
“Eh sistem berubah. Apa ini?“
Misi darurat wajib : mendapatkan hadiah pemenang pertandingan bertahan hidup di Breaking Island. Naik pangkat menjadi sistem pemula.
Hadiah : membuka misi utama, 2 membuka pilihan misi membuka misi sekunder.
“Selama ini yang aku gunakan adalah barang yang tidak mencapai level pemula. Jangan-jangan bisa memberiku lebih banyak uang.“
Su Xioqing menarik paksa Lin Tian. Seakan ada sesuatu yang tengah dia takuti. “Cepat pergi. Tidak ada waktu lagi.“
“Tidak ada waktu?“ ujar Lin Tian mengikuti tarikan wanita cantic itu. Dia heran tidak biasanya anak ini ketakutan. Maklum selain wajahnya cantic, juga sangat piawai dalam menghadapi tantangan di pulau misterius ini. Walau kecantikan itu relatif, tapi dalam pulau yang berbahaya, demikian, yang cantik adalah yang bisa mengatasi kesulitan tersebut, sebab bagaimana mau cantic kalau kemudian langsung lenyap. Maka si cantik ini yang akhirnya hanya akan sendiri di pulau untuk kemudian mencari apa-apa yang dibutuhkan demi tercapainya target misi yang tengah dihadapi.
“Diatas pulau akan muncul kabut beracun. Yang akan menyusut dalam jeda waktu tertentu. Kita tidak boleh berdiam di satu tempat,“ kata Su
memperingatkan.
“Racun, jadi kemana kita harus lari?“ ujar Lin Tian bingung, antara takut bercampur ngeri mendengar kata mengerikan begitu. Sebab bagaimana mereka akan bersembunyi, kalau benda tak berbentuk begitu bakalan sanggup menelusup hingga ke ruang terkecil selagi mempunyai celah yang bisa untuk menelusup.
“Ikuti arah terbang pesawat itu,“ tunjuk Su yang menatap beberapa pesawat terbang melintas di atas kepala mereka sembari menurunkan beberapa barang.
“Aku mengerti. Pesawat itu tidak sia-sia,“ kata Lin Tian paham akan keberadaan pesawat yang rute nya melintasi pulau mereka.
“Selain kalian, kebanyakan dari kita sudah memiliki senjata baru. Cepat pergi serahkan kepala kalian!“ ujar Kakak sepupu yang sedikit meremehkan adik sepupu dan sepupu-sepupu yang lain karena belum memiliki senjata terbaru yang dibuat demi mengatasi keberadaan pulau yang penuh tantangan ini.
__ADS_1
“Kakak sepupu dari bicaramu ini. Sepertinya kamu sudah salah paham,“ ujar Su Xiaoqing. “Siapa bilang kita yang akan mengantar kepala?“
#
Di suatu jembatan mewah yang ada di pulau tersebut, dan menuju ke suatu arah,
“Awas ada orang,“ ujar penjaga, mereka sangat ketat dalam menjaga jembatan tersebut sebagai daerah kekuasaan, sehingga siapa saja yang akan melintasinya mesti berhadapan dengan mereka. Apalagi daerah itu bebas hukum, akan membuat yang tak berkepentingan langsung di tembak dengan semena-mena sampai harta benda sang konglomerat habis mereka sita, tinggal CD dan kutang saja.
Mobil masuk. Dengan santainya. Seakan tak pernah sadar kalau semua itu penuh dengan jebakan. Apalagi jembatan itu satu-satunya yang menghubungkan satu titik menuju ke arah tujuan melalui jalan darat.
“Tembak!“
Langsung main tembak. Setelah keluar dari persembunyian. Memberondongkan senjata ampuhnya. Berharap orang di dalam mobil mewah itu langsung hancur berkeping-keping.
Mobil meledak.
“Menjaga satu satunya jembatan besar, ditambah letak pesawat yang sangat dekat kali ini kita akan menang,“ kata si rambut merah dengan senangnya. Apalagi melihat ledakannya sangat kuat. Sehingga apapun itu yang ada di dalamnya, tentu bakalan ikut hangus berbarengan dengan ledakan kuat tadi.
Kelompok 4.
