
Nampak di tengah lapangan saling berhadapan antara tim bocah melawan tim Direktur Lin.
“Diabolo tidak ada tandingannya,“ ujar Tan Zhilang sembari menunjukkan sebuah diabolo berwarna layaknya pelangi yang juga mempunyai kekuatan sangat hebat. Akibat dari gabungan beberapa kekuatan yang saling di padukan ke alat menyenangkan tersebut.
“Ayo kita bertanding kalau begitu,“ ujar Lin Tian yang merasa jika perpaduan kekuatan tersebut bukan apa-apanya dibanding dengan diabolo miliknya yang sangat keren serta terbuat dari berlian kelas atas yang di buat sangat keras serta mengikuti perkembangan jaman yang demikian sempurna dalam penggunaannya.
Maka tidak menunggu lama. Keduanya sudah terlibat dalam baku hantam pertandingan yang sangat spektakuler juga sangat heboh tersebut. Dimana diabolo pelangi tersebut langsung menderu dengan berbagai macam warna yang mengiringinya. Serta menimbulkan cahaya merah yang menyelimuti masing-masing benda permainan tersebut. Dengan di lawan oleh diabolo milik lintian dengan warna putih sejuk namun mempunyai kekuatan super dahsyat yang kekerasannya melebihi berlian diatas sepuluh tersebut.
“Oh, entah kenapa tiba-tiba terbakar,“ Ma Keji terkejut. Dia terus menyaksikan pertandingan adu kekuatan dahsyat tersebut. Dan menimbulkan sesuatu yang sangat aneh itu.
“Diabolo mu memiliki kelemahan yang sangat fatal,“ ujar Tan Zhilang. Dia perhatikan diabolonya yang masih terputar.
“Oh…“ Lin Tian hanya bisa mengeluh.
Diabolonya berputar dengan tidak stabil. Nampak berputar namun getarannya sangat hebat.
“Semua diselimuti berlian. Artinya diabolo mu lebih berat dari pada yang lain. Asalkan aku terus mempengaruhinya diabolo mu pasti akan miring,“ ujar tan Zhilang sembari memberitahu kelemahan tersebut serta akan selalu demikian kalau dibandingkan dengan benda yang lebih ringan. Dan dengan pasti dia sudah paham akan kinerja permainan itu yang kurang maksimal.
Lin Tian hanya bisa menatap ******. Diabolo itu jatuh. Dengan deras menghujam bumi.
__ADS_1
“Cepat Direktur Lin pertahankan dia!“ Ma Keji yang melihat hal demikian sangat-sangat khawatir. Dan secepat mungkin, bakalan terhenti pertandingan yang sangat seru tersebut dengan kekalahan menyakitkan di pihaknya.
Lin Tian terus saja menatap dengan cemas diabolo nya yang terus melayang menuju tanah. Dia hanya bisa memegang tongkat dengan tatapan heran.
“Ini… ini apa yang terjadi?” Tan Zhilang yang justru keheranan sekarang. Dengan teori dan prediksi yang benar-benar akurat, semestinya, apa yang sebelumnya dia ungkapkan sudah menjadi kenyataan. Namun di lapangan ini, segalanya berubah secara aneh. “Kenapa bisa melayang di udara?“
Diabolo itu tidak serta merta menghujam bumi. Tetapi dengan anehnya masih melayang-layang saja, walau tidak menggunakan tongkat dan tali yang memainkannya. Seakan ada sesuatu misteri yang tengah menyelimutinya.
“Ah, ide yang cukup bagus. Tapi sayang anak kecil. Berlian bukanlah plugin ku,“ jelas Lin Tian menanggapi rasa penasaran pada diri Tan Zhilang. “Aku perkenalkan padamu, ini adalah jurus andalanku magnet melayang. Diabolo ku terbuat dari logam. Aku menggunakan dua elektromagnetik untuk menahannya di udara. Jika tidak jatuh, aku tidak akan kalah.“
“Bukankah ini curang namanya!“ ujar Tan Zhilang yang merasa di curangi oleh orang dewasa tersebut yang selalu ingin menang sendiri. Makanya dia mesti mempertahankan posisinya supaya tidak merasa kalah, akan tetapi masih sanggup untuk bertahan dengan kemenangannya tadi.
