Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 15


__ADS_3

“Masih berapa lama lagi? Disini sinyal tidak bagus,” ujar Lin Tian.


“Masih 3 km lagi hampir mencapai finis,“ ujar Xiaoli.


Bus terus melaju. Tanpa mengurangi kecepatan. Melaju terus menyusuri jalanan kota di gunung Luojia. Namun juga tak berusaha mempercepat laju. Karena merasa sudah tak ada saingan. Yang lain sudah pada rontok. Makanya melaju dengan tanpa beban.


“Sih… juara memang selalu kesepian di puncak. Apa tidak ada satu pun yang bisa menandingi?“ ujar Lin Tian yang kesunyian di keramaian. Biasa. Begitu tuh, kalau sudah merasa menang. Akan merasa seakan menjadi raja. Ya memang raja jalanan. Yang sudah berhasil memuncaki acara. Kalau raja biasanya menang perang di kehidupan sesungguhnya. Kalau raja jalanan maka dia merajai di jalanan.


Heh….


“Suara apa itu?“


Dia menajamkan pendengarannya. Suaranya memang tak begitu menderu layaknya mesin truk atau kendaraan besar yang bunyinya juga keras. Namun pada jalanan kota yang lengang di waktu demikian, suara mesin sehalus apapun pasti akan terdengar. Dan itu terlihat beberapa saat setelahnya.


Tin.


Mobil Dewi Balap menyusul. Dengan mudahnya. Tentu. Mobil canggih itu memang di desain memang untuk acara demikian. Bukan untuk mengangkut orang. Tapi demikian. Maka tak heran kalau kendaraan raksasa yang aneh milik Lin Tian dengan mudahnya terlampaui.


“Masih bisa mengejar? Memang benar Ratu Malam. “


Syu…


Mobil itu menyalip bus Lin Tian. Membuat calon juara terkejut. Kalau dari berbagai rintangan yang sudah dijalani, tentu sangat membuat tercengang. Wanita tersebut ternyata sanggup dengan mudah mengatasinya. Tapi jika memandang nama besarnya, sudah tak heran lagi. Bagaimanapun dia sudah berulangkali menjuarai balap popular di gunung ini. Sampai-sampai hampir tak bisa membuka kedoknya yang menjadi incaran para jagoan balap lain.


“Tuan muda bagaimana ini?“ ujar Xiauli panik. Apalagi dia tak biasa balapan. Sudah balap, dengan orang terkenal lagi. Sudah itu dengan mobil yang membuatnya sedikit membuang muka. Tapi, walaupun tipis, harapan akan enang sudah ada di pelupuk mata. Dia tinggal menyesuaikan dengan rencana tuan muda nya yang selalu punya akal brilian itu.

__ADS_1


“Ini diluar rencana apa aku harus kalah begitu saja?“ ujar Lin Tian yang mulai panik. Pucat, dan akalnya benar-benar tengah dia kerahkan sebisa mungkin.


“Apa kamu ada cara melempar walkie talky ini ke dalam mobilnya? “ kata Lin Tian sambal menyerahkan Walkie talky itu. Kali ini baru nemu. Memang sebuah kebetulan. Dimana ada saja yang menjadikan ilham, terutama kala sulit demikian. Ini mungkin yang membuatnya sedikit mujur.


“Tuan muda lihat aku......“


Dengan cekatan Xiauli merobek bajunya. Lalu diikatkan ke Walkie talky itu. Diputar- putar sejenak. Dan dilempar ke mobil Ratu Malam.


Ratu Malam terkejut. Tak biasa ada benda asing masuk. Apalagi ini suasana balap. Dimana keadaan genting. Juga hawa amarah mudah meledak. Ini tentang reputasi dan harga diri. Jadi tak selayaknya kalau ada yang main-main di saat demikian.


“Gadis cantik, capek kan balapan? Bagaimana kalau kamu istirahat sebentar,“ ujar Lin Tian lewat Walkie talky itu.