“Kami LYB, prajurit sedikit tua. Kali ini pasti akan menang.“
“Ada pergerakan lagi,“ ujar penjaga melihat keanehan. Mereka tak menyangka. Dari mobil yang sudah meledak tadi muncul banyak kegiatan yang sama sekali belum mereka pahami.
__ADS_1
“Bersiap!“
Keduanya terkejut, si penjaga jembatan itu. Pasukan penyerbu kali ini sangat mengejutkan. Dimana tak bisa diukur kekuatannya.
Tuk.
Lima orang tanpa baju bersenang-senang, bersorak sorai, sembari mengangkat buntalan kain. Barang dilemparkan dari mereka kea rah pasukan penjaga perdamaian jembatan.
“Granat!“
Orang penuh dengan granat yang dibungkus kain. Demikian saja menuju kea rah mereka. Dimana granat modern dipasang pada pembungkus badan kakak sepupu. Sehingga jika meledak, sudah pasti akan ikut menyeret apa saja yang ada didalamnya. Granat biasa saja yang bulat sudah bisa meledakkan jembatan, kali ini senjata itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bentuknya sangat fleksibel untuk ditempatkan dimana saja sebagai bahan dasar tempat mereka diletakkan. Mau ditaruh di tubuh, dibawah mobil, pada rangka jembatan, atau dimana saja, granat modern ini akan bisa ditempelkan. Tentu jika sudah memilikinya dengan harga yang mengikuti mode. Semakin mahal, maka akan semakin bagus barangnya. Apalagi jaman kini, yang sangat banyak kebutuhan akan persenjataan, maka pembuat nya mengikuti pasar guna membuat yang mengerikan itu supaya laku di pasaran dengan keuntungan yang lumayan besar juga.
“Tembak!“
“Baju anti peluru tidak cukup satu, pakai 10,“ kata Lin Tian memburu sembari memakai zirah tebal seperti bola. Kalau begini peluru setajam apapun tak akan mampu menembusnya. Hingga sang pemakai akan aman tanpa ada rasa sakit yang didapat. Dengan baju kuat demikian tentu disesuaikan dengan jaman nya. Kalau Cuma panah saja maka tak akan berarti. Ini yang dihadapi selain peluru tajam, juga alat peledak yang mampu meruntuhkan jembatan. Maka baju yang dibutuhkan juga mesti kuat. Mesti dari bahan pilihan yang sangat mumpuni, namun juga mesti lentur agar dalam pemakaiannya tetap nyaman. Sebab kalau tidak demikian, meskipun selamat dari ledakan, namun berikutnya musuh akan dengan mudah mendapatkan mereka jika kesulitan bergerak. Mungkin pada jaman dahulu hanya dengan kulit tebal saja semacam kulit kayu yang dihaluskan akan mampu menahan tusukan senjata musuh. Namun waktu berikutnya akan dibuat menggunakan baja yang dirangkai membentuk suatu pakaian, agar lebih tahan tusukan senjata yang semakin canggih. Dan kini rompi lapis kain yang lembut akan mampu meredam tembakan pistol, serta berikutnya dengan perpaduan antara kain dan baja yang dibuat halus mengikuti pola tubuh, akan bisa menangkis hujaman peluru disampingnya sanggup juga menahan ledakan senjata mematikan lain. Dan tentunya kalau hanya pedang dan keris bakalan sanggup di tahan.
Su mengikuti. Apalagi dia yang sudah jelas betul pada situasi pulau. Membuat gerakannya semakin lincah saja dalam agenda yang sudah biasa terjadi. Seperti kali ini, dia mampu mengimbangi pergerakan lawan, disampingnya mesti bahu membahu bersama Lin Tian agar bisa terus maju selain mesti bertahan di pulau tersebut.
“Dalam hal menjebak kalian masih level perunggu,“ kata Lin Tian yang mempunyai level emas dan perak, serta berhasil menaklukkan para penjebaknya.
“Entah kali ini apa?“
Memandang sebuah kotak. Lalu dilihat isinya. “Brangkas lipat transparan.“
__ADS_1
“Kenapa sama persis dengan gudang emas ku?“ Lin Tian semakin keheranan.