
“Dasar bocah tidak tahu di untung, katakan! Apa yang dia berikan untukmu? Sekarang aku sudah mengetahui wajah aslimu, lain kali jangan ikut denganku lagi.“
Jiang marah. Tidak main-main. Anak buahnya yang sudah terperdaya oleh akal Lin Tian akan dia pecat. Dan tak sudi mempekerjakan orang seperti itu lagi.
“Ada apa tuan muda Jiang?“ ujar temannya.
“Lin Tian, aku ingin lihat, apa yang bisa dihasilkan oleh para koki kelas teri ini!“ ujar Jiang Hao yang masih belum yakin akan kemampuan koki yang oleh anak buahnya paling dipercaya sampai mesti terlampau kagum. Jangan-jangan itu hanya gertak sambal saja, agar dia keder, dan mengakui jika musuh lebih jago. Yang ternyata semua hanyalah omong kosong semata. Yang taka da apa-apanya. Makanya perlu bukti.
“Tian Lin makanan pembuka anda salad sudah siap,“ ujar si cantik mengantar makanan.
“Eh apa itu salad? Beri aku semangkuk nasi putih saja sudah cukup,“ kata Lin Tian.
“Ini….“
Tutup makanan di buka.
“Silahkan dicicipi semuanya.“
Nampak sebuah bentuk makanan yang sedikit saja. Bukan porsi kuli. Biasa orang-orang modern, makanannya sedikit saja di taruh pada tengah piring besar. Sehingga Nampak satu ke sia-sia an. Tapi bagi mereka porsi yang kecil ini memang sengaja di buat. Walau harganya sama saja dengan porsi kuli. Mengingat makanan itu berkualitas. Tentunya bahan sangat mahal. Jadi yang sedikit sudah mempunyai nila. Dan buat para penikmat yang kaya, tentu langkah selanjutnya adalah menikmati makanan lain. Sehingga untuk sedikit itu rasanya tak akan memenuhi lambungnya, sehingga untuk berikutnya akan menyisihkan sebagian ruang lain demi makanan lain yang juga nikmat. Dan itu hanya terpenuhi kalau makanan tersebut tak banyak. Kalau terlanjur terisi banyak nasi, maka makanan lain yang berkualitas tak akan tertampung lagi. Itu;ah beberapa alasan lain mengapa porsi nya demikian sedikit jika dibanding dnegan daya tampung piring yang sangat besar.
Salad yang enak.
“Hahaha konyol“ ejek Jiang Hao. Sekarang nampaknya mulai ada angina. Masa makanan demikian saja dibuat oleh koki profesional yang pengalamannya tingkat internasional. Benar-benar tak masuk di akal. Ini sih koki butut. Yang pantasnya berada di bawah bintang tujuh yang super puyeng. Bukannya ala restoran bintang lima yang membuat anak buahnya terkagum-kagum sampai mesti mengiba.
“Salad? Bukankah ini hanya selembar sawi jelek?“ ujarnya lagi dengan ejekan yang selain memerahkan kuping tentu saja bakalan membikin sakit hati.
“Ah…” Seorang gadis terdengar sedang menikmati sesuatu. “Salad ini tak disangka enak sekali….“ Para wanita berteriak kegirangan.
“Sawi memang enak. Tapi tak berlebihan seperti itu kan?“ ujar Lin Tian.
__ADS_1
“Lihatlah lebih teliti lagi sawi ini,“ kata wanita cantik itu.
SALAD PEMBUKA SAWI INI SEBENARNYA TERBUAT DARI TRUFFLE DENGAN TEKNIK MEMASAK MOLEKULER. BAGIAN YANG GELAP MENGANDUNG 1,1 JUTA TRUFFLE DALAM TIAP 1000 GRAM. SEDANGKAN BAGIAN YANG TERANG ITU ADALAH TRUFFLE PUTIH YANG HARGANYA LEBIH MAHAL LAGI. SEDANGKAN BATANG DAUN KECIL KUBIS DIAMBIL DARI PASTA KERANG SALJU. SETIAP LEMBAR SAWI INI SEMUANYA BISA DILAHAP LANGSUNG. SETIAP SUAPAN NILAINYA LEBIH DARI 30 RIBU.
“Memang lezat. Sedikit lebih enak dari makanan kantin,“ kata Lin Tian sembari menikmati makanan mahal tersebut.
“Lebih enak dari kantin? “
Semua terperangah.
