
“Aku Da Fan Pai. Aku adalah pria tak terkalahkan. Sejak kecil ayahku membawaku berkeliling. Aku akan mengalahkan sepuluh orang. Aku hampir mengalahkan seluruh keluarga besar di China bersama ayah. Selain itu aku juga belajar ilmu bela diri kuno warisan keluarga - keluarga tersebut. Teknik tinju teknik kalki golok pistol pedang bangku lipat. Aku mahir dalam segala hal. Aku bahkan telah mempelajari teknik memandang lampu jarak jauh mobil selama 24 jam. Yang akan punah dari keluarga Long. Dengan teknik ini aku bisa melihat rahasia orang lain. Dari semua teknik kuno itu kalau untuk teknik pukulan. Teknik keluarga su yang paling kuat. Tapi aku sudah mengeluarkan teknik terhebat. “
Banyak jatuh korban. Yang diakibatkannya. Bahkan kali ini ada yang sudah di bawah telapak kakinya. Demikian gawat ilmunya. Dengan pengalaman yang tak meragukan lagi dalam malang melintang di rimba persilatan tirai bambu. Tentunya orang-orang tak akan meragukan lagi kemampuan serta nama tenarnya yang sudah demikian tersohor.
Diintai dari atap. Seorang berambut panjang. Dia terus mengamati apa yang terjadi antara pertarungan mengerikan dua orang sakti yang tengah menunjukkan kebolehannya. Dengan berbekal teropong hebat yang bisa memandang jarak jauh hingga sangat jelas dan terang. Jadi pada posisi yang jauh di atas sebuah gedung di balik jendela yang tak terdeteksi dari tempat musuh itu.
“Lin Tian, tak disangka kamu bisa mengalahkan teknik tinju keluarga Su,“ kata wanita cantik di atas jendela pengintai.
“Xiao LongLong, kalimatmu berikutnya adalah kenapa aku tidak bisa mengalahkan mu? “
“Lin tian kenapa aku tidak bisa memukulmu? “
Sembari menunjuk tepat ke hidung si Lin Tian.
“Karena… Semua itu berada dalam rencanaku,“ ujar Lin Tian.
“Kalau begitu aku akan membuatmu menyaksikan teknik udara yang paling kuat. Dari jaman kuno. Super daya long. Teknik kuno keluarga long. Pengumpulan energi tanpa naga.
“Energi yang liar biasa,“ ujar si Cantik.
“Bisa begitu juga atribut berubah.“
Kecerdasan : maksimal
__ADS_1
Penampilan: maksimal
Semangat : maksimal
Kekuatan : maksimal
Keberuntungan : maksimal.
“Tunduk kamu!“ ujar Long dengan tangan menyala.
‘Tidak bisa menyesuaikan atribut hanya bisa bertarung begitu saja.’ Lin Tian hanya pasrah dan langsung bersiap melawan dengan seadanya. Dan apa adanya. Karena hampir tak ada titik lemah yang dikerahkan kali ini. Sama sekali tak terdeteksi. Ini gawat. Kalau sebelumnya masih bisa di deteksi bagian yang kurang tersebut. Kali ini tidak lagi. Makanya hanya mengandalkan keberuntungan saja untuk yang sekarang.
Dig…
Kena dada Lin Tian. Nek rasanya. Bagaimana tidak. Kena sikut anak kecil saja sudah bisa bengkak, la kali ini malahan orang sakti dengan tenaga dalam hebat yang tangannya seperti tukang las dengan nyala demikian saja keluar dari tangan kuat nya itu.
Long nyrengenges. “Seharusnya kamu bersyukur ini adalah teknik bela diri leluhur kami. Kamu adalah orang pertama yang merasakan jurus ini dalam 50 tahun terakhir,“ ujarnya dengan bangga akan keberhasilannya menjatuhkan musuh yang terbilang ulet ini. Sudah lumayan lama dia ingin menjatuhkan Lin Tian, tapi sejauh itu tak berhasil. Makanya kala kali ini bisa, tentu menjadi kebanggaan tak terhingga buat hatinya.
