Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 93


__ADS_3

Tidak lama sebelum itu di kantor pusat sepatu olahraga Mike.


“Lapor bos tadi kita menerima sebuah pesanan yang aneh,“ ujar karyawan sembari garuk-garuk rambut.


“Aneh bagaimana?“ tanya Bos tanpa perlu mengalihkan perhatian pada laptop yang tengah dia kerjakan.


“Pesanan dari sebuah Universitas, ribuan pasang sepatu, semuanya edisi terbaru,“ terang sang karyawan sembari mengulur data pesanan yang panjangnya menjuntai hingga lantai.


“Oh Universitas. Apa untuk festival olahraga?“ tanya Bos sepatu.


“Menurut mereka, pesanan ini untuk Kontes Seni.“


“Kontes seni berhadiah sepatu olah raga?“ ujar Bos keheranan.


“Selain itu kontes ini adalah kontes seni aneh, tujuannya adalah untuk memilih mahasiswa unik. Yang bisa terus menjadi dirinya sendiri.“


“Maksudmu adalah….“


“Tujuan kompetisi dan slogan perusahaan kita, just do then,“ ujar pegawai itu melapor.

__ADS_1


“Siapa takut sangat sesuai.“


“Baiklah berikan gratis pada mereka anggap saja sponsor. Pasarkan baik-baik rebut pasar pemuda,“ ujar Bos.


“Bos aku akan segera melakukannya. Apalagi ini adalah proyek skala kota universitas pasti akan mendukung.“


“Tunggu dulu apa katamu? Proyek skala kota? Tidak cukup hanya dengan menggratiskan sepatu sepatu itu langsung sumbangkan 2 juta pada mereka,“ ujar sang bos yang nampaknya sangat menyukai kompetisi kali ini yang dalam bayangannya tentu akan ada laba masuk dari banyak kontestan yang hendak mengikuti acara tersebut.


Sementara keadaan yang jauh berbeda dengan yang ada di ruangan Lin Tian.


“300 yuan….“ Nampak lesu. “Hanya 300 yuan.“ dia tengah di hadap sang bos sepatu, yang hendak membicarakan bisnis berkelanjutan yang begitu menjanjikan. Namun yang punya ruang hanya tertegun, walau di depannya banyak makanan yang berserak. Tentu sangat enak dan mahal-mahal. Apalagi ada dua botol minuman yang begitu berselera. Tapi semua diacuhkannya, semua hanya terpikir oleh pemasukannya yang demikian saja.


“Direktur Lin aku sudah lama mendengar tentangmu,“ ujar sang tamu. “Hari ini bertemu denganmu ternyata benar benar seorang pemuda pebisnis unggulan aku bersulang untukmu.“


“Tidak perlu sungkan direktur Lin, walaupun tidak ada bantuan 2 juta dariku, pasti tetap bisa menggelar kegiatan dengan baik,” kata Bos sepatu dengan penuh rasa hormat.


“Mana mungkin bisa menggelar dengan baik. Kalau tidak ada 2 juta darimu, mungkin aku sudah menjadi konglomerat,“ ujar Lin Tian sedih.


“Tunggu ini sebuah kesempatan,“ ujar Lin Tian lagi. Dia mulai tertarik dengan kerjasama yang bisa membuatnya mengembangkan ide. Kalaupun tidak laku, maka sudah menjadi barang, dan tampak semua itu adalah karyanya. Apalagi dengan semua yang tak perlu meragukan pengeluaran nya nanti. Sebab semua anggap saja hanya sebuah permainan, yang tak perlu dipikirkan terlampau berat. Karena kalau uang habis, maka tinggal minta ke sistem.

__ADS_1


“Selamat hiburan naik ke level 3“ kata gadis sistem. “Pada siklus kedua silahkan pilih jenis kegiatan bisnis lainnya modal awal 3 juta yuan dan rasio konversi kerugian tetap tidak berubah. 3 kesempatan menarik undian berturut-turut, setelah menyelesaikan tugas minggu kedua akan diakumulasi menjadi 10 undian berturut - turut.“


“Aku memiliki ide perusahaan tian lin ingin menggunakan 3 juta untuk digunakan dalam bidang olahraga. Apa anda tertarik?“ terang Lin Tian.


