
Semua kumpul
“Lagi-lagi orang yang kamu dapatkan. Guru Chen juga muncul.“
“Kamu juga ingin merebut Cao Biluo dari Tian Tian Lin. Jangan harap.“
“Aku sudah bukan orang kaya, kenapa masih ada begitu banyak teman?“ ujar Lin Tian menangis. Inilah sedihnya punya banyak teman. Disaat dia tak tahu apa-apa, disaat mereka muncul hendak membantu dirinya, namun disisi lain, para lawan langsung menyerangnya yang bukan-bukan. Dianggap dia punya orang baru, punya artis milik perusahaan yang direbut, itukan sangat menyedihkan. Padahal dia berharap akan rugi, jadi nanti hitung-hitungannya dengan gadis sistem itu sangat jelas.
“Apa bapak bersedia menerima bantuan ku untuk sekolah?“ ujar orang dari Tian Lin berusaha mendekati guru senior itu.
“Tentu saja, tentu saja,“ ujar guru senang. “Kalau begitu, kita dengan terpaksa membatalkan kontes si Lin tian.“
Berikutnya guru tua itu mendekati guru cantic. “Guru Chen, kalau kamu terus seperti ini, berpartisipasi dalam kekacauan murid-murid, awas kamu dipecat,“ ancamnya setengah mengancam pada guru Chen supaya menghentikan tidak baiknya dalam membantu usaha Lin Tian mengembangkan kontes yang tengah dia harapkan bangkrut itu.
“Cao Biluo, apa kamu tidak takut di depak dari dunia hiburan?“ ujar lirih sang pemilik Tian Tianlin yang mempunyai artis kontrak si Cao itu. Sebab dia tak ingin kalau kontes Lin tian bakalan berhasil sehingga nanti kontes perusahaannya akan kacau. Apalagi Cao adalah juara dalam pemilihan artis lewat HP itu. Bisa-bisa perhatian tersedot ke arah si berbakat ini. Makanya sebisa mungkin dia akan mempengaruhi artis yang sudah terikat kontrak itu untuk tetap selalu setia pada perusahaan.
“Dipecat. Didepak. Membatalkan kontes, apa kamu yakin?“ ujar polisi Zhou yang sama sekali tak suka dengan yang namanya ancam mengancam. Dan berakhir dengan ketakutan tanpa bisa mengeluarkan bakat aslinya untuk terus berkembang sesuai dengan talenta yang dimiliki itu.
“Tentu saja!“
Kepala sekolah yang sangat berwibawa tiba-tiba datang untuk sekedar meninjau ketidak beresan yang terjadi diantara dua kontes yang saling berseberangan namun diadakan bersamaan. “Lin Tian kamu benar-benar masih muda dan tampan. Kalau bukan biro pendidikan yang memberitahuku, hampir saja aku melewatkan kegiatan yang sangat menarik ini.“
“Apa biro pendidikan?“
__ADS_1
“Aku sudah memberi pesan pada ayahku, kalau kamu ingin mengembangkan kota melalui kontes ini dan harus bertanding dengan klan besar,“ ujar Polisi yang punya ayah komisaris itu.
“Aku sudah bisa menebak kelanjutannya. Setelah itu ayahmu memberitahu biro pendidikan dan memilih kontes ini untuk menjadi proyek peradaban kota.“
“Guru Chen, murid mu bisa menyelenggarakan kegiatan skala kota, ini kabar baik. Tahun ini aku akan mempromosikan mu dalam pemilihan guru terbaik,“ kata Kepala Sekolah kepada bu guru cantik itu sebagai penyemangat supaya kegiatan terpuji ini juga menjadi contoh bagi guru-guru yang lain, meskipun cantik tapi juga bisa berkembang dalam mendidik anak agar selalu menjadi yang terbaik dan terdepan dalam urusan perkembangan peradaban kota, sehingga membuat kota tersebut semakin maju dalam pemikiran serta peradabannya.
“Anda tidak keberatan untuk mengutus Cao Biluo untuk mendukung kegiatan ini, walaupun dia adalah saingan mu? Biro kota pasti akan mengapresiasi mu,“ kata Kepala Sekolah menemui saingan Cao.
“Sebenarnya Cao Biluo berpartisipasi dalam kontes yang aku adakan sendiri,“ ujar penyelenggara kontes bakat itu.
