
“Semua orang tahu kalau daging babi adalah daging utama yang di konsumsi di China. Awalnya setelah ada kasus virus daging babi di negara Mei, aku sudah menyiapkan rencana yang bisa mendapatkan untung dari daging babi. Sekarang demi melawan para kapitalis itu, aku putuskan, untuk membiarkan bisnis daging babi merugi, aku telanjang kaki, tidak takut memakai sepatu,“ kata Lin Tian penuh semangat. Dia sampai menunjuk kan jari nya. Tanda benar-benar sangat bersemangat dalam melaksanakan apa yang dia katakan.
“Huh…“ Xiao Qian hanya melengos. Tak yakin dengan ucapan pemuda itu.
“Sekarang, aku tidak bisa mengeluarkan uang untuk membantumu,“ ujar Xiao Qian. Yakin kalau ucapan mengerikan begitu pasti ujung-ujungnya membutuhkan uang guna terlaksananya keinginan tersebut.
“Benar juga. Sudah tidak ada orang yang membeli daging babi kita lagi, uang dari mana untuk investasi,“ ujar Lin Tian mulai pesimis dengan apa yang dia ucapkan. “Apa negara Tian Lin ku akan runtuh begitu saja?“ ujarnya lagi sembari membayangkan gedung kantor nya yang perlahan lahan miring sampai runtuh sama sekali. Dan kaca-kacanya kembali menjadi pasir lagi.
Tiba-tiba HP berbunyi. Tombol hijau dan tombol merah bergetar. Nampak ada sosok cantic yang di jadikan photo profil buat nama tersebut.
“Halo Xueqing, ada apa?“ tanya Lin Tian yang langsung mengangkat telepon itu.
“Akhir - akhir ini, keuntungan pesan antar Su Xue Jia kita meningkat pesat,“ ujar Xueqing melaporkan kejadian yang dialaminya.
“Meningkat? Jangan - jangan karena terpengaruh dari turun nya harga daging babi,“ kata Lin Tian yang langsung ber-praduga tak bersalah pada peristiwa yang terjadi kali ini.
“Eh, kamu tidak kelihatan seperti orang yang terus mengawasi keadaan perusahaan kita,“ kata Xueqing yang demikian keheranan menyaksikan HP nya sama sekali tak ada tanda tanda senang atau tidak. Apatis saja.
“Apa kondisi nya sudah separah itu? Tidak bisa. Aku tidak bisa membiarkan mereka semena-mena,“ ujar Lin tian yang tersadar kalau keadaan tengah gawat. Ibarat banjir air sudah mulai meninggi. Mesti di antisipasi dan melakukan tindakan yang tepat guna agar semua dapat diatasi dengan semaksimal mungkin.
“Xueqing, masih ingat dengan penyebaran tahap kedua dari Su Xue Jia yang kita pikirkan waktu itu? Sekarang sudah bisa di mulai,“ kata Lin Tian mulai menjalankan rencana nya.
__ADS_1
“Maksudmu yang itu, apa tidak terlalu beresiko?“ tanya Xueqing.
“Tentu saja tidak. Ini adalah kesempatan baik untuk menyerang para perusahaan besar itu,“ kata Lin Tian yakin.
#
5 hari kemudian.
Pasar cloud melakukan grand opening.
“Selamat, pada manajer area, dalam 1 bulan sudah bisa membuka cabang ke 9 di dalam kota. Menguasai pasaran sudah bukan impian jangka panjang lagi,“ ujar kepala penasehat.
“Kepala penasihat terlalu menyanjung tinggi. Aku bisa ada hari ini. Semua nya berkat kasih sayang dari atasan. Sejak awal aku sudah menurunkan perintah militer. Dalam lima tahun ini, aku akan menguasai pasar bahan baku segar. Bahkan pasar makanan non pokok di kota ini, Pesan antar makanan Lin Tian itu dulu sudah melampaui ku. Sekarang aku akan membalasnya berkali-kali lipat,“ jelas manajer area. “Asisten. Masih belum mulai beroperasi juga, apa yang kamu tunggu?“
“Sudah buka?“ semua tercengang. Masih sepi. Yang ada hanya sampah dan tukang sampah saja.