“Luar biasa…“
“Kamu… kamu… kenapa kamu,“
Terkejut Long. Ternyata Lin Tian tiada mengapa apa. Dia masih bisa berucap bahkan berdiri tegak. Itu sebuah keanehan. Semestinya hanya orang sakti mandra guna yang bisa melakukan hal sekeji itu. Ternyata kini dia berhadapan dengan orang yang demikian. Ini benar-benar gawat. Tentu akan ada balas dendam tak berampun yang akan dia terima. Kalau ilmu dahsyat itu tak kuasa melawan, bagaimana mesti menundukkan orang sakti begini. Itu tak bisa dipikir secara baik-baik. Yang jelas kali ini akan sulit melakukannya.
__ADS_1
“Sudah cukup pertunjukanmu sekarang giliran ku!“ kata Lin Tian semakin mendendam dia. Sudah kebangetan. Permainan yang mestinya asyik menjadi tak menarik. Kala mengeluarkan ilmu mengerikan begitu. Masa tangan bisa seperti tukang las yang merah menyala. Itu akan berbahaya jika kena orang yang tak memiliki apa-apa pun. Dia akan membuat kulit gosong. Bahkan bisa mirip kerupuk kriuk-kriuk. Ini mesti dihentikan. Dan seorang Lin Tian lah yang bisa. Sistem itu mesti membantu. Agar sang musuh tak jumawa, untuk berikutnya mau takluk dan bersedia memberikan ilmunya demi kebajikan. Serta tersalur dalam ilmu pengetahuan yang berguna bagi masyarakat banyak.
Menghirup udara. Lin Tian seakan menyala. Sekujur badannya itu. Segenap energi berhasil dia kumpulkan untuk menjadi sebuah jurus maut yang akan dia hantam pada musuh. Sehingga akan langsung terkapar, seperti dirinya tadi yang begitu saja jatuh di tanah yang kotor tanpa di sapu dulu.
“Eh rasa ini bagus juga.“
Lin Tian senang. Dia sanggup mengeluarkan semua itu. Benar-benar sebuah keberuntungan. Mungkin ini dari sebuah akal yang sudah dia katakana pada awal pertarungan tadi. Sebab ilmu itu tak akan berguna tanpa ada akal canggih yang berusaha menggunakannya sebaik mungkin serta sebisa mungkin seiring dengan kepentingannya dalam menaklukkan lawan yang juga memiliki kekuatan sangat dahsyat itu.
“Kenapa kau tahu jurus keluarga kami?“ Si Xialong sangat terkejut. Bagaimana tidak kalah, kalau ilmunya sama, kekuatannya juga sama, dan rasa panasnya yang demikian tak tertahan sama juga. Tentu menjadi sebuah pertanyaan yang menggumpal di dada bagaimana bisa si Lin Tian mempunyai ilmu kuno yang dia banggakan kini.
“Copy cat Tian Tian Lin,“ ujar Lin Tian dengan rambut berdiri. Senang dia. Rupanya sistem bisa memberikan apa yang dia mau. Jadi semacam copy ilmu lawan untuk dipergunakan menyerang balik. Dan itu benar-benar sebuah tindakan yang tak bagus untuk si pemilik ilmu itu sendiri. Bahkan cenderung mengerikan.
Swosh….
Pukulan mengerikan. Segenap energi langsung tersalur ke segenap badan. Untuk berikutnya di pakai buat memukul balik lawan yang juga ber ilmu sangat tinggi.
Dig…
Jatuh tertunduk Long. Dia tak kuasa menahan kekuatan si Lin Tian yang ajiannya demikian ganas. Begitu ganasnya kekuatan itu, dia yang sakti saja tak kuasa menerima kenyataan kalau pukulan itu dengan mudah menjatuhkannya. Ini bukan tentang kesalahannya sendiri yang menginjak air licin, atau oli bekas, tapi benar-benar tenaga yang keluar dari tangan musuh nya yang demikian hebat itu.
“Ber… beritahu aku, kenapa?“
“Ingin belajar? Aku akan mengajarimu,“ kata orang tua gendut. Dalam pandangan si Long.
__ADS_1
“Tentu saja menggunakan kemampuan yang sebelumnya pernah aku gunakan dan dapatkan,“ kata Lin Tian dengan kacamata riben gelapnya.
“Sebenarnya ini kemampuan yang pernah digunakan copycat Tian Tian Lin mana?“