“Baiklah makanan sudah lengkap!“ kata gadis rambut pirang.
“Walaupun rupanya dibuat terlihat seperti makanan kantin, tapi ini mana bisa dibandingkan? Setiap suapannya sangat bernilai tinggi. Jangan-jangan tuan muda Lin Tian sudah terbiasa dengan makan makanan lezat dan mahal. Sampai-sampai malah suka makanan kantin,“ ujar temannya.
SAWI REBUS INI DIBUAT DENGAN CARA SUP GRATIS KANTIN YANG TIDAK BERMINYAK. ASPARAGUS PUTIH LANGKA DAN SEDIKIT BABI MANGLICA YANG SUDAH HAMPIR PUNAH. BABI SUWIR YANG NYARIS TIDAK MENGANDUNG DAGING SUWIR DIBUAT DENGAN PEWARNA DAN BUMBU KUNYIT. TOMAT TUMIS TELUR PENDAMPING NASI YANG MENGGUNAKAN SAUS KHUSUS DAN BOLA UDANG.
“Ini jauh lebih nikmat dari makanan Jiang Hao,“ kata pemuda bertopi. “Aku rasa tuan muda Jiang Hao harus sedikit tahu diri mana bisa dia melawan Lin Tian. “
“Tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Apa benar Lin Tian adalah orang kaya tersembunyi Apa aku kalah begtu saja?“ ujar Hao masih belum mengakui kekalahannya. Bahkan dia tak menyangka akan bernasib demikian. Menghadapi kenyataan kalau orang yang selama ini remeh begitu, ternyata mempunyai kemampuan yang luar biasa.
“Tuan Lin, apakah anda makan dengan senang?“ ujar wanita cantik berambut pirang tadi.
“Erkk… Boleh juga. Tapi satu hal yang tidak baik. Airku terlalu dingin,“ kata Lin Tian mengomentari air mineral yang dia minum itu.
“Itu adalah air sumber gunung Xue. Sudahlah tuan Lin yang penting anda senang. Oh ya tuan Lin uang anda masih ada ini sisanya. “
Brak!
“Mengembalikan? Tidak perlu… tidak perlu… semuanya untukmu sebagai tip,“ ujar tuan Lin Tian yang tak ingin uang itu dikembalikan. Itu biar buat si wanita dan para koki lain yang sudah demikian keras kerjanya hanya demi membuat hatinya senang. Serta merupakan satu kebanggaan tersendiri kala berhasil memenangkan satu pertaruhan melawan orang kaya yang sombong tersebut dan selama ini belum pernah terkalahkan. Makanya dia sangat menyukai akan kerja wanita tersebut. Dan uang tip tersebut tentu bukan apa-apanya jika dibandingkan segala yang telah terjadi tadi untuk itu akan lebih nyanyian jika tip yang dia berikan juga bermanfaat bagi anak buahnya tersebut. Sehingga untuk selanjutnya akan melakukan kerja yang lebih giat serta lebih segalanya demi berbagai kepentingan baik dirinya maupun usaha makan tersebut.
__ADS_1
“Wah royal sekali… keren.“
“Kenapa aku merasa Lin Tian semakin tampan?“ ujar teman – teman wanita yang langsung bergairah melihat si Lin Tian yang kaya raya itu ternyata demikian royal dan tidak pelit sehingga uang yang banyak itu diberikan untuk pegawainya yang telah membuat dia merasa nyaman akan kinerja yang demikian bagus itu.
“Akhirnya aku berhasil menyelesaikan misi. Kalau lambungku lebih besar, aku akan makan lebih banyak lagi,“ ujar Lin Tian senang berhasil menyelesaikan Misi besarnya.
#
MISI SELESAI
#
HADIAH MISI (SUDAH DIPILIH) UNDIAN PENGUAT ORGAN.
UNDIAN DIMULAI.
#
“Tunggu dulu. Apa itu kolam undian? Aku masih belum memilih. Apa itu penguat organ? Jangan memperkuat usus buntu saya. Itu paling tidak berguna.“
Jarum berhenti.
“Eh….“ Terkejut. “Ini penguat organ dari aliran mana?“
Mata tembus pandang.
“Ini boleh juga sistem' kau memberiku imbalan besar. “
“Tuan Lin. Anda kenapa?“ ujar sang wanita dengan penuh keheranan.
__ADS_1
“Hidupku tidak ada penyesalan,“ ujar Lin Tian sangat senang.