
Mematikan HP.
“Bagaimana apakah dia sudah ketakutan?“ ujar Karyawan gundul menanyakan sesuatu kepada bos rambut merah yang mungkin saja apa yang dia maksud memang telah menderita seperti perkiraan nya.
“Sudah aku duga, mana mungkin ada perusahaan yang mau rugi? Jumlah tayangan bisa menentukan biaya iklan,“ ujar anak SMP yang berpakaian serba mata-mata sehingga mampu menyerap apa yang tengah di perbincangkan para bos yang dia mintai pertolongan itu.
“Apa maksud dia? Tidak takut dengan kita atau ada maksud lain, tak kusangka dia sama sekali tidak takut kita pergi demo,“ kata rambut merah tak menduga.
“Tidak perduli? Hmm kalau begitu kita langsung demo dengan pihak sponsornya. Coba aku cari.“ Gundul mencari pihak sponsor yang bisa jadi selalu mendukung acara dari perusahaan Tianlin, sehingga kalau sudah ketahuan nantinya akan dia teror.
Siapa sponsor acara usir dari dunia hiburan?
Acara usir dari dunia hiburan adalah acara besar yang di selenggarakan oleh grup Tianlin.
“Apa yang terjadi kenapa seperti ini?“ penuh tanda tanya.
“Tidak ada sponsor, apa maksudnya?“ karyawan gundul terus berusaha mencari tahu. Namun tetap nihil. “Acara sosial apa yang dia cari?“
“Biarkan aku. Meski tidak ada pihak sponsor, bagian perfilman juga tidak akan membiarkan acara yang memiliki dampak negatif terus di siarkan,“ ujar anak SMP terus menyelidik.
Dilihatnya Departemen Stasiun Televisi.
“Acara shiow ini adalah kerja sama dengan pemerintah?“ semakin kaget saja.
“Apa maksudnya? Bos Grup Tianlin memiliki relasi seluas ini?“
Halaman utama.
Pengumuman.
__ADS_1
Surat izin acara usir dari dunia hiburan dari departemen stasiun televisi, tertanggal 02-08-2022.
“Kenapa bisa seperti ini?“
“Apa-apaan ini?“
Semua bagian pendemo penuh tanda tanya yang tak bisa di jawab saat itu juga.
Gabrug!
“Ah dia pingsan!“ Pada berteriak, saat melihat anak SMP berpakaian coklat yang ketat tersebut terjatuh.
“Dia pasti terlalu emosi dan pingsan, cepat berikan nafas buatan, jangan mengulurkan lidah,“ kata bos rambut merah segera tanggap dan langsung memberi perintah P3K, pertolongan pertama pada pingsan.
“Eit…. Bukannya dia bilang tidak bawa ponsel?“ kata gundul yang melihat ada ponsel di tangannya walau sudah retak dan lepas dari pegangan. Ponsel ini sangat membahayakan buat tindakan gerakan mereka yang tengah menuntut suatu kebenaran pada perusahaan besar.
Terus berusaha.
“Aku lapar sekali,“ ujar si pingsan dengan gemetaran. Rupanya dia terlalu lelah untuk mengurusi sesuatu yang sangat penting, akan tetapi terlalu berat buat anak kecil yang belum berpengalaman.
Semua menatapnya dan kemudian pada menaruh curiga serta penuh tanda tanya.
“Huk. Tadi banyak kerjaan, jadi tidak sempat makan,“ kata anak SMP itu yang terlalu semangat akan pekerjaannya sehingga lalai pada hal penting layaknya kebanyakan anak yang sangat senang bermain, akan tetapi lupa mengisi perutnya.
“Kamu jangan bohong lagi! Kami tahu, kamu adalah murid SMP. Kamu pasti demi menghemat uang sarapan dan makan siang, makanya kelaparan dan pingsan!“ tebak bos rambut merah yang sudah mengetahui penyamaran si anak sekolah namun sangat menginginkan idolanya tetap eksis di dunia hiburan.
“Hah…“ anak SMP itu terkejut. Tak menyangka semudah itu penyamarannya di ketahui. Padahal dia sudah mengaku sebagai karyawan, bahkan sudah mengeluarkan banyak tenaga serta pikiran sampai pingsan segala. Ini semua demi satu tujuan agar tercapai cita dan cintanya untuk idola di kejauhan sana.
