Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 190


__ADS_3

Mobil kuning.


Berhenti di suatu apartemen dengan gedung tinggi. Yang turun cewek cantik nan seksi dengan memakai sepatu biru dengan rok belah biru. Seksi sekali kelihatan nya.


Nenek ternyata. Walau seksi. Rambut pendek. Yang hitam. Nenek-nenek. Tentu saja dengan perawatan yang mudah, akan sangat bisa di dapat untuk hal sepele begitu, karena sangat banyak di temukan walaupun di pelosok kota juga.


“Kak Li besok saya istirahat. Xiao Wang yang akan menjemput anda untuk pesan antar,“ kata sang sopir dengan ramah nya. Sangat senang dia bekerja di perusahaan Tian lin dengan bayaran mahal dan tunjangan yang juga lebih dari cukup. Walau mesti mengantar para manula, namun itu sudah menjadi resiko dari pekerjaan nya yang butuh pengabdian ketelatenan dan kesabaran. Sehingga para pelanggan juga merasa yaman, sehingga pekerjaan yang antar jemput juga dilaksanakan dengan senang juga.


“Baiklah. Xiao Liu, beristirahatlah dengan pacarmu ya, cepatlah menikah dan mengundang aku,“ ujar Kak Li penuh dengan ucapan bijaksana. Sangat kecewa kalau tak diundang. Walau nanti akan di carikan dana untuk menyumbang, itu sudah jadi keputusan nya. Dimana dia bakalan bisa menyaksikan kesukaan pada sopir yang begitu baik telah mengantar jemput dia menuju ke lokasi yang dia inginkan dengan nyaman dan sampai serta kembali ke rumah lagi dalam kondisi sehat seperti apa yang terjadi kali ini.


Kak Li kemudian berjalan menuju ke rumah nya yang tinggi. Mobil pink pun berjalan kembali.


“Tunggu dulu!“ Tiba-tiba seseorang dengan posisi menyeramkan mencoba menghadang si seksi Li. Dengan tubuh yang berbalut pakaian serba tertutup, tentu saja akan mengundang rasa curiga bagi siapa saja yang di temui. Apalagi ini daerah yang sepi. Walau berada di bawah perumahan mewah, tapi kali ini taka da siapapun yang melintas dan beraktifitas. Tentu akan semakin mengundang kecurigaan. Tak terkecuali dengan si nenek yang sudah banyak makan asam garam nya kehidupan dan langsung tahu jika ada bahaya yang tengah mengancam begitu.


“Ada hidung belang!“ Nenek langsung waspada. Dan bersiap melakukan serangan tak terduga. Dia langsung mempersiapkan kuda-kuda beracun. Dan sedetik berikutnya Si nenek langsung mengeluarkan tendangan kungfu nya.


“Ayo…“ si manajer yang menyamar hanya bisa meringis pedih. Hancur jiwa raga. Bahkan kacamata hitam nya samapi miring, tersangka oleh hidung tak mancung nya.


“Nenek. Aku bukan orang jahat,“ rintih nya.


“Jangan panggil aku nenek, panggil aku kakak!“ ujar nya kembali melepaskan tendangan kungfu yang sangat akurat.


“Itu kakak, aku hanya ingin bertanya. Anda dulu adalah member emas putih dari pasar cloud kan?“ tanya si manajer yang merintih ketakutan kala sepatu si nenek melayang ke muka nya.

__ADS_1


“Benar. Barang-barang di sana murah sekali,“ ujar Kak Li yang sudah reda emosi nya.


“Tapi mengapa di catatan kami, anda tidak datang berbelanja dalam beberapa minggu terakhir ini?“ tanya manajer area.


“Ini mudah saja. Walaupun pasar cloud bagus, tapi peternakan Tian Lin lebih bagus,“ jelas Kak Li.


“Peternakan Tianlin?“ Dia langsung teringat pada si kecil yang menunggang kuda dan rupanya dialah si pemilik peternakan yang kali ini menjadi masalah di pasar cloud.


“Di peternakan Tian Lin setiap orang adalah pemilik peternakan itu. Sampai jumpa anak muda,“ Kak Li terus menuju rumah.


