar-besar demi kesenangan yang sangat mengesankan itu.


Si pemuda hanya diam. Dia memberi tahu caranya pada Lin Tian.


“Halo? Qian budget ya?“ ujarnya dalam telepon. Dia berhasil terhubung dengan sang sekretaris yang cerdas itu. “Tolong belikan aku topeng di mtuber itu.“

__ADS_1


“Beli? Ini barang perusahaan kita sendiri. Perlu dibeli?“ Qian sangat kebingungan dengan rencana sang direktur yang nampaknya sedikit aneh tersebut.


#


__ADS_2