
Di gedung grup Tianlin, Lin Tian tengah merenung.
“Windows telah mengeluarkan satu game PUBG. Balap mobil, tembak - tembakan pesawat dan game Mr lainnya. Di tambah dengan game yang mungkin akan di rilis kemudian hari, aku pasti masih memiliki ruang untuk bergerak,“ ujarnya memikirkan ruang gerak yang semakin lama semakin sempit, jika tak bergerak maka bisa di pastikan akan terdesak oleh orang lain.
“Permainan -permainan ini sepertinya akan terkenal, aku harus mencari cara mengurangi jumlah penyebaran tingkat kepopuleran, topik dan mengeluarkan lebih banyak uang,“ ujarnya lagi sembari berhitung dengan sempoa dengan ketelitian yang tinggi sehingga mudah cara perhitungannya.
“Direktur Lin, kabar baik,“ kata Ma Keji masuk ke ruangan dengan tergesa-gesa dan tanpa pariwara sedikitpun.
‘Karyawan sialan ini,’ umpat Lin Tian dalam hati begitu memandang karyawan yang selalu bekerja menghasilkan untung tanpa memperdulikan perasaan bos nya. Lalu dengan bijak dia berkata, “Silahkan, aku akan membimbing mu.“
“Ada beberapa platform yang datang membicarakan kerjasama dalam bidang game,“ ujarnya sembari menyerahkan proposal serta berbagai data tentang platform itu.
‘Tak disangka masih bisa tertawa,’ ujar Lin Tian lagi. Anak ini seakan tertawa sendiri di kehidupan yang kelam ini. Membuatnya menangis, dalam hati tersenyum.
“Eh, tunggu dulu, platform? Benar juga, aku bisa membuat platform ku sendiri,“ kata Lin Tian ada ide.
“Segera balas mereka,“ ujarnya, lalu memerintah.
“Memang benar-benar Direktur Lin. Pasti sudah memikirkan dan merencanakan nya dengan baik. Dia pasti sudah memikirkan platform mana yang sesuai untuk bekerjasama,“ ujar Ma Keji.
“Tolak semuanya, kita tidak akan mengunggah di platform lain nya,“ ujar Lin Tian.
“Ah, tidak mengunggah di platform lain?“ hal ini membuat tercengang.
“Platform lain… Jangan - jangan kita akan membuat platform game sendiri,“ pikirnya berbinar. Sebab dia tahu seberapa besar kemampuan direktur satu ini dalam memikirkan yang tak di sangka-sangka.
“Benar, panggil semua orang, platform game Tiantian kita, mulai di buat,“ jelas Lin Tian. Kemudian dia menugaskan, “Selanjutnya, kamu akan bertanggungjawab pada platform ini. Aku akan jelaskan apa saja permintaan, semua masalah lainnya di serahkan dulu pada yang lain.“
“Hehe, sudah membuat kesalahan pada majikan, masih ingin lari, aku akan langsung mengirim mu ke perbatasan,“ ujar Lin tian. Padahal di perbatasan tentu saja sangat seram. Bisa saja bakalan berhadapan tak juga dengan lawan, namun juga warga sendiri. Dimana mereka bakalan saling mencari sebab serta mencari alasan untuk bisa melewatinya tanpa masalah dengan masalah. Ini yang terkadang membuat diantara mereka sendiri timbul perselisihan. Ada kalanya mereka bakalan menuju kea rah itu sembari menyamar, misalkan menjadi orang yang tanpa jenis, lalu masuk diam-diam. Dan setelah ketahuan akan ramai. Ini salah satu persoalan. Sebab perbatasan adalah jalur terdepan untuk saling bertemu dengan lawan. Misalkan lawan dengan identitas jelas, masih mendingan, akan tahu siapa yang dihadapi, walau tengah membawa senjata lengkap dan postur tubuh yang sangat tinggi belum lagi di tambah topi bulu yang semakin menjulang sehingga akan membuat lawan gentar, namun kalau masih mengenakan seragam berbeda, akan jelas siapa lawan yang dihadapi. Dan akan negri jika itu rekan sendiri yang tengah berjuang untuk lari dari kenyataan serta akan menuju ke negeri seberang dengan lewat batas itu, pasti akan membuat kesulitan.