“Seorang mahasiswa sudah bisa menggelar proyek skala kota, aku tidak percaya kalau bukan karena dia memiliki orang yang mendukung di belakang,“ ujar Bos sepatu yang masih kurang yakin akan kemampuan Lin Tian yang sudah menggelar acara demikian besar, dan pasti ada sesuatu di balik itu. “Biarlah aku mengenal orang di belakang itu,“ gumamnya.


Sementara dalam benak Lin Tian, “biarkan aku memanfaatkan produk mu untuk membuat sepatu yang akan bisa dijual.“ Lumayan jiwa bisnisnya keluar. Nanti bisa hitung - hitungan produk yang dibuat serta seberapa pemasukan yang kemungkinan bakalan masuk hanya untuk bisa mengganti rugi pada kontes kemarin yang pemasukannya tak seberapa bagi dirinya serta menjadi pemikiran terus menerus hingga sulit makan, sulit tidur. Semua itu kini mesti ada pengembalian agar perusahaan juga stabil di perjalanan nya nanti.


“Selamat bekerja sama!“ Keduanya saling setuju untuk mengembangkan usaha dengan tujuan pemikiran yang berbeda diantara keduanya.


“Qian Duoduo perusahaan Tian Lin selanjutnya akan bekerjasama dengan Mike untuk mengeluarkan sebuah produk. Ini adalah sketsanya,“ kata Lin Tian yang sangat jago membuat sketsa. Jangankan cuma sketsa sepatu, sketsa rembulan emas juga akan dia buat.


“Lin Tian, kamu yakin ingin memproduksi sepatu seperti ini?“ ujar Qian Duoduo yang agak ragu pada buatan Lin Tian yang terasa sedikit aneh.


“Benar. Aku ingin membuat sandal basket pertama di dunia,“ kata Lin Tian yang lagi-lagi mempunyai ide cemerlang untuk melintasi segala sesuatu yang belum pernah di gunakan orang lain. Dia yang mencoba pertama. “Tambahkan bantalan udara teknologi canggih untuk alasnya. Dengan begitu bisa memaksimalkan fungsi olahraganya. Bagian atasnya menggunakan kulit sapi, lengkap dengan Kristal hitam. Memaksimalkan kemewahan. Di bagian haknya di tambahkan dua pasang sayap monster. Jauh berbeda dari sayap malaikat yang beredar di pasaran. Memaksimalkan keunikan. Setiap pasangnya dihargai 1888 yuan. Tidak perlu diskon,“ terang Lin Tian yang barangkali menghindari kemungkinan para penggemar diskon yang hendak memburu sepatu buatannya dan kecenderungan untuk bilang barang murahan kalau main demikian, akan dating dari berbagai sumber, jika hal itu terus dikenakan.


“Jangankan ide memproduksi sandal basket, desain ini saja belum tentu…“


“Apa kamu ingin bilang kalau pengembangan sandal ini hanya buang-buang uang saja?“ tanya Lin Tian. Dia tak percaya kalau anak buahnya sendiri demikian meragukan kemampuannya pada jiwa bisnis serta kepandaian dalam membuat sketsa yang unik dan lain daripada yang lain serta kreatifitas yang tak diragukan lagi. Hingga nanti karya kreatif itu tentunya akan dipatenkan dan menjadi hak pembuat jika semua sudah terkenal dan melampaui target penjualan.

__ADS_1


Qian hanya diam. Tak banyak bicara dia. Apalagi bentuknya unik seperti itu, yang biasa saja belum tentu laku. Yang bagus kan kalau sneakers yang enak di pakai buat jalan, juga bisa untuk olah raga, serta bagus buat mejeng. Selain itu enak di pakai di tangga sembari duduk, atau pada kursi tinggi juga nyaman. Itu yang lagi laku di pasaran. Bukan seperti itu, unik dan pantasnya hanya untuk anak-anak main.


“Kebahagiaan kita orang kaya memang sederhana. Dan membosankan seperti ini,“ kata Lin Tian. Yang masih pede dengan ide briliannya. Siapa tahu kalau rugi nanti bakalan dikasih kembalian sama sistem, yang diberikan setelah hitung-hitungan usai.


__ADS_2