“Jangan - jangan… Peternakan Tian Lin inilah, yang merebut bisnis pasar cloud,“ Manajer langsung paham dan sudah menemukan titik permasalahan dalam pasar cloud itu.


#


Nampak sebuah bus mewah berwarna cerah tengah menjemput para langganan untuk menuju ke lokasi yang sudah menjadi tujuan dari bus tersebut.


“Ternyata benar, di sini tempat nya. Aku ingin melihat pasar ini memiliki keunggulan apa.“ Manajer terus saja membuntuti para pelanggan Peternakan Tianlin. Dia ikut masuk ke bus itu. Membaur dengan orang-orang yang akan menuju ke peternakan. Walau Nampak sudah pada tua-tua, namun terlihat mereka sangat bahagia di sana.


“Para kakek dan nenek, paman dan bibi, kakak dan adik sekalian, mobil nomor 7 peternakan Tian Lin akan berangkat. Apa semuanya sudah siap?“ tanya Lin Tian Tian lin, yang tengah memandu kendaraan angkutan itu menuju ke peternakan dengan wajah ceria nya. Sehingga orang-orang juga ikut senang. Dengan pelayanan yang prima itu tentu saja membuat pelanggan semakin suka. Apalagi dengan ditambah adanya angkutan khusus yang nyaman. Bakalan memudahkan mereka sampai tujuan dan kembali ke rumah dengan nyaman juga. Tentu akan semakin membuat semuanya bergairah. Dan ini terbukti sampai semua pelanggan pasar cloud yang sudah bagus dan murah namun masih kalah saing dengan keberadaan peternakan yang sunyi sepi namun terasa sangat nyaman buat para penguin kota yang butuh nuansa segar nya.


“Sudah siap!“ para penumpang Nampak bergembira.


“Naik mobil. Berangkat!“

__ADS_1


Mobil besar dengan penumpang penuh itu melaju dengan kencang. Naik gunung turun gunung, jalan licin menggelinding.


Hingga tak berapa lama kemudian,


“Sudah sampai di peternakan Tian Lin.“


Para penumpang turun dan langsung menuju ke peternakan penuh babi itu.


“Udaranya segar sekali,“ ujar nenek senang.


“Datang dua hari sekali, masih saja merasa tidak cukup,“ kata kakek menimpali.


“Apa yang sedang mereka lakukan? Apa menanam sendiri? Tidak punya kerjaan ya?“ si manajer keheranan setelah sampai di lokasi yang aneh begitu namun ternyata banyak menyita perhatian seluruh warga kota, sehingga para pelanggan dari pasar cloud sampai di bela-belain untuk berpindah lokasi dalam membeli bahan dasar daging dan sayur.


“Haha, lihat itu adalah babi milik ku,“ ujar Kak li sangat senang melihat miliknya sudah besar, gemuk dan sehat. Mantap kalau untuk sekali makan saja. Meskipun begitu Nampak pink dan sipit saja.


“Babi yang aku pelihara sendiri ,aku makan sendiri. Aman dan higienis,“ ujar Kak Li sembari memberi makan peliharaan nya.


“Nenek, eh kakak. Apa begini cara peternakan Tian Lin menjual daging babi. Sepertinya tidak murah, juga tidak efisien,“ ujar sang manajer terus saja mencari informasi guna mengetahui lebih dalam apa dan bagaimana perusahaan itu sangat maju. Padahal kalau di lihat sepintas sungguh sangat tak masuk perkiraan.


“Hanya beternak babi saja yang kita tidak perlu datang ke sini sendiri. Tapi beras kita, sayuran kita, bahkan bumbu kita, semuanya bisa di tanam di sini dan di petik sendiri juga. Setelah di bawa pulang, tinggal di siram saja sudah bisa di masak,“ jelas Kak Li.


“Dan semua ini, hanya perlu membayar 100 yuan per bulan, bergabung menjadi anggota peternakan,“ kata Lin Tian sedikit promosi dan menjanjikan hal terbaik yang bisa di dapat kalau bergabung dalam perusahaan peternakan Tianlin itu.

__ADS_1


__ADS_2