
“50 juta. Mendapatkan tanah ini,“ ujar Lin Tian. Dia sangat bangga karena baru saja bisa merugi dan dipercaya sistem sehingga langsung mendapatkan uang kembalian yang sangat besar.
Orang tuanya hanya keheranan. Lalu pingin main Tabuk. Lin Tian waspada, sembari pasang kuda-kuda. Tangannya terentang, dan sorot matanya tajam. Sementara ayah sudah siap melayangkan Tabukan nya. Dan ibu bakalan main jewer. Tentunya dengan mengerahkan kekuatan penuh. Sampai matanya memutih dan mulut terbuka lebar.
“Ayah ibu kenapa tiba - tiba kalian memukulku?“ ujar Lin Tian merintih kesakitan seraya melindungi kepala. Tak tahu kenapa orang tua yang demikian dia sayangi itu tiba-tiba bisa berubah menjadi beringas. Seperti saat tanggal tua saja. Atau kayak ayam betina lagi mengerami.
“50 juta. Aku bisa membeli semua lensa kamera SLR dengan uang itu,“ ujar ayah yang sangat menyayangkan uang yang demikian banyak hanya di sia-siakan oleh lin tian yang buat membeli tanah demikian saja. Dalam bayangan nya, demikian banyak kamera-kamera yang mengitari tubuh untuk bisa dia manfaatkan kegunaannya demi berbagai tujuan. Sangat disayangkan uang itu lenyap begitu saja.
“50 juta, aku bisa bermain mahjong sampai hidup berikutnya,“ kata ibu yang tak kalah berang nya. Dia tak memahami pemikiran sang anak yang demikian lemah. Serta mudah saja menghamburkan uang, tanpa memikirkan permainan mahjong yang demikian mengasikkan itu. Bisa-bisa pecah isi kepala memikirkan anak yang di didik semenjak lahir namu pemikirannya begitu sempit. Makanya untuk pelampiasan kekesalan di hantam nya anak kurang pembelajaran itu.
“Disini ada gunung dan ada sungai. Perjalanan naik mobil ke sana membutuhkan 10 menit. Benar - benar murah sekali,“ kata Lin Tian. Dia terus berusaha memaparkan berbagai alasan. Supaya kedua orang tuanya paham. Bahwa semua yang dilakukan itu demi menyenangkan hati mereka. Dan tak perlu mendapat penjelasan kalau segalanya hasil dia merugi. Karena bisa jadi kalau diceritakan tentang dia rugi besar-besaran bakalan bertambah berang saja kedua orang tua kacau itu, yang sulit di beri pengarahan.
“Walaupun memiliki pemandangan yang indah dan tempatnya luas, tapi mau membangun rumah di mana? Kamu kira aku bisa menyulap rumah di sini?“ kata Ayah semakin berang saja. Sudah kacau begitu masih saja belum paham. Bahwa berada di situ hanya akan menambah kebingungan. Memangnya dia angsa yang mampu bertahan di danau yang luas, atau ayam hutan yang Cuma berada di hutan bisa hidup. Mereka kan manusia. Walau hutan bisa di olah, namun membutuhkan waktu serta usaha. Bagaimana bisa melakukan semua itu kalau sekarang tak ada apa-apa. Bahkan Tarzan juga butuh pohon, sementara pohon di sini butuh untuk di tanam dan di rawat, bukannya liar dan kacau dengan onak duri yang mengitarinya. Mau mengusahakan bagaimana lagi kalau begini?
“Ayah aku masih menyisakan 10 juta yuan untukmu membangun rumah,“ kata Lin Tian lagi, yang barangkali dengan menggenapi yang 60 juta itu bisa sedikit menentramkan perasaan keduanya, bahwa masih ada uang untuk membangun yang belum terbangun itu dengan berbesar hati dan mengandalkan sisa uang tersebut untuk membuat rumah sederhana yang asri dengan latar belakang bukit dan danau yang indah itu.
Keduanya kembali tanda tanya.
“Ini yang namanya membeli rumah?”
“Dasar kamu tidak bertanggung jawab!“ kedua orang tuanya bertambah berang. Mereka kemudian berusaha menangkap Lin Tian yang telah lari ketakutan. Sekarang tentunya tak bakalan dia kasih ampun. Sudah menghamburkan uang, namun kali ini mau lari dari kenyataan. Tentunya tak bisa tidak, mesti di beri pelajaran, supaya tak lagi-lagi berbuat nakal serta menghamburkan uang keluarga hanya demi kesenangan pribadi dan golongan.