“Haha… bagus, kamu bahkan menganggap kalau kontes Lin Tian adalah kontes mu sendiri. Rasa memilikimu sangat tinggi. Kamu telah mengingatkanku, lebih baik kita menggabungkan dua kontes ini,“ usul Kepala Sekolah yang beranggapan kalau lebih baik ada satu kontes saja daripada dua yang berakibat pada persaingan tidak sehat. Bukan saja antar peserta, namun bagi penyelenggara juga akhirnya berebut kuasa sendiri untuk menonjolkan siapa yang paling besar penyelenggaraannya diantara yang lain. Dan itu akhirnya tidak bagus, terutama bagi Universitas WW dan terlebih lagi lebih luas bagi peradaban kota. Tidak bagus.
“Aku masih ada urusan, pamit dulu. Pak guru jangan mengecewakan harapan organisasi,“ pesan Kepala Sekolah yang botak namun mirip profesor yang sangat berwibawa dan punya banyak wawasan itu. Sehingga dia berwawasan jika si Lin Tian ini sanggup memajukan sekolah serta kota.
“Silahkan semua berpartisipasi. Sekarang tidak ada batasan apapun,“ ujar pak Guru dan penyelenggara kontes bakat yang sama sama sedih akibat orang-orang besar pada ikut campur dalam masalah intern yang berakibat dengan kacaunya suasana itu.
Semua bergembira. Tempat ber balon itu seakan riuh rendah oleh kegirangan mereka yang penuh semangat.
Berikutnya pada mengikuti kontes tersebut.
Tiga orang menyanyi. Sangat merdu, sangat enerjik, juga dengan kreativitas yang sungguh-sungguh membanggakan semua pihak.
Seorang anak cantik menggoyang goyangkan mik. Pada bersuka diiringi lelehan air mata Lin Tian.
__ADS_1
“Eh mana Lin Tian? Apa kamu melihatnya?“ tanya Guru Chen yang tengah berbangga akibat suksesnya acara dan hendak mengucapkan selamat pada si pemuda.
“Tadi dia masih disini.“
Pada celingukan. Mencari-cari. Kemana anak itu. Tadi Nampak dengan penuh antusias dengan air mata yang demikian banyak, tapi sekarang jangankan air mata, batang hidungnya saja sudah tak kelihatan. Jangan-jangan anak itu tengah menguras air matanya lebih banyak lagi.
Pada suatu tempat yang sunyi sepi serta terpencil, Nampak Lin Tian tengah didatangi si cantik penuh perhitungan itu.
“Kegiatan sudah berakhir, apa kamu yakin untuk menotal jumlahnya?“ tanya perempuan sistem.
“Walaupun semua di luar dugaan, tapi lebih baik daripada tak ada untung,“ ujar Lin Tian. “Cepat lakukan perhitungan akhir sebelum ada tambahan lagi.“
“Kegiatan bisnis sudah berakhir misi selesai. Biaya awal 500.000, keuntungan biaya pendaftaran 120.000, biaya pembenahan lokasi 500.000, dan dipotong lain-lain 60.000. Biaya pembatalan kontrak 2 juta, belum dibayar,“ kata perempuan sistem.
“Kali ini aku rugi 2 juta, bukankah artinya aku mendapatkan 20 juta cuma-cuma? Untung besar!“ ujar Lin Tian berbangga hati duluan. Dia kelihatannya akan mendapat kembalian yang sangat banyak dengan hasil akhir hitung-hitungan yang sesuai dengan rencana, dan penyelenggaraan yang demikian besar tersebut sudah banyak rugi maka akan ada pengembalian yang luar biasa tentunya dari sistem. 20 juta berdasarkan hitungannya mesti dia dapatkan. Sebab itu keinginannya.
“Terakhir terkonfirmasi kamu mendapatkan untung 30.000 yuan. Sesuai nilai tukar menjadi nilai aset pribadi yang kamu dapatkan 300 yuan,“ ujar perempuan itu terus menjelaskan apa yang mesti di dapat Lin Tian.
Lin Tian terkejut.
“Siapa siapa yang menjebak ku? Siapa yang memberiku 2 juta lagi? Kapan?“ ujar Lin Tian masih sedih dan penuh tanda tanya.
“Kemana dia? Aku belum memberitahu bos Lin Tian kalau aku telah menandatangani sebuah kontrak besar,“ kata Duoduo mencari bos nya untuk mengungkapkan kabar gembira ini.
__ADS_1
Di satu sisi,
SEMUA OPERASIONALNYA SANGAT BESAR NAMUN TIDAK SAMPAI 350.