Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 246


__ADS_3

Hanya bisa tertunduk.


Dengan rambut merah dan pipi yang memerah.


“Ini adalah pertama kalinya untukku. Bagaimana kalau kita….“ ujar si rambut merah.


“Aiya, lagipula sudah datang. Malu apa…“ kata Lin Tian tak usah malu-malu. Serta penuh berharap dan tatapan berbinar.


“Sudahlah, sudahlah… Lebih baik aku pergi saja,“ katanya seraya melangkah pergi.


Lin Tian menangkap tangan lentik itu, lantas menariknya dengan kuat.


“Hari ini, aku harus melihatmu bulat-bulat,“ katanya dengan sorot mata yang penuh nafsu.


“Jangan….“ si wanita berteriak dengan panik.


“Desain pertamamu, biarkan aku melihatnya dengan jelas bagaimana?“ kata Lin Tian seraya melihat-lihat desain di atas kertas yang begitu indah.


Dengan motif penuh bunga. Dengan rambut blonde merah, motif kekuningan di seputar leher. Dan kuning keemasan pula pada garis lengan. Sungguh Paduan warna yang serasi dengan dasar putih dan celana pendek biru. Sangat modis di jamannya. Juga sepatu putih sol tinggi yang turut memperindah suasana.


“Eh, desain ini cukup… Biasa aja,“ kata Lin Tian tak begitu bergairah.


“Ini tidak biasa. Desain ini mengkombinasikan berbagai merek di luar yang sedang populer. Aku, aku masih ada lainnya…“


“Eh, apa maksudmu?“ Lin Tian bingung.

__ADS_1


“Sebenarnya, aku sudah membawanya kemari. Tunggu ya, aku akan kembali setelah ganti baju,“ ujarnya sembari berjalan dengan santai sembari menunjukkan sesuatu.


“Bagaimana desainnya, kalau aku lihat yang dia bawa, kelihatannya seperti pakaian tradisional,“ Lin Tian mencoba menebak.


Benar saja. Setelah dia keluar kamar, dan berganti pakaian, barulah Nampak semuanya.


“Pakaian tradisional Han. Jika dipakai terlalu longgar, jadi sedikit merepotkan dan tidak bebas dalam bergerak. Jadi aku membuat sebuah desain pakaian tradisional Han yang lebih ketat dan bebas bergerak,“ ujarnya sembari memamerkan pakaian itu. Dengan desain yang pas sekali.


“Oh ternyata begitu. Dia tidak turun tangan di desain luarnya, tapi turun tangan di fungsinya,“ ujar Lin Tian yang langsung paham akan situasi ini. “Memiliki pemikiran dan perkembangan seperti ini pada desain pertama sudah cukup bagus. Selanjutnya kita fokus pada produksi.“


#


GRUP TIANLIN.


“Eh, ada apa ini?“ ujar Lin Tian yang masih kebingungan dalam kondisi yang baru terjaga.


“Sih Direktur Lin, orang-orang ini tidak bisa diganggu,“ ujar satpam memberitahu.


“Dari mana mereka?“ tanya Lin Tian.


Polisi Pakaian Tradisional Han. Mereka keluar begitu saja. Dan mengacungkan pentungan di tangan mereka.


“Pakaian Tradisional Han yang di produksi grup Tianlin, mana bisa disebut pakaian Tradisional Han?“


“Pengkhianat!“

__ADS_1


“Hancurkan semuanya! Musnahkan!“


Seru para pemrotes sembari terus saja mengacung-acungkan tangan tanda ketidak puas akan semua yang tengah berkembang dewasa ini terutama dalam tubuh gedung tersebut.


“Aneh sekali, aku sudah mengaplikasikan berbagai budaya dalam produk-ku, tidak pernah bentrok masalah seperti ini. Kenapa tidak ada polisi diabolo datang memprotes? kapan diabolo bisa berdiri? Sebal…“ ujar Lin Tian menggerutu. Dia merasa kecewa dengan hal demikian yang dirasa tak membantunya.


“Mohon perhatian semuanya, pakaian tradisonal han adalah milik kita semua dengan modernisasi dan sedikit perubahan serta penyebaran yang baik. Baru bisa membuat budaya pakaian tradisional han bangkit,“ jelas ibu sekretaris menghadapi para pendemo yang terus memprotes. Mesti di hadapi. Tapi tak selalu harus direkturnya. Sebab terkadang banyak sekali tuntutan yang tak sanggup diatasi. Makanya dalam menghadapi juga harus hati-hati. Yang paham situasi, bisa berkomunikasi dengan baik, serta pengetahuan itulah yang digunakan untuk mengatasi berbagai kerumitan itu.