__ADS_1
#
“Tak disangka dia memberiku tanggung jawab sebesar ini, aku pasti akan menunjukkan kemampuan ku dengan baik,“ ujar Ma Keji dengan terenyuh melihat demikian baik nya sang bos dalam memberi kepercayaan penuh pada nya. Itu tentu akan membuat kinerjanya semakin baik dan terus membaik saja. Dimana apapun nanti yang di hasilkan pasti aka menguntungkan perusahaan dengan taruhan kerja yang demikian besar tanggung jawab nya. Itu yang membuat dia bersemangat melakukan hal demikian karena kepercayaan besar dari atasan.
Dengan setia dia mengikuti Lin Tian sembari membawa berkas platform yang mesti di urus nya nanti.
“Wah, ini adalah kantor platform game Tiantian, keren sekali,“ ujarnya sesampainya di depan gedung yang demikian megah.
“Bukan, ini hanyalah satu kantor saja,“ terang Lin Tian.
“Semua villa di gunung ini adalah kantor. Kalau digabungkan, ini adalah gedung perkantoran platform game Tiantian,“ ujarnya lagi dengan bangga sembari menunjukkan seberapa luas gedung perkantoran Tiantian itu. ‘Hehe menyewa seluruh gunung telah mengeluarkan banyak uang, bagus sekali.’
“Ingat ya, Tiantian dan Tianlin tidak ada hubungannya sama sekali, ini adalah dua perusahaan yang berdiri sendiri. Jangan membawa kepopuleran grup Tianlin kemari,“ ujar Lin Tian berpesan, walau namanya mirip dan saling terkait, namun dengan pasti di jelaskan tak ada hubungannya.
“Siap,“ ujar Ma Keji.
“Aku mengerti,” lanjutnya tiba-tiba. “Direktur Lin bermaksud membuat reformasi drastis dan menjadikan platform sebagai standar baru dalam industri.”
Dia menuju ke jendela, seraya meletakkan gambar dengan bingkai besar. Gambar direktur Lin.
Direktur Lin benar benar pantas untuk di kagumi dan di sembari
Seakan leluhur saja di sembah
Tinggal pasang dupa, cukup.
Mohon perlindungan direktur Lin platform tiantian pasti akan berhasil
Ah ciu siapa yang sedang memaki ku
__ADS_1
Lin tian langsung merasa. Dia langsung saj kena bersin, seperti kebanyakan orang jika kupingnya mendengar ada sesuatu yang mempergunjingkan nya atau tengah membicarakannya bakalan kena bersin demikian.
“Menurut rencana mr lin setelah platform terbentuk proyek inkubasi game harus diluncurkan untuk menemukan produser dan studio.”
#
Dalam gedung yang tinggi.
Nampak You tengah suntuk berpikir di depan komputer nya akan game yang dia buat dan tak kunjung jadi.
Tok…
“Gawat tuan rumah,” ujarnya curiga.
“Tuan rumah, mohon beri aku waktu beberapa hari lagi. Beberapa hari lagi yang dari platform game ini akan cair,” ujarnya beralasan.
“Apa anda You Xiwang, pemuat game?” tanya Ma Keji.
“Eh, kamu adalah…” Dia terperanjat, ternyata bukan tuan rumah yang datang.
“Aku adalah pengelola platform game Tiantian,” jelas Ma Keji menerangkan jangan sampai timbul salah sangka.
“Ah pengelola, cepat kembalikan uangku,” ujarnya sangat senang sampai - sampai dia mengguncang - guncang leher hingga remuk tak berbentuk. “Aku bahkan tidak bisa membayar sewa kamar.” Berarti akan bisa membayar sewa kamar dia.
“Eh, tunggu dulu, platform apa tadi yang kamu bilang?“ ujarnya sembari melepaskan leher yang sudah ongklak - angklek tak karuan.
“Kami adalah platform yang baru di dirikan tidak ada keunggulan lain nya. Hanya satu yaitu uang kami yang sangat banyak,“ ujarnya sembari membetulkan tulang leher yang seakan patah saja terkena goyangan tak mengenakkan tadi.
“Ah. ..“
__ADS_1