
Lin Tian tidur dengan ngoroknya. Begitu lelap dan sangat pulas. Kelihatannya Mimpi indah.
Zzzz….
Tok tok tok....
Pintu diketuk. Suaranya keras. Gantungan baju sampai bergoyang-goyang. Dan jaket dengan kerah yang juga menggunakan penutup kepala itu seakan bagaikan sebuah sosok mengerikan yang demikian menakutkan.
“Siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini?”
Lin Tian mengeluh. Mengganggu orang tidur saja. Dia membuka mata yang separuh tertutup. Dan rambut yang masih acak-acakan akibat selalu bertarung dengan bantal.
Dia bangun dengan ogah-ogahan. Lalu berusaha mengintip dari lubang kunci. Siapa tahu itu mahluk berbahaya, atau orang jahat yang demikian buas serta menghendaki sebuah kejahatan yang sangat mencekam.
“Eh…“
Tidak ada orang. Antara terkejut dan takut. Apakah ini hanya mimpi dikala tidur yang tengah berjalan. Atau Cuma pendengarannya saja yang kacau, sebenarnya tak ada suara apapun.
“Aneh sekali.”
Sembari garuk garuk. Seolah tengah berpikir yang tak ketemu ujung pangkalnya sehingga rasanya semakin pusing saja. Mata tambah kliyengan dan hendak ambruk setempat-tempatnya. Tak perduli itu bukan Kasur empuk yang layak bagi seorang kaya, habis bagaimana lagi, masih demikian mengantuk. Bukankah dulu di sembarang tempat juga bisa tidur. Maklum orang miskin. Tapi dalam dunia insekei kemudian semua tentu bisa berubah.
Tok…
Kembali pintu diketuk. Setelah Lin Tian balik badan. Ada yang tengah bermain. Baik tentang rasa maupun untuk menguji nyali. Sebuah perbuatan yang kurang baik. Tentu saja. Mengganggu orang. Berlaku tak adil, juga tengah demikian tak jujurnya. Sehingga mesti bolak-balik menuju pintu yang sama tanpa ada sesuatu pun yang bisa dilihat.
“Siapa? “
__ADS_1
Lin Tian mangkel. Pintu dibuka. Tetap sunyi. Tak ada siapa-siapa. Jangan-jangan memang benar hantu. Kalau hantu gawat kan. Selain mengerikan, juga bisa bikin merinding. Padahal hantu luar negeri kaya-kaya. Pakai jas segala, seperti drakula, vampire. Sedangkan dalam negeri paling kuntilanak, sundel bolong, yang nggak pernah sisiran. Bahkan banyak yang difabel. Jadi banyak yang tidak takut.
“Malang! “
Nampak seperti Kuntilanak muncul. Orang dengan rambut menutup muka. Atau orang yang baru potong tapi belum rapi.
Aneh, kali ini. Hantunya seperti di sini. Tidak sisiran. Tapi kok mengerikan. Lin tian sampai kacau hatinya. Gara-gara hantu luar negeri namun demikian.
“Eh…“
Lin Tian kaget, pucat. Ada yang beneran seperti itu. Sungguh menakutkan. Mesti balik badan ini. Kalau melihat tentu bakal takut. Atau kalau mencoba terpejam, pasti nanti bakal digelitikin sehingga tetap akan membuka mata.
“Malang sekali diriku…“ ujarnya dengan suara aneh yang semakin membuat bulu kuduk berdiri. Sehingga mau tak mau mesti terpejam.
Ssss…
“Ini…“
Hingga esok harinya,
“Ah.. Ngantuk sekali.“
“Gara gara kurang tidur. Teori dasar.“
Plak!
“Ada apa direktur Lin? Semalam tidak bisa tidur?“ ujar Qian Duoduo yang begitu perhatian pada atasannya yang masih belia itu. Demikian lesu dan tak bergairah. Ini bakalan kurang baik kalau diterus-teruskan. Nanti akan kekurangan darah. Sehingga memucat seperti drakula atau kuntilanak habis beranak. Sungguh tak menawan lagi.
__ADS_1
“Semalam terjadi sesuatu yang aneh,“ ujar Lin Tian.