“Huh, aku beritahu kamu… Kamu harus memusnahkan semua produksimu hari ini. Kalau tidak, kita akan memboikot semuanya. Selain itu, kalian juga harus memberi ganti rugi pada kami.“ Tuntut para pemrotes. Dengan demikian, maka segalanya akan memulai dari awal. Dan dengan sepengetahuan mereka yang sudah sangat ahli di bidangnya. Dengan adanya ini, maka kesulitan yang bakalan terjadi, andai mereka tak difungsikan lagi. Karena barang yang sejenis telah ada. Itu akan menjadi suatu pukulan buruk bagi masa depan mereka yang sudah terlanjur sangat piawai hanya dalam bidang tersebut. Untuk berganti peran tentu sangat sulit. Dan untuk menguasai yang lain perlu berbagai macam kepandaian yang mesti di pelajari lagi dari awal. Itulah makanya lebih baik kalau menggunakan yang sudah ada demi lancarnya sesuatu tersebut tanpa mesti memulai dari awal lagi.


“Tapi…“


Qian kebingungan. Dia sudah kesulitan menghadapi orang-orang itu. Banyak fakta yang luput dari perhatiannya kala menjawab apa tuntutan yang di keluarkan itu. Dia tak sepenuhnya berhasil mengendalikan orang-orang ini, sehingga kedengarannya hanya selalu mengikutinya saja dan enggan untuk bisa mengajak mereka memahami situasi perusahaan yang tak mungkin menyetujui apa yang mereka usulkan semua.


“Para pemilik toko pakaian tradisional Han papan atas dari berbagai wilayah, semuanya disini, sekali kami memberi pernyataan, mereka akan langsung memandang rendah kalian,“ ujar si pemrotes sedikit mengancam memang. Karena mereka semua sangat paham akan hal itu. Dan jika terjadi, maka bisa saja semuanya turun tangan untuk melakukan sesuai dengan yang diusulkan itu sekaligus membuat kekacauan dalam produksi, distribusi, serta berbagai pemasaran lainnya tentang usaha yang berhasil di buat namun kesulitan dalam melemparkan ke pasaran nantinya. Dan jika hal demikian dipaksakan, maa tak mustahil kalau bakalan kesulitan mencari untung lagi nantinya.


“Benar, nanti siapa yang akan membuat baju tradisional han itu untuk kalian, kitalah yang memiliki keahlian,“ kata pemrotes wanita masih dengan tuntutannya. Dia merasa mendapat angina. Sebentar lagi pasti perusahaan bakalan memenuhi tuntutan mereka. Dimana tak ada orang lain yang sanggup mengerjakan itu, selain mereka yang sudah sesuai dengan bidangnya tersebut.


“Kecuali, kalian bersedia mengeluarkan upah desain dan biaya lisensi. Selain itu kalian harus mengikuti sesuai dengan desain kita.“


“Makan kentutku! Ternyata semua ini adalah bisnis. Kalian sama sekali tidak memikirkan kebangkitan Han, hanya memikirkan upah kalian sendiri saja,“ ujar Lin Tian. “Ayo, ayo kita pergi. Tianlin Grup suka merugi, tapi tidak perlu sampai memberikan uang kita untuk orang-orang ini.“


“Tapi, kita memang tidak memiliki pengalaman dalam produksi pakaian tradisional Han. Selain itu terdapat keunikan pada bentuk pakaian tersebut. Kemampuan kita….“ Qian Duomei sedikit panik dengan kondisi tersebut. Mereka jelas tak bisa berbuat banyak. Selain mengharap kemampuan mereka yang sudah sangat paham akan berbagai hal yang berhubungan dengan desain tersebut. Dimana hanya mereka-mereka ini yang paham. Makanya banyak melakukan pembangkangan demi memperoleh harga yang sesuai dengan apa yang diinginkan mereka. Sehingga bakalan sanggup berbuat banyak. Ini yang terus mereka tuntut.


“Serahkan padaku. Aku mengerti bidang ini. Aku tahu ahli terbaik di negara kita berada dimana, hehe…“ ujar Lin Tian sudah mempunyai solusi.

__ADS_1


__ADS_2