“Jangan main - main denganku!“ ujar Ratu Malam. “Kamu lose yang hanya pantas menjilat kakiku. “


“Menjilat kaki!“ ujarnya menunjukkan kaki. Ini semacam pertarungan mental. Dimana kalau pikiran kalut, maka dengan mudah akan menyerahkan segala sesuatunya demi si pemenang. Maka tak jarang banyak yang langsung meninggalkan arena kala emosi sudah tak tertahankan. Atau kalau pertarungan berdarah, sudah pasti akan meradang. Dan emosi itulah yang berikutnya menjadi awal dari malapetaka untuk mengawali satu kekalahan.


“Kamu!“ Bertambah berang saja si Dewi Balap itu. “Dasar cabul. Hari ini jangan harap bisa menang.“


“Oh kalau begitu kamu yakin bisa menang dariku. Ratu balapan… Atau bagaimana aku memanggilmu Su Xue Qing….“ ujar Lin Tian dengan tenang.


“Kam… kamu bagaimana kamu bisa mengetahui? Jelas-jelas aku dalam penyamaran,“ kata Su Xue Qing terkejut setengah mati.


“Aku tidak hanya bisa melihat wajah di balik masker. Tapi juga tahu warna ****** ***** mu,“ kata Lin Tian yang merasa sudah berhasil memancing emosi Su. “Boleh saja jika kamu mau aku menjaga rahasia mu. Tapi kamu harus menunjukkan ketulusan mu.“


“Kamu. Dasar tidak tahu malu!“ Akhirnya Su mengerem mobilnya. “Pergilah aku tidak butuh juara,“ ujarnya lagi.

__ADS_1


“Pemenang balapan kali ini.…“


LIN TIAN !!!


“Kalau kamu sampai bicara keluar aku tidak akan mengampuni!“ ujar Dewi Balap geram. Namun untuk apa membuka masker kalau dia sudah paham. Dia tak memahami kenapa pada awal balapan tadi dengan sembrono si Lin Tian terus mengamatinya. Meraba-raba hasil. Untuk berikutnya dipakai pada situasi yang menentukan ini.


“Kabur kabur…. siaran langsung sudah hampir dimulai. “


Live .


TIAN FEIFEI.


Nama seorang artis. Artis balap yang biasa tampil. Buat memeriahkan acara kali ini. Dan sudah barang tentu, hiburan ini sangat di tunggu-tunggu oleh para pengagumnya. Dimana kalau melihat mata sampai melotot. Lidah terjulur. Dan perlahan menetes. Begitu kagumnya. Tak terkecuali Lin Tian. Sang juara kali ini, dia juga demikian senangnya.


“Kita mulai dengan ratu tarian, para penonton jangan lupa kasih hadiahnya.“


Asik sekali ratu tarian bergoyang. Menambah indahnya suasana. Apalagi music yang menghentak. Menambah suasana menjadi tambah ceria. Demi menutup acara besar pada suatu even yang banyak diminati pemirsa. Hiburan kali ini tambah melegakan hati pirsawan.


Cantik… cantik… cantik..


Bentuk tubuhnya biasa saja.


Suasananya jadi panas. Menurutku. Hebat juga. Karena larut dalam buaian Bahasa tubuh yang demikian aduhai. Menambah suasana menjadi sangat asik untuk terus menikmatinya hingga akhir acara. Kalau perlu sampai pagi menjelang. Dan tak perduli seberapa capek kali ini. Amun kalau sudah dihadapkan dengan hiburan yang menggembirakan begitu, maka rasa lelah tak akan terasa. Dan berikutnya akan menggelepar dan menuntaskan rasa capek itu dalam istirahat panjang kala suasana berakhir. Tak jarang di pagi harinya. Untuk kemudian berdiam diri, dan mengganti masa rehat itu di waktu panjang yang tak umum oleh masyarakat luas. Tapi itulah yang berikutnya sering terjadi. Dimana siang akhirnya tertidur dan akan terbangun lagi esok malamnya untuk satu kehidupan yang terbalik. Sebab untuk tidur lagi sudah sulit, karena terpuaskan pagi tadi.


“Tubuhmu indah sekali,“ kata Lin Tian sembari merekam dengan HP. Nanti akan dia sebar ke sosmed dia. Tentu akan banyak viewer yang masuk. Juga menjadi suatu kebanggaan kala apa yang dia upload banyak yang menyukainya.

__ADS_1


“Cuman tidak tahu. Sebenarnya siapa dia….“


__ADS_2