
Nampak,
Dua orang celingukan.
Cao dan Zhou.
Cao biluo masih dengan topi lebarnya serta long dress yang keren.
Dan Zhou pakai pakaian ringkas. Celana pendek serta rambut yang merah membara.
“Lin Tian, mana kejutan yang kamu persiapkan untuk kami. Kenapa aku tidak menemukannya?“ tanya Cao Biluo yang sedari awal sudah tak mendapat apa-apa. Makanya dia celingukan, mencari-cari kejutan tersebut.
“Aneh. Bukankah tempat pertama dalam perjalanan ini adalah tantangan mendebarkan?“ Lin Tian sendiri terkejut. Dia sedikit kecewa dengan tempat ini yang tak sesuai dengan rencana. Padahal dia sudah spoiler tentang keadaan yang bakal terjadi. Namun tak ada apapun.
“Pakai mengikat orang lagi. Hobi yang unik sekali,“ ujar Cao sembari melihat kaki yang terikat dengan kuat. Seakan tak bakalan lepas saja untuk meluncur dengan deras.
“Dengar, aku dengar dari kakak senior, ada beberapa orang yang memakaikan penutup mata dan belenggu kaki. Lalu tidak memperdulikan mereka. Seperti itu apa fangzhi play,“ ujar Zhou sembari membayangkan Lin Tian yang badannya sixpack sembari memperagakan sesuatu yang sangat memikat hati.
Lalu Lin Tian tersenyum.
“3…2…1…” Dia menghitung. Sembari memegang bagian belakang dari dua wanita cantik itu.
“Kejutan!“
Lin Tian berteriak dengan keras.
Sembari menunjukkan sebuah kejutan itu.
Kedua wanita itu hanya diam. Tak paham. Dan berikutnya mengusap matanya. Lalu terbukalah mata mereka. Akan kejutan yang sangat besar tersebut.
“Bagaimana kejutan besar kan?“ ujar Lin Tian. Dia tertawa lebar. Akan acara yang tengah berlangsung tersebut.
Mereka tengah berada di suatu tempat yang sangat aneh. Ketinggian yang mencekam. Dan berada pada sebuah ujung papan. Di bawahnya Nampak tinggi sebuah jurang yang sangat curam.
“Kaget sekali aku. Kamu menyebut ini kejutan? Terkejut atau tidak. Tentu saja terkejut!“ ujar Cao yang sangat terkejut. Bagaimana tidak, kalau tengah berada dalam suatu jurang terdalam dalam hidupnya. Makanya dengan muka iblis dia mencak-mencak.
__ADS_1
“Hu Hu…” Bahkan membuat Zhou menangis.
Belum usai rasa terkejut itu, tahu-tahu tangan kuat Lin Tian mendorong dengan seketika dua orang yang lagi terkejut-terkejutnya itu.
Hasilnya tentu saja hanya bisa saling pandang. Sebelum segala sesuatunya telah terlambat.
Dengan tersenyum, Lin Tian menunjuk ke bagian bawah. Keduanya tercengang. Di kakinya tentu saja tepian papan yang buat meluncur itu. Maka sekali dorong bisa terjun bebas tanpa syarat.
“Lin Tian, beraninya kamu!“ teriak ngeri dua orang yang murka tersebut. Lihat saja topi Cao sampai melayang.
A…
Keduanya menjerit-jerit. Sangat ngeri dengan keadaan begini. Meluncur bebas dengan cepatnya. Hanya bermodalkan seutas tali. Dalam bayang ketakutan, tentu akan membayangkan, jika terjadi sesuatu yang tak baik. Semisal putusnya tali, atau meluncur menabrak bibir tebing, pasti resiko kedua tentang hal keselamatan yang bakalan terjadi. Syukur kalau Cuma berakhir di klinik, kalau sampai kepala retak dan bibir menceng, bukankah itu sangat menyebalkan. Mana daerah tersebut terlihat sangat ganas. Selain tebing yang sangat curam, bagian bawahnya juga Nampak air sangat banyak yang sangat panas jika menyentuh kulit. Tentu saja jika kecepatan luncurnya sangat tinggi. Serta gravitasi tak menurun. Akibatnya bakalan fatal. Nyeri di rasa.