“Kak. Aku masih ingin menjadi penggemar Jibao,“ rengeknya supaya tetap masih boleh eksis.
__ADS_1
“cek, semua ini karena banyak penggemar Jibao yang miskin sepertimu. Makanya Jibao terpaksa mengikuti acara usir dari dunia hiburan!“ gertaknya marah.
“Tidak, aku punya uang, kalau tidak, aku juga minta uang dengan ibuku. Seperti biaya pendaftaran lomba, biaya seragam, biaya buku latihan, biaya alat tulis dan lain-lainnya,“ ujar si anak tetap merengek.
“Kamu tidak ada kontribusi terhadap Jibao, pergilah!“ usir rambut merah. Masa tidak mempunyai peran apapun, akan tetapi selalu saja membuat ramai, jadi berhak untuk di ambil langkah pendek tentang tak usah ikut campur dengan urusan orang dewasa.
Mendengar itu si gundul mendapat ilham.
“Tunggu. Aku ada satu cara bisa mengandalkan siswa ini menghancurkan grup Tianlin dengan cepat,“ ujarnya mempunyai satu usul cemerlang dengan semangat anak itu yang pantang menyerah.
Mendengar ada yang membelanya, anak SMP itu langsung sangat menyukai.
“Oh, aku pasti akan melakukannya. Aku bersedia melakukan apapun.“ Semangatnya sembari memeluk kaki si pemberi semangat itu. Bagaimanapun usahanya sampai sejauh ini lumayan lancer sehingga ada dukungan yang sanggup memberi keleluasaan akan masih berkiprahnya sang idola dalam dunia hiburan ini.
“Rencanaku sangat sempurna, kamu hanya perlu menjalankannya saja,“ ujarnya sembari mengernyitkan dahi. Dengan iringan tawa para pendukung yang sudah pasti bakalan beres urusan tersebut.
“Pertama kamu pergi ke swalayan Tianlin yang ada di sekolah,“ ujarnya menyebut hal pertama, dimana mesti ke pasar mini swalayan Tianlin sekolah Shida, untuk mengambil barang. Biasa, tempat yang biasanya mengeluarkan banyak diskon tapi persyaratan di persulit, missal mesti jadi anggota, serta membeli berapa puluh ribu agar memperoleh hadiah sesuai target harga. Akan tetapi jika tak punya kartu anggota, serta tak membeli sejumlah nilai, maka hadia tak cair.
“Kemudian kamu membeli satu sosis panggang dan langsung memakannya. Setelah itu kamu pura-pura keracunan dan pingsan. Agar aktingnya terlihat lebih nyata kami akan menyiapkan sosis yang sudah kedaluarsa untukmu makan. Kita pun bisa memfitnah grup Tianlin. Keselamatan makanan adalah topik yang paling dianggap penting masyarakat. Siswa keracunan adalah hal yang sangat besar. Selanjutnya pihak polisi, pihak sekolah, pihak keluarga dan pihak grup Tianlin akan mulai berdebat,“ itulah strategi jitu yang sedikit biadab untuk melancarkan propaganda politik menjatuhkan. “Kemudian kita sengaja membesar - besarkan masalah ini hahaha….“
“Tapi, kejadian ini bukanlah tanggung jawab penuh grup Tianlin. Sepertinya masih kurang,“ kayaknya. Karena hanya perusahaan itu saja yang bakalan kena, sementara dampak besar asih belum bisa di rasakan.
“Hehe tenang saja, aku sudah menyewa orang dengan harga tinggi untuk menukar sosis yang ada di dalam swalayan. Saat swalayan ini ditutup untuk pemeriksaan,“ ujar gundul masih penuh dengan rencana pocong gundulnya supaya tidak hanya grup itu saja yang terdampak, namun akan lebih luas lagi yang kena.
“Hebat!“
Semua memberi aplous pada rencana brilian tersebut. Tak ada maksud yang lebih keji dari rencana busuk pemuda satu itu, demi terjatuhnya harga diri perusahaan musuh mereka yang juga membuat sang idola bakalan bisa lebih panjang dalam berkiprah di dunia hiburan, sehingga si kecil tersebut akan bisa menyaksikan rekaman tayangan lebih lama dan berulang menggunakan ponsel cadangan yang dia sembunyikan dari mata mama.
“Hehe terima kasih,“ ujar gundul tersipu.
__ADS_1