“Bukankah kamu juga sudah berbuat curang?” ujar Lin Tian menanggapi hal tersebut serta mengurai sikap anak itu tadi dalam mempecundangi lawan dengan berbagai taktik yang sebenarnya kurang layak di mainkan dalam pertandingan yang mengedepankan sikap jujur dan kuat tersebut. Sehingga bila memainkannya dengan cara yang tak lumrah bakalan di bilang curang.
“Sama saja dengan punyaku kan?“ jawab Lin Tian.
“Kamu hanya mengandalkan uang banyak. Sudah buruan ditambah elektromagnetik untuk melayang lagi!“ kata Tan Zhilang masih belum mau menyerah. Teknologi yang dia miliki rasanya masih bakalan sanggup menghadapi orang kaya yang hanya bermodalkan harta banyak tanpa mau berpikir kalau segala sesuatu bukan hanya uang, namun kehandalan dan kepandaian dengan disertai kecanggihan teknologi bakalan mampu menguasai permainan tersebut.
“Anak kecil, punyaku ini adalah berlian buatan orang. Penampakan dan kegunaannya hampir sama dengan yang alami, bahkan lebih bagus,“ jelas Lin tian tentang berlian yang digunakan pada diabolo itu ternyata buatan saja. Namun dengan teknologi canggih membuatnya akan sekeras yang asli. Sehingga dengan demikian bakalan bisa disesuaikan dengan kepentingan yang ada. Tentang berat yang dibutuhkan, kekerasan yang mesti dimiliki, bahkan segala sesuatu yang berkaitan dengan sifat magnetis yang dihasilkan sama benda tersebut supaya mampu melayang dengan menggabungkan antara magnet pada alat tersebut dengan bumi yang juga merupakan penghasil listrik, sehingga sifat magnetis tersebut akan muncul kala benda tadi di mainkan. Inilah yang berikutnya terjadi, diabolo tersebut mampu melayang, meskipun taka da magic yang menyertainya, atau mantra mantra tertentu sehingga bakalan ada roh-roh halus yang bersedia masuk ke alat penuh dengan nuansa mistis itu, sekaligus dukun sakti yang penuh dengan ilmu tertentu yang di dapat dari tapa brata sebelum menggunakannya.
__ADS_1
“Ah? Lebih baik? jadi kenapa yang alami lebih mahal dan buatan jauh lebih murah. “
“Di dunia ini ada perusahaan besar yang melakukan monopoli, ada banyak yang lalai tapi sengaja tidak di eksploitasi. Semakin mahal, semakin banyak yang bisa mereka peroleh.“
“Kalau begitu, kalau semua orang tidak membelinya bukankah sudah beres.“
“Promosi terbaik mereka adalah \= berlian satu untuk selamanya.“
“Pemikiran harus memberi cincin berlian saat melamar juga buatan mereka.“
“Sehingga perselisihan tidak seharusnya adalah perselisihan anak muda dan orang tua.“
“Melainkan adalah perselisihan masyarakat dan pembeli.“
“Aku mengerti,” ujar Tan Zhilang. “Kakak Lin mengadakan pertandingan ini adalah untuk membuat semua orang mendapatkan kebahagiaan. Bukannya mengandalkan uang untuk mendapatkan kebahagiaan.“
“Direktur Lin, kami akan terus melakukan perkembangan ke arah ini, tunggu kami ya,“ ujar Tan Zhilang dengan berbinar-binar. Seakan mempunyai rencana baru setelah orang agak tua itu mengungkapkan berbagai kebijakan yang keluar dari mulutnya tersebut.
“Eh benarkah?” Lin Tian yang kini terpana akan keadaan tersebut. Tak mengira kata-katanya seakan membuat bergairah anak kecil yang penuh dengan teknologi ini. Dia tak menyangka akan hal itu. “Kenapa muncul strategi mandiri lagi? Tunggu dulu, jangan-jangan aku dulu mendapat untung semuanya karena mereka menemukan strategi mandiri setelah mendengar kata-kataku. Kalau begitu aku memiliki sebuah cara.“
__ADS_1
Lalu dia memanggil Ma Keji serta mengutarakan apa yang dia kehendaki tersebut.
“Ma Keji sekarang juga. Bagi semua anak-anak perusahaan Tianlin. Aku tidak akan memberi masukan lagi pada setiap untung dan rugi anak perusahaan. Dengan membiarkan anak-anak perusahaan ini mati sendiri, tidak mungkin mereka akan mendapat untung kan?“