“Kalian sendiri yang minta rumah yang murah dan bagus kan,“ ujar Lin Tian sembari melarikan diri dari kejaran dua orang mengerikan yang hendak meminta pertanggung jawabannya.
__ADS_1
#
Glup.
Lin Tian duduk sembari menyeka air mata.
“Uang sebanyak apapun minuman yang paling enak tetap saja coca cola seharga 3 yuan,” katanya seraya meneguk minuman segar tersebut.
“Kalau urusan pribadimu sudah selesai, maka sekarang aku akan memberikan hadiah spesial untukmu,” ujar Xiao Qian yang tahu-tahu sudah ada di samping Lin Tian pada bangku panjang yang sama.
“Hadiah spesial, hadiah apa itu?“ Lin Tian berbinar-binar ceria. Demi mendengar sesuatu yang spesial itu. “Akhirnya kalian akan memberikan uang tunai padaku.“
“Ini adalah insentif pertama, setelah kamu berhasil mendapatkan kerugian untuk menyemangati mu. Agar semangat mu tidak longgar dan terus berusaha,“ kata Xiao Qian memberi wejangan. Maklum selama masih sedih, bisa-bisa manusia bakalan berbuat yang kurang bagus, dan tak stabil. Demikian juga kiranya dengan Lin Tian itu. Sebagai anak muda, pastinya bisa drop. Dan itu tak baik untuk pertumbuhan jiwanya. Makanya perlu penyemangat. Dan sistem paham akan hal itu.
“Tentu saja aku akan terus berusaha. Terus merugi,” ujar Lin Tian cekakak cekikikan. Sangat senang sekali dia rupanya kalau disuruh merugi.
“Kepemilikan datang dan buka plugin untuk saya.“
Berputar….
Xiao Qian berputar sampai cengep – cengep.
Pengetahuan adalah kekuatan.
__ADS_1
“Selamat tuan, telah mendapatkan semangat, pengetahuan adalah kekuatan,“ ujar Xiao Qian setelah mendapatkan hasil setelah berputar-putar sampai pusing tadi.
“Apa kalian akan memberiku sistem kutu buku? Perusahaan merugi dan kutu buku boleh juga,“ ujar Lin Tian yang semakin tak paham dengan kelakuan sistem yang aneh-aneh itu.
“Silahkan memilih satu mata pelajaran?“ ujar Xiao Qian.
Matematika, teknik, sains, Bahasa Inggris, sosiologi, keuangan, sejarah. Semua itu adalah pilihannya. Hanya ada satu yang bisa di dapat nanti.
“Ujian inggris akan segera tiba, masih perlu berpikir lagi. Selain itu posisi tombol ini bagus juga,“ kata Lin Tian. Dia kemudian memilih itu yang sesuai dengan seleranya.
“Selamat, hadiah pelajaran Bahasa Inggris akan diantar esok pagi,“
“Setelah mempelajari Bahasa Inggris seharusnya aku bisa mengembangkan kerugian ku ke seluruh dunia. Selain itu aku juga bisa menemukan Xiaoli yang sudah hilang lama,“ ujar Lin Tian sembari mengenang kenangan manisnya bersama Xiaoli yang sudah lama tak bersama lagi. Kalau ketemu, tentu bisa menjadi kekuatan baru yang lebih hebat dari yang dahulu. Karena banyak kekuatan yang sudah di milikinya, tentu nya kalau ketemu dia lagi, semakin bertambah saja kekuatan itu.
#
“Guten Morgen.” Nampak ada yang menyapa. Di pagi yang cerah ini. Disaat jendela baru saja siap di buka. Dan mata masih perlu di kucek-kucek. Saat itu ada cewek cakep dengan baju yang seksi, dan rambut pirang kemerahan seraya memancarkan aura kemerahan yang sangat mempesona.
“Did you sleep well?” tanya wanita sistem suruhan si Xiao Qian itu dengan sangat ramah nya.
“Hadiah pelajaran Bahasa Inggris ini, aku benar-benar tidak menyangka,“ ujar Lin Tian yang keheranan dengan apa yang di dapat pagi ini.
#
__ADS_1