Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 288


__ADS_3

“Katakanlah! Kenapa kamu ingin bergabung dalam Tianlin Grup?“ tanya Lin Tian kepada calon karyawan yang sangat loyal ini. Dia masih ingin terus mengetes karyawannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit.


“Huh, kenapa kamu bisa mengira aku ingin bergabung dalam tianlin grup?“ ujar Luo Ningning. Dia sangat tidak ingin bergabung dalam perusahaan yang selalu membuat kegiatan bermainnya seakan di ganggu dan menyeretnya menuju ke lokasi tersebut supaya bisa bekerja sama dengan perusahaan tadi.


“Tidak ingin bergabung? Sombong sekali!“ ujar Lin Tian keheranan dengan gadis itu. Padahal dia mendingan bekerja di bandingkan dengan bermain terus yang nantinya hanya akan membuang-buang uang. Bukankah dengan bekerja nanti malahan akan memperoleh uang yang banyak.


“Aku memahami kalian para kapitalis. Awalnya menggunakan iklan bervirus dulu, untuk memberitahu kami, kelebihan dari perusahaanmu. Setelah berhasil menipu kami kemari, kalian membicarakan mimpi dan kehidupan, tapi semuanya adalah palsu,“ ujar Luo Ningning yang seakan telah paham dengan akal para pemimpin perusahaan ini.


“Aku bisa sampai ke tahap wawancara, ini semua karena ingin bertanya langsung padamu. Yang aku mau adalah uang yang tinggi, gaji tinggi. Apa kamu bisa memenuhinya?“ ujarnya lagi yang seakan mau meminta sesuatu yang tinggi supaya tidak terpenuhi keinginannya.


“Eh…“ Lin Tian ber-ekspresi melongo.


‘Huh, lihat ekspresi melongo-nya, sudah jelas kalau dia terkejut dengan permintaanku. Jelas-jelas aku sudah lulus ujian, tapi menolak datang. Wajahnya tertampar hahaha…’ gumamnya sembari tersenyum bangga, mampu membuat pemilik perusahaan yang kaya ini merasa tertampar akan keinginannya yang nampak terlampau mengada-ada.


“Baiklah,“ ujar Lin Tian seraya menarik tangan Luo sebagai tanda dia sangat menyetujui usulnya itu.


“Haha, tunjukkan wajah aslimu. Kamu tidak bisa memberiku gaji tinggi. Aku tidak mau…’ Luo merasa yakin tak bakalan di terima.


Lalu keduanya terlibat dalam sesuatu yang menambah pikiran bagi mereka sendiri.


“Eh… Apa katamu?“ setelah pembicaraan itu, justru Luo Ningning ini yang merasa terkejut dan seakan tertampar sekali.

__ADS_1


“Aku bilang, kamu telah berhasil bergabung. Gaji tinggi, aku jamin gajinya tinggi,” ujar Lin Tian sembari menunjukkan surat tanda kontrak bahwa dia menyetujui permintaannya sebagai karyawan baru. Dia tak memperdulikan gaji besar tersebut. Yang dia mau hanya supaya anak ini bisa bergabung dengan perusahaan Tianlin itu.


Gadis itu yang kini Nampak kebingungan. Tak tahu mesti bicara apa.


“Oh ya namamu siapa?“ tanya Lin Tian memecah kebuntuan akibat melihat gadis tersebut hanya terbengong dan penuh tanda tanya, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


“Namaku Luo Ningning. Bukan, bukan ini masalahnya. Maksudku, kenapa kamu mempekerjakan ku. Gaji tinggi yang aku maksud adalah yang benar-benar tinggi sekali,“ ujarnya malahan kebingungan dan berusaha mencari cara supaya dia tak bergabung dengan perusahaan kapitalis ini.


“Terserah kamu saja, kamu ingin berapa, aku akan beri berapa,“ jelas Lin Tian.


“Sesuai dengan gajiku sebelumnya, lalu dua kali lipat,“ ujarnya berhitung. “Sebanyak ini gaji pokok. Huh gaji pokok 10 ribu yuan untuk seorang yang tidak punya pengalaman, apa kamu berani?“


“Apa?“ Semakin kaget Luo Ningning. “1 juta, kamu mau menipu aku ya? Apa-apaan ini?“


“Tidak benar. Ini pasti adalah MLM. Kalau tidak, mana mungkin dia masuk jebakanku.“


“Eh kenapa kamu diam saja, bukan 1 juta, 100 juta ya? Ini perusahaan, mungkin untuk sementara ini, tidak bisa memberimu sebanyak itu, tapi nanti pasti ada.“


“Benar kan Xiaoqian?“ tanyanya pada Xiao Qian.