Lin Tian cerita. Dari awal hingga akhir. Mulai dari bangun tidur hingga sampai tak ada orang sampai di hantui oleh kuntilanak luar negeri yang demikian menakutkan. Kuntilanak sini yang begitu miskin saja menakutkan apalagi hantu sana yang kaya raya, tentu saja serasa lebih mencekam.
“Kalau dengar dari ceritamu mungkin kamu diikuti hantu. Benar orang yang diikuti hantu jam beraktifitas akan terganggu. Dan jadi mudah melihat kejadian aneh misalnya salah mengenali orang. Atau…”
”Atau melihat dua orang yang sama persis?” ujar Lin Tian. Dia paham akan arah pembicaraan si wanita cantik satu ini. Seperti ada maksud dan tujuan yang tak kentara.
”Benar sepertinya kamu benar-benar telah diikuti hantu,” kata Qian semakin menakut-nakuti Lin Tian. Coba bayangkan, siapa yang tak takut dilihati arwah begituan. Iya kalau Cuma putri Salju dari gunung yang Cuma pucat pasi, kali ini dengan rambut awut-awutan tentu tak ingin ketemu lagi. ‘Kalau bisa mengelabuinya dengan diikuti hantu maka aku bisa menutupi semuanya. Trik ini telah diuji coba berulang kali.’
”Jadi apa hubungannya dia dan kamu?” tanya Lin Tian. Sembari menggelengkan kepala. Sangat heran dia. Dua wanita kembar ini benar-benar lihat. Sepak terjangnya demikian tak kentara. Sehingga mampu mengecoh siapa saja yang menjadi incarannya. Terutama jika tengah berseteru, maka tak ketahuan lawan akhirnya bisa memenangkan perselisihan itu tanpa sadar.
”Eh?” Qian Duoduo terkejut. Tak menyangka. Ternyata dia sudah tahu semuanya.
”Duo duo aku sudah melihat pakaian dalam yang kamu dan dia pakai saat menjadi hantu. Pakaian dalam motif kucing kecil kan?” ujar Lin Tian sembari nyrengenges. Ada yang aneh namun asik. Makanya si Lin Tian ini demen banget kalau suruh main tembus pandang segala. Soalnya begitu, asik asik bagaimana gitu.
”Kamu… apa yang sedang kamu bicarakan?”
Duo duo terkejut sembari menutupi yang tengah dibicarakan oleh pemuda ini. Kayaknya memang banyak yang keliru dengan pikiran pemuda aneh namun kaya ini. Masa begituan di ceritain, kan akan menambah rasa malu pada sesama yang tengah menderita kekurangan bahan ini.
”Baju yang kalian kenakan kemarin, sudah rusak. Rambut palsunya juga. Rambut palsunya miring. Semuanya sudah terlihat olehku,” jelas Lin Tian yang telah paham akan begituan. Benar-benar ampuh kalau ajian satu ini dikenakan sama orang-orang cantik. Bakalan kelihatan semua tuh. Makanya jangan berani-berani berbuat jahat pada pemuda itu. Bakalan di terawang nanti.
”Tidak mungkin, kami sudah menyamar dengan sempurna,” ujar Qian yang jelas-jelas tak mempercayai apa yang dikatakan sang bos ini. Kecuali kalau tak menyamar, mengatakan hal demikian pantas. Tapi dia telah menyamar dengan bersusah payah, bahkan pakai make up hantu segala, masa langsung ketahuan, jelas itu mustahil.
”Rambut palsu dan baju yang dikenakan untuk menyamar menjadi hantu semuanya sudah aku lihat tembus pandang,” ujar hantu Lin Tian dengan tanduk iblisnya sembari menyeringai. ”Qian Duoduo aku tahu kamu memiliki kecurigaan tapi kamu bisa mempercayaiku”
”Lin Tian sebaiknya kamu jangan membongkar rahasia ini. Kalau tidak bukan hanya kamu. Tapi kita dan semua orang yang berkaitan denganmu. Akan mati…”
__ADS_1
Lin Tian terkejut mendengar hal itu. Semacam ada ancaman mengerikan yang bakalan di tanggung oleh dia beserta kerabat nya ini.
!!!