Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 298


__ADS_3

Dalam rumah apartemen gelap. Disana Nampak secercah cahaya.


Dan di baliknya terduduk seonggok manusia yang tengah memegangi kepalanya.


“Ah, aku tidak menemukan kesalahan sama sekali,“ ujar salah satu penguji itu teramat bingung tak mendapat satupun titik lemah yang nantinya akan bisa di pakai untuk senjata dalam menangkis serangan lawan dan memperbaiki game agar lebih bermutu sesuai dengan kaidah kebenaran yang sudah tertulis saat mengikuti berbagai diklat serta pelatihan yang sudah pernah dilakukan.


“Siapa yang bilang padaku, memakai pakaian pelayan bisa membantu mempercepat menemukan kesalahan,“ ujar karyawan berpakaian pelayan kucing dengan mencak-mencak, yang ternyata untuk kesekian kalinya di penghujung mendapatkan ide sama sekali buntu. Bahkan hanya membuat gerah di badan saja.


“Efektivitas sama sekali tidak meningkat,“ ujar yang lain.


“Iya, sama sekali tidak ada gunanya!“ Mangkel banget untuk hal demikian.


“Ayo kita pulang dulu kita masih harus presentasi laporan kepada investor besok.“


“Aku berharap game ini bisa lulus pengujian secepat mungkin,“ ujar karyawan berpakaian pelayan kucing dengan sangat menderitanya.


#


“Apa kalian tidak menemukan kesalahan?“ tanya karyawan berdasi yang berusaha menanyakan apa-apa yang mesti di lakukan.


“Iya, tidak ketemu. Benar-benar menderita sekali,“ keluh penguji.


“Iya, awalnya kami…“ ujar seorang desain yang sudah sangat cocok sekali dengan potongan begitu. Game yang semestinya dia berhasil ketemukan, justru kali ini menjadi bumerang sendiri, akibat tidak adanya data untuk saling mengkoreksi diri. Jadi tidak ada yang di revisi, ini yang membuat menderita.


“Cukup! Kalian tidak perlu memberi penjelasan lagi,“ hardik sang bos, dengan tanpa perlu panjang lebar, dan mestinya sudah pada paham akan kinerja saat itu yang bisa di bilang gagal total. Tentu saja yang tengah memberi penjelasan langsung terhenyak.

__ADS_1


“Ayo ikuti aku,“ ajaknya menarik mereka untuk tindakan lebih lanjut yang hendak dia lakukan untuk persekutuan mereka.


“Kalian seharusnya tahu grup Tianlin kan?“ ujarnya seraya menatap gedung kebanggaan Tianlin itu di kejauhan yang Nampak unik diantara yang lainnya.


“Tentu saja tahu,“ ujar tuan desain game sembari menatap gedung di depannya.


“Grup Tianlin tidak begitu terkenal di pasar game. Tapi setiap game yang mereka ciptakan, sangatlah menarik dan istimewa,“ jelasnya sembari mengingat game pria macho yang adalah game tidak begitu terkenal, namun sangat mengena di pasaran. Dan itu menjadikannya suatu permainan yang sangat diminati oleh para penggemarnya yang juga bukan dari kalangan terkenal.


“Tunggu. Aku tahu grup Tianlin. Isu memakai pakaian pelayan bisa menemukan kesalahan ini beredar dari mereka,“ ujar karyawan sembari mengingat kalau ide yang sedikit unik dan sangat misterius itu bukankah memang dari mereka. Jadi bisa jadi hal demikian akan selalu mengingat pada grup tersebut.


“Hal yang ingin aku katakan adalah semua departemen grup Tianlin sudah pindah keluar belakangan ini. Sekarang hanya sisa departemen game yang ada di sini,“ jelasnya lagi sembari di tanggapi dengan ekspresi yang memang sedikit aneh dari para teman yang sama-sama sudah merasakan anehnya mengenakan pakaian pelayan kucing.


“Aku akan membawa kalian pergi ke sana meminta trik,“ ujarnya lagi seraya membayangkan bahwa misi itu seperti tengah pergi melakukan perjalanan ke barat dengan dua temannya adalah para pengawal setia yang siap melindungi sang guru untuk mendapatkan kitab sakti di barat.