“Hehe, reaksinya bagus juga. Sepertinya bisa dipakai untuk memberi hadiah pada para karyawan yang terlalu setia itu,“ kekeh Lin Tian yang sangat puas dengan permainan penyambutan di awal mereka mulai tugas ini.
“Jangan terlalu cepat senang,“ ujar Su Xueqing di sampingnya.
“Eh apa maksudmu?“ ujar Lin Tian yang merasa kalau sesuatu bakal menimpanya dengan sorot mata aneh dari perempuan misterius ini.
“Jangan-jangan…. Tidak!“ Semakin khawatir dia. Terbayang sebuah bayang gelap yang tengah mencengkeramnya.
Tidak….
Jangan….
Ah….
Giliran Lin Tian yang mesti meluncur ke bawah. Merasakan pahitnya di campakkan ke jurang terdalam.
Barulah bisa bernafas lega saat telah mendarat.
Dengan ditemani pemain lain yang juga sama-sama bernafas lega, telah berhasil menghadapi tantangan tak terduga tersebut. Rupanya asyik juga bermain mendebarkan begitu. Ada kisah di baliknya. Dimana bisa bercerita kalau mereka sangat berani untuk terjun bebas dalam ketinggian yang suram. Inilah asyiknya,
Bungee jumping lembah rift.
__ADS_1
Berikutnya lebih mendebarkan lagi…
Restauran di angkasa.
Dimana mesti duduk dengan tangan di ikat dengan kuat pakai tali yang memenuhi badan. Jadi kemungkinan lolos sangat kecil.
Walau para gadis melayaninya dengan suka cita. Sembari tertawa-tawa dan memberi suapan terakhir pada yang terikat kuat itu.
Setelah di beri suapan yang sangat nikmat itu, lalu di masukkan dalam kandang terkunci, dan di luncurkan ke bawah. Menuju ke binatang-binatang berkulit halus yang tengah unjuk gigi.
Pengalaman dekat dengan hiu pasifik.
Disini ketegangan sama sekali sirna. Yang tertutup oleh tak sadarnya suasana. Bersama kelilingan hiu lapar yang tengah menanti daging dan darah.
Dan jika belum puas akan petualangan mengasyikkannya, akan bertemu dengan binatang bertanduk.
Festival di kejar kerbau Spanyol.
Kayaknya bukan sekedar kerbau sih, namun banteng jantan perkasa yang biasa buat melawan matador. Tapi kali ini cukup dengan melarikan diri saja dari tusukan tanduknya, mungkin langsung bebas.
Barulah terakhir di suguhkan dengan hiburan,
Camping mendebarkan tebing.
“Aku kira aku akan takut. Tapi aku sudah terbiasa,“ ujar Zhou yang tak lebih dari pendidikan yang pernah dia jalani sebelumnya.
“Tidak hanya terbiasa, bahkan menjadi suka,“ ujar Cao Biluo.
“Tidak hanya suka, tapi masih ingin melakukan lagi,“ jelas Su Xueqing yang sangat senang hiburan kali ini benar-benar memuaskan batin mereka. Apalagi melihat Lin Tian sangat senang melakukannya, maka hal tersebut ingin terus di ulanginya.
“Jadi artinya proyek ini juga akan berhasil?“ ujar Lin Tian dengan bergetar dan muka memucat.
“Tapi kenapa yang terluka hanya aku seorang?“ Dia mengeluh. Apa-apa yang melakukan hanya dirinya saja. Mulai dari bungee jumping yang sangat tinggi itu. Dengan kaki diikat sangat kuat. Lalu di ikat di angkasa. Bertarung dengan para hiu. Dan menderita dengan pocong di tebing. Semua yang menyeramkan itu justru dia yang menjalaninya. Memang rasanya dia yang paling pemberani, namun bukan demikian makna dari kata berani buat dirinya. Akan lebih indah kalau di suapi saja tapi tidak perlu di ikat. Atau makan daging hiu dan bukannya menjadi makanan. Serta meluncur jauh ke lembah subur namun dengan naik pesawat rasanya sangat nikmat. Tidak dengan debaran di dada yang sangat menyiksa. Apalagi bakalan di ulang lagi dan lagi oleh mereka-mereka ini. Pasti rasanya tak akan lebih nikmat dari sebelum itu.
Para gadis hanya terkekeh riang. “Hehehe, rasakan! Dasar lelaki brengsek!“
__ADS_1