“Pergi, pergi! Kita sudah membuka toko, jangan menyapu lagi!“ Umpat manajer pada karyawan yang masih santai-santai saja.
Petugas kebersihan yang santai itu, terus saja menjalankan tugas tuanya dengan santai.
“Bagaimana kerjamu. Kamu tidak menyiapkan lokasi dengan baik, juga tidak memberi pemberitahuan lebih dulu, sekarang tidak ada orang yang datang!“ bentak manajer pada asisten akibat sepi nya lokasi itu.
__ADS_1
“Tidak benar manajer, kami sudah beriklan di internet maupun dengan brosur. Aku bahkan ikut turun ke jalan sendiri membagikan brosur,“ ujar Asisten sedikit ketakutan kala menjelaskan hal itu.
“Kalau hari ini penjualan tidak naik, tahu rasa kamu!“ ujar Manajer mengancam bahkan kalau perlu akan melayangkan tendangan kungfu pada orang yang tak becus bekerja ini. Bagaimanapun jga ada yang keliru dalam menyebar luaskan dan promosi akan barang - barang baku dalam pasar claud itu.
“Kepala penasihat, hari ini pekerjaan saya tidak lancar. Lusa masih ada toko baru buka lagi, saya jamin akan bisa mencapai target penjualan,“ ujar manajer area dengan gemetar saat melapor pada atasan. Bagaimanapun yang dilakukan oleh asisten nya adalah tanggung jawab dia yang punya wewenang. Sebisa mungkin kegagalan kali ini tak akan terulang pada waktu ke depan. Sehingga akan berpengaruh pada keberadaan toko bahkan keberadaan nya yang bisa saja dianggap tidak becus membina anak bah sehingga menjadi kacau yang sangat besar dirasakan oleh keuntungan pasar cloud yang kini mulai ambruk saja.
“Masalah kecil saja, kita tambah promosi – promosi. 3 hari lagi, semua pembeli akan kemari,“ ujar kepala penasihat dengan santai nya. Tak ingin anak buah yang sudah bekerja dengan giat begitu harus menanggung segala masalah akibat masalah besar di pasar cloud itu. Tentu saja di iringi dengan tangis ketakutan anak buah nya yang telah gagal dalam menyebar brosur walau dilakukan sendiri sampai ke jalan turun - turun segala. Yang ternyata tidak mempengaruhi hasil yang semestinya sudah berjalan dengan lancar.
#
3 hari kemudian.
Pasar cloud sepi.
Hanya penyapu saja yang Nampak. Dia menyapu mumpung sepi. Sampah berserakan. Daun - daun berguguran.
Petugas pembersih Nampak semakin tua saja. Tua – tua semangat kerja.
“Ini bukan kesalahan kita. Kita sudah beriklan di internet maupun brosur. Bahkan aku juga turun ke jalan untuk membagikan brosur,“ kata manajer pada kepala yang ketakutan.
“Periksa. Cari tahu sebenarnya apa yang terjadi!“ Perintah Kepala Penasihat kepada manajer. Sudah tiga hari tapi taka da kemajuan. Memang tak seperti biasanya. Kalau di biarkan begitu terus, lama-lama bakalan tutup pasar claud itu. Makanya mesti bergerak dengan cepat. Ketahuan penyebab nya langsung di tutup. Dengan solusi yang sangat tepat mestinya. Ibarat banjir besar, kalau hujan lagi deras turun, maka mesti banyak persiapan yang harus dilakukan, supaya tak terjadi bencana. Barang yang ada di lantai mesti di angkat. Kabel yang terhubung dengan air juga mesti diamankan agar tidak terkena banjir dan menyebabkan arus pendek yang tentu saja bakalan bermasalah pada keadaan gedung dan barang yang mudah terbakar. Itulah, kali ini mesti di beri tindakan tegas pada apa yang menyebabkan kekacauan di pasar ramai itu.
__ADS_1
“Hehehe, mau bertarung denganku?“ Lin Tian mengekeh.