“Tentu saja. Direktur utama grup Tianlin, pak lin tian adalah dewa,“ kata karyawan dasi coklat dengan sangat yakin akan kemampuan pemuda tersebut yang memang sudah dianggap mewakili tokoh itu demi kemampuannya yang sangat hebat dalam memimpin banyak perusahaan yang sangat terkenal dan begitu maju.


#


Merekapun berangkat melakukan perjalanan ke barat tersebut secara sembunyi-sembunyi demi mendapat trik yang sangat di jaga kerahasiaannya oleh para karyawan grup. Sehingga membuat mereka tercengang saat mengintip ke dalam ruang karyawan grup Tianlin itu.


“Apa ternyata isu ini nyata?“ Di pandangnya para karyawan yang tengah sibuk di dalam.


“Hore, aku menemukan kesalahan ketiga,“ ujar karyawan berpakaian pelayan kumis kucing sembari bangga dengan temuannya yang sudah sering di dapatkan seiring dengan banyaknya ketidak beresan dalam kinerja dalam ruangan para karyawan yang memang bekerja dengan demikian saja.


“Aku juga menemukannya,“ ujar yang lain sangat senang mengenakan pakaian kucing tersebut. Dengan diimbangi dengan temuan-temuan yang sangat berarti untuk pengembangan game mereka selanjutnya yang sangat mudah di kembangkan tersebut.

__ADS_1


“Tugas hari ini sudah selesai,“ ujar karyawan yang lainnya juga.


“Hah, cara seperti ini bisa juga?“ ujar desain game botak itu tak percaya pada apa yang di lihatnya. Sebuah pekerjaan yang sangat sulit mereka lakukan di perusahaan ternyata di sini merupakan sebuah penemuan yang sangat besar sehingga para seragam kucing tersebut justru sangat bangga kala memperoleh pekerjaan yang merupakan kegiatan kesehariannya.


“Kalian cepat kemari. Coba belajar cara kerja mereka. Mungkin kita bisa,“ ujar karyawan botak sembari meminta mohon pada anak buahnya yang para karyawan berpakaian necis itu untuk mengikuti sepak terjang para mereka itu sehingga keceriaan mereka bisa di tularkan bagi mereka demi penemuan yang sangat banyak juga.


“Aneh sekali, aku menemukan kesalahan secara tidak sengaja,“ ujar para penguji game tersebut secara aneh langsung mendapatkannya setelah melihat dari dalam gedung milik grup Tianlin yang karyawannya pada berpakaian aneh tersebut. Rupanya memang benar, ada hikmah saat bertemu dalam ruangan tersebut.


“Halo, siapa kalian?“ tanya Bai dengan pakaian pelayan kucing yang keheranan melihat para penyusup itu tengah bergembira dengan temuan mereka yang di dapat tanpa sengaja tersebut.


“Aku Xiaouliu, penggemar setia direktur Lin. Kami datang melihat gedung perusahaannya,“ ujar Xiaouliu sembari memperkenalkan diri pada Bai dengan jabat tangan eratnya yang merupakan salam khas tersebut.


“Oh baik, aku Bai Xiaojie penanggungjawab sementara gedung lama Tianlin.“


“Aku sudah mengerti, ini bukanlah masalah pakaian pelayan berkuping kucing, melainkan sebuah kegaiban. Pasti karena Fengsui tempat ini,“ ujar karyawan perusahaan seberang itu sudah menyadari kalau semua itu memang berasal dari hal demikian.


“Cek, kalau begitu aku bisa menyelesaikannya,“ ujar yang lainnya yang juga menyadari temuannya bukan masalah pakaian.


“Aku akan menyewa tiga lantai di bawah gedung kalian,“ ujarnya yakin. Dengan menyewa maka akan lebih murah dibandingkan membeli.


“Tapi, biaya sewa sekarang sangat mahal,“ ujar Bai Xiaojie sangat khawatir kalau aura kesialannya bakalan menular pada para penyewa itu.


“Lalu kenapa? Lagipula investor kami kaya kok. Para investor kami juga mendapatkan keuntungan melimpah bersama direktur Lin, anggap saja tanda terima kasih,“ ujar Xiaoliu dengan yakin akan keputusannya. Itu sudah.


#

__ADS_1


__ADS_2