“Tidak bisa, tidak bisa, mana ada hal seenak itu?“ ujar Xiao Qian.

__ADS_1


“Hawa… Mama, ada penipu MLM, cepat tolong aku!“ Luo Ningning berlari.


“Wah, Lin Tian grup benar-benar ketat, sampai membuat orang menangis katakutan,“ ujar para pelihat keheranan. Mereka langsung membayangkan bahwa apa yang dilakukan di dalam sana sungguh-sungguh sangat menakutkan. Seakan pasrah saja untuk tak meminta bayaran yang sangat tinggi. Takut jika mereka di dalam sana nanti akan di buat menangis seperti yang sudah-sudah serta yang nampak pada kali ini pada seorang gadis yang nampak polos tersebut dan menginginkan gaji tinggi walau sukanya main-main, tapi akan menderita jika sudah berhadapan langsung dengan penguji wawancara yang sangat detail di tiap poinnya itu. Sehingga nanti kalau tiba giliran mereka yang melakukan wawancara kerja akan pasrah saja mau di gaji berapa tanpa perlu meminta bayaran yang besar supaya tidak di bat menangis dan berlari-lari keluar ruangan tersebut yang membuat capek.


“Aku sudah memutuskan. Demi bergabung dengan perusahaan Tianlin, aku tidak akan meminta gaji tinggi, asal bisa kerja saja, itu sudah bagus untukku,“ ujar yang lain.


“Cepat tangkap dia! Jangan biarkan dia pergi!“ ujar Lin Tian yang langsung menunjuk kea rah si anak lari tersebut. Supaya segera di tangkap dan di bawa kembali ke hadapannya untuk mendapatkan imbalan sesuai dengan kata-katanya yang jutaan itu ganjil dari seorang Luo supaya bersedia bekerja sebagai karyawan.


“Yang bisa menangkapnya kembali, akan langsung diterima sebagai karyawan disini,“ ujarnya memberi janji serta harapan dan kesempatan yang bagus, sehingga mempermudah buat para pelamar tersebut yang ujiannya hanya di suruh lari saja.


“Baik!“ langsung saja para calon karyawan itu tanggap. Mereka segera mengejar Luo Ningning.


“Jangan lari, cepat kembali!“ Mereka terus berusaha menangkap Luo Ningning. Mungkin inilah hasilnya dari tes yang sangat berat dengan menempuh jarak yang jauh. Sehingga bisa langsung berfungsi kala di butuhkan dimana bakalan sanggup menangkap seseorang dengan tidak terlampau berat mengeluarkan tenaga, sebab sudah terlatih. Beda dengan mereka yang hanya bisa naik bus, maka dia cukup jalan kaki saja dalam kendaraan itu dengan tak bakalan sanggup menangkap seseorang yang tengah panik.


“Huwa… Tak disangka, itu adalah sarang penjahat. Semuanya tidak membiarkanku pergi. Tolong! Tolong…“ teriak Luo Ningning. Dia terus mempercepat langkahnya demi menghindari para pengejarnya yang semakin banyak saja serta berusaha menangkap dirinya lagi.


“Aih, dasar Luo Ningning ini. Kalau uang yang dia inginkan, kita bisa berdiskusi baik-baik kan, kenapa dia malah lari?“ ujar Lin Tian menatap pengejaran itu supaya bisa mendapatkan gadis tersebut kembali secara baik-baik.


“Lihat, kalian semuanya terlalu pelit, tidak mau rugi uang, sampai membuat lari seorang karyawan loyal,“ ujar Lin Tian pada Xiao Qian yang terlampau sulit mengeluarkan uang.


“Apa urusannya denganku?“ ujar Xiao Qian yang mangkel juga dan merasa tak punya urusan. Sebab bayaran segitu memang terlampau besar buat seorang yang tak tahu apa-apa, namun ingin apa-apa. Ini terlalu pemborosan. Jadi jangan salahkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2