Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 196


__ADS_3

1414 mata emas.


Membawamu melihat dunia.


Huang Jin Yan.


“Selamat siang semuanya. Selamat datang di 1414 mata emas…. Belakangan ini, ada orang yang memberitahu kami, kalau di resort ini, memiliki banyak kepala keluarga yang bahagia. Mari kita bersama-sama menyaksikan apa yang membuat mereka bahagia.“


Huang segera menemui seseorang, serta langsung mewawancarai nya. Ini nampak sangat penting. Selain sebagai pemberitahuan yang sangat mempromosikan, pengalaman itu juga bisa menjadi acuan mengapa para orang tua sangat suka menyekolahkan anak mereka pada sekolah yang sangat ketat dan menyiksa begitu. Sehingga akhirnya bakalan ada sisi positif yang bisa di ambil di akhirnya dengan harga yang sangat murah namun bis membuat anak-anak mereka menjadi lebih dewasa dalam berpikir. Membuat sekolah menjadi suatu pelarian yang penting, serta membuat game seakan menjadi alat siksaan kejam yang membuat mereka menjadi cemoohan karena selalu kalah dalam bermain sampai layar nge-blank dan berubah tak berwarna.


“Halo, maaf mengganggu sebentar. Boleh kami mewawancarai mu sebentar?“ tanya Huang pada seseorang yang sangat senang dengan suasana perusahaan yang sangat menyiksa anak-anak namun menyenangkan para orang tua pengantar baik wanita maupun lelaki karena hiburan nya benar-benar membuat mereka merasa sangat nyaman dan tenaga yang habis langsung pulih kembali.


“Silahkan. Haha….“ ketawa-tawa saja ayah anak yang di titipkan pada pelatihan e-sports yang sangat kontroversial itu.


“Apa yang membuat anda bahagia? Bisakah anda membagikan nya pada kami?“ tanya Huang jin Min sembari menyodorkan mik dengan terhubung langsung pada kamera yang di bawa cameramen yang langsung men shoot wajah nara sumber supaya jelas suara serta wajah nya di layar nanti.


“Ini mudah sekali. Tentu saja karena aku membawa anak ku untuk mengikuti pelatihan e-sports pemuda Tian Lin. Awalnya hanya untuk mencoba saja selama setengah hari, sekarang aku langsung mendaftar untuk pelajaran selama liburan,“ ujar ayah sembari menunjukkan brosur serta persyaratan yang Nampak pada pelatihan pemuda Tianlin itu.


“Pelatihan e-sports, sepertinya anda seorang ayah yang sangat berpikiran terbuka ya? Kebanyakan orang tua tidak ingin anak nya selalu bermain game komputer.“ Huang Jin Yan terus menanyakan hal penting supaya apa yang menjadi bakal kegembiraan sang ayah bisa di ketahui umum.


“Hehe, e-sports di sini berbeda. Anakku sudah akan dating, kalian lihat saja sendiri nanti.“


Tak berapa lama setelah ayah bicara demikian sang anak datang sembari mengusap air mata sampai mata nya memerah.

__ADS_1


“Hua…“


“Bagaimana dengan nilai e-sports mu hari ini?“ tanya sang ayah dengan senyum bahagia nya.


“Aku tidak mau pergi lagi aku tidak mau.“ Sang anak bercerita sembari menangis. Sangat menyayat hati sekali suasana nya. “Aku salah, tidak seharusnya aku bermain game. Jangan suruh aku pergi lagi.“


“Jangan menyerah sebelum pertandingan berakhir. Tetap semangat. Masih banyak pelajaran selanjutnya,“ ujar sang ayah sembari memberi kata-kata mutiara supaya sang anak tidak kendor semangatnya, selalu giat serta mampu melanjutkan apa yang sudah di jalan dengan hati tabah dan kuat akan segala godaan dan cobaan supaya pelatihan game itu berhasil secara maksimal.


“Tidak, aku mau belajar saja, biarkan aku belajar. Aku tidak ingin bermain game lagi,“ ujar sang anak mantap. Dia memilih untuk tetap belajar saja di sekolah yang sangat bonafit. Walau mesti berpikir sampai kepala pusing. Berangkat pagi pulang siang, serta duduk harus tegak dengan patokan mistar garis yang membuat tulang belakang lurus. Namun kali ini itu sudah keputusan nya. Apalagi sekolah adalah dasar guna menuntut ilmu supaya bisa bermanfaat di kehidupan kelak nantinya. Sehingga akan mudah mencapai cita-cita yang di impikan semenjak lama. Serta bisa menghadapi dunia yang keras denan mudah dengan tuntunan buku-buku pelajaran serta nilai moral yang terkandung di dalam nya.


“Lihat, ini adalah pelatihan e-sports yang membuat anak ku tidak ingin bermain game lagi. Keinginan belajar nya bertambah 500%,“ ujar ayah sangat senang. Selain selama menunggu tadi juga merasakan sangat nyaman dengan mempergunakan fasilitas perusahaan yang di sediakan. Setengah hari walau Cuma segitu, namun sudah cukup untuk merasakan nikmat nya.


“Tak disangka, ada cerita dalam seperti itu? Pantas saja para orang tua di sini begitu senang,“ ujar reporter itu dengan terenyuh.


Dia lalu mencari nara sumber yang lain.


Dia menuju ke lokasi pelatihan.


Nampak keheningan di dalam nya.


“Apa-apaan ini sebenarnya?“ bentak Lin tian.


“Ini adalah data nya. Setelah berita ini keluar, omset kita melonjak,“ lapor sekretaris sembari menunjukkan data yang sangat menggembirakan. “Pelatihan e-sport ternyata menjadi seperti pusat rehabilitasi kecanduan internet yang menaklukkan anak-anak dengan teknologi. Hebat sekali.“

__ADS_1


“Untungnya aku sudah menyewa resort mahal ini untuk mencegah nyamuk-nyamuk ini. Sekarang hanya rugi sedikit saja, aku masih harus membakar sedikit uang lagi,“ ujar Lin tian dengan rencana baru nya lagi. “Coba aku lihat aspek mana lagi dari pelatihan e-sports ini yang masih membutuhkan dana. Aku pergi ke toko pengalaman di mall dulu.“


#


Di Mall, tempat Lin Tian baru sampai, dia langsung menuju ke Toko pengalaman pusat pelatihan e sports pemuda Tianlin. Dan langsung melihat aktifitas di dalam nya.


“Walaupun sedikit berbeda dari yang aku bayangkan.“ Lin Tian senang melihat anak-anak main game sembari menangis-nangis.


“Tapi melihat anak - anak yang disiksa. Kenapa rasanya senang sekali.“


Lin Tian terkekeh.


“Eh ini adalah….“


“Ada ahli. Segera periksa poin nya.“


“Ah layar ini bermasalah. Layarnya berubah hitam putih lagi,“ ujar pemuda yang tengah menjadi sorotan anak-anak di sekelilingnya karena di anggap sangat berbakat. Dan dari awal masih bertahan. Sementara yang lain hanya bisa menangis saja setelah tersingkir dari permainan yang sangat kejam itu.


“Pemuda, kamu hanya mati terlalu banyak,“ kata pelatih dengan dingin nya. Masa begitu saja tak paham. Malahan hanya pura-pura garuk kepala saja. Itu kan Nampak sangat mudah. Dan kalau mati maka layar bakalan mati dengan sendirinya. Atau bisa jadi karena terlalu panas memilik kan nya membuat dia berubah sendiri. Itu yang mesti di pahami oleh para pemain agar tetap bertahan sampai bisa menjangkau finis dengan kemenangan yang tak membuat menangis perih.


“Sedang menggodaku ya?“ kata Lin Tian.


Ahli terhebat dengan potensi bakat e-sports 9.

__ADS_1


“Hehe semuanya juga hebat,“ kata anak bertopi kuning dengan dasi merah darah yang sangat mencolok.


“Anak ini benar benar adalah ahli,” ujar Lin Tian yang benar-benar kagum pada anak ingusan yang ternyata memiliki potensi besar yang terkandung di balik kontradiksi wajah gemuknya yang tak begitu meyakinkan